Januari 5, 2007
Ada banyak gerakan (kebudayaan/politik/bahasa) yang menarik dalam dunia blog Indonesia. Salah satunya adalah gerakan bloger Indonesia condemn Israel. Gerakan ini, kalau tidak salah, dilontarkan oleh Adhika Dirgantara dalam salah satu jurnalnya yang berjudul “Indonesian Bloggers Condemn Israel (call for action)“
Jujurnya, saya amat tertarik dengan dengan gerakan ini. Maka itu saya mencoba untuk mengikutinya dan menganalisanya secara hati-hati. Kacamata serta pisau bedah yang saya pakai ketika melakukan analisa gerakan ini jelas amat subjektif, yaitu penilaian dan pengalaman saya pribadi. Jadi banyak bias dan sampling error yang akan terjadi.
Ok, satu-satu kita mulai;
Pertama, apa sih artinya ‘Indonesia Blogger Condemn Israel’?
Secara harafiah, apabila di terjemahkan dalam bahasa Indonesia, maka artinya adalah Blogger Indonesia Mengecam/Menyalahkan/Menghukum Israel. Terjemahan ini saya dapatkan dari Kamus.Net. Menurut Wikipedia, condemn berasal dari kalimat condemnation, adalah istilah yang dipakai sebagai kalimat dalam menghukum terdakwa dalam hukuman mati sebagai ‘ terbukti bersalah’.
Contoh kalimatnya adalah : “Baru-baru ini adalah Saddam Husein digantung karena terbukti bersalah membunuh 147 muslim Sunni pada tahun 1984”. Dalam kalimat tersebut, terbukti bersalah adalah ‘condemnation’
Kedua, apa maksudnya ‘Indonesia Blogger Condemn Israel’?
Dalam journal lontaran gerakan ini, artinya adalah;
“This is a moral action to show to the world that we, Indonesian Bloggers, condemn Israeli atrocities and their brutal aggression should be stopped immediately”.
Sebuah gerakan moral atas aksi kekejaman orang-orang Israel serta agresi brutal mereka yang harus dihentikan.
Ketiga, siapa saja pengikut ‘Indonesia Blogger Condemn Israel’?
Gampang jawabnya, jelas saja Indonesia Blogger yang setuju gerakan moral ini. Indonesian Blogger jelas mempunyai suara dan melontarkannya dalam tulisan-tulisan meeka yang jelas-jelas ada di internet, yang dibaca oleh orang-orang dari penjuru dunia manapun, yang punya koneksi internet.
– — – — – — – — – — – –
Siapa saja orang Israel itu?
Tampaknya webmaster situs Israel berbahasa Indonesia tidak mempunyai data tersebut. Maklum, mungkin niatnya mungkin hanya dagang dan sekalian promosi saja. Maka itu saya berkunjung ke Wikipedia, mencari, apa arti Israeli’s.
Jawabannya ternyata tidak mudah ditebak,
Berdasarkan Biro Statistik Kependudukan Israel, pada akhir tahun 2004, di Israel terdapat 76,2% Yahudi, 16,1% Muslim, 2,1% Kristen, 1,6% Druze (Warga Gunung) dan sisanya 3,9% adalah tidak terklasifikasi secara agama.
Secara kasar 12% orang Yahudi Israel adalah Haredim, artinya ultra-orthodox beragama. Apabila di Jakarta, mereka layak disandingkan dengan Front Pembela Islam (FPI). Tipikalnya adalah, tidak mayoritas tapi mengaku mayoritas, doyan ngotot, senggol sedikit langsung bacok. Bedanya, orang Heredim ini doyannya bawa UZI, senjata otomatis/semi yang dapat menghamburkan 600 peluru per menitnya. Bedanya lagi, orang Heredim ini kaya raya dan menguasai lobi internasional. Sialnya, mereka menguasai pemerintahan dan parlemen Israel.
Selain itu, terdapat 35% Yahudi Israel yang tradisional, artinya masih disunat dan melangsungkan nilai-nilai tradisional nenek moyang. Sementara, jumlah Yahudi Israel terbesar adalah sekuler. Artinya, memisahkan agama dengan negara serta kebijakan-kebijakan negara bukanlah kebijakan agama. Jumlah yang percaya kepada Tuhan diantara para yahudi-yahudi sekular ini adalah 53%.
Walau bagaimanapun juga, 78% orang-orang Yahudi Israel, tetap merayakan hari raya mereka. Mirip dengan umat Islam Indonesia yang tidak sholat, tidak zakat dan tidak puasa, tapi tetap pulang kampung untuk merayakan lebaran.
– — – — – — – — – — – –
Akhir-akhir ini, saya sering tercenung sendiri. Karena betapa banyaknya generalisasi dan diskriminasi yang ternyata hanya menghasilkan bibit-bibit benci.
Saddam Husein, yang pada nafas-nafas akhirnya, tetap saja menyuarakan kebencian.
Atau Ahmadinejad, presidan Iran yang reformis, ternyata sedang menggelar konfrensi anti-holocaust, memungkiri fakta sejarah.
Kaum politik kristen kanan di Eropa, dengan santainya mengagendakan Islam sebagai musuh bersama.
Atau bapak-anak Bush, yang membuat banyak kerusakan di muka bumi.
Ayaan Hirsi Ali, yang karena sebagai wanita muslim Sudan ia harus disunat. Dan tidak akan pernah dapat merasakan nikmatnya coitus dalam hidupnya. Maka, tidak akan pernah memaafkan Islam dan orangtuanya.
Saya jadi bertanya-tanya sendiri
Memangnya orang Irak itu semuanya seganas Saddam?
Memangnya si Ahmadinejad tea personifikasi Iran?
Memangnya semua orang Islam teroris?
Memangnya semua orang Amerika berjiwa iblis seperti Bush?
Hingga bertanya-tanya lebih lanjut
Memangnya semua orang Israel itu gila-gila?
Memangnya semua orang Indonesia itu identik dengan TKW?
Memangnya semua orang betawi itu ugal-ugalan seperti Forum Betawi Rempug (FBR)?
– — – — – — – — – — – –
Holocaust bukanlah alasan bagi kaum Yahudi Israel untuk menindas bangsa-bangsa lainnya.
Kenyataan, bahwa pernah terjadi pembantaian terhadap Yahudi pada perang dunia ke II sama halnya dengan kenyataan bahwa pernah terjadi perkosaan dan pembantaian massal terhadap orang Indonesia keturunan Cina di Jakarta pada tahun 1998. Itu adalah bukti sejarah.
Sudah cukup, hentikan generalisasi dan diskriminasi, sebab hanya akan menyebarkan dan menumbuhkan benci.
Hidup damai berdampingan, sesama tetanga saling menyapa dan tersenyum, adalah dambaan semua orang.
Hentikan gerakan saling benci.
Tebarkan gerakan penuh kasih.
(*kalau nulis ini saja sudah dianggap menyebarkan info pro Israel, gimana mau ada gerakan penuh kasih di kalangan blogger? hehehe*)
Januari 6, 2007 at 12:10 am
betul! kita harus sebarkan gerakan tebar kasih!
Januari 6, 2007 at 12:56 am
kadang masyarakat kita tidak kritis melihat sesuatu, makanya budaya generalisasi jadi gampang tumbuh. namun, di negara maju pun, orang2 dengan pendidikan tinggi juga masih saja gampang melakukan generalisasi.
Januari 6, 2007 at 4:56 am
Kalo yang saya da suka, itu gerakan zionis-nya mas, bukan israel as a general…
Januari 6, 2007 at 4:57 am
eh, saya link ya mas…
Januari 6, 2007 at 11:15 am
apa mungkin, ini lebih merupakan bentuk mentalitas korban, victim mentality yang saya bahas di blog saya dua hari lalu?
Januari 6, 2007 at 2:37 pm
Sebenarnya saya sangat membenci Israel, hal tersebut saya yakini setelh membaca bukunya abu deebat. Dan saya sangat setuju dengan pernyataan nya prresiden Iran.
Buat apa negara yang dapat dikatakan seperti rubah tersebut dapat di akui.
Januari 6, 2007 at 9:28 pm
@ardho: makasih euy… ayo sama-sama saling mengasihi… hehe..
@dirac: namanya generalisasi dan diskriminasi memang penyakit yg amat berbahaya. Black Eyed Peas dalam lagu where’s the love juga bilang hal yang sama.
