Tulisan ini, dipengaruhi oleh komentar saya sendiri di situs kelola, sebuah situs yang berhubungan dengan nama-nama domain di internet.
Judul pada sebuah artikel di kelola amat jelas. “Jangan Remehkan Gay!”
Artinya cuma satu: “Ada yang meremehkan Gay”
Setelah itu, muncul pertanyaan di benak saya?
1. Siapa yang meremehkan Gay?
2. Kenapa Gay diremehkan?
Dua pertanyaan diatas ga bisa saya jawab. Kalau rocker boleh jadi manusia, boleh punya harga diri, boleh punya pride about themself. Kenapa Gay tidak?
Hari ini saya baca koran SPITS, salah satu koran terbesar, gratis pula, di negeri antah berantah yang saya tinggali saat ini. Bahwa tiga organisasi gay mendapat penghargaan dari salah satu organisasi PBB yang mengatur sosial dan ekonomi, Economic and Social Council (ECOSOC). Mereka adalah Ilga Europe, Deense LBL dan Duitse LSVD.
Kenapa dapat penghargaan? Karena tiga organisasi ini berjuang keras untuk mengatakan “Hei, GAY juga manusia! Punya hak untuk hidup!”. Mereka berjuang agar kaum gay tidak disisihkan dilingkungannya.
Emang benar, gay disisihkan dari lingkungannya?
Astaga man! Coba sekarang kalo gue bilang gue gay… apa koment lo pada tulisan ini?
Terus coba kalo gue bilang yang baca tulisan ini adalah gay… apa koment lo pada tulisan ini?
Atau coba saat baca ini, lo bilang pada bapak lo bahwa lo gay?
Kontraversi?
PASTI!
Gay adalah kaum yang tersisihkan di Indonesia. Atau di beberapa negara-negara yang mayoritas penduduknya religius. Saya ingat, dulu waktu kecil, ketika mengaji di rumah Wak Haji Tile (serius man, guru ngaji gue dulu namanya Pak Tile. Betawi aseli. putera Cilincing 100%, sama kayak gue). Beliau menceritakan mengenai sebuah kisah dalam kitab suci bertema Sodom Gomorah. Ahh, begitu pedihnya kisah tersebut. Satu kaum yang dilaknat Tuhan. Begitu mengerikan…
Toh, cerita Sodom Gomorah begitu menakutkan di setiap telinga anak kecil… bahkan ketika sudah dewasa pun cerita itu masih menakutkan.
Lantas apa yang terjadi?
Yang saya tahu, sejak saya kecil… julukan “bencong” adalah julukan yang paling hina yang pernah ditujukan buat laki-laki!
Setiap anak laki-laki… selalu pantang disebut banci!
Setiap anak laki-laki, terlahir sebagai pemberani?
Loh bagaimana kalau dia cengeng?
Bagaimana kalau dia lebih suka main boneka-bonekaan ketimbang pistol-pistolan?
Lebih jauh lagi…,
Bagaimana kalau dia ternyata suka laki-laki?
Pasti dianggap “sakit”!
Lalu, Hetero dianggap sehat?
Astaga!
Loh terus bagaimana yang menganggap Gay itu juga manusia?
Pasti dianggap… “Ahh dasar lo banci!”
Terus bagaimana dengan orang-orang yang menganggap gay adalah sebuah penyakit?
Hah, masak lo ga tau… itu penyakit juga man… namanya Homophobic!
Terus apa hubungannya dengan Gay.Mil.Id?
Hubungannya adalah…
“Coba bayangkan, apabila semua orang di Indonesia menyisihkan kaum Gay. Dan ternyata, dalam lingkungan militer (yang kebanyakan cowok dan jarang ceweknya) ternyata banyak gaynya. Dan suatu ketika mereka kesal. Dan marah, tersisihkan dari lingkungan. Lalu, mulai mengangkat senjata membuat perekrutan melalui website gay.mil.id… Dan lalu mempunyai misi suci…, membunuhi semua hetero di Indonesia. Apa yang terjadi? Balkanisasi episode 2 atau Timorisasi versi baru? Tinggal pilih”
Ahh… itu mah paranoia yang nulis aja…
Hahaha… lo ga tau yee. Militer saja membantai PKI sampe habis. Apalagi cuma hetero!
Desember 14, 2006 at 1:59 am
“Hahaha… lo ga tau yee. PKI aja dibantai ama militer ampe abis. Apalagi cuma hetero!”
Hahahahaaa… Nice quote.
Gw juga pernah nulis artikel serupa di blog gw jg waktu gw ngomentarin film “Brokeback Mountain”.
Intinya, klo masalah hak/asasi (sebagai manusia), gw pasti jamin dan gw ga akan/ga pernah menyisihkan kaum gay. Cuman hak asasi berkeluarga/menikah yg gw TOLAK KERAS! Bukan dgn latar belakang agama. Tp latar belakang manusia MESTI berketurunan sebagai ketentuan evolusi.
Trus ada argumen “suatu saat manusia mempunyai hak utk tidak mempunyai keturunan”. Itu artinya ada aturan yg mesti diamandemen. Kta gw mah ENGGAK! Itu bunuh diri jek. Nah, siapa yg setuju dgn bunuh diri? Ini beda banget ame eutanasia. Hehehehe…
Rukun yee…
Desember 15, 2006 at 1:50 am
Gay, sebagaimana makhluk hidup lainnya, tentu punya hak untuk hidup. Tapi kalau kemudian lantas dilanjutkan menjadi hak untuk mempromosikan gaya hidupnya, ini sudah tidak benar.
Secara alami, homoseksualitas jelas adalah penyimpangan.
Saya cerita sedikit; ada kawan saya yang gay. Tapi karena tekadnya kuat untuk berubah, maka dia bisa menikah dengan wanita. btw; kebetulan istrinya juga rada tomboy sih hehehe
Saat ini anak-anak mereka justru sudah lebih banyak daripada kebanyakan pasangan lainnya. Alhamdulillah mereka, setahu saya dan pengamatan kawan2 yang lain, hidup dengan bahagia.
Kalau gay dipromosikan, takutnya yang tidak gay pun jadi terjerumus.
Lha yang gay saja bisa berubah jadi straight, tentu kebalikannya pun bisa saya kira.
Tapi yang paling vital adalah agar kita dapat merangkul mereka. Jangan dimusuhi !
Dalam kasus kawan saya diatas, walaupun terpergok basah oleh saya (kaget banget saya mas, hehehe), saya bertindak seperti biasa saja.
Saya tetap menjadi kawannya, saya bantu jika dia ada masalah, saya beri saran kalau dia meminta, memberikan dukungan ketika dia sedang stress, dst. Sedikit2 juga memberikan nasehat2 seputar pernikahan jika sedang ada masalah.
Alhamdulillah sampai sekarang perkembangannya terus semakin bagus (tendensi gay nya terus berkurang).
Summary; gaya hidup gay please jangan dipromosikan. Nanti malah jadi menjerumuskan yang sebetulnya bukan gay.
Dan jika kita tahu ada kenalan kita yang gay – jangan dikucilkan ! Rangkul dan dukung mereka dalam usahanya untuk menjadi semakin baik.
btw; nice blog, artikel2nya walaupun baru sedikit tapi bagus-bagus ! saya paling suka yang tentang free-pitch, good stuff.
Salam kenal dari saya.
