(*Setelah sekian lama menghilang dari rimba persilatan wordpress. Saya muncul kembali, ‘bangkit dari kubur’, kayak pelem horor Indonesia tahun 80-an. Hehehe… Ngomong-ngomong, terimakasih yee untuk doa, kunjungan, support, kartu dan semua bentuk dukungan, ketika saya sakit dalam beberapa minggu ini.*)
Beberapa minggu belakangan ini, saya hanya dapat jatah online selama 2 jam per minggu. Sebenarnya mau protes, tapi karena Bu Dokter amat lihay mempengaruhi keluarga saya, untuk menjauhkan saya dari monitor, maka protes saya seperti hilang tertelan angin.
2 jam seminggu, saya manfaatkan semaksimal mungkin (Kadang diselingi dengan mencuri beberapa menit waktu online tambahan. Huh! Maling!). Diantaranya adalah berbincang-bincang dengan para selebriti dunia blogsphere yang terhormat itu. Isu yang kami bahas antara lain adalah:
A. Petisi Online IPDN, apakah itu blunder bodoh atau solusi cerdas?
B. Bagaimana mencari calon istri yang ideal? (*topik yang aneh*)
C. Peran serta Blog dalam pembangunan Indonesia. (*Lebih ajaib daripada topik B*)
Lagi seru-serunya ceting. Tiba-tiba Bu Dokter datang:
+ “Permisi Pak, waktunya sudah habis”
- “Yaa Bu, nanggung nih.. dikit lagi aja dong. “
+ “Aduh Pak, ndak bisa. Cepat dikit dong, saya sudah ditunggu disebelah”
- “Yaaa sayang banget nih. Saya tambah bayarannya deh”
+ “Maaf Pak, waktunya habis. Terpaksa saya cabut nih”.
Setelah itu, Bu Dokter sambil mencopot steker listrik notebook saya.
Apabila obrolan diatas didengar oleh pihak-pihak yang mempunyai imajinasi liar akibat dipengaruhi media interaktif dewasa, maka konotasinya jelas beda. Hehehe…
Ok, kita kembali diskusi.
Topik A: Isu IPDN (Blunder atau Solusi?)
Pertama, saya tidak mengharuskan anda memilih. Saya belum sekejam George Bush Jr, yang berkata “If you’re not with us, you’re with them” dalam mengklasifikasikan manusia/pemerintahan dalam upaya memerangi terorisme.
Kedua, apapun jawabannya, jangan pernah lupa akan kenyataan bahwa ada 4000 mulut anak manusia yang dipaksa atau terpaksa ditutup untuk menutupi kejahatan ini. Sejarah Indonesia jelas tidak akan mencatat ini sebagai peristiwa heroik, 4000 mulut bungkam menutupi pembunuhan versus 220 juta penduduk Indonesia yang meminta penjelasan penyalahgunaan wewenang dan uang rakyat.
Ketiga, jangan pernah melupakan ini. Ini bukan topik basi. Sudah terlalu banyak orang-orang baik yang meninggal sia-sia. Sementara kita melupakan pembunuhnya dan membiarkan mereka bebas bergentayangan tertawa-tawa bahagia dengan santainya.
(alm) Cliff Muntu dan (alm) Wahyu Hidayat bukan hanya nama. Mereka adalah manusia. Punya keluarga, punya sanak saudara, punya orang-orang mencintai dan dicintai. Sama juga, seperti (alm) Munir, (alm) korban-korban Tanjung Priok 1984, (alm) Korban-korban Dili 1991, (alm) lebih dari setengah juta anak manusia dalam pembantaian 1965.
Hukum pembunuhnya…, STOP TINDAK KEKEJAMAN.
Dan menghentikan tindak kekejaman bukanlah sebuah tindakan bodoh dan sia-sia.
Namun apapun hasilnya, Petisi Online adalah sebuah fenomena. Ketika ribuan manusia, tanpa saling kenal-mengenal. Tanpa pernah bertatap muka sebelumnya. Dipertemukan oleh sebuah halaman web. Menyatukan visi dan misi mereka. Hebat euy!
Ok sekarang kita lanjut ke topik B.
Topik B: Bagaimana mencari Istri yang ideal?
Hahaha… Saya nggak bisa jawab kalo ini.
Masalah selera sihh. Hahaha.