@manusia super: Saya juga tidak suka zionisme. Bagi saya, zionisme mirip dengan aryanisme-nya NAZI. Sayang lobi internasional kita tidak cukup kuat untuk menghandle hal tersebut. Terimakasih linknya mas.
@Adhi: Hehehe, masih untung bukan Stockholm Syndrome.
@distrojablai: Sabar mas…, masih banyak cara kok. Dan kebencian tampaknya bukan hal menguntungkan dan membahagiakan saat ini. Istigfar dan terus menyebarkan perdamaian dan cinta kasih, tampaknya adalah hal yang baik (*menurut saya yang amat naif dan awam ini*)
Januari 7, 2007 at 4:53 am
salam kenal dan dapatkan PENERBANGAN GRATIS AL-JENAZAH AIRLINES LAYANAN PENUH 24 JAM
Januari 7, 2007 at 5:29 am
jgn benci Israelnya..
benci ama sikapnya ajah
hehehe
Januari 7, 2007 at 12:21 pm
Saya bukan ahli sejarah apalagi politik. Saya cuma ingin tanya pada siapa pun, kenapa Israel yang negerinya cuma seiprit itu mesti kita takuti dan musuhi? .. so, pasti ada dibalik itu semua? Amerika!!! hmm, jadi ingat cerita tetangga.
Karena orang2 kampung takut pada seorang bapak. Makanya, anaknya yang nakal, ikut-ikutan di benci. Malah lebih dibenci dari bapaknya. Seharusnya, PBB kompak. Atau kita menggunakan akal yang lebih pintar agar dominasi Amerika atau Israel tergusur tanpa harus dengan membenci atau apalah.
Maaf .. saya orang baru dan ga ngerti apa2. Cuma teringat cerita tetangga aja.
Januari 7, 2007 at 3:42 pm
I Love Amerika….
Orang yang munafik adalah orang yang bilang benci/menyudutkan Amerika tetapi masih atau bahkan berperilaku yang berkiblat Amerika.
please, bertindak dari hati
Januari 7, 2007 at 5:07 pm
@jenazah Airlines: salam kenal juga
@biela: hehehe… sudah-sudah… ayo kita sudahi kebencian dengan sama-sama mencari cara agar aksi perdamaian jauh lebih produktif daripada saat ini.
@Erander: Hebat sekali ini mas erander komennya. Analisanya selalu tajam dan membumi. Maksih mas sudah mampir. Seneng saya dengan analisa mas Erander.
@I Love Amerika: Sudut pandang yang menarik. Sayang anda meninggalkan jejak signature website go dot com, yang sepertinya bukan blog pemikiran anda. Lebih menarik lagi Go Dot Com milik Walt Disney. Menarik sekali, Disney berkunjung ke blog saya. Atau mungkin, anda hanya memakai nama mereka. (*sudah ijin belum… hehehe*)
Januari 7, 2007 at 6:03 pm
Hehehe, akan semakin banyak yang menuduh anda sebagai ANTEK YAHUDI hihihi… sabar yaaa.
Ingat kata pemuka agama dalam “kebencian sebagai pemersatu umat”:
Januari 7, 2007 at 9:31 pm
Makanya, saya sendiri selalu menulis, bahwa saya menentang politik okupasi dan penindasan dari negara Israel. Ada orang Israel sendiri yang tidak setuju dengan politik ini. Dengan alasan apapun!
Dan, banyak orang Yahudi yang “nggak yahudi”. Apakah mereka juga harus dibenci? Jadi hantem kromo, gitu?
Lalu kalau mbaca tentang teror bom islam, apakah semua muslim dimasukkan ke laci ini dan semua harus dibenci?
Monggo, kita kan dikaruniai Tuhan otak dan daya pemikiran bukan cuma untuk mikirkan gimana bisa dapat akses internet yang murah dan cepat supaya bisa nonton porn sites sepuas-puasnya, kan?
Januari 7, 2007 at 10:48 pm
@wadehel: Walaupun suatu hari akan difitnah sebagai antek wadehel saya mah tetap akan tersenyum sajahh… hehehe. Baydewey, pemuka agama maksud kamu teh Wa Ato, bapa’e jeng tut?
@tukang komentar: ada manusia yang dikaruniai otak dan pemikiran buat akses porn sites? Ahhh, saya mah kurang paham porn sites. Coba tanya mas wadehel. Beliau lebih faham tampaknya, hehe. Nanti saya cari data porn sites deh mas. Saya pasti akan menuliskannya. Janji pramuka… hehe
Januari 8, 2007 at 1:03 am
Duh, binun mo komen, aku ndak doyan politik2an mas.. kepiye dunks..
Januari 8, 2007 at 2:31 am
ada logika yg loncat di posting ini antara pembahasan maksud dari gerakan tsb, ke tiba-tiba siapa orang israel itu, padahal sebelumnya tidak pernah dibahas bahwa gerakan itu mengecam seluruh orang israel
gerakan itu cukup spesifik terhadap PEMERINTAH ISRAEL, sehubungan dengan konflik senjata yang baru2x ini antara israel dan hezbullah.
jadi bukan kebencian terhadap yahudi seluruhnya atau yg sebuah tindakan diskriminasi lainnya.
kritis oke, tapi kenapa ga konfirmasi sama pencetusnya sekalian?
Januari 8, 2007 at 9:57 am
@Tina: Hehe, jangan binin mbak. Kalau binin pegangan, hehe (*maaf, ga nyambung*) hehe
@pengguna: hebat, ada bapak blog mampir . Selamat datang bapak Blog (*tersipu-sipu*). Logika yang loncat? Aduh Pak Enda, nama gerakannya tea teh “Indonesia Blogger Condemn Israel”, bukannya “Indonesia Blogger Condemn Israel Aggression”! hehehe.
Konfirmasi ke pencetusnya?
Situ kalo nulis Om roy, harus selalu konfirm ke Om Roy? Hehehee. Tapi terimakasih, saya akan coba konfirm ke dika. Terimakasih atas masukannya Pak Enda.
Januari 8, 2007 at 12:00 pm
Stockholm Syndrome? hahaha, istilahnya lucu dan baru (?), dibahas dong mas…
Januari 8, 2007 at 4:11 pm
Kenapa harus spesifik terhadap Israel ? Israel memang seperti “bajingan” di Timteng, tapi banyak juga “bajingan-bajingan” lain yang berkeliaran di luar sana selain Israel yg pantas untuk di “condemn”.
saya jadi ingat perumpamaan lama :
yang “terkutuk” dilarang saling “mengutuk”
Januari 9, 2007 at 3:31 am
hhh…
saya baca postingan ini koq kayanya penulis seperti ragu-ragu gitu ya. disatu kalimat, terkadang penulis seperti takut-takut kalau dengan tulisan ini, akan membuat rakyat-rakyat blogger ini menghujat penulisnya.
seperti miring ke kiri kadang miring ke kanan, kadang ingin menggambarkan israel dalam pandangan objectif tapi tiba-tiba seperti banting setir langsung ke ‘pihaknya rakyat’ lagi.
yaah.. saya yakin ngga semua orang israel itu jahat. buktinya ada muslimnya juga kan israel? (kalimat ini terkesan, berarti yang baek itu muslimnya aja : )
intinya, damailah semuanya
mau benci kaya apa, gak bakalan ngaruh sama israel, justru jadi gondok sendiri. mendingan nyela muka barunya wadehel deh :p
Januari 9, 2007 at 3:46 am
Kategori -> Kontraversi
ini terpengaruh oleh kata dasar kontra (eng: contra)
Yang benar => Kontroversi
dari bahasa inggris ‘controversy’
Januari 9, 2007 at 6:36 am
setuju ” contoh bibit kebencian ya andhika dirgantara itu ” sok suci padahal….?
Januari 9, 2007 at 10:34 am
@Kang Adhi: Segera mas… sedang disiapkan, menunggu konfirmasi data.
@Ferthobedhes: Kutuk itu curse atau damn, mas? hehehe
@om7ack: saya mantan supir angkot mas, doyan banting setir… hehehe. Tumben, komennya serius. hehehe
@ngeditors: terimakasih mas.