Januari 25, 2007 at 8:17 am
halo..
salam kenal
ada benernya juga sih untuk ga mempromosikan gaya hidup gay.
kadang gw juga males gaya penyiar radio jaman skg, yang malah gayish.. atau presenter di tivi-tivi yang dipikirnya makin centil makin banyak job..
tapi sebenernya buat kalangan gay sendiri. terutama temen-temen gay yang udah bisa menrima diri bahwa, “yess, i’m gay, and there’s nothing i (nor u) could do about it,”
bukan status orientasi mereka sebagay gay yang ingin mereka tunjukkan pada masyarakat. tapi, gay people lebih ingin membuktikan, “i’ve got something more for u to see, despite my sexual orientation. so please don’t you close your eyes on that”
maka di sana kaum gay butuh kesempatan yang sama. dalam bidang apapun, untuk bisa menunjukkan prestasi mereka.
saya bersyukur sebenernya sistem kita sudah mendukung persamaan hak itu. (atau mungkin sebenarnya belum pernah menyentuh pengaturan hak kaum gay)sehingga gay people masih bisa menunjukkan kebiasaanya di berbagai kesempatan.
sayang pandangan negatif masyarakat terasa lebih kuat, sehingga banyak gay people malah menutup diri, dan tidak bisa berkembang karena alasan takut tidak diterima masyarakat.
hampir sama kaya manusia sama ular. semua punya cara masing2 untuk mempertahankan diri. manusia takut dengan ular terus bilang ular itu jahat karena bisa melukai. sementara ular cenderung malas bertemu dengan manusia.
sayangnya setiap manusia bertemu dengan ular, selalu berusaha membunuh ular. atau kabur sejauh mungkin. hal ini karena pemahaman yang sudah lama ditanamkan pada diri manusia. bahwa ular adalah musuh.
sehingga ular terpaksa selalu bersikap agresif. meski hanya untuk mempertahankan diri.
padahal kalo manusia bisa menyesuaikan diri dengan ular tersebut. atau setidaknya tidak saling mengganggu. kontak yang disertai dengan kekerasan antara ular dan manusia, akan lebih sedikit terjadi.
well cukup dengan cerita manusia ularnya
yang sekali lagi pengen saya tekankan. ngga pernah ada niat gay people untuk menyebarkan orientasi seksualnya. atau juga promosi. mereka ngga pernah sampai minta diadakan pride parade kaya di luar2 sana kok.
gay people cuman ingin lebih diterima. lebih bisa saling menyesuaikan. dan tidak dipandang sebelah mata ketika kamu tau orientasi seksualnya
they have more than that..
and it’s good
more about gay life
http://www.queercurious.blogspot.com
(bukan promosi, sekali lagi. hanya sekedar berbagi pendapat)
Januari 25, 2007 at 8:29 am
hehehe… ngomongin soal gay di militer, saya pernah baca di forumnya TNI AU, mereka ngobrol soal gay..
seru tuh…
ada kopiannya di
http://queercurious.blogspot.com/2007/01/gay-in-militer.html
Februari 13, 2007 at 12:54 pm
Hmm.. saya kurang yakin dengan statement Anda diatas
sama dengan saya yang pasti merasa gembira jika ada seseorang yang memeluk agama Islam, he he
Dulu di luar negeri juga sama situasinya seperti di Indonesia, gaya hidup gay tidak kelihatan. Walaupun sayangnya perlakuan represif terhadap mereka juga sama (atau malah lebih parah).
Tapi, seperti yang Anda tulis sendiri di atas, kita bisa lihat sendiri bagaimana situasinya sekarang.
Wah ngeri euy… saya sempat lihat sendiri.
Saya cemas kalau sampai suatu saat akan ada acara seperti ini juga di Indonesia. Mudah-mudahan tidak.
Itu sudah bablas saya kira.
Gay perlu dirangkul dan dipahami oleh kita semua, tapi bukan berarti jadi boleh dipromosikan gaya hidupnya.
Februari 14, 2007 at 6:58 am
mas Arif, gmn ttg case-nya **** gunawan (designer) ky nya bagus tuh… malah lebih cool sekarang (kliatan tampan & gentle-nya) klo dulu, cantik nggaaa yg ada malah nakutin anak2… smoga bisa dijadikan tauladan..piye to mas???
Apapun pilihannya, saya mah hanya bisa berdoa saja, semoga dia bahagia dengan pilihannya. Apapun pilihannya, semoga dia masuk sorga… Amiiinnn
*nggak nyambung ya? Halah, maap*
Maret 1, 2007 at 10:41 am
hehehe… gay kan bukan agama..
nope..
buat saya dan gay di lingkungan saya sih ngag pernah ada niatan ngajakin orang jadi gay
bahkan kalo gw ngeliat anak kecil yang udah keliatan bakat gaynya…
hehehe…
paling cuman diketawain aja
cuman berharap, kalo toh dia ntar beneran jadi gay..
supaya dia ngga terjebak dengan cara hidup yang ngga sehat..
cukup lo jadi gay, tapi jangan ngorbanin masa depan lo sendiri
Maret 16, 2007 at 8:55 am
gay beda dengan bencong. Jangan disamakan. Setuju banget, sebutan bencong benar2 menyakitkan abgi seorang lelaki.
Gay emang beda ama bencong. Gay itu Goerge Michael. Bencong itu Chynthia Putri.
Whehehe
Maret 28, 2007 at 6:53 am
yaaaa, aq cma bisa bilang kalu semua juga punya perasaan. Klu kaum gay tak mau dibilang gay, itu normal, dah pasti klu dya sakit hati. Yng penting kita bisa toleransi dgn mereka. trims
Maret 28, 2007 at 2:28 pm
[...] arifkurniawan.wordpress.com [...]
April 6, 2007 at 4:59 am
not important quote. Basiiiiiiiii! Gay is not essential issue! Upgrade Your Soul then Making Love with God in heaven!…. Itulah dunia GAY. enough!
Selamat datang… (*walopun saya bingung dengan komennya, hehe*)
Mei 27, 2007 at 11:41 am
Gay bukan pilihan hidup…gay adalah takdir dalam diri seseorang…semua orang nggak mau hal ini terjadi pd dirinya…semua pingin normal
once again…gay is not choice live….
Udah baca, gay itu genetis?
Juni 9, 2007 at 11:58 am
saya seorang gay, tapi saya berusaha keluar dari ini, karena memang saya ada niat untuk ke situ, tapi kadang memang merupakan perjuangan berat untuk terlepas dari itu, ketika saat saya berusaha selalu ada yang menggelitik pikiran saya untuk mendekati. Lingkungan saya rasa bisa menekan, tapi entah jika tidak kuat, terjadi pemuasan terhadap diri sendiri dengan berfantasi dsb. Saya pernah berhubungan dengan laki-laki yang kemudian saya tahu latar belakangnya adalah seorang militer. Mereka punya privasi, saya tahu betul bagaimana hal itu harus tetap terjaga. Dan layaknya laki-laki normal yang mungkin hobi selingkuh, kehidupan gay juga seperti itu, kalo lihat barang baru, ya sudah…. mungkin kalo ada kesempatan bakal di kejar…. Hehehe….
Juni 25, 2007 at 3:03 pm
bused….
perumpamaannya serem banget….
jadi ngga bisa ngebayangin kaum gay yg militer ngadain kudeta trus bikin negara gay…
huahuahuahauh
Juli 15, 2007 at 10:38 am
assalamualaikum..
yang jelas, gay itu DOSA BESAR. kenikmatan sesaat yang membawa petaka.
tidak bisa ditolelir dan memang tidak layak untuk hadir di muka bumi.
gay adalah gerakan yang paling tidak mensyukuri nikmat ALLAH swt. bagaimana tidak, kita udah diciptain berpasang-pasangan, eh…..malah pergi cari yang sejenis. gila nggak tuch?
yang jelas, kamu-kamu pada mikir aja deh! logis nggak dua orang cowok bercumbu? akal sehat jelas-jelas menentang itu. walaupun, memang di jaman sekarang ini, solah-olah semua yang tidak logis, dipaksa untuk menjadi logis. alangkah lebih baik kalo kita berjalan di jalan yang wajar-wajar saja.
bukannya sok suci, gw juga jujur pernah punya teman yang sedikit menyimpang (dan sekarang masih tetap menjadi sahabat)
tapi, sebagai seorang sahabat, kita hrus saling mengingatkan. alhamdulillah juga, sekarang dia udah mulai pacaran dengan makhluk terindah (wanita).
ayolaaaaaaaaah, di Alquran telah dikatakan yang sebenarnya…..(entah bagaimana membuat “mereka” percaya) kalau yang namanya kaum sodom, memang benar2 di azab.
btw, jauhi gay. yang gw maksud di sini, jauhi sifatnya….bukan orangnnya!!!!
ingat…..bukan orangnnya….karena justeru mereka yang harus kita “sembuhkan”
untuk loe-loe yang (maaf) punya orientasi ke situ, gini aja dech. coba loe mikir….