Ada yang selera kalo ama yang berjilbab. Ada yang berselera terhadap ‘penampakan’ depan dan belakang yang menonjol aduhai. Ada yang berselera kalau seiman. Ada yang berselera kalo ortu sang calon dari keluarga ber-bobot-bibit-bebet. Ada yang berselera apabila sama-sama berkulit coklat. Ada yang berselera kalau sang istri adalah laki-laki juga.
Hehehe… Maap ga bisa jawab. Masalah selera sih.
Diantara tiga topik yang dibahas. Topik ketiga adalah topik yang paling ajaib. Mirip diskusi panel yang diselenggarkan oleh departemen pemerintahan tertentu di hotel bintang lima. Bedanya, kalo diskusi hotel bintang lima digunakan untuk memindahkan uang rakyat ke kantong pribadi. Maka diskusi kali ini, memindahkan jatah online saya ke saldo 00.00. Hehehe.
Topik C. Apa peran serta Blog dalam pembangunan Indonesia?
Ketika diskusi topik ini. Saya punya dua opsi.
Opsi pertama, pura-pura menempatkan diri saya sebagai tokoh masyarakat. Usia setengah baya. Rambut klimis memutih kanan kiri. Namun bergaya hi-tech, ditandai kepemilikan HP kamera yang berpiksel tinggi. Dihormati kanan kiri oleh masyarakat. Di-ndoro-ndoro-i oleh pembantu saya di rumah. Lalu ketika weekend, memesan villa sepi di Puncak Pass untuk memadu kasih dengan penyanyi dangdut, mengkhianati istri di rumah sambil berlegitimasi “Mendingan begini deh, daripada poligami. Malu dong, tokoh masyarakat berpoligami, nanti dihujat di-Blog. Nggak perlu beli kambing kan buat makan sate?“.
Opsi kedua, saya sebagai Bangaiptop. Bukan tokoh masyarakat. Mantan pemuda jadul Cilincing yang sedang terbaring pasrah di rumah sakit akibat Hepatitis. Rambut gondrong dan sama sekali tidak pernah di-ndoro-ndoro-i. Dan percaya terhadap kekebasan pers tidak didominasi oleh insan pers dan penerbitan besar saja.
Saya memilih opsi kedua. Karena hanya itulah opsi yang saya punya. Dengan opsi itu, saya memulai percakapan diskusi ajaib. Ini adalah cuplikan teks layar monitor ketika awal-awal diskusi:
+ “Bang, aku nggak suka kalo IPDN dibubarkan”.
- “Yaa nggak apa apa. Tiap orang kan punya alasan tersendiri. Itu sah-sah aja, Neng”
+ “Bubar… bubar… apa-apa kok maen bubar-bubar saja! POLRI yang udah terang-terangan korupsi dari dulu kok nggak dibubarin? Itu mantan KAPOLRI, pulang dari kunjungan singkat ke Colin Powell, uangnya dia korupsi, terus ketangkep jelas-jelas di kamera TV Ostrali. Ditayangin di media-media TV Luar Negeri. Kok nggak diambil tindakan apa-apa?”
- “Haduh, kalo itu ga bisa jawab. Maap yaa. Kungfu saya masih cetek. Tapi, kalo POLRI-nya kita bubarin. Itu penjahat-penjahat di tampung di rumah siapa, Neng?
Lagian kan, nggak semua orang di POLRI bungkam mulutnya. Masih banyak orang baik loh Neng di POLRI. Dan mereka berjuang mati-matian demi korpsnya”
Obrolan berlanjut lagi. Kali ini menjurus-jurus ke arah pribadi. Terpaksa saya sensor demi kemaslahatan umat manusia. (*Emang paling enak deh bertindak pribadi tapi pake ‘atas nama umat’, hehe. Ga ada yang hukum. Wong, si penghukumnya juga bagian dari umat*)
+ “Kok pendapat kamu ini ga dituangkan dalam blog?”
- “Males ahh, Bang. Ga ada gunanya. Toh Pak Harto yang mengklaim membunuh para orang bertato di awal tahun 1980-an dan sponsor utama Holocaust Jawa Timur 1966 saja tetap bebas hingga saat ini”
+ “Astagfirullahaladzim, Neng. Jangan begitu ahh. Pesimis tuh namanya”
- “Blog saya isinya curhatan saja. Terkadang malu pada Pak Urip, apalagi Wadehel. Blog mereka bagus. Bener-bener niat, niat nulis demi kebaikan”
+ “Hahaha, seleb cemburu pada seleb yang lain”
- “Tapi saya juga stress, Bang. Nulis opini pribadi di koran, selalu dibredel redaktur”.