@Joeimut: aduh mas…, sabar…sabar… jangan panas-panas… nanti mirip jakarta… panas… hehehe (*maap nggak nyambung*)
Januari 9, 2007 at 11:12 am
Pis ahhh
^_^
Januari 9, 2007 at 11:41 am
saya tidak benci, kok sama mereka. saya orang baik2. saya cuma benci kalo mereka nyolong duit saya…
Januari 9, 2007 at 1:13 pm
@chie: pis juga
@joesatch: masa sih di Jogja, copet malioboronya ternyata orang Israel? Hehehe
Januari 9, 2007 at 4:12 pm
[...] Kemarin Arif, yang blogger dan mantan model, menjejakkan pesan melalui japri, mengabarkan bahwa dia menuliskan sesuatu hal yang menurutnya perlu saya konfirmasi. Pesannya membuat saya terheran, kenapa tulisannya yang [...]
Januari 10, 2007 at 2:25 am
hidup dengan kebencian memang tidak baik. dan sebagai muslim (hmm.. saya ga tau niy anda muslim atau bukan) sebenarnya tidak pernah ada ajaran untuk hidup dalam kebencian, tetapi sebagai muslim juga kita harus tau bahwa islam menyerukan ummatnya untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran. kita harus mengingatkan orang jika mereka lupa akan kebaikan dan melarang orang jika ia melakukan kemungkaran.
hmm..bukannya membela dhika, tapi saya setuju dengan gerakan condemning terhadap israel yang diserukan dhika. dan yang saya yakini seruan untuk mengutuk tindakan israel tsb adalah seruan thd tindakan-tindakan yang jelas-jelas negatif dan tidak manusiawi. bukan kutukan terhadap orang israel secara pribadi yang sedang melakukan kebaikan.secara esensi saya sih mendukung gerakan ini, karena biar bagaimanapun tindakan israel (tepatnya pemerintah israel yang terlibat) yang banyak menzalimi kaum muslimin (khususnya palestina) memang harus dikutuk dan dibenci kok.hehe..jadi musti jelas nih kalau ngomong ya, musti ada penjelasan israel yang mana, dan muslim yang mana, padahal kadangkala penjelasan itu sudah bisa kita ketahui secara implisit dan ga perlu diperjelas lagi
ups, maaf kalau saya berpanjang-panjang dalam kolom komentar anda, btw salam kenal ya
Januari 10, 2007 at 9:23 am
@Generalisasi dhika: Terimakasih atas tulisan balasannya, Mas dhika. Alhamdulillah, saya senang, semoga tulisannya Mas Dhika malah menambah bibit perdamaian dan cinta kasih diantara sesama Blogger. amiiin
@Irma Citarayani: sebuah gerakan, ada yang mendukung… ada juga yang tidak. Itu mah wajar sajah. Yang penting tidak saling membacok seperti FPI dengan FBR… hehehe. Salam kenal juga mbak.
Januari 10, 2007 at 9:48 am
soalnya, Israel sendiri yang mencoba merusak semua tatanan…
ketika mereka menandatangani pakta perdamaian, mereka lah yang pertama melanggarnya,
ketika mereka meminta pembebasan satu serdadu israel, di saat yang sama mereka telah ingkar janji untuk membebaskan 1000 rakyat palestina…
disaat mereka (dan anteknya: USA) mengagungkan demokrasi, disaat yang sama mereka tidak mengaKUi HAMAS yang memenangkan pemilu palestina…
katanya Israel pinter, tp saat ada konferensi Ahmedinejad untuk mengkritisi (bukan menafikkan sejarah) tragedi holocaust, mereka berang dan marah…
saat ini, menurut Sunday Times, Israel sedang mempersiapkan senjata nuklir untuk menyerang fasilitas2 nuklir damai Iran…
lha, agressor begitu mau dikasih hati…
dunia yang paradoks memang butuh hati yg menentramkan….tp kadang yang bebal gak perlu dikasih hati, malah mereka minta korban…
peace only for those not create a war!
Januari 11, 2007 at 6:38 am
Ruslee:
“katanya Israel pinter, tp saat ada konferensi Ahmedinejad untuk mengkritisi (bukan menafikkan sejarah) tragedi holocaust, mereka berang dan marah…”
Mengkritik tragedi holocaust?
Ahmadinejad berpendapat, bahwa holocaust itu tidak pernah terjadi. Ini berarti melecehkan korban-korban holocaust (yang bukan hanya kaum Yahudi saja). Bahkan pemerintah Jerman sendiripun telah mengakui terjadinya holocaust, kok.
Kan korban holocaust terbanyak dari bangsa Yahudi, tentu saja Israel protes. Logis, kan?
Tetapi di samping itu saya juga heran, kenapa mereka (Israel dan banyak orang Yahudi) tidak belajar dari sejarah dirinya sendiri dan menjadi rasis seperti kaum nasionalsosialis dulu.
Januari 11, 2007 at 7:43 am
terus, kalo emang terjadi apa betul ada 6juta orang?
kadang2 kita paranoid sampe lupa mengkritisi sejarah…ada pemeo bahwa sejarah adalah milik yg berkuasa/menang perang, kenapa gak dibalik? kita lihat sejarah dari sisi pelaku nya dan yang kalah?
Januari 11, 2007 at 12:04 pm
@ruslee dan tukang komentar: Berdasarkan catatan sejarah yang tertera pada buku-buku korban maupun pelaku, terdapat angka sekitar 2 juta orang yang tewas pada era NAZI. Korban terbanyak adalah Yahudi Hongaria, lalu gypsy, lalu kaum gay serta muslim.
Buku-buku itu bisa didapatkan melalui perpustakaan JSTOR. Coba cari yang paling lengkap di branch Athena (bisa diakses melalui internet kok :)).
Israel punya nuklir? Itu benar sekali. Sayang sekali hal tersebut kadang-kadang luput dari media. Beberapa teman di jaringan perdamaian di Inggris sedang mengusahakan untuk pelucutan nuklir di negara-negara Arab. Termasuk Israel (dan Iran tentunya). Sayang sekali, lagi-lagi Perdana Menteri Blair masih terlalu kuat pengaruhnya pada publik. Lagi-lagi… aksi ini luput dari media massa. *Sambil garuk-garuk kepala… aneh, padahal banyak wartawan waktu konfrensi deh*.
Januari 11, 2007 at 5:06 pm
Ruslee,
ya, jumlah seluruhnya orang yahudi yang dibunuh dalam rangka holocaust mencapai 6,3 juta jiwa. Angka ini bahkan telah direkomendasi oleh negara yang bersangkutan: Jerman. Apa lagi yang mau dikritik? Apa hubungannya ini dengan paranoia? Angka yang tepat tidak akan pernah bisa diverifikasi lagi, karena banyak orang Yahudi yang langsung dibunuh begitu mereka tiba di kamp-kamp konsentrasi itu dan mereka tidak terdaftar. Jadi mungkin jumlahnya lebih besar.
Di Jerman banyak sekali buku-buku mengenai hal ini yang beredar, apakah sudah diterjemahkan semua dalam bahasa lain, saya tidak tahu. Tetapi semua pihak, bahkan pemerintah Jerman, telah sepakat, bahwa holocaust merupakan suatu kenyataan sejarah. Mengenai jumlahnya, apakah memang begitu penting? Apakah kalau hanya satu juta lalu holocaust itu lebih tidak kejam daripada kalau 6 juta yang dibunuh?
Dalam perkembangan negara Jerman, dari “2″ negara sampai sekarang menjadi satu, sejarah makin ditilik dan dinilai dari mata mereka, mata pihak yang kalah.
Dan masalahnya, sekali lagi, Ahmadinejad bukan mengkritik tragedi holocaust, tetapi dia membantah, bahwa holocaust itu pernah terjadi.
Pembahasan dan pengerjaan masa lalu di Jerman berbeda dengan di Jepang. Di Jerman semua diperdebatkan secara terbuka, sampai hal-hal yang memalukan dan merupakan kejahatan terhadap perikemausiaan, termasuk holocaust.
Kalau anda inginmemeproleh informasi lebih lanjut tentang holocaust (tulisan-tulisan yang berdasarkan bukti sejarah), mungkin saya bisa membantu.
Salam dari Jerman.
Januari 11, 2007 at 5:11 pm
Hapuskan Israel dari peta dunia….!!!!!!
Januari 11, 2007 at 6:31 pm
@ressay: wah gimana dong, saya sudah terlanjur beli peta yang ada israelnya. Baleh dituker dengan peta yang kamu terbitkan…? hehehe.