bagaimana seandainya ajal menjemput loe pada saat loe belum sempat bertaubat…..
kalo loe ditanya sama malaikat di alam kubur tentang tindakan loe itu, loe mau jawab apaan?
loe pikir ada toleransi buat hal seperti itu?
tidak!!!! di dunia maupun di Akhirat….(yeah….itupun kalo loe percaya hari akhir memang ada)
sorry yeee buat yang merasa!!!!yeah, begitulah nasehat. pahit tapi menyembuhkan.
semoga mereka-mereka yang punya orientae ke situ, bisa cepat sembuh deh….AMIN
n buat “yd0711″, met berjuang yee…..
semoga loe berhasil!!!!!! kita-kita balkalan mensuport loe dech! n semoga kita terhimpun dalam keadaan baik…AMIN
artchee_cis@yahoo.com
wassalamulaikum
Juli 15, 2007 at 5:18 pm
gai itu hak dan kenapa tuhan memghendaki adanya penyimpangan
tidak ada orong yang bisa menolak takdir tuhan dia maha kuasa pasti ada hikma di balik semua
Juli 15, 2007 at 5:20 pm
tuhan maha adil
sa jadi gai juga kehenndaknya pasti ada hikma di balik semuanya
Juli 15, 2007 at 5:22 pm
saya ingin aada teoti yang bis memjowab apa itu ada dan tidak ada
jika di hubungkan dengan tuhan
saya gay namun semangat untuk hidup sesuai ajaran kasih tetep sya imani apalagi anjuran islam
Juli 16, 2007 at 5:30 am
gw ga ngerti kenapa orang2 segitu enaknya menjudge orang2 gay. menganggap bahwa mereka itu ga normal. berharap bahwa mereka tuh harus disembuhkan karena mereka tuh sakit.please deh…. mind your own business. kalo dia mau jadi gay, what’s your problem anywae? ga masalah mereka tuh gay ato bukan, yang penting mereka tuh hidup dengan penuh kasih. pilih mana cowo straight yang suka abuse orang2 di sekatarnya ato gay yang sangat peka n peduli ama sesamanya?
Juli 17, 2007 at 8:19 am
bantaiiii……
Juli 22, 2007 at 12:57 pm
SEMUA ORANG PDA NUNAFIK……
PDA itu apa? Alat komunikasi?
NUNAFIK itu apa? Bahasa Swahili?
Hehehe
Juli 24, 2007 at 4:42 am
GAY KUDETA NEGARA???
TERLALU BERLEBIHAN, TAPI KALAU IYA
RAKYAT AKAN BANGKIT AND FIGHTS BACK !!!
SEMUA GAY AKAN DIBANTAIIII….
KONTOL NYA JADI MAKANAN KUCING
ANDA GAY??? tanya doNK
KALAU MENCRET TUH ANUS BISA NAHAN GAK??
PUAAAH…
Anda pasti dalam kondisi marah total ketika menulis ini. Pakai huruf besar semua. Kemungkinan lainnya adalah, anda tidak tahu beretika dalam dunia maya.
Juli 28, 2007 at 1:48 pm
gay juga manusia,ya sama lah seperti kamu semuuuuuanya
Benar. Gay juga manusia. Sama seperti dosen ataupun rocker.
Agustus 3, 2007 at 1:36 pm
Ya…gay juga manusia. Tapi sebelum itu mari kita tilik apa sih yang mendefisikan seseorang itu gay atau bukan? Saya kira semua setuju kalau orientasi sexual seseorang yang menentukan apakah iya bisa disebut (atau menyebut dirinya) gay atau bukan. Jadi being gay hanyalah sekeping kecil yang menyusun totalitas person ybs.
Yang jadi persoalan kemudian, kenapa identitas ke-gay-an lantas sering diangkat tinggi-tinggi (padahal letaknya dibawah puser)? Bahkan ada frasa “budaya gay” dan “dunia gay” segala. Yang paling parah adalah kalau ada parade “pride” gay (semoga tidak menjalar ke Indonesia). Saya gak ngerti apanya yang harus dibanggakan dengan perilaku bertelanjang dikeramaian, mengenakan busana aneh-aneh, bersuara aneh-aneh, bergerak aneh-aneh.
Saya kira kalau para gay mau mendepat tempat sewajarnya sebagai manusia, selayaknya mereka lebih menonjolkan kemanusiaannya daripada sekedar libido dan keanehan-keanehannya.
Mosok seluruh hidupnya mau dimonopoli oleh kehendak siotong (buat gay laki)?
Ini jelas kritik yang bagus, terutama untuk gay indonesia.
Agustus 6, 2007 at 2:57 pm
Saya hanya mau mengajak bertukar pikiran saja, Apakah anda anda semua pernah melihat binatang yang berjenis kelamin sama berhubungan sex? misalnya kuda jantan dengan kuda jantan atau monyet jantan dengan monyet jantan atau ular jantan dengan ular jantan,(saya yakin tidak pernah!!!) KENAPA?, untuk apa sih sebenarnya kita/mahluk hidup berhubungan sex? untuk “Having fun” atau untuk meneruskan keturunan?, TERNYATA, walaupun Para binatang tidak mempunyai PIKIRAN tapi mempunyai NALURI/Insting bahwa berhubungan sex dengan sesama jenis tidak ada gunanya bagi mereka, walaupun ada ancaman akan punah populasinya,(kalau berguna tentu saja sudah mereka lakukan dari Zaman dulu) Bagaimana dengan manusia? kenapa tidak menggunakan pikiran dan Naluri/Instingnya? Terima kasih.
Mas Emmir yang baik. Sayang sekali, anda tidak pernah menonton discovery channel atau animal planet. Berisikan ragam kehidupan dan tingkah laku binatang. Atau bahkan membaca buku-buku mengenai kehidupan reproduksi binatang.
Anda mengalami felasi logika.
Mau tahu apa itu logical fellacy? Silahkan Googling, Mas.
Agustus 10, 2007 at 10:27 am
menurut gw gay itu perlu kita hargai coz.coba kalian pikir di negara belanda para gay dan lesbi blh kawin knp di negara ndiri ga blh krn kaum gay selalu di pojok kan…….
Setahu saya, tidak cuma di NL. Di Belgia, Luxembourg, German, France, Spain dan Portugal juga deh.
Agustus 15, 2007 at 6:00 pm
gw bukan penganut kaum gay, cuman gw punya perasaan yang sangat menghargai mereka, karena sesuatu faktor yang menjadikan mereka seperti itu, tapi gw yakin mereka sebenernya jika boleh memilih, mereka tidak ingin menjadi seperti itu, namun apa daya!!! gw sih gak banyak tau tentang mereka dan bagaimana mereka, tapi biarkan saja, mereka juga manusia yang ingin di hormati orang lain.
Penganut kaum gay?
Emang ada Kaum Gay?
Suku itu tinggal dimana di Indonesia?
Agustus 19, 2007 at 7:13 am
Saya adalah seorang gay dan mempunyai teman2 dari kalangan militer yang bi/gay. Sebagian besar bertahan untuk tidak melakukan kegiatan homosexual tp tidak memungkiri bahwa mereka jatuh hati dan sayang pada sesama lelaki. being gay but not doing gaythings. kenapa perasaan cinta dan sayang kami pada sejenis selalu menjadi masalah dan bukan pada karya kami? pengabdian kami?
