Hampir setiap hari saya membaca koran harian Indonesia. Harian online tentunya. Diantara harian-harian itu, salah satu langganan bacaan saya adalah KCM. Beritanya lumayan oke, walaupun tidak dalam. Jurnalisnya terkadang mampu menyentil esensi berita dengan cerdas.
Tapi saya tidak akan membicarakan koran yang oke tapi pelit link tersebut. Hari ini, saya akan membicarakan Bang Yos (*Ya Allah, maapin yaa, saya ngomongin orang lagi nih*). Sebab hari ini, harian online tersebut memang memuat Bang Yos menjadi salah satu tulisan utamanya.
Hari ini Bang Yos berkata… “Pemain ketoprak sebaiknya jangan coba-coba jadi calon gubernur di sini. Dari pada nanti digebuki habis. Pemain ketoprak ya main ketoprak saja. Kalian juga jangan salah pilih, gubernur besok harus lebih baik. Kalau warganya bonek, gubernurnya harus lebih gendheng“.
Nampaknya beliau mengomentari pencalonan Rano Karno dan Rieke Dyah Pitaloka sebagai calon wakil gubernur Jakarta. Sebab setelah itu, beliau merujuk Tukul (yang notabene adalah salah satu entertainer terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini) sebagai analogi pemain ketoprak.
Siapakah Bang Yos?
Bang Yos adalah nama beken… nama panggilan. Nama aslinya adalah Sutiyoso. Lahir di Semarang pada tanggal 6 Desember 1944. Lebih dari tiga perempat hidupnya dihabiskan pada karir militer. Karirnya melenggang dengan mulus akibat hubungannya yang akrab dengan para pemegang tampuk kekuasaan, yang diantara lain adalah (alm) Benny Moerdani, Mantan Menpen Yunus Yosfiah, Agum gumelar, hingga yang paling terkenal Prabowo Subianto, the rising dead star.
Ia dinobatkan sebagai gubernur di propinsi DKI Jakarta pada tahun 1997. Masa dimana Pak Harto sudah melihat masa depannya yang suram sebagai Presiden RI. Jabatan yang sungguh prestisius, apalagi setelah menjabat sebagai Panglima Komando Militer Jayakarta.
Bang Yos ini sungguh terkenal di kalangan rakyat Jakarta. Wajahnya keras… Senyumnya keras… Aksinya terhadap warga Jakarta, amat keras (sebab ia pikir semua warga JKT adalah bonek, bondo nekat. Hooligan yang anarkis)… Pendukungnya juga keras, diantaranya FBR (Forum Betawi Rempug) dan FPI (Front pembela Islam)… Kebijakan politiknya, juga keras.
Banyak warga Jakarta yang berfikir bahwa Bang Yos ini doyan mengkonsumsi viagra karena beliau amat suka terhadap kekerasan.
Bang Yos sebentar lagi lengser keprabon. Harus turun tahta… Setelah sekian lama menjadi Raja Jakarta. Memerintah dengan gendheng. Sang Raja, atas nama demokrasi, harus memberikan kursi panasnya kepada penggantinya.
Terimakasih Bang Yos… Sebagai orang Jakarta aseli, ijinkanlah saya mencatat kepiawaian anda sebagai raja di kampung saya, melalui kronologi dibawah ini;
1997
24 orang warga Jakarta (yang katanya aktivis dan mahasiswa) diculik paksa dan tidak pernah kembali.
1998
Di harian Jakarta Post, bulan Agustus tanggal 15, Sutiyoso berkata, “Warga Jakarta harus mampu mempertahankan dirinya sendiri”. Ucapan ini keluar setelah terjadinya kerusuhan Mei 98 ketika ia diminta pertanggungjawaban sebagai Gubernur, atas pembunuhan mahasiswa-mahasiswa dan 168 kasus perkosaan perempuan Indonesia keturunan etnis tionghoa di jakarta.
1999
- Bang Yos menganggap semua migran luar Jakarta adalah sumber masalah di Jakarta. Tahun ini, Bang Yos yang terhormat menutup KRAMAT TUNGGAK lokalisasi pelacuran terbesar di Indonesia yang berlokasi di Cilincing. Lalu membiarkan para pelacur itu hidup diam-diam menjual selangkangan di pinggir jalan.
- Pada tahun ini pula, Bang Yos membiarkan 4000 anggota FPI menduduki, menjarah dan merusak Balai Kota Jakarta. Namun tetap membiarkan organisasi tersebut berjalan, bahkan tidak mengambil tindakan apa-apa ketika mereka melakukan ’sweeping’ kepada masyarakat kecil.
- Bom meledak di masjid kebanggan warga Jakarta, Istiqlal.
2000
- HIV/AIDS di Jakarta merebak tinggi, dipicu lokalisasi pelacuran liar yang menjamur di sudut-sudut Jakarta.
- Berhasil dengan gemilang membuat tata kota yang kompleks sehingga Jakarta berubah menjadi sungai super luas.
2001
- Berhasil meyakinkan Bank Dunia untuk menghutangi Jakarta agar kota ini bebas dari kekumuhan. Dengan bermodalkan pentungan, anak buah Sutiyoso, yang tergabung dalam organisasi bernama SATPOL PP, mulai merangsek kampung-kampung kumuh di Jakarta.
- Berhasil meyakinkan pemerintah RI dan investor untuk membuat proyek mega raksasa yang akan membangun transportasi monorail, subway serta busway.
2002
- Berkata bahwa “Masalahnya adalah polusi. Namun, saya tidak melihat adanya jawaban dari masalah ini”, mengenai banjir di Jakarta. Dengan modal US$ 900 juta (baca; sembilan ratus juta dolar amerika), ia memutuskan untuk membangun monorail dan transportasi sungai seperti di Venice sebagai jawaban kemacetan dan banjir di Jakarta.
- Membuat 176 dapur umum serta 301 penampungan sementara korban banjir. Puluhan nyawa menghilang akibat banjir tahun ini. Ratusan warga kehilangan tempat tinggal.
- Dilantik kembali menjadi gubernur melalui upacara yang aman dari kerusuhan, sebab dikawal oleh segudang pasukan militer dan aparat kepolisian.
2003
- Proyek monorail, subway dan angkutan