Januari 12, 2007 at 4:24 am
boleh…boleh…
IRAN ADALAH NERAKA BAGI AMERIKA DAN ISRAEL…..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Januari 15, 2007 at 5:24 am
hemm awal baca postingan ini sayah ko bingung ya?!? mencerna apa yang berusaha untuk disampaikan penulis*apa sayah yang kurang bisa mencerna?* yang pasti sayah setuju ama komennya mba irma citrayani dan mas ruslee ituh..oh yah dan satu lagi knapa anda begitu membenci FPI?!? apakah anda tau kenapa mereka bisa dikatakan begitu arogan? karen orang/pihak yang mereka serukan untuk menjadi baik tidak memperhatikan seruan mereka, setau sayah dalam islam itu diajarkan kalo tidak bisa di beritahu secara halus yang paling maksimalnya itu adalah dengan menegur secara keras..so i think thats what FPI`s do
Januari 19, 2007 at 6:17 am
Buang-buang tenaga. Alasannya apa harus membenci Israel, atas dasar persaudaraan? Lihat tuh kiri kanan, itu saudara kita bukan orang-orang yang nun jauh di benua lain.
Mending ikutan gerakan make proverty history. Lebih mulia dan tidak ada unsur kebencian dan embel-embel agamanya.
Januari 24, 2007 at 7:51 am
Iya tuh saudara kita di negara sendiri aj masih banyak yang tertindas ..
saya setuju dengan mas arif,,coba posisikan diri kita terlahir sebagai orang israel tapi dengan akal dan pemikiran seperti sekarang,,
btw koq saya baru komentar sekarang ya he3..aneh deh saya
=3
Januari 27, 2007 at 11:41 pm
bank arif, ini mewakili platform muslim/nonmuslim. atau lebih tepatnya, bank arif ini orang muslim/nonmuslim???
kok bahasanya juga terlalu menggeneralisir dan kurang punya harga diri. (menurutku, dan jelas ini objektif).
penuh kasih… ??!
oke, di luar itu, aku sich setuju2 aja ama tulisan abank arif.
aku sich lebih anti-zionis yang memperjuangkan tanah israel sebagai wujud dari janji tuhan yang mereka yakini. the
promised land, israel, juga banyak mendapat kecaman dari kaum yahudi itu sendiri. saya juga sering melayangkan tulisan tentang zionisme. inilah paham yang merupakan kebalikan dari sekuler seperti yang dikatakan abank arif. kalo sekuler, memisahkan agama dengan pemerintah. kalo zionisme ini malah parah, bukan mencampurkan agama ke dalam urusan pemerintah sebagaimana seperti yang terjadi untuk syariat islam, di mana nilai2 islam diterapkan untuk suatu wilayah (entah masih lingkup negara/lingkup khilafet [khilafah] islam yang global dan mendunia). kalo yang ini mah, insya-Allah jadi lebih indah… tapi zionisme malah mencampurkan urusan pemerintahan (politik) ke dalam agama. mereka menganggap pembebasan tanah yang dijanjikan tuhan tersebut sebagai bentuk ritual peribadatan juga. ini mungkin yang juga dimaksudkan abank sebagai kaum heredim. mungkin kaum heredim ini adalah bagian dari zionis pula…
allahu a’lam…
saya juga pernah melihat foto2 orang yahudi berdemo mendukung palestina, seperti Yisroel David, dan lain sebagainya.
abank arif, kalo yahudi yang pake kostum serba item2 dan berkumis ‘n berjenggot pula itu namanya kaum apa yach??? golongan mereka ini ternyata menolak mentah dianggap bagian dari misi busuk zionis dan mereka berkoar lewat spanduk bahwa yahudi bukan saja israel. maksudnya, mereka bukanlah bagian dari misi perjuangan pemerintah israel yang bernuansa politik licik tersebut dengan agama sebagai simbol saja. bahkan holocaust dijadikan alasan. by the way, apakah holocaust bener2 terjadi? kalo sebagian ilmuwan dan sejarawan meragukan, apa salahnya dikaji ulang??!
tapi israel sekarang ini, bank, sudah digeneralisir sebagai yahudi zionis itu. jadi abank harus pengertian terhadap suatu kata yang mengalami peyorasi atau ameliorasi. entah di israel terdapat beberapa persen yahudi, beberapa persen muslim, atau lain sebagainya. itu di luar maksud tentang konteks “Indonesian Bloggers Condemn Israel”. maksud penulis ya…, insya-Allah beliau mengecam yang namanya gerakan zionisme yang dilakukan oleh pemerintah israel tersebut. ingat bank, ini hanya masalah bahasa…!
kalo abank arif sendiri gimana???
setuju gak dengan gerakan anti israel.
kalo kurang cocok dengan istilah ini, udah dech aku ganti pertanyaan…
abank setuju gak dengan gerakan anti zionis????
terima kasih atas responnya.
beberapa sumber tentang yahudi yang anti-israel (pemerintah israel & sekutu maksudnya!) mungkin akan aku lampirkan di lain waktu.. (nggak janji.. lho!)
atau kalo abang butuh bisa email saya. saya tadi berkata gak janji coz aku sering lupa kalo masalah2 yang berbau dengan konek ke internet, coz aku sendiri kalo internetan nggak ingat situs. semua situs aku kunjungi, termasuk aku nyasar ke situs abank, gara2 mengunjungi wordpress…
see you later..
wassalamu’alaikum abank arif…
maaf ye… kalo ada salah2 kata.
Waalaikumsalaam Adietz
Menurut saya, bahasa mencerminkan budaya, perilaku, kesopanan dan ilmu. Kalau bahasanya saja sudah belepotan. Bagaimana mau ngerti satu sama lain? Emangnye kita Tarzan!
Kalau belum apa-apa sudah mengkafirkan, bahkan mengkotak-kotakkan manusia dalam konteks yang seiman adalah benar, yang tidak seiman adalah kafir/jahat/rusak/salah… Bagaimana diskusi menjadi lebih baik?
Tapi, terimakasih atas kunjungannya. Sebagaimana kamu yang malas berjanji untuk tetap aktif dalam diskusi. Saya juga jadi ikut-ikutan males nih ngimel kamu. Hehehe. (*kacau deh saya, hehe*)
Januari 28, 2007 at 9:14 pm
adietz,
“by the way, apakah holocaust bener2 terjadi? kalo sebagian ilmuwan dan sejarawan meragukan, apa salahnya dikaji ulang??!”
Apakah statement anda ini serius? Hendaknya anda simak dulu, “ilmuwan” dan “sejarawan” apa yang meragukan atau memperdebatkan terjadinya holocaust itu. Kemudian pertimbangkanlah, apakah apa yang diucapkan “ilmuwan” dan “sejarawan” itu cukup berharga untuk didiskusikan.
Sekali lagi: holocaust bahkan sudah diakui oleh yang bersangkutan (baca: negara Jerman) dan angka 6,3 juta itu juga sudah direkomendasi oleh yang bersangkutan (baca: pemerintah Jerman).
Februari 7, 2007 at 5:12 am
Saya kok melihat Yahudi itu adalah kata sifat, bukan kata benda. Saya yakin ada orang Israel yang tidak memiliki sifat-sifat orang Yahudi seperti yang digambarkan dalam Qur’an. Tetapi banyak juga orang-orang non Israel, bahakan sangat mungkin wong Jawa, Iran, Saudi atau amerika yang sifatnya luwih Yahudi tinimbang Yahudi sing asli. Kalau semua orang Israel dilahirkan seperti sifat-sifat Yahudi sebagaimana tergambar di Qur’an, berarti Allah nggak adil dong. Mosok dia lahir untuk dikutuk wong sak njagat. Jadi saya tidak memusuhi orang Israel sebagai sesama manusia, tetapi saya sangat memusuhi negara Israel sebagai suatu sistem yang menindas Palestina dan Islam. Sebagaimana juga saya membenci Nazi, fasis Serbia, dan fasis-fasis lainnya, yang secara sistematis membuat kejahatan melawan kemanusiaan.
Yahudi, katanya (jelas bukan kata saya) adalah sebuah kalimat yang menggambarkan:
1. Terminologi negara.
2. Terminologi suku bangsa.
3. Terminologi agama
4. Terminologi keyakinan. (ini term yang jelas beda dengan agama).
Mengenai kata sifat, nampaknya, walaupun tidak dipopulerkan secara tendensif, tapi istilah ’seperti Yahudi’ banyak sekali digunakan masyarakat dunia. Walaupun efeknya tidak baik, yaitu seperti menggeneralisir seluruh Yahudi. Sama sih efeknya seperti kalimat ‘Dasar Cina’.