Pemikiran bahwa kaum gay (militer) bersatu dan melakukan pemberontakan karena teraniaya dan tersingkirkan suatu wacana yang “berlebihan” saya kira. Karena dasar pengabdian kami sebagai prajurit bukan atas dasar orientasi seksual kami tetapi karena pengabdian kami pada negara sejak kami masuk sekolah militer sampai saat ini bertugas sebagai perwira atau prajurit.
saya pikir berhubungan sex dgn sesama maupun lawan jenis yg bukan suami istri dalam pandangan agama adalah Zinah dan itu adalah dosa besar.
tetapi dosakah bila suatu saat tanpa anda semua inginkan anda jatuh cinta dan sayang pada seseoarang? pada seorang perempuan, pada seorang lelaki. pada suami orang, pada istri orang, pada guru di sekolah anda, pada seorang gigolo atau pada seorang pelcur jalanan sekalipun. Mengapa dasar pemikiran hakiki berlandaskan pada agama anda sekalian tidak dijadikan pijakan kuat untuk menahan diri dari napsu, apakah anda yang mengaku normal lepas bebas dari dosa seandainya anda berzinah dan apakah dosa anda lebih ringan dari dosa kaum gay yang berhomosex? janganlah melampaui batas yang bukan hak anda. bagi yang gay, apakah ada pembenaran sebagi fitrah lelaki yang gampang sekali muncul napsunya dengan begitu mudah melakukan hubungan sex kemana2 dengan sesama?
tentang penerimaan masyarakat terhadap kaum gay, saya kira sebagian masyarakat (keluarga dan lingkungan) sudah bisa menerima eksistensi gay dan lesbian, tetapi ada juga yang terang2an menolak dan menjauhi. tetapi maaf penggambaran manusia yang menjauhi binatang buas terlalu kasar dan berlebihan.penolakan yang ada saya pikir karena sudut pandang dan pemikiran yang berbeda serta norma agama dan budaya yang kuat di negara ini.
Tolong, berhentilah untuk menghakimi dan menyerang keberadaan kaum gay secara sepihak tanpa mengenal (bagi mereka yg merasa dirinya normal) dan atau mencoba membela diri tanpa mengkoreksi mengapa sampai timbul anti pati berlebihan dalam masyarakat (bagi mereka yang dianggap belok/sakit).
saya lelaki, alhamdulillah mempunyai karunia fisik yang bagus dan tidak ada yang pernah akan menyangka saya tertarik dan jatuh cinta pada lelaki. being gay bagi saya bukan dosa. karena cinta pada seorang lelaki yang saya miliki benar adanya dan bukan karena perasaan napsu. Saya mencintai meski saya harus manahan perih. saya tidak akan mampu sholat saat saya merasa saya penuh dengan zinah dan dosa. saya akan malu menghadap Tuhan saya. ini ujian hidup saya. saat saya memutuskan menikah bukan karena saya ingin bersembunyi dari anggapan normatif masyarakat tentang manusia normal yang menikah dan berkeluarga, bukan untuk meneruskan keturunan, dsb… menikah adalah ibadah, anak adalah rejeki dan titipan Allah. Saya hanya mencoba melakukan yang terbaik bagi hidup saya. Saya bahagia being gay. dan Istri saya bangga pada saya sebagai seorang suami dan menerima saya adalah gay. Dan sebagai militer saya adalah prajurit yang siap mengabdi.
Terimakasih, Pak, telah berbagi.
Mengenai ada kalimat yang dianggap menyinggung hati. Maafkanlah. Sebab postingan ini digubah dengan gaya satire. Saya sama sekali tidak bermaksud bahwa gay dari militer akan melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang sah. Tapi, saya memang menyinggung institusi militer, yang dalam sejarah Indonesia, kadang-kadang binal. Hehe.
Tapi, terimakasih telah berbagi. Semoga pengalaman bapak dapat dibaca oleh komentator yang bermulut dan berhati kotor.
Agustus 30, 2007 at 10:04 am
Wah…, rame juga neh!..Buat pa’Bayu, sy salut dgn ‘penerimaan Istri’ kepada kondisi anda yg “gay” ; hati saya bertanya ‘gimana’ rasanya seorang istri jika suatu saat anda tertarik/fall in love pada laki2 lain (heee)??? Tapi Jika niat anda u/ menikah saja karna alasan ‘ibadah’..Insya Allah akan dibantu ama yg Diatas…shg anda tetap setia pd Istri anda, Amin….ya kan bang Aip?
Amin. Saya juga setuju. Alasannya luar biasa indah. Menikah karena ibadah.
September 25, 2007 at 8:45 am
P’Bayu commentnya wize banget. . .
Gw jadi bingung, kebanyakan orang di lingkungan gw (yg ngerasa normal) mikirnya simple banget :
Lo gay, lo bisa berubah kalo lo mau, terus berusaha, bla.. bla..
Gw yang ngejalanin hidup sebagai gay mo cerita :
Seingat gw, sejak usia 10 th gw udah jadi gay. sampai sekarang demmennya cuma ama laki. Cuma karena gw dididik dari keluarga yang fanatik, meski gw gay gw belum pernah ber-HOMOSEKS (bermesraan maupun ML). Setiap gw demmen ama someone, perasaan itu gw pendam. Gw merasa tersiksa. Padahal kalo mau seks n duit, gw bisa dapetin dg mudah (sorrai bukan narsis). Tapi gw ngga mau. Bukan itu tujuan utama gw being gay. Gw sama seperti kebanyakan orang; butuh kasih sayang, ingin mencintai dan dicintai.
Pernah suatu saat gw berpikir gw harus berubah!!! Gw ngga mau lingkungan keluarga, masyarakat tau keadaan gw. Berbagai cara gw coba, doa ngga putus gw panjatkan ke Yg Maha Segalanya. Gimana hasilnya?? Nil !!
Malah dalam perjalanan menuju perubahan gw dianugerahkan seseorang yang gw pikir malaikat pennolong, eh malah gw jatuh cintrong. Dia army punya 2 anak. Feeling gw dia juga demmen ama gw, tapi karena dia Perwira masih rada jaim. Gw merasa bertepuk sebelah tangan. Tapi ngga masalah, toh gw bisa menikmati cinta gw ke dia. Buat gw cinta itu anugrah yang terindah dalam hidup. Gw juga demmen ama dia without sexual attracted. Sampai dengan sekarang setelah beberapa tahun gw sulit ngelupain dia. So kesimpulannya gw ngga perlu berubah. gw sudah comfort being gay. Sekarang gw ngejalanin hidup lebih ringan. Tugas gw cuma selalu berusaha melakukan yang terbaik meski dalam kondisi yang terburuk sekalipun. Gw tetap taat beribadah, senantiasa mensyukuri nikmat dan kelebihan yang Tuhan kasih ke gw. Sambil berharap next bisa menemukan cinta sejati gw.
Sebetulnya masih banyak gay seperti gw n P’Bayu. Ngga cuma mikirin sex n sex saja, tapi kami menjalani hidup sama dengan kebanyakan orang, ingin berkarya, memberikan manfaat bagi orang lain, mencintai dan dicintai. Tapi sayang cerita yang muncul kepermukaan hanya prilaku negatif oknum gay yang terkesan ingin mempropagandakan gaya hidup yang belum dapat diterima masyarakat.
4 P’Bayu, thanks comment-nya. Ane jadi makin PD being gay.
Kalau ada yang mo kasih tanggapan, input n everything bisa langsung ke e-mail gw. Moga bisa manfaat n nambah wawasan gw. Wassalam.
Oktober 13, 2007 at 2:10 pm
gw gay…tapi kenapa gw kalo liat lesbian gw jiji ya. gw bertanya…kenapa gw jiji padahal apa yg dilakukan lesbian itu sama dgn apa yg saya lakukan. kenapa saya jengah melihat waria..padahal mereka juga penuh cacat moral spt saya. begitulah manusia..selalu merasa dirinya paling suci dan paling benar..
gw tahu perasaan straight melihat gay…spt saya tahu perasaan gw melihat lesbi. so..janganlah kawan gay memaksakan straight utk mengerti kondisi kita. yg kita perlukan adalah membantu kawan kawan gay utk bisa terima dirinya apa adanya. membantu mereka utk menyesali diri, menyangkal diri sendiri dan semua hal hal negatif yg kadang bisa berakibat fatal. kalo memang ada kawan gay yg menikah tapi tetep jadi gay alias biseks…ya silakan aja. minimal dimata masyarakat bisek bisek itu sudah menjadi normal
Saya adalah salah satu manusia yang tidak menganggap anda cacat moral.
Oktober 13, 2007 at 2:12 pm
maaf maksud saya di kalimat “membantu mereka utk menyesali diri, menyangkal diri sendiri dan semua hal hal negatif yg kadang bisa berakibat fatal” adalah
“membantu mereka utk tidak menyesali diri, tidak menyangkal diri sendiri dan semua hal hal negatif yg kadang bisa berakibat fatal”
Terimakasih atas ralatnya.