+ PYETT!!! (Efek tulisan, artinya monitor mati)
Akhir kata, kami terpaksa dipisahkan oleh tangan lentik nan halus Bu Dokter yang mencabut stop kontak dengan semena-mena. Diskusi tertunda.
Tapi diskusi kan hanya tertunda, bukan mati. Ayo kita lanjutkan diskusi kita kali ini. Topik yang aneh, yaitu “Apa peran serta Blog dalam pembangunan Indonesia?”.
Ceritakan pengalaman anda, harapan anda, curhatan anda mengenai blog yang anda buat terhadap Republik Indonesia. (*sukur-sukur bisa mbantuin mas budi dalam menulis sejarah blog Indonesia. BTW, dikenal jadul dan penyakitan sebenernya bukan niat saya untuk menulis blog, hehehe.*).
Buah mangga buah kedondong… Cerita dong?
Mei 9, 2007 at 12:35 pm
Walah Bang… lama gak muncul malah ngasih pertanyaan ajaib… ^^;
[gak serius deh]
Jawabannya:
(1) Menyuburkan proyek infrastruktur internet, tentunya makin banyak tender diadakan untuk pembangunan yang satu ini
(2) Memunculkan alasan untuk mendukung pengadaan laptop anggota DPR,
(3) Meredam temperamen bangsa, karena blog itu adalah tempat curhat dan katarsis™ — yang terakhir ini kata seorang pakar telematika
legendarisdi negeri kita lho. ^^;;Jadi, blog itu sangat penting dalam mensukseskan pembangunan!! Hidup blog!! v_(^_^)
…
btw, pertamax ya.
Buset Sora9n.. cepet amat kamu komen. Ini pasti gara-gara si anto(bilang) dan King yang doyan maen minum bensin pertamax itu. Hehehe. Eh iya lupa, ikutan ahh.. HIDUP BLOGG!
Mei 9, 2007 at 2:56 pm
ahaaa….
*joged2 jungkir balik kesenengan gara2 liat bangaip posting baru*
tapi…. kok ceritanya gak jadul?
hehe….
saya sendiri masih tidak bisa mendefinisikan secara gamblang, intinya (kalau menurut saya), melalui blog, beberapa orang menyuarakan ide perbaikan untuk permasalahan bangsa. dimana sebagian orang malah justru mencibir mengatakan blogger2 yang demikian itu adalah blogger sok nasionalis, emosional, sok peduli segala macam lah. tapi tidak apa2, namanya berpendapat, boleh2 saja.
namun yang saya amati adalah : berpendapat sebaiknya melalui komentar yang santun, sekiranya pendapat begitu berbeda 9karena merasa lebih baik) sebaiknya memposting pendapat di blog. kirim trekbek bila perlu.
kenapa harus memposting? kok malah jadi melarang2 orang berkomentar?
bukan begitu…tapi agar pendapat kita bisa terjaga konsistensinya saja. dan bisa dipertanggungjawabkan. soalnya saya mengamati ketika permasalahan petisi IPDN yang lalu, ada bbrp blogger yang plin-plan dalam berpendapat, kadang menentang, kadang menyetujui, kadang setengah2.
*ngeliat ke atas
*
kok saya malah ngeblog di sini ya? mana komentarnya malah ga nyambung ama pertanyaan lagi, wakaka.
welcome back bang!
Makasih Toooo.. Saya juga joget-joget kegirangan liat kamu lagi. Hahaha.
Mei 9, 2007 at 3:09 pm
bikin rakyat makin cerdas soalnya punya media sendiri nggak sudah silau ma kelompok dominan media yang suka pilih2 orang untuk ngelengkapi statemen!!. dah sembuh yeee. Alhamdulillah deh…wakakaka
Makasih atas doanya dan tambahan diskusinya.
Mei 9, 2007 at 3:41 pm
Bener nih Bang? Semoga lekas sembuh…
BTW komentar saya masih rada mirip dengan komentar saya di blog Wadehel:
1. Bisa menjadi suatu alasan pengadaan laptop anggota DPR (tryt Sora berpikiran sama)
2. Blog adalah guru…tempat dan juga sumber belajar. Seperti banyak orang bilang kalau alam adalah guru kita, maka blog sebagai satu himpunan bagian dari alam juga adalah guru kita (busyet serius amat komentarnya?)