Februari 9, 2007 at 5:39 am
temen2 saya yang yahudi, meskipun rata2 temperamen, tp rata2 mereka jujur & terbuka. tms atasan saya.
saya pernah nanya ke salah satu temen yahudi saya [yg sbenernya sih pingin balik ke israel], gini: “klo indonesia tiba2 diserang yahudi, kamu mau belain siapa?”
jawabnya: “negara manapun yg nyerang indonesia, tms israel, saya akan angkat senjata bela indonesia!”
jadi, sekarang ini saya gak benci israel. saya akan marah & benci israel, kalo mereka nyerang indonesia.
Hehhee, jadi inget ACI (Aku Cinta Indonesia). Sinetron jadul kesenangan saya. Yang maen, Boim yang maen pelem Lupus. Oh ya, ada lagi, satu sinetron yang membuat saya bangga ama Indonesia. Sangaji! (*bukan Sangaji yang ditembak anak buahnya Hercules*). Sangaji, masih muda, dagang buku bekas, pake kacamata, pinter, tapi tinggal di kampung. Hehehe. Loh kok jadi nostalgia gini!
Februari 9, 2007 at 8:30 am
apapun alsannya,saya akan tetap mengajarkan agar keturunan saya membenci yang namanya Yahudi!karena mereka sudah sangat jelas mebenci dan menghina orang Islam. Islam akan jaya dan mampu mengalahkan arogansi Yahudi. dengan cara yang Islami tentunya,contohnya dengan kemajuan ilmu pengetahuan, bukan dengan kekerasan
Februari 9, 2007 at 2:29 pm
dan bumi terus berputar..
dan angin terus berhembus..
dan burung tetap berkicau..
atas nama keimanan
atas nama keyakinan
antara kita, sesama manusia
saling tikam, saling bunuh
apakah demi surga, demi kehidupan sesudah kematian
kadang terbersit dalam hati
benarkah surga dan neraka itu ada
mungkinkah Tuhan menciptakan kita, menciptakan alam raya ini
kemudian membiarkannya
Tuhan itu ada, pasti ada
kita dan alam raya yang sempurna ini
mustahil ada dengan tiba-tiba
tanpa adanya sang Pencipta
saya yakin Tuhan pasti ada
Dia telah menciptakan kita
Tapi apa salahnya dengan Yahudi yang pongah, licik, semau gue
sedangkan dia bertindak berdasarkan nuraninya, akalnya, pikirannya
sedangkan itu adalah atas kuasa-Nya
apa salahnya dengan syaitan sehingga dia dikutuk dalam neraka selamanya
sedangkan semua perbuatannya juga atas kuasa-Nya, atas kehendak-Nya
Ataukah memang Tuhan menciptakan kita, menciptakan alam raya ini
dan kemudian membiarkannya
entahlah
saya belum menemukan jawabnya..
Makasih atas puisinya. Jadi tersanjung nih saya, hehehe. Dapet puisi dari Andy Lau,
Februari 13, 2007 at 6:25 am
emangx Bush en de genk g pernah ngerasain enaknya maen layangan, serunya maen di lumpur pas ujan, duduk bareng n dengerin bocah2 cerita, nonton layar tancep bareng orang sekampung,,,
rugi banget deh klo g pernah ngerasainx.
nink aja masih pengen ,,,
ada yang mo ajak g’???
klo di pikir2 kita sebenarx udah dikasih 2 pilihan dari allah SWT.Damai…or…Kacau…
cuma orang tolol yang akan milih hidup dengan pilihan yang kedua.
enak ya klo kita hidup tanpa harus membeda2kan dia siapa,agama apa,de el el..
pernah g sih mereka mikir gimana ni dunia klo g ada yang namanya konflik?
pasti asik banget…
yang pasti nink tu orangx cinta damai aja.
karena torang semua basodara…
all The Love In the dunia deehh ^_^
Iyo benar… katong samua baku sodara… pela gandong…
Tapi kalo dunia nggak ada konflik? Hmhh, saya nggak bisa njawab. Saya belum mampu njawab pertanyaan itu.
Februari 13, 2007 at 12:47 pm
Masalahnya, Israel didirikan di atas tanah hasil rampasan pada awalnya, dan selanjutnya terus diperluas dengan cara-cara yang luar biasa brutal; yang tidak kalah dengan kelakuan Hitler (atau malah jangan-jangan Hitler masih kalah kejam dibanding antek-antek Zionis
)
Full details on Wikipedia.
Dan setahu saya, Israel adalah satu-satunya negara yang masih mempraktekkan rasisme di dunia ini.
Saya setuju dengan mas Koen, bahwa tidak semua Yahudi jahat (walaupun memang mungkin jumlahnya sedikit sekali).
Namun di lain pihak, dari berbagai fakta yang ada, saya kira juga sulit dipungkiri bahwa negara Israel adalah masalah yang sangat besar.
Israel memang masih menjadi masalah yang amat besar, Pak. Maka itu saya tulis, hehe.
Beberapa minggu lalu, kebetulan saya menghadiri konfrensi antar negara-negara yang bermayoritas berpenduduk Islam. Diantara yang hadir adalah negara-negara Timur Tengah, negara-negara pecahan Rusia, dan negara-negara di Asia Tenggara dan Afrika (sayang sekali wakil dari Somalia dan Sudan tidak bisa hadir). Saya tidak mewakili Indonesia.
Saya melihat dengan mata kepala sendiri, bahwa di kalangan wakil-wakil negara bermayoritas penduduk Islam tersebut saja masih terdapat perbedaan pola pandang terhadap Israel. Pola tersebut terlihat akibat distorsi pandang terhadap negara, kultur bahkan masyarakat Israel serta negara para wakil-wakil tersebut (diantaranya Lebanon, yang baru aja perang. Jelas mereka paling geram ama Israel. Padahal wakilnya beragama Nasrani loh) .
Sayangnya adalah, wakil Israel tidak hadir dalam konfrensi tersebut. Dan lebih gilanya adalah, konfrensi perdamaian ini malah tidak mendapat sambutan apa-apa dari media.
Heran, giliran konfrensi populis Ahmadinejad, kok dipublish abis-abisan?
Februari 14, 2007 at 12:09 pm
Urun rembug ya mas, …
Kalo menurut saya, komentar sodara sufehmi diats sangat tajam dan tepat pada pokok permasalahan.
Israel sebagai sebuah pemerintahan telah mempraktekkan systematic-genocide (walaaahh…sok pake bahasa bule!) pada penduduk asli (baca=arab) wilayah palestina. Nampaknya ini terinspirasi dari kejadian yang menimpa “sebagian” bangsa yahudi di Eropa di masa lalu.
Inilah yang tidak bisa diterima oleh orang waras dimanapun.
masuki link ini: http://www.tragedipalestina.com/
http://mazziwan.blogs.friendster.com/my_blog/
Sebaiknya soal benci-membenci ini diserahkan pada masing-masing individu saja. Sebagai manusia biasa, perasaan benci pada sesuatu hal adalah sangat wajar, manusiawi gitu…
Kalo saya, benci pada gerakan zionisme, orang Israel yang membunuhi manusia tidak berdosa untuk tujuan apapun.
Tapi, harus aku akui juga:
Saya sangat tertarik dengan teknologi pertanian penemuan orang israel (israel adalah pionir yg mengubah gurun menjadi lahan pertanian untuk ekspor buah-buahan!), dan mencoba mengadopsinya disini.
O.K. Thats all…
Mohon maap kalo jadi berpanjang lebar gini.
^_^
Panjang-lebar?.. Ahh nggak kok, justru bagus mas… malah nambah info buat kita-kita semua. Mengenai zionisme.. itu sih jelas-jelas rasis. Tidak ada bantahan. Hehehe.
Mengenai teknologi tepat guna untuk agraria, saya juga nggak berani membantah. Teknologi Israel memang lebih unggul. Sialnya, bukan cuma teknologi agrarianya Mas. Teknologi senjatanya juga unggul. Whehehe. Kacau!