November 10, 2007 at 4:52 pm
pak bayu n dior… salut tuk kalian.. bisa shear tidak ya…
November 11, 2007 at 9:23 pm
Mengutip:
“jhak Berkata:
Juli 15, 2007 at 10:38 am
assalamualaikum..
yang jelas, gay itu DOSA BESAR. kenikmatan sesaat yang membawa petaka.
tidak bisa ditolelir dan memang tidak layak untuk hadir di muka bumi.
gay adalah gerakan yang paling tidak mensyukuri nikmat ALLAH swt. ”
Ini bikin aku heran, apakah yang hetero itu juga bersyukur bahwa mereka bukan gay? Bagaimana mereka bersyukur kalau gay itu ditiadakan? Bagaimana kita tahu kalau kita kenyang kalau nggak tahu lapar? Bagaimana tahu kita senang kalau gak tahu sedih?
Gay itu ada, segala ayat yang ada dalam agama tentang gay adalah bukti keberadaannya tidak bisa disangkal. Hetero sebenarnya punya masalah dengan ketakutannya sendiri untuk jadi terjerumus, jadi bukan orang-orang gay sendiri yang bermasalah. Keterjerumusan hetero itulah yang masalah, dan itulah sebenarnya yang sering didengungkan sebagai “pilihan”. Yang gay ya sudah dari sononya jadi gay, yang bingung milih adalah yang hetero…. Atau yang awalnya hetero justru takut karena “nampaknya” ada cenderung jadi gay atau lesbian??? hehehe. Orang jaman sekarang bilang: “Yahhh… itu mah masalah lu….”.
November 25, 2007 at 4:08 am
ceuk aing… maneh jalma geuring!!!
teu boga otak!!!
sok weh, maneh ayeuna berkoar… tapi inget, maneh hirup di dunya ngan sakeudeung. mun isukan maneh paeh dalam keadaan homo… di alam kubur maneh pasti kaduhung!!!
November 26, 2007 at 3:03 am
anda mencampuradukkan ketertarikan seseorang dengan perilakunya. perlu diingat, bahwa kitab suci agama-agama umumnya hanya mengecam perilaku-perilaku manusia, baik yang lahir maupun batin, bukan ketertarikannya. Artinya, meski anda punya ketertarikan terhadap sesama jenis, anda tidak akan dihakimi dosa. Tapi begitu anda mencoba menyalurkannya dalam wujud perilaku, maka hitungan dosa sudah berjalan. Artinya, perasaan dan perilaku itu tidak sepaket, orang yang tertarik pada sesama jenis masih punya peluang untuk tidak melampiaskannya. Jika ini diikuti, maka pahala sudah menunggu anda. Tapi jika anda tolak, dosa sudah menanti. silakan pilih yang mana.
Janganlah mengata2i org lain sebagai penyakitan dengan istilah homophobia. Bolak-balik halaman PPDGJ dan DSM saya tidak temukan istilah itu, berarti itu bukan kelainan jiwa. Justru saya temukan hasil riset di Belanda yang menegaskan bahwa homoseksualitas itu berkaitan erat dgn gangguan jiwa, meski sudah diterima oleh masyarakat.
November 26, 2007 at 3:09 am
BTW, paranoia anda bahwa kaum gay militer akan membantai para heteroseksual sudah membuktikan 2 hal:
1. spesies yang mampu bereproduksi akan bertahan, sedangkan yang hanya berhubungan dengan sesama jenis akan punah. Anak2 SMP tahu itu. Merajalelanya peirlaku gay sudah bisa munahkan spesies manusia, gak perlu merekayasa pembantaian;
2. Ini bukti nyata bahwa gay itu memang sakit jiwa. Makanya, berserah dirilah kepada tuhan, niscaya hatimu akan lebih tenang dan lunak.
November 26, 2007 at 3:15 am
Berhentilah bekata “being gay.” Lebih tepat, gunakanlah istilah “attracted sexually to same-sex,” karena jati diri anda tidak ditentukan oleh ketertarikan seksual anda saja. Hanya karena anda tertarik pada sesama jenis, tidak akan membuat anda jadi gay. Anda adalah (homoseks) gay jika anda lebih mengutamakan pelampiasan seksual daripada norma agama. Definisinya lihatlah di en.wikipedia.org. Kalau anda tertarik pada sesama jenis, maka istilah yang lebih tepat adalah (homoseks) non-gay.
November 30, 2007 at 3:07 pm
[...] Posted by arifkurniawan(diambil dari http://arifkurniawan.wordpress.com/2006/12/14/gaymilid/) [...]
Desember 4, 2007 at 12:08 pm
Gay emang beda ama bencong. Gay itu Goerge Michael. Bencong itu Chynthia Putri.
Whehehe
Jwewew! Tiba-tiba muncullah sesosok makhluk kribo. Melompat tiba-tiba dari rimbunan semak pinggir jalan.
Lengannya tiba-tiba memegang tangan saya yang segera menghentikan laju motor. Ia berkata “Om, kok pelan-pelan, nyari ikke yaa?!” dengan suara baritonnya yang mendesah. Masaoloh… Bencong!
Lengan saya dipegang erat. Seakan enggan berpisah. Matanya syahdu menatap mata saya. Sialan!
Desember 12, 2007 at 5:29 am
gay itu apa sebenarnya???
mask si gay aja diributkan kan mereka suka ama sesama mereka jadi tidak mengganggu anda…
jadi hentikan komentar keras terhadap gay…
add aq di jho_88@plasa.com
Desember 12, 2007 at 9:49 pm
gay…hmm
sebenarnya itu terserah mereka, asalkan mereka tidak mengeksploitasi orientasi seksual secara explisit, karena jangankan di indonesia di amerika pun masih sulit di terima. Sisamping itu budaya indonesia masih tabu, demi kebaikan juga daripada nantinya malah tambah terkucil
Buat para gay, safe sax man,since kalian tuh lebih beresiko tertular STD. save sex for u guys!
Desember 13, 2007 at 2:51 am
Gue pria 30th belum menikah dan… gue sadarin kalau gue emang gay, dan gue belum pernah ngelakuin yang namanya havingsex, meskipun tawaran slalu dateng, Sooo… being gay doesn’t meant being a manipulator, tauuu…!
Desember 14, 2007 at 3:55 am
krimin gw co gay yang keren dong atau engga no. tlp nya pleasss
Desember 16, 2007 at 11:42 am
saya juga seorang gay, tapi bukan berarti gay itu dikucilkan dari masyarakat. memang untuk mencari jati diri yang sebenarnya bagi gay indonesia itu sangat sulit. tapi yang penting bagi saya, saya itu jangan di bilang benconglah, bancilah, gue itu tersinggung banget. senadainya pun kalo saya disuruh lahir kembali, saya itu akan memmilih untuk dilahirkan kembali menjadi lelaki sejati alias lelkai tulen…
Desember 22, 2007 at 7:30 am
boleh saya berkomentar???
waktu dulu saya sekolah saya pernah disuruh guru saya tepatnya guru agama islam,untuk membuat suatu makalah agama islam yaitu tentang fenomena soaial,lalu saya tanyakan apakah kaum gay di indonesia merupakan suatu fenomena sosial?? dia menjawab ya.