3.
komunitasBlog jugaharapannyabisa menjadi suatu “lembaga” kontrol bagi pemerintah.harapannyaBlog bisa menggantikan peran demonstrasi langsungsecara fisikTetapi….
khusus peran nomor (3) sepertinya harapan tinggallah harapan karena ungkapan “lidah lebih tajam dari pedang” dalam hal ini tidak berlaku. Demonstrasi akan lebih berhasil jika kita tidak menggunakan “lidah”, tetapi menggunakan pedang (secara fisik)
………………..
Baca komentar sendiri kok aneh? Ah cuek saja…maklum capek, baru pulang
Makasih King atas doa dan analisanya.
Mei 9, 2007 at 5:08 pm
wah habis lunjak-lunjak kesenengan, soalnye bangaip balik nulis lagi
lha pertanyaanya mengharuskan mikir juga, ada baiknya bang buat menjejali otak yang bebal ini, namanya diskusi nggak pernah mati nanti balik lagi untuk yang berlabel serius hahaha
Hahaha.. saya kecapekan kalau mikir sendiri, Mas Peyek. Hahaha
Mei 9, 2007 at 5:29 pm
Apa ya ? Menurut saya peran saay melalui blog dalam membangun negeri ini tak lebih dari
1. Mereduksi jumlah warga negaranya yang ngelantur tak tentu arah di dunia maya, biasanya dulu sebelum blogging sering nyasar ke yang bokep.
2. Mewujudkan warga negara yang lebih senang berpikir.
3. Komen ini bahasanya terlalu teoritis layaknya anak sekolah yang ditanya gurunya.
4. Salam kenal buat yang empunya blog.
5. Sekian terima kasih.
Salam kenal juga Mas Anas.
Memangnya situ sering nyasar yaaa?
Hahaa
Mei 9, 2007 at 7:07 pm
Setuju2!
Blog memberikan alternatif berita dan cerita kpd internet user. Yang akhirnya bs mencerdaskan kehidupan bangsa, hehe.
salam,
Salam juga.
Makasih telah turut diskusi.
Mei 9, 2007 at 8:18 pm
Mudah-mudahan segera sembuh….Amin.
Peran serta blog bagi pembangunan Indonesia: mengubah budaya lisan yang dimiliki bangsa Indonesia (banyak bicara, tak ada bukti, tak ada dokumentasi), menjadi bangsa yang berbudaya tulis (bicaranya didokumentasikan, sebagai bukti pertanggungan jawab kata-kata yang dikeluarkan. Betul?). Maaf nih Bang Arif, sok akademis…. hehe..
Makasih atas doanya, Pak.
Sok akademis? Walah.. Pak Guru kan akademisi aseli… Jangan gitu too.
Mei 10, 2007 at 1:51 am
Cepet sembuh ya Bang.
Makasih Yang Ho.
BTW, kok biho wordpress menghilang tanpa jejak?
Mei 10, 2007 at 3:13 am
Alhamdulillah. Sudah sembuh? atau masih dalam tahap recovery. Aku paling suka dengan gaya bahasa Cilincing loe. Selamat kembali nge-blog. Tapi tetap jaga kesehatan ya. Yang pasti gara2 blog, kamu sampe harus “Kadang diselingi dengan mencuri beberapa menit waktu online tambahan. Huh! Maling!”
Mei 10, 2007 at 3:16 am
Peran serta blog ya? Hmmm, bisa membuat lebih banyak warga negara yang suka menulis dan membaca, tanpa keluar biaya besar dan tanpa takut dibredel pemerintah. Kalau saja lebih banyak lagi orang yang bisa mengakses internet…
Bagus euy analisanya.
Mei 10, 2007 at 3:45 am
wah, blog saya cupu dan isinya ga jelas, hehehe…
saya ngeblog buat keseimbangan saya aja, jadi ga tau juga, ada gunanya gak buat kebaikan indonesia :p
welkambek, bang. cepet sehat * big hug*
Makasih atas doa dan hugnya, Mbak Venus.
BTW, venus-to-mars.com itu RSS feednya kok susah yaaa. Ditambah lagi, saya kalo berkunjung ke venus-to-mars.com, lamanya minta maap deh. Kadang-kadang sampe 10-15 menitan. Saya coba di beberapa negara (kemaren sempet coba ngebuka dari zurich, a’dam dan lyon). Juga sama, jeda waktunya lamaaaa.
Mei 10, 2007 at 4:38 am
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya si Abang dari Cilincing muncul juga. Semoga lekas pulih ya bang.