Tapi kalau mengenai benci-membenci, saya mah tidak akan melemparkan kepada siapa-siapa. Lebih baik dilempar ke tong sampah, Hehehe
Februari 22, 2007 at 9:08 am
[...] Bait terakhir,” pernahkah denger ga teriakan ALLAHHUAKBAR? Pake peci tapi kelakuan barbar. Ngerusakin bar, orang ditampar tampar”. Kalau yang ini adalah perbuatan dari oknum dan ormas Islam yang malah membikin malu umat Islam Indonesia, dan memperkuat citra negara Indonesia sebagai sarang teroris. (baca juga: Mengapa Saya Anti FPI) [...]
Februari 23, 2007 at 8:07 am
salam lagi, bangaip, turut setuju meski saya terhitung masih sangat ‘baru’, tapi saya benar2 setuju karena kebencian yang paling ngga masuk akal adalah kebencian karena ikut2an tanpa tau akarnya (meskipun kebencian itu sendiri udah ngga masuk akal).
Saya ngga pernah benci negara manapun termasuk Israel dan terutama saya pernah baca The True Facts About Israel - ada situsnya tapi saya lupa?! duh.. maap.. dan emang mereka punya hal2 baik yang bisa diterapin, misalnya umur 12 anak laki2nya diajarin banget gimana ngatur usaha ayahnya dan diajarin gimana mesti bersikap (mungkin karena itu mereka pinter2 dan jadi top men di WTC?) despite of semua kejahatan mereka. Tp bandingin aja sama kultur kita yang ‘agak beda’, yang kaya sekolah tinggi2 hebat2 tapi ga balik ke indo (temen2 saya dan saudara2 saya byk yang gitu, akirnya jd warga negara org.. sayang bgt, tapi mrk termasuk korban kekerasan thd cina ‘98, dan salah satu om saya meninggal, ah kacaulah).
Personally I’m a Christ Follower (krn Kristen itu cm agama so I prefer this name) and I never, never hate Moslem ppl. Paling males deh ikut2an gitu. Yang saya paling ngerti, apa yang kita tabur, itu yang kita tuai. Dan biasanya, tuaian itu bakal lebih banyak. So, buat apa juga kita nabur kebencian untuk org2 yg ga pnh kita temuin? (Dan ga ngepek jg kan kita benci jg dia ttp idup..) gerejaku juga sering bgt ngadain acara Pasar Murah, bagi sembako, pesta rakyat, ngajarin anak2 baca tulis… Klo liat mereka, baru kita bisa fokus untuk hidup, dan kita jadi tau bahwa kita hidup buat saling bantu. Menurut saya orang yang benci itu mungkin, mungkin lho, karena terlalu fokus ma diri sendiri (ato golongan sendiri). Coba deh buka pandangan, daripada kita benci (dan membuat orang laen ikut benci) mending kita lakukan sesuatu, sekecil apapun, untuk bahagiain orang, untuk encourage people around. Itu dah act locally.
hehee..
“Kasih itu lagu yang bisa didengar orang tuli, pemandangan Matahari Terbenam yang bisa dilihat orang buta, dan tarian bagi orang lumpuh”
betul, membahagiakan orang lain itu adalah ibadah yang paling baik euy. Setuju pisan!
Maret 1, 2007 at 7:22 am
gue mulai ga suka Yahudi (lebih tepatnya zinois) pas baca buku Paul Findley’s -__-;
Meski emang ga semuanya ‘pembunuh massal’, tp sepertinya para penduduk sipil Israel yg beragama Yahudi ga keberatan ‘menghisap darah’ orang Muslim dng menempati rumah mereka dengan aman, sentosa & hip2 hura yg sebelumnya adalah rumah warga keturunan Arab yg penghuninya dibantai rame2.
Apalagi dng dasar perjanjian lama, mereka mengklaim wilayah negara mereka & akhirnya membunuh secara massal warga keturunan Arab demi ambisinya itu.
Gue inget betul pemerintah Israel pernah memerintahkan orang Yahudi untuk reproduksi sebanyak-banyaknya demi meningkatkan jml orang Yahudi & akhirnya bisa nguasain dunia.
Jadi..kalo ada rasa benci, itu wajar.
Yah..berhubung fakta yang ada lebih sering menyakitkan ^_^;
Ayo kita ubah faktanya. Jalan pertama, hentikan kebencian. Kedua, komunikasi untuk menghentikan kebencian. Ketiga, ngadu bola antara anak-anak Israel dan Palestina.
Maret 2, 2007 at 3:02 pm
saya cuma mau nanya:
^^ klo ada yang bilang, israel memang mau nya perang, merampas tanah, dan gak mau damai: kenapa mesir & yordania bisa damai dengan israel?
^^ klo ada yg bilang: israel didirikan dari hasil merampas, bagaimana dengan islam yg merebut palestina dari romawi timur di abad 7? bagaimana dengan Khalifah Umayah yg merebut Andalusia di abad ke 8? bagaimana pula dengan berdirinya negara RI ini, bukankah jg hasil dr merampas/menipu/rekayasa pd kerajaan2 yg ada pada jaman itu?
Iya, ini memang pangkal masalahnya. Berkali-kali konfrensi, tetap saja ujungnya buntu. Karena semua pihak lebih memilih mengklaim letak geografis dan menjual sejarah ketimbang bicara damai. Saya sampai pusing. (*niru-niru peggy melati… pusiiing!*)
Maret 2, 2007 at 3:27 pm
euh.. beberapa komentar kok jadi belok ke soal kebencian ya
apa mungkin itu kesan yang didapat dari kalimat “condemn israel”. Bisa jadi juga ya.
Saya pribadi sih pasang banner itu ya karena itu saja, saya sangat tidak setuju dengan keberadaan negara Israel yang zalim itu.
Kalau soal benci, saya coba selalu hindari, karena cuma bikin capek emosi tapi hasilnya gak ada.
Reflek pertama saya biasanya memang ini (emosi, benci), tapi begitu sadar hasilnya gak ada, biasanya kemudian saya coba alihkan energi & waktunya untuk sesuatu yang menghasilkan.
boss arif rajin-rajin menulis ya kalau pas lagi ada waktu lowong, saya senang baca pengalaman2 Anda yang saya tidak pernah alami sendiri.
Setuju Pak Harry. Kalau mengurus masalah benci mah nggak ada habisnya. Beberapa saat lalu, saya sempat didamprat wakil Afganishtan dari Kandahar, gara-gara senyum kepada perwakilan Kabul. Astaga, satu negara saja bisa sampai benci-bencian gitu. Gawat! Gimana mau ngurusin rakyat yang kelaparan akibat rezim tiran Bush?
Hehehe. Makasih sudah mampir Pak Harry.
Maret 5, 2007 at 10:45 am
ternyata kita terlalu MUDAH men-generalisir bahwa semua orang Israel sama.. bodoh benar!
Generalisir memang berbahaya.
Maret 30, 2007 at 5:55 am
hmm. saya gak tau apa-apa nih, kenapa bisa nyasar ke blog ini, saya juga bingung. tapi ada yang bikin saya heran. secara saya masih anak SMA kelas 3, yang mungkin tidak sekritis dan sejago anda-anda yang saling berkomentar. Tapi…yang saya tau, kenapa juga kita mesti benci-bencian? apalagi, karna masalah sentimen agama, kaum, bangsa. kalo masalah caranya beberapa orang israel yang kejam itu, saya juga ngga suka kali.. Tapi kan kita nggak bisa tau semua faktanya, jadi ngapain benci-benci amat sama israel? ngapain benci-benci amat sama amerika? Kenapa sih kita nggak usah ngebenci pihak mana-mana, tapi lebih concern ke bagaimana kita bisa ikut juga memberikan kontribusi supaya paling enggak, keadaan dunia bisa lebih baik. Ikutan jadi relawan buat anak terlantar lebih mending daripada saling ribut mempertahankan prinsip ’saya benci ini-saya benci itu’. *hehe, jadi ngga nyambung yah?* habisnya lucu juga sih, kita kaya jadi terpecah sendiri-sendiri karna masalah itu. emang kalo kita ngotot disini, ada efeknya gitu ke dunia? emang lebih mending sih daripada diem aja. tapi ngga usah emosi2 amat…agama saya juga sama2 dilecehkan, dihina-hina…tapi ngapain juga saya marah? Tuhan aja yang punya agama tetep senyum kok diatas sana. cuma orang berpikiran sempit yang mau terpancing sama orang lain yang ngejelek-jelekin agamanya :’
jadiii…mau israel jahat kek, amrik jahat kek, siapa jahat kek,menurut saya, tindakan yang paling bijak adalah tetap ‘menyayangi’ mereka dan mendoakan yang terbaik buat semuanya. Kalo dibales dengan benci dan amarah, itu namanya kita nggak dewasa.