akhirnys saya mengambil bahan makalah ini,percaya atau tidak ada hal yang mengejutkan yang saya dapat selama saya berobservasi mengenai masalah gay ini. baca di bawah ini
# Perkiraan anda berapa jumlah gay dan lesbian Indonesia dewasa ini?
Literatur aktivisme dari Barat (berdasarkan penelitian Alfred Kinsey (1948, 1953) di Amerika Serikat) cenderung menghitung bahwa jumlah gay dan lesbian (tetapi mereka tidak pernah menghitung waria) adalah 10% dari total penduduk. Apabila kita pakai rumus ini, maka jumlah gay, lesbian dan waria di Indonesia sekitar 20 juta orang. Tetapi untuk masyarakat macam Indonesia, problemnya adalah identitas: tidak semua orang yang melakukan hubungan sesama gender atau dengan waria mengidentifikasi diri sebagai gay atau lesbian (bahkan yang berhubungan dengan waria tidak beridentitas apa-apa). Kalau identitas radar-penuh gay/lesbian/waria dipakai sebagai dasar perhitungan, menurut perkiraan saya sekitar 1% penduduk yang demikian: jadi jumiahnya sekitar 2 juta orang. Namun kalau kita pakai perhitungan cara Kinsey (pernah melakukan hubungan seksual dengan sesama lelaki, setidak-tidaknya sekali), maka jumlahnya bisa mencapai 53%. Untuk Indonesia, ini berarti angkanya sekitar 53 juta lelaki. Kaum waria biasanya mengatakan, kalau perilaku seksual lelaki-waria yang dipakai sebagai dasar perhitungan, persentasenya bisa mencapai 90%, khususnya pada kelas pekerja. Ini berarti dari sekitar 190-an juta kelas pekerja, dengan asumsi separuhnya adalah perempuan (95 juta), maka 85,5 juta lelaki Indonesia pernah atau akan pernah melakukan hubungan seks dengan waria atau yang dianggap waria (termasuk di sini gay atau lelaki biasa).
anda bisa lihat??? sangat mengkhawatirkan,dan ingat gay adalah penyakit yang menular.jadi setiap orang yang telah berhubungan dengan sesama jenis mereka memeiliki kecenderungan ingin melakukan hal yang sama dengan sesama jenis pula.dan disinilah gay mulai menyebar.percaya atau tidak kebanyakan pemain dalam film porno gay mereka tadinya bukan gay,tetapimereka melakukannya karena di bayar,nah inlah yang dimanfaatkan oleh mereka yang gay,mengajak semua lelaki untuk menjadi gay.ada organisasi khusus yang dibentuk oleh para gay di barat.tujuan organisasi ini adalah menggaykan seluruh lelaki di seluruh dunia.dan mereka memiliki link di setiap negara.jadi waspadalah bagi kalian para lelaki.
itulah sebagian yang saya dapat dari makalah yang saya buat
terima kasih.
Januari 4, 2008 at 8:19 am
forum ini lumayan bagus. sayangnya gw baru tau. opini & argumennya juga lumayan berbobot. opini pak bayu lugas dan tegas. dia figur gay yang bisa jadi contoh. argumennya tidak mencari pembenaran tapi ada kejelasan dan ketegasan. realistis, tegar dan tidak cengeng. gw jadi inget lagi sama someone yg pernah singgah di hati gw. background, tipikal dan cara berpikir nya dia banget. tapi gw sdh erase him from my mind.
So kesimpulannya adalah kalo mau segalanya jadi lebih mudah dan ringan :
setelah berikhtiar maksimal, serahkan semuannya ke Yang Maha Segalanya. kita cuma manusia. jangan sotoy apalagi sampai menjudge orang lain.
yg mau argumen silakan langsung ke alamat gw : eliyandra@yahoo.co.id
Februari 19, 2008 at 3:25 pm
Assalamualaikum…
Salam sejahtera untuk semuanya…
Love for our life.
Di dunia ini, tidak ada yang lebih indah daripada saling menyayangi dan saling mengasihi serta menghormati berbagai perbedaan tanpa kekerasan. Karena biar bagaimanapun, kekerasan adalah bukan solusi untuk memecahkan permasalahan.
Dalam menanggapi kehidupan kaum transeksual, lesbian, biseksual dan gay. Kita tidak bisa hanya menggunakan satu dimensi kehidupan saja. Kita harus arif dan bijak untuk mau menghargai dan melihat kehidupan ini dari berbagai dimensi kehidupan. Jangan jadikan agama untuk menghujat kehidupan seperti ini. Bukankah agama berfungsi untuk kebaikan di dunia? Bukan untuk mengacaukan? atau bermusuhan antara satu dengan lainnya. Hidup ini akan indah dan damai apabila setiap manusia mau menghargai dan memandang manusia lain dengan arif dan bijaksana. Memandang suatu kehidupan secara menyeluruh. Bukan hanya dari satu kacamata saja.
Berbicara masalah regenerasi dalam kehidupan. Tidak bisa dihubungkan secara kaku terhadap kehidupan seperti ini. Bagaimana dengan manusia yang ditakdirkan untuk tidak memiliki keturunan. Padahal mereka laki-laki dan perempuan. Karena biar bagaimanapun, kehidupan seperti ini ada. Real!!!. Sehingga yang terbaik adalah bagaimana kita tetap bersikap arif. Gay bukan penyakit menular. Karena seorang gay masih mampu mengeksistensikan hidupnya dengan skill, potensi, prestasi dan bersaing untuk memajukan kehidupan ini, bukan merusaknya. Gay sama seperti laki-laki heteroseksual yang ingin memiliki kekasih wanita seutuhnya. Gay bukan karena faktor dikecewakan oleh suatu hubungan cinta, sehingga berpaling terhadap lelaki. Karena apabila demikian, berarti seorang gay yang dikecewakan berulangkali bahkan beratus kali maka akan mencintai wanita. Hal ini sangatlah tidak mungkin, tetapi gay akantetap mencintai laki-laki. Seorang anak kecil yang terlahir tidak mungkin memesan ke orangtuanya agar dilahirkan sebagai anak laki-laki atau anak perempuan. Siapa yang mampu mengetahui takdir dan kehendak Allah… Kita sebagai manusia hanya bisa menjalankan kehidupan, dan yang paling baik adalah untuk menjadi diri sendiri, tetap menggali potensi, selalu berprestasi demi kebaikan kehidupan apapun bentuknya. Karena yang patut disadari adalah dunia ini bukan satu warana akantetapi terdiri dari berbagai warna.
Siapapun dia…
Tetaplah manusia yang harus dihargai hak-hak dan eksistensinya sebagai manusia. Karena gaypun mampu berdaya guna dalam kelangsungan hidup manuisa, dan senantiasa mengasihi kehidupan karena jiwa lembutnya. Jiwa yang tidak bisa didustai. Karena jiwa senantiasa ada dalam diri setiap manusia.
Terimakasih…
Wassalam…
Salam sejahtera…
Love for our life
April 12, 2008 at 5:04 pm
Sesungguhnya gay adalah dosa….
Setiap manusia diberikan oleh Tuhan suatu misteri yang disebut kehendak bebas. Tuhan adalah Tuhan yang Maha Kuasa dan keputusannya absotlute, tetapi bukan Tuhan yang diktator. Manusia diberikan kehendak bebas oleh Tuhan memilih godaan iblis atau kasih karunia Sang Sabda, tetapi semua ada akibatnya. Siapa yang memilih berpasrah kepada Sang Sabda, Tuhanlah yang akan mengatur hidupnya. Tetapi jika dia memilih menjauh dari Sang Sabda dan memenuhu godaan iblis, Tuhan tidak akan membantunya, membirakan kehendak bebasnya berjalan seenaknya, dan manusia itu pun masuk kedalam genggamna bapa segala dusta. Banyak kaum gay tidak menyadari ini. Mereka sudah mencoba segala cara, ke psikolog kah, dokter lah, obat lah, tetapi tidak berhasil dan iblis sebagai bapa segala dusta membantu mereka untukmakin menjauh dari Sang Sabda dengan mengatakan bahwa Tuhan telah menciptakan manusia gay sebagai gay, hal ini membuat kaum gay malahan mengatakan bahwa TUhan mengkehendaki mereka gay. Tetapi dari semua itu, mereka yang ingin keluar dari gay lupa satu cara, yaitu kembali ke pangkuan gereja. Coba mereka ini kembali ke gereja, masuk seminari atau sekolah teologia, masuk biara dan menjalin hubungan yang intim dengan Sang Sabda, maka meraka akan dibantu oleh Tuhan untuk sembuh.