Aku setuju dengan pendapat Mathematicse & Catshade!
Makasih doanya.
Mei 10, 2007 at 4:54 am
senang bang aip nulis lagi.
*
(1.) bikin rakyat lebih sering membaca dan menulis, walaupun kadang-kadang suka kebablasan: akibatnya berdampak sangat buruk kepada finansial. (indonesia blum banyak hot-spotnya sih…)
(2.) menambah teman, baik yang baik maupun yang nggak baik. Ini biasanya terjadi pada orang-orang yang kesepian, lonely, di dunia nyata. (lah ini mah buat individu)
(3.) menambah informasi, tapi kadang-kadang informasinya kebablasan (sehingga menghabiskan waktu). Yang didapatkan malah informasi ’sekunder’ atau ‘tersier’.
*
btw sama ya, sy juga lagi sakit demam tinggi… makanya beberapa hari ini libur skul.
Seneng deh kamu komentar lagi, Dul.
Mei 10, 2007 at 5:54 am
Sepertinya masih terpengaruh efek sakit panas neh…
Bener euyy…
Hahaha
Mei 10, 2007 at 6:04 am
wah blog sayaH jelas ga’ brperan trhadap pmbangunan, wong cuman curhatan orang bodoh, belagu & ceroboh. tp apa setiap tindakan harus brperan thd pembangunan bangsaH(t)???
Waduh, pertanyaannya dahsyat?
Mirip pertanyaan, apakah kalau makan harus selalu kenyang?
Whehehe…
Hebat si mbak, pertanyaannya membuat saya ga bisa jawab. Hehehe.
Mei 10, 2007 at 6:13 am
Hmmm… cara bagaimana perjalanan Anda di dunia blog sehingga bisa terkenal? Saya ingin tahu, mohon kirimkan balasan Anda ke yotoliberty@yahoo.com. Atas perhatian Anda saya ucapkan terimakasih.
Astaga… “Bener nih saya terkenal?”
(*kipas-kipas.. siul-siul sebentar*)
Waduh.. makasih mas Yoto… Nggak nyangka.. Saya terkenal?
Oii PENONTOOOONNN… Aye terkenal nih sekarang!
Aduuhhh… Cihuuuyyy!!!
(*Jingkrak-jingkrak kegirangan*)
Mei 10, 2007 at 6:34 am
” “Mendingan begini deh, daripada poligami. Malu dong, tokoh masyarakat berpoligami, nanti dihujat di-Blog. Nggak perlu beli kambing kan buat makan sate?“.
Kayaknya di clue untuk post selanjutnya, seteleh tangan lentik bu dokter nancepin lagi colokan laptop
hehehe… RHS dong! Postingan selanjutnya, mash berbau-bau selangkangan. Hahaha.
(*Sengeres itukah otak saya?*)
Mei 10, 2007 at 7:21 am
yaaaa…menurutku, walopun cuma curhatan pribadi, selalu ada pengalaman dan pelajaran yang bisa diambil dari situ demi kemaslahatan umat, kok
tulislah apa yang pengen kamu tulis. disinilah bedanya antara seorang blogger dengan seorang penulis pro yang dikejar2 editor, menurutku
Makasih Joe.
Mei 10, 2007 at 7:32 am
Peran serta blog dalam pembangunan Indonesia? Hmmmm…. jurnalisme sekarang menjadi lebih terbuka, karena lebih banyak orang bisa meng-kontribusi?
Pertanyaan selanjutnya:
)
- kredibilitas blogger sebagai jurnalisme,
- apa efeknya ke perpolitikan negara? (Karena ngomongin doank tidak memecahkan masalah tentunya
Jadi bingung, pegangan dulu aaaah!
Iya bener euy. Bingung euy. Hahaha. Kacau!
Mei 10, 2007 at 10:52 am
wow…
top juga postingnya
Makasih, kalau pujian.
Tapi jadi bikin bingung juga. Apakah Top disini sama dengan Bangaiptop?
Mei 10, 2007 at 10:55 am
Sekarang sudah sembuh kan? Semoga benar2 sudah sembuh dan bisa kembali berkarya untuk Indonesia lagi.
BTW, di frase pertama si Eneng diwakili (-) tetapi pada frase kedua kok diwakili (+)? Eh, notebooknya ga ada baterainya?
Salam.
Iya euy… salah ketik.. hahaha. Makasih Mas Dewo atas kritiknya. Anggap saja, balasan komen ini jadi ralat.