Ini hanya pikiran yang sederhana dari hati yang masih polos. Tapi kadang, kita perlu juga belajar dari anak-anak kecil yang nggak tau apa itu benci.
mas, maaf yah nulis panjang2 tapi ngga penting. hehe. gemes sih.
ayo perkuat kekuatan cinta dan maaf!
regards,
kara ^^
Kelas 3 SMA anak kecil?
Masaaak seehhh…
Hihihi
Maret 30, 2007 at 1:10 pm
Temen gue alim, muslim taat, anti yahudi. Dapet tugas dari kantor ke Israel buat beli alat, disana kaget setengah mampus, penduduknya yang yahudi, walau itu orang yahudi tau dia muslim, tetep aja mereka baek banget ama dia, semua sangat bersahabat, justru orang arab (asli arab sono) yang dulu dia bangga2in malah nipu dia pas di mekkah.
Akhirnya dia sadar, jangan cepat menilai orang kalo belum liat dan kenal langsung.
Sekarang dia gak pernah ngejelek2in bangsa lain, karena gak ada orang yang bisa minta utk dilahirkan jadi apa, yang penting moral yang harus baik.
April 1, 2007 at 5:28 am
[...] ternyata, saya salah. Di salah satu komentar di blognya Pak Arif, saya menemukan bahwa ternyata orang Yahudi di Israel ramah-ramah! Selain itu, ternyata banyak sekali warga Amerika yang tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan [...]
April 4, 2007 at 12:37 pm
[...] Arif* menuangkan perasaanya kepada Israel (Yahudi), si Haris juga agak nyangkut. Namun saya tetap tidak bisa menghilangkan generalisasi saya [...]
April 5, 2007 at 8:47 am
[...] Membaca postingan teman teman blogger tentang generalisasi, mas arif kurniawan dengan postingannya haruskah saya membenci israel dan fourtynine dengan mana yang lebih layak untuk dibenci komunisme atau kapitalisme?, saya jadi [...]
April 9, 2007 at 4:22 am
Ketidaksukaan orang sama Israel lebih dikarenakan adanya proses cuci otak.
Ada teman saya, orangnya biasa aja, tapi dia benci banget sama Israel karena diajarkan begitu di sekolahnya.
~lagiLagiPembodohan
April 11, 2007 at 3:37 am
saya pribadi sih tidak membenci semua orang Israel, cuman saya membenci aksi militer dan politik mereka. Kalo ketemu orang Israel sih saya rasa saya gak akan langsung nggebukin mereka, hehehehe
Saya malah benci zionismenya. Huahahaha… Karena mirip apartheid di Afrika Selatan. Masalahnya, nggak semuanya setuju zionisme. Kalo digeneralisasi semuanya zionis, parah juga. Parah yang menggeneralisasi… Parah juga yang digeneralisasi… Sama-sama bingung.. Sama-sama berontak… Jadinya malah berantem sendiri.
April 12, 2007 at 8:44 am
kan ngga semuanya,,
ga suka Saddam,, suka sama orang Irak yang baek,,
Ga suka sama Bush,, tapi sama orang US yang baik suka,,
kan bisa dipilah sendiri,,
eh nanya,, yang dibunuhin Saddam tuh bukannnya orang Syiah ya,,??
Yang dibunuhin Saddam bukan hanya Syiah. Tapi juga suku Kurdi dan semua penentang partai Ba’ath. Yang pasti ia mirip ama mantan presiden RI yang berkuasa selama 32 tahun. Doyan membunuhin orang yang berbeda pendapat dengannya. Orang sakit jiwa kok dijadiin pemimpin.
April 29, 2007 at 9:58 pm
justru krn org2 israel yg ultra orthodok ini yang berbahaya…! mereka dengan segala kelebihan dan kepintaran mereka(kelicikan tepatnya) mampu mendominasi politik dunia dan mengkaburkan informasi(tipu muslihat media massa dan pola pemikiran) tentang apa dan bagaimana zionisme itu sendiri… zionis israel sangat berbahaya mereka ingin mengusai palestina dengan mengatasnamakan mitos anti semit dan perjuangan agama yahudi, padahal sebagian besar yahudi radikal adalah bukan penganut agama dan tradisi judaisme yang taat.
gue sih ga benci ama ntu orang2 yahudi…yang gw benci orang2 israel yang sangat membenci orang palestina (ini bukan lantaran gw muslim yach..)
mo bicara apa…?
tentang tanah palestina yg diklaim sebagai tanah hak murni bangsa yahudi dan akhirnya diharuskan menjadi negara israel masa kini dan selamanya??? kenapa harus negara israel, kenapa bukan negara yunani atau italy…? padahal mereka lebih dulu menguasai tanah tersebut???lihat sejarah lagi…jangan sampai ditipu israel lagi!!!siapa saja yang pernah hidup di tanah tersebut.
yang amat disayangkan orang2 yahudi sekuler tertarik juga mendirikan israel raya padahal mereka bukan kaum ultra orthodok…tetapi mereka enjoy dengan keadaan mengontrol dan mendominasi bangsa arab palestina…
mo bicara apa anti semit, genocide/holocaust?
dengan alasan mencari tempat yang aman bagi bangsa yahudi mereka mendirikan negara israel…tidakah mereka tahu dan merasakan pada masa apa bangsa yahudi dapat hidup aman, setara dengan bangsa2 lain, dilindungi di tanah itu???
jawabnya; pada pemerintahan muslim!!! lalu kenapa mereka takut ketika bangsa palestina memerintah daerah tsb…bangsa muslim palestina tidak akan menyerang bangsa israel tanpa sebab yang jelas, tau ga knp bangsa palestina bisa ngamuk begitu??? cari tau di sejarah…
mo bicara nuklir, teror dan penembakan warga sipil…???
iran baru ujicoba nuklir aja dicurigai macam2, knp israel yang jelas2 sudah punya nuklir dari dulu ga dilarang..
hammas teroris..? silakan hitung berapa banyak korban jiwa rakyat sipil palestina yang telah dibunuh oleh tentara israel sejak awal masa aneksasi..!!!mereka(israel) telah menutupi fakta yang sebenarnya…
ketika bom bunuh diri hammas, israel mempublisitaskan semuanya pada dunia tentang jumlah korban jiwa dan materi…tapi apa yang terjadi di setiap hari yang dirasakan oleh bangsa palestina??? tdk ada yang tau pasti…penembakan,teror,intimidasi,pelecehan sebagai manusia, dst….
tanpa kita sadari israel telah mendominasi dunia dengan siasat yang sangat halus, dengan cara kasar atau halus yang mengatasnamakan nilai2 kemanusiaan, modernisasi,dsb…
capek memang kalo terus membenci….
tapi gw ga akan capek untuk membenci israel..tapi gw ga benci bangsa yahudi.
benci israel-nya bukan yahudi-nya…tapi bisakah lo tau dan seluruh dunia tau bagaimana membedakan israel dengan bangsa yahudi….???
kalo tau kasi tau dunk..hehehe
menebar kasih harus tapi jangan sampe dibodohin apalagi dijajah ama israel dan temen selingkuhannya(…tuan bush….)
Komentar dari D3wangga sepertinya lebih tepat untuk menjawab ini. Kalo saya pribadi, gampang membedakan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Rakyat Indonesia. Sebab (umumnya) Rakyat Indonesia adalah orang-orang yang (umumnya) sudah muak melihat kelakuan wakil mereka di Pemerintahan RI. Analogi yang sama, dipakai dalam menjawab Israel dengan Yahudi. Bukan terhadap muaknya, tapi terhadap perbedaan pandangan politik.
Saya akan sangat berterimakasih apabila anda memberikan salah satu solusi jitu, menyikapi (beberapa) rakyat RI yang condemn Israel dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang sama sekali tidak membantu apa-apa dalam perdamaian di Gaza.
Atau mungkin anda punya solusi yang lebih baik dalam membantu perdamaian?