April 16, 2008 at 3:03 pm
Semua orang di luar gay yang ngerasa normal punya sejuta opini. Paling sederhana ada yang berpendapat gay itu penyakit. Kalo gay itu penyakit berarti orang masih berpikir kemungkinan sembuh. Setau gw ga ada gay yang bisa sembuh. yang ada cuma menahan diri untuk memaksakan diri atawa pura2 normal karena tertekan lingkungan, takut dosa dan beribu alasan. Di sini gw cuma mo shearing my opinion to orang-orang yang sangat paham dengan agama manapun, kalo cuma bicara masalah dosa dan kebaikan gw yakin gay adalah secuil masalah dari segunung dosa yang ada di dunia. urusan dosa, baik buruk bukan manusia yang mengukur atau memberikan vonis. jangan pernah takabur menunjukkan satu jalan yang pasti bisa merubah gay jadi straight. gw dan banyak temen2 punya segudang pengalaman itu. bukan cuma teori tapi udah ngejalanin. bukan pesimis, tapi upaya setengah mati yang udah dijalanin ga ngaruh tuh. Tapi apa karena begitu kita berburuk sangka terhadap tuhan? Tuhan kejam? yang pasti Tuhan Maha Pintar. semua karena keterbatasan kita sebagai manusia. kita belum memahami yang tersembunyi di balik semuanya. So kalo ga ngejalanin keliatannya memang mudah. Andai kondisinya gw balik; ternyata yang baik itu gay. kalian yang straight harus jadi gay. kebayang ga sih? mudah? terus apa komentar kalian disuruh jadi gay? makanya gw cuma mengimbau semua, bagi yang gay jalani hidup ini semampu kalian, nikmati segala kelebihan dan kekurangan yang tuhan berikan. bagi yang ngerasa normal, bukan berarti kalian yang paling baik, bebas dari dosa dan dapat jaminan masuk sorga. segalanya kehendak tuhan, kita manusia cuma ngejalanin semampu yang kita bisa. menentukan baik dan buruk, dosa dan pahala adalah hak mutlak Sang Pencipta. Sadarlah ; kita bukan Tuhan!
April 19, 2008 at 8:20 am
setuju sekali dengan commentnya gege! mereka di luar gay mikirnya gampang, tapi kita yang ngejalanin yang lebih tau. And… kalo yang namanya tempat ibadah dari agama manapun bisa jadi tempat pengobatan dan ada jaminan sembuh, pasti temen2 gay udah berbondong2 ke sana, pasti tempatnya bakalan penuh sesak. lalu ternyata ada tokoh agama yang kayak kita juga, jadi kenalan deh, terus pura-pura sembuh. padahal pacaran ama yang nyembuhin, he-he.. atau jangan-jangan ada juga yang ngasih nasihat di blog ini ternyata orang kayak kita cuma malu, munafik atau takut dicap sakit, tapi ga masalah, aku mau kenalan dong.. he – he..
Juni 14, 2008 at 11:57 am
Support Man… lucu banget sih lo…
Kucingku aja ampe ketawa ngikik.
tapi yang terpenting adalah Gay adalah makhluk indah yang penuh dengan berjuta cinta dan kedamaian.
Juli 9, 2008 at 9:20 pm
gay.. gitu aja kok repot..
Juli 9, 2008 at 9:37 pm
boleh jadi gay, tapi..
ga boleh melakukan badan dengan..
- anak dibawaah umur..
- pria normal..
- sengaja nularin hiv
tidak boleh melakukan hubungan badan walo hanya sekedar kissing doang ditempat umum..
menjadi gay itu hak seseorang, tidak ada yg bisa melarang..
jiwa gay yg didapat sejak kecil itu bukanlah PILIHAN HIDUP, tapi kodrat dari TUHAN..
tetapi kalo sudah dewasa tiba2 suka dgan sejenis itu baru namanya PILIHAN HIDUP bukan KODRAT..
jangan perlah liat seseorang dari keGAYannya, tapi liatlah dari prilaku hidupnya positif atau negatif..
Juli 10, 2008 at 4:17 pm
emang PKI itu gay semua ya bang?
Juli 11, 2008 at 8:49 am
gay itu bukan genetik loh pak
darumana info soal gay itu genetik? Dari Simon LeVay? Dia sendiri prihatin simpulan risetnya ditafsirkan speerti itu? Dean Hamer? Sama juga.
Buat sesama pejuang yang berusaha keluar dari dunia gay, yakinlah bahwa Tuhan sedang menyaksikan perjuangan anda dengan amat antusias, merekam setiap detiknya dalam akurasi yang luar biasa, kemudian dibanggakannya di hadapan para malaikat yang tak terhitung banyaknya.
Faith Manages!!!
gabung yok di http://groups.yahoo.com/group/hijrah_euy
Juli 26, 2008 at 5:31 am
Duhh… jadi haru baca opini Mr. Daddy, sebelumnya aku cuma baca seabreg pro-kontra seputar gay di blog ini, ga pernah comment coz males, jadi kayak debat kusir.. so Mr Daddy sudah mulai bijak commentnya sudah ga menghujat… aku cuma kasih tambahan dikit, buat yang sedang berjuang, hasil bukan urusan kalian tapi tugas kalian yang penting tumbuhkan keinginan yang kuat, terus berikhtiar, mungkin Tuhan ingin memberikan sesuatu yang besar buat kalian apabila mampu menghadapinya yang ga diberikan ke yang lain; melalui cobaan sebagai gay. Kesimpulannya yang streight maupun gay patut bersyukur. Maha Bijaksananya Sang Pencipta!
Agustus 11, 2008 at 12:54 pm
Gw cuma mau bilang
Manusia itu yang paling baik adalah manusia yang menyayangi sesamanya dan mementingkan perdamaian. Baik itu terhadap hetero laki-laki atau perempuan, gay, lesbian, transeksual, biseksual atau apapun. Karena hanya kasih sayanglah yang dapat menjadikan hidup ini indah. Jangan jadikan perbedaan sebagai sesuatu yang buruk.
Yang terpenting, kita berjuang agar menjadi diri yang berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara darimanapun kita berasal.
Salam kenal dari Gw 085782448530
Agustus 20, 2008 at 6:58 am
Gay bisa disembuhkan!
Mudah, Asalkan kita punya niat
Dlam lingkungan kita sendiri pasti ada teman, kerabat bahkan mungkin saudara yang dia adl seorang gay. Mestinya harus kita lakukan kalau kita tahu ada orang sedemikian di lingkungan kita adl menyadarkannya, Bahwa tidaklah baik mengikuti kaum Nabi Luth AS. Mereka dikutuk dan surga diharamkan baginya. Jadi segalanya bisa asalkn mau berusaha. yakin bisa untuk sembuh, dan terpenting slalu berdoa, insyaalloh akan sembuh. Salam Kenal dr q 081903866527
Agustus 21, 2008 at 9:53 am
Saya seorang gay tapi menolak apabila gay dijadikan gaya hidup. Saya menjadi gay bukan karena saya ingin, tapi semua hanya karena masa kecil. Apa salah saya menjadi seperti ini? Saya tdk mau disalahkan! Tahu apa saya tentang gay waktu saya blm baligh? Tentu tak tahu apa2. Akan tetapi kejadian waktu kecil itu perlahan2 mengikuti pola pikir saya. Ada apa dengan saya? Saya tdk tahu. Saya hanya menjadikan ini sebagai cobaan dari Allah.
September 9, 2008 at 4:29 pm
Gw gay juga tapi gw muak dengan kehidupan gay yang semu apalagi stlh gw liat dan alami sendiri berkenalan dengan sebuah organisasi gay di surabaya, gw jadi makin pengen jadi orang hetero, ngeliat kehdpn mereka duh penuh intrik, gosip dan berbagai hal negatif lainnya, bukan sekedar ingin meniduri pasangan org lain (spt dalam kasusnya Ryan), tetapi lbh dari itu, saling sirik, fitnah dan persaingan dlm mendptkan pasangan sangat terasa, bahkan gay pemula selalu dijadikan santapan dan piala bergilir, apalagi jika cakep, oleh gay gay tua bangka yang seharusnya tak pantas melakukan itu, kabarnya organisasi ini melayani kesehatan hiv dan aids tapi lebih banyak berkecimpung dalam urusan sex dan gosip, tak heran jika angka kematian karena aids meningkat!!!