Notebooknya tanpa baterai. Itu memang permintaan semua pihak, mulai dari dokter, client, kolega, teman sekelas, temen kantor dan keluarga saya. Agar saya dijauhkan dari monitor untuk sementara. Dan sialnya, pihak Rumah sakit amat setuju. Hahaha.
Mei 10, 2007 at 1:12 pm
Sekarang internet memang masih mahal, alat2 untuk aksesnya juga ga semua orang bisa dapet dan pake. Tapi makin kesini harga bandwidth maupun alat-alat yang diperlukan untuk mengaksesnya juga semakin murah. Akan semakin banyak orang yang terhubung didalamnya. Suatu hari nanti, mungkin hampir setiap orang di bumi akan terhubung dengan internet. Mungkin bukan seperti yang kita kenal, tapi saya yakin mereka smua akan saling terhubung.
*waks, bakal bertele2 nih* Yang jelas “Internet” punya potensi untuk mempertemukan pikiran dari ribuan kepala, ide dari ribuan orang tanpa bertemu muka. Menurut saya ini bisa mengubah bukan hanya Indonesia, tapi juga Dunia.
Tapi kalau blog ga tau ya, saat nanti internet benar2 mendunia, blog pasti sudah berevolusi ke dalam bentuk yang lain lagi… *br nyadar, sy lg ngomong apa ya?*
Eh eh, btw, itu tulisan opini pribadi yang ditolak-tolakin sama koran, gimana kalo di muat di blog
Sang pemilik blog nampaknya agak-agak malu-malu kucing, Hel. Beliau masih saja menutup beberapa informasi dari publik. Sebab ternyata sang redaktur, saya lihat, juga berada dalam blogrollnya. Hahaha
Mei 10, 2007 at 1:12 pm
blog saya isinya cuma curhat”an. tempat saya memaki orang” tak berguna. dan pastinya blog saya tidak bermanfaat untuk indonesia. (manfaatnya untuk saya sendiri saja deh… *pelitnya kumat*)
Loh kok ga ada alamat blognya? (*agar saya bisa numpang ngintip sedikit curhatannya*).
Mei 10, 2007 at 1:47 pm
Lagi sakit nih Bangaip ? cepat sembuh aja ya…
busyet dah pertanyaannya
tapi kira-kira gini jawaban simpel versi saya :
Supaya orang indonesia itu bisa melepas emosinya lewat blog alias lewat tulisan aja. Jadi mau teriak-teriak, mau maki-maki, dan narsis katarsis lewat blog.
Siapa tau aja gara-gara melampiaskan emosinya lewat blog, nggak ada lagi aksi pukul-pukulan, tendang-tendangan, sama perang-perangan beneran di luar sono.
tapi ini semoga lho….
Makasih atas doanya Om Fertob. Iya saya juga berharap jurnalisme rakyat (a’la blog) dapat berbuat lebih dari jurnalisme satu arah (TV, Koran, Radio dsb).
Mei 10, 2007 at 4:18 pm
Huakakkkk….asli ngakak kalau mbaca tulisannya bangaip. Selamat datang kembali di dunia
maiablog. semoga cepat sembuh bang.Makasih Geng. Matur nuwun.
Mei 10, 2007 at 5:40 pm
jadi kemarin itu sakit toh?…
Iya mas.. tapi itu jadi rahasia antara kita bedua saja yaaa. Jangan bilang-bilang ama Neng Desi (ratnasari)
Mei 10, 2007 at 11:33 pm
Met datang kembali. Moga sehat
Terimakasih Pak Dokter.
Mei 11, 2007 at 2:31 am
lho laptopnya bangaip ga pake batre?? dicabut langsung mati??
saya ngeblog biar ga capek mengingat sendiri apa-apa yang saya pikirkan, semoga menjadi inspirasi
Laptopnya jadul mas. Mirip yang punya blog. Hahaha.
Makasih atas sumbang saran diskusinya.
Mei 11, 2007 at 4:02 am
weh…sakit to bangaip,
kang irfan sekarang udah baikan toooh…
hupmh…fungsi blog?!…pengekspresian diri yang perlu pengakuan
Alhamdulilah kalau sudah agak baikan. Pengakuan? Dari siapa?
Mei 11, 2007 at 4:24 am
oh sakit ya?
semoga cepet sembuh bang!
Salam buat bu dokternya ya
Makasih teh atas doanya.
Mei 11, 2007 at 4:55 am
Nggak akan bisa Mas….bagaimana blog bisa “blog” berperan serta dalam pembangunan di Indonesia, wong benda mati kok. Yang hidup adalah penulis “blog” nya. Jadi pertanyaanya adalah “Bagaimana blogger berperan dalam pembangunan di Indonesia.” (walaupun ini pertanyaan absurd juga). tapi paling tidak dengan rajin menulis, melontaskan ide dan gagasan, mengkritik pemerintah, (memuat photo porno), mungkin akan memberikan kontribusi “membangunkan” para pejabat untuk segera eling lan wospodo.
Hehehe… bisa aja sih, Mas Thamrin.
Mei 11, 2007 at 6:21 am
wah…lagi sakit yah?? banyak-banyak liat suster
ngesotcantik biar cepet sembuh khekhekhehmm…blog saya isinya malah ga jelas. pokoknya™ tulis yang saya mau…
Makasih atas doanya, Mbak.
Mei 11, 2007 at 8:35 am
kuakakakakakakakaka, mosok komputer mati efeknya mak PYEEET…..
btw hepatitis pak, wah harus banyak istirahat dung pak. soal nyari istri, kelihatannya sakit bisa dijadiin cara, nyari aja dokter muda yang masih single pas diopname. hehehehe
peran blooger dalam pembangunan…. hem…. saya rada bingung nih, sebenarnya apakah bisa dikatakan semua blogger benar2 bisa membantu dalam pembangunan, karena memang blog ini kan sebenarnya media netral yang bisa diisi apa aja. mulai diary, cerita humor sampe kritik tajam ke pemerintah.
tapi masih lumayanlah di indonesia masih ada kebebasan buat ngeblog, kalo di malaysa denger2 sih ada peraturan ketat tentang ngeblog, harus daftar pake id segala.
ENTAHLAH™
Malaysia memang ketat. Entah apakah dikarenakan celana dalam yang mereka pakai jauh lebih ketat? Atau karena sebab lain sehingga harus mengetat-ngetatkan mulut?
Hahahaa
Mei 11, 2007 at 3:50 pm
Ada yang berselera kalau sang istri adalah laki-laki juga.
wahhhh!!!
parah nek ini!!!
Hahaha… namanya juga selera Dit. Pakabar Jogja?
Mei 11, 2007 at 6:14 pm
salam kenal semoga selalu sehat pak
tapi sepertinya memang benar kekuatan blogger bisa dijadikan alternatif kekuatan media massa
Salam kenal juga, Pak Susilo. Terimakasih atas sarannya.
Mei 11, 2007 at 9:28 pm
Asik asik.. sudah sehat neh..
di tnggu balada selanjutnya Pak aRif
Insya Allah.. segera menyusul.
Mari kita sama-sama asik-asikan.
Hehhee
Mei 12, 2007 at 4:17 am
Blog for Better Tomorrow! Blog For Better Indonesia. Hidup Bangaitop!!!!!!
Hidup BLOG!!!
Mei 12, 2007 at 5:33 am
Go Blog Go……!
Go Pasyaaa!!
Mei 12, 2007 at 3:53 pm
Welkam bek Pak Arif. Sehat selalu ya. Sori telat nih, baru bisa gabung sekarang, semingguan ngurusin pindahan kantor…
Makasih Mat. Selamat atas pindahannya dan atas terpilihnya sebagai jagowan IT kantor.
Mei 14, 2007 at 4:24 am
[...] pasien yang sakit nya rada aneh, blogger murni semurni emas 24 karat, sampe-sampe sedang dirawat bu dokter yang cantik bertangan lentik itu mesti rela mengawasi aktifitas [...]
Mei 14, 2007 at 11:00 am
waaah salam kenal … kabar tentang Anda tentu dari orang2 terkenal. hmm ini toh salah satu seleb blogger yang tengah ramai dibicarakan…
Mei 15, 2007 at 2:03 pm
kalo saya nulis di blog buat penyaluran isi kepala aja…yg ga bisa di salurkan ke tempat lain…..hehe…moga2 isinya bisa jd inspirasi gituw
welkambek ya….serius sakit gara2 ngeblog? ya ampuuunnn
semoga cepet sembuh…bu dokternya ajakin nge blog aja….:-)
Mei 17, 2007 at 1:22 pm
Numpang nimbrung nih Mas…
Apa peran serta blog dalam pembangunan Indonesia?
Hm, mungkin mempererat tali silahturahmi (dan kadang-kadang memutusnya), membuat lingkungan diskusi (walau kadang-kadang menjadi agak keras), dan memasyaratkan MENULIS.
Mei 17, 2007 at 9:12 pm
Bang Aip maaf baru sempet ngunjungin, cepet sembuh ya, kena hep A, B atau C, aduh jangan capek2 deeeh, nurutin nasehat bu dokternya aja yaa…
Mei 18, 2007 at 9:24 am
set bang kalo peran blog buat majuin bangsa aye gk tau (sok betawi ni gw)
tapi kalo guna bata blok aye tau (hehehe) cm beda g ama k doang kok.
btw salam kenal wat yg pny blog gw bakal terus baca blog lo yg merakyat itu (wala skrg jd bhs gaul)
Mei 22, 2007 at 5:37 am
Buah mangga buah kedondong…crita dong!
gak mau…e he he he..
*nanti saja dech…. dalam hati*
Mei 24, 2007 at 4:44 am
wooo ternyata selama ini atit ya bang???wahh semoga cepet sehat dan mulai rajin lagi nulis tentang semox2 yang lain..aye tunggu ye bang=)
Juni 25, 2007 at 3:49 pm
Ternyata sakit tho… alhamdulillah sudah sembuh ya mas. Wah udah abis dosanya dong, kalah saya nih
Apa peran serta Blog dalam pembangunan Indonesia?
Pertanyaan yang menarik. Ada banyak kemungkinan, tapi yang terpikir oleh saya (yang barusan jadi melek lagi gara2 browsing blog bangaiptop ini, huehehe) adalah :
1. Memberikan suara kepada rakyat
Rakyat kini bisa bersuara tidak lagi hanya sekali dalam 5 tahun. Kini rakyat bisa bersuara kapan saja. Love it.
Bukan apa, soalnya, kadang2 media massa yang bahkan mottonya “amanat hati nurani rakyat” pun masih bisa terpeleset dan berubah menjadi “amanat dompet investor” kekeke.
Nah, dengan blog, jadi gak ada perantaranya bang. Langsung pembeli penjual (eh kok jadi dagangan sih
)
Keren banget. Kalau menurut saya yaa.
2. Sharing pengetahuan & kebijaksanaan
Internet benar-benar sudah membuka wawasan saya. Ketika kemudian muncul blog, baru sadar saya bahwa ternyata masih ada wawasan yang bahkan lebih luas lagi.
Dan terimakasih kepada oom Google, semua kebijaksanaan itu bisa diakses dengan mudah dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya (kok jadi kayak proklamasi, haha)
OK bang, kita tunggu kapan nih blog akan jadi buku (saya ada kebetulan kenal beberapa penerbit, kalau diperlukan)
Thanks!
Juni 26, 2007 at 6:59 am
peran serta blog dalam pembangunan indonesia??
Mana bisa… lha wong blog gw aja cuman segelintir orang yg bisa memahami (baca: kebanyakan isinya cuman obrolan dalam Ym dengan bahasa jawa)
tapi mungkin blog lain bisa kali ya…
dengan ilmu sihir dan mantera2 tertentu…
sapa tau dengan ngeblog…
“proyek banjir kanal timur sudah selesai”
alakazam… tiba2 beneran selesai…
ada ngga ya yg kaya gitu???
Juli 18, 2007 at 2:51 am
klo blog itu bisa berperan serta dalam pembangunan indonesia, bisa-bisa aza. tapi paz baca komentar di atas tentang ini banyak ngelanturnya. kayaknya ga minat ma pembangunan negara sendiri…
kalo menurutku sih, bisa-bisa aza peran serta blog dalam pembangunan indonesia. karna dalam blog orang bisa menulis apa yang dia mau terlepas dari niat baek tow buruknya. yang penting dia punya kreatifitas dalam menulis.
tapi di sisi lain blog juga cuma bisa disentuh oleh orang-orang tertentu. jadi kayaknya kurang efektif dalam pembangunan.
selain hal di atas banyak mungkin faktor-faktor lain yang menghambat proses pembangunan melalui blog..
akhirnya qt cuma bisa meraba-raba. qt coba saja nih internet kita perkenalkan ke pedalaman kalimantan atau papua…
Ooo, Dee ini yang mengenalkan internet ke Papua? Hebat yaaa.
Desember 25, 2007 at 10:05 am
[...] kantong ajaib. Artinya mau jadi makhluk gaib yang biasanya sukar di debat. Dengan kata lain, “keajaiban” [...]