Mei 1, 2007 at 9:27 am
Dalam kamus Oxford:
condemn v. 1 express utter disapproval of. 2 a find guilty; convict. b (usu. foll. by to) sentence to (a punishment). 3 pronounce (a building etc.) unfit for use. 4 (usu. foll. by to) doom or assign (to something unpleasant). condemnation n. condemnatory adj. [Latin: related to *damn]
Jadi yang tepat untuk mengartikannya bukan pada makna ke-2, tapi pertama, yang berarti ketidaksetujuan atau pengutukan.
Israel disini kayaknya tidak tepat dilihat dari konteks kependudukan. Ia lebih tepat dilihat dari aspek politik dan kebijakn kepemerintahan. Maka, adalah naif jika kita membenci Israel, lantas kita harus membenci juga teman kita yang warga negara Israel. Sama halnya dengan kebencian terhadap US bukan berarti kita memusuhi warga negara US. Itu terlalu hitam putih.
Saya fikir fakta-fakta yang menyebabkan kita benci pada Israel dan US cukup jelas, tanpa harus mendalami ilmu politik. Tapi yang perlu kita pikirkan bersama adalah dengan cara apa kita mengekspresikan sikap kita agar efektif dan tepat sasaran? Demo dimana-mana sudah dilakukan, tetapi sebetulnya hubungan RI dan Israel diam-diam sudah lama dilakukan. Tentu, orang Israel tidak buka kantor di Jakarta, tetapi nongkrong di Singapura. Nah, bagaimana kita menyikapi hal ini, sikap kontras antara rakyat Indonesia yang anti Israel dan Pemerintah yang oportunis?
Ini baru komen yang mantap suratap. Bapak Dewangga pasti salah seorang jagowan yang mengetahui hubungan oportunis itu. Sebab nggak banyak yang tahu loh, Pak. Setahu saya, hubungan ini pernah dijalin ketika RI butuh bahan baku pembuatan helm tempur. Selain itu, kalo ndak salah proyek pengadaan traktor di Aceh beberapa tahun lalu.
Kalau sikap saya, jelas mengecam politik luar negeri Israel yang diskriminatif (Sebagaimana saya mengecam politik LN USA). Tapi kalau mengecam seluruh orang Israel… Yaa ampun, tega banget.
Mengenai politik luar negeri RI (yang bebas aktif, atau lebih tepatnya oportunis), sayang sekali pemerintah RI tidak bisa memberikan kontribusi tekanan politik terhadap Israel. RI biasanya bilang gini sih “Kalo situ ga gigit ane… Ane ga bakalan gonggongin ente!”
Yup.. sayang sekali.
Juni 6, 2007 at 9:56 am
Penjahat2 israel tu’ibarat “kentut” BIKIN PERUT MULES.TRUS..’BUUUUSHH.. TERBANG BARENG ANGIN…
Juli 16, 2007 at 7:20 am
Jujur saja, yang saya benci dari Israel bukan orangnya. Tetapi ajarannya yang salah satu ayatnya saya kutip di bawah
“…sejak adanya mereka, maka dari itu, semua manusia non Yahudi mengotori alam, karena roh mereka lahir dari bagian yang najis.”(Kitab Zohar(I,131a)
Nah, itu baru 1 ayat-atau apapun namanya-dari salah satu kitab mereka.
Kalau sikap pemerintah kita yang cuek babeh, atau tak memberikan tekanan politik pada Israel mengenai pendudukan itu, saya kurang setuju. mengingat pembukaan UUD ‘45 kita yang menentang penjajahan, pendudukan dan sejenisnya.
Gw tekankan, yang gw benci PENDUDUKAN Palestine dan AJARANNYA. Bukan orangnya.
Well, mungkin segitu comment gw sbg anak kls 2 SMA.
Wallahua’lam
Terimakasih sudah mampir yaa anak kelas 2 SMA. Eh BTW OOT nih, Mebius itu kan nama Yahudi. Hehehe
September 4, 2007 at 6:07 am
Ga perlu bawa2 agama kalo untuk urusan politik..! Manusia itu bisa berfikir mana yg salah dan mana yg benar… Keimanan hanya urusan dengan manusia dan Tuhan.. Agama hanya tuntunan untuk mendatangkan Rahmat… PEACE kepada semua MANUSIA di seluruh Bumi!!!!
September 11, 2007 at 5:50 pm
Menurut saya apayang dilakukan oleh ahmadinejad adalah tindakan yang benar.Dan jika holocaust memang benar terjadi seharusnya yang mengganti negara israel adalah jerman dan atau negara Eropa lainnya.Sebab yang melakukan pembantaian adalah NAZI, bukan afganistan
Hehehe. Jaka sembung bawa gitar listrik.
Apa yang dilakukan Militer dan Pemerintah Israel di Palestina adalah kolonisasi dan perbudakan terselubung. Bukan genocida. Dua-duanya sama buruk. Tapi itu juga bukan alasan untuk membenci secara general semua penduduk yang bermukim di Israel.
September 27, 2007 at 2:17 pm
Saya keturunan Yahudi yang lahir di Indonesia. Tapi saya ga ikutan jadi zionis tuch. Ngapain sih kita mikirin mereka. Yang penting adalah hubungan yang saling menguntungkan. Selama mereka ga ngerugiin kita yang ok2 aja kan?
Amerika, Inggris, Australia kan turunan Yahudi juga, makanya selalu mendukung Israel. Toh kita malakukan perdagangan dengan mereka selama ini. Banyak ekspor produk kita ke negara2 mereka. Itukan ngidupin buruh disini.
Kalo ga ada Yahudi juga kita kan ga bisa punya komputer, mobil, bahkan listrik. Penemunya orang2 yahudi juga kan? Mau idup dijaman batu lu pade? Mustinya terimakasih juga dech ke orang2 yahudi. Kalo ga ada mereka kita kemana2 bisa jalan kaki. Gempor lu pade. He…. uda ah jangan saling benci.
September 28, 2007 at 3:22 am
Menggeneralisasi itu merupakan bentuk awal dari rasisme.
Besar kemungkinan orang yang suka menggeneralisasi dan melakukan stereotyping terhadap suku bangsa tertentu adalah rasis.
Kenapa manusia harus bersikap rasis ya? Padahal Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda agar saling mengenali satu sama lain.
Kalau manusia mirip semua, apa bedanya dengan sekelompok ayam petelor di peternakan?
Nopember 13, 2007 at 8:49 am
Sama aja lah, kalau ngomong doang cuma benci ajarannya, kalo akhirnya kena-kenanya benci ke orangnya juga!Jadi harus ada konkretisasi dong apa yang harus kita bersama lakukan utk org2 Jews ini!
Pokoknya ana ga setuju kalau model kutuk2an.Wong ente sapa ne?Apa rasis jalan kluar satu-satunya?
MULAI saat ini jangan lagi deh bsikap begitu.Generalisme “pukul rata” smacam ini bukan cuma mbahayakan orang lain tapi juga mengkerdilkan mental n perasaan sbg manusia
Nopember 20, 2007 at 8:31 am
BUAT BLOGGER YANG BERAGAMA ISLAM…..
SUPAYA TIDAK BINGUNG, BAGAIMANA KITA BERSIKAP TERHADAP YAHUDI/ISARAEL/ZIONIS,…. SARAN SAYA ADALAH PELAJARILAH SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW DAN PELAJARILAH DAN KAJI ALQUR’AN (BUKAN HANYA MENGHAFAL).
THANKS.
Caps locknya rusak?
Januari 2, 2008 at 5:50 am
saya suka nih sama blog nya mas Arif.. memancing saya yang ga suka mikir jadi ikut-ikutan mikir
saya rasa masyarakat (termasuk saya juga sih) punya kecendrungan men-generalisir segala sesuatu..
ada orang Islam teroris = Islam adalah teroris
ada orang Israel jahat sama orang Palestin = Israel Jahat!
dsb…
kasian juga orang - orang yang tidak bersalah tapi ikut dipersalahkan.. saya jadi sadar, memang ga boleh seperti itu.
Lebih baik cari siapa atau apa sebenar-benarnya “biang kerok” permasalahan, dicari solusinya dan di-implementasikan dengan kongkrit!
Mei 24, 2008 at 6:12 pm
Generalisir memang berbahaya
All generalizations are wrong, including this one.
Kutipan di atas lumayan bikin otak ‘mbulet saban saya baca / ingat, huehehe… kontradiksi 100% cukup dengan satu kalimat. Mantap.