September 23, 2008 at 9:11 am
bung supernova, organisasinya mungkin didirikan dengan niatan yang baik, tapi hanya salah urus saja, karena yang saya dengar (saya juga pernah kenal dengan beberapa karyawan disana), pemimpin nya terlalu dipercaya oleh bung Dede Oetomo untuk mengelola organisasi itu sejak berdiri hingga sekarang, thus, dia merasa sudah superbody dan tidak ada lagi yang mengawasi, menurut info yang saya dapatkan dari orang orang dalam sendiri yang juga sudah jengah, dalam pelayanan konseling dia hanya bersedia melayani mereka yang sesuai dengan kriteria dan ’selera’nya, penyalah gunaan kekuasaan selama menjadi pimpinan juga memasang iklan di majalah yang diterbitkannya sendiri, menganggap organisasi ini adalah bisnis nya dan miliknya sendiri
Oktober 15, 2008 at 7:58 am
dear friends, kemaren account saya di manjam dikirimin message oleh seseorang yang kata temen dia ketua gaya nusantara, saya masih gak yakin coba check plz
manjam . com/belamino
dia ngakunya usia 30 tapi kata orang ketua gaya nusantara sdh > 40 thn dan di foto ini dia nekad setengah telanjang, mengerikan sekali, saya sebagai gay malu melihat org semacam ini, apa mungkin yang dimaksud sdr Gilang adalah orang ini?
ada yang tahu?
agar kita tidak terjebak dengan ulah orang2 semacam ini
Oktober 29, 2008 at 4:29 pm
hohoho…
itu namanya ibhoed jemboed!
November 25, 2008 at 5:22 am
gay, hetero, biseks, itu semua pilihan hidup dari seseorang. saya lagi pengen melakukan penelitian tentang orientasi seksual para remaja ni. siapa tau seperti penelitian alfred kinsey, saya menemukan fakta-fakta terbaru mengenai lgbt(lesbi, gay, biseks, trans gender) who knows? saya minta tolong kalau ada fakta atau teori tentang orientasi tersebut kabarkan ke saya.
anda tau ternyata di dalam diri manusia tuh 5% ada unsur gaynya. siapa tau orang yang mengkritik para gay sebenarnya penolakan terhadap dirinya yang sebenarnya ada kecenderungan disana. hehehe. istilah psikologinya denial(penolakan).
rangkul mereka bukan kucilkan. kalau jalan mereka gay, kita mau berbuat apa, tetapi kalau bisa hantarkan mereka menjadi straight.
punya gak pemikiran kalau seandainya di dunia ini homoseksual semuanya yang disebut gak normal pasti heteroseksualkan?
normal gak normal itu semua perspektif kita coy. jangan menjudge para gay. fakta yang terjadi pada tahun pertama mereka mengetahui gay mereka merasa bersalah.
come on guys, kita rangkul mereka semuanya.
gua bukan gay tetapi gua pengen masyarakat kita mengetahui dan merangkul orang gay atau sekitarnya dah!!!
Mei 4, 2009 at 9:28 am
yang membuat kenapa gay diremehkan karena KELAKUAN orang-orang gay itu sendiri !!
jancok buat gaya nusantara dan budi yanto sang ketua asu!
Juni 17, 2009 at 8:44 am
I believe those scumbags that naming themselves ‘homophobic’ should just place their nose on their own frikin problem. the world is already full of problems that they can solve. hunger, woman and child abuse, changing climate, economic downhill, and so on.
gay is not new people! [or perhaps you stupid morons never go out of ur pathetic little lives]. and its definitely not a disease!! so STOP calling people with ’sakit’ you think you are ’sehat’?? your brain saying the opposite d’uh!
gay is just a sexual orientation. men likes men, girls like girls, and we dont give a damn about you man likes girls. the world is big enough for all of us. u dont like it? there’s another galaxy waiting for you out there.
i living my nice perfect gay life and no one is complaining about it. not even my family, my friends, my co-workers and my boss, my religion community, my neighbors, not anyone!! so, stop talking nonsense and fix the world with all it’s problems. God loves you, why can’t you love others???
Juni 29, 2009 at 6:14 pm
Saya juga seorang gay, saya baru menyadarinya ketika akil baliq menurut saya gay adalah cobaan terberat Allah bagi kita (orang gay), jika kita berhasil melawannya mungkin saja kita lebih mulia daripada kaum hetero, karena berhasil menundukkan nafsu kita yang salah dan lebih besar ketimbang kaum hetero…
Juli 14, 2009 at 4:34 pm
awalnya forum ini bagus, argumennya juga banyak yang berbobot, tapi beberapa komen terakhir makin OOT, awalnya mulai dari Condromowo s/d yang terakhir bikin gw muak, bahkan ada yang cari kesempatan jadikan forum ini ajang jual diri. Najis !!! bikin gw tambah muak. Wajar saja kalo orang di luar sana benci ama kelakuan gay. Tapi gw yakin yang ngawur itu bukan gay tapi BANCI, mohon perhatian untuk semua : sangat-sangat jelas beda gay dengan banci. gay itu masih rada waras, tapi banci yang ada di otaknya cuma yang kotor2. Sekali lagi buat para BANCI jangan ikut di forum ini, kasihan yang gay jadi tercemar. BANG AIP yang punya gawe, harus tegas-tegas ama mereka .. kasih respon yang bikin mereka kapok!
Koko ekspresi uneg-unegnya BAGUS, moga bisa di ambil hikmahnya untuk gay beneran tapi bukan buat BANCI !!
Oktober 12, 2009 at 4:16 pm
aku bisex aku pengin nyari co gay dari kalangan militer ada gak ya?
Oktober 14, 2009 at 3:13 pm
gaybukanbanci sudah kasih warning, tapi masih ndablek !! Boy, boy … mau cari pacar kalangan militer ? gampang ! gini caranya : lo mejeng di depan markas militer kalo perlu lo masuk pura-pura apa aja terserah lo, lalu kalo ada anggotanya yang lewat di depan lo langsung lo sapa : “hay cowok godain kita donx!” gue yakin salah satu anggotanya langsung bunyikan alarm bahaya sambil teriak : “ada banci kaleng !” selanjutnya bisa dipastikan lo dimampusin rame2, bukan ama pistol yang bunyinya CROT! tapi pistol beneran yang bunyinya DOR !… atau gini aja lo datengin daerah atau negara yang lagi perang, gw pastikan banyak tentaranya. kalo lo ga bisa dapetin yang masih hidup lantaran mereka lebih milih sibuk perang daripada mikirin orang kayak lo, cari aja tentara yang sudah berguguran. Lumayan kan ? mayatnya juga ok,yang penting kan tentara. Apalagi kalo udah jadi mayat, lo apain aja mereka pasti diam alias ga berkutik .. Huaha100X, boy, boy kacian deh lo di luar udah ga laku ya jadi lo ngobral kayak gini ?
November 2, 2009 at 5:07 am
Duuhh… jadi pada ribut gini. mendingan kita kembali ke laptop .. eh topik ..
temen-temen tolong isi forum ini dengan pemikiran-pemikiran konstruktif ya, saya yakin di antara temen-temen gay masih banyak yang punya masalah berat, mana tau forum ini bisa jadi pencerahan atau setidaknya ada manfaat untuk nambah wawasan karena saya belakangan ini menyadari bahwa kecenderungan gay dalam diri kita adalah problem yang Tuhan ciptakan untuk kita yang saya yakini pasti ada solusinya, ga beda dengan problem lain yang ada di kolong langit ini.
saya sering berkhayal : apa mungkin saya bisa menjadi hetero sejati yang tidak kambuhan ? harus dimulai dari mana ? atau kalau itu masih sulit ditemukan solusinya, sementara saya masih jadi gay, kapan kita bisa merasakan keadaan bahwa keberadaan gay bisa diterima di tengah masyarakat tanpa ada ada beban(rasa takut, malu, merasa tidak normal dan lain sebagainya). gay bisa hidup seperti yang lainnya dan kita merasa sama seperti mereka yang hetero. mungkin kah ? apa dan bagaimana yang harus kita lakukan agar dapat terwujud ?
November 29, 2009 at 7:39 pm
Mnurut sy, gay itu istimewa karena sjak lahir udah dikasih cobaan dan menjalaninya membutuhkan jiwa besar, sy yakin jika seorg gay bisa lulus dr cobaan berat ini, maka dia akan mendpat tempat istimewa di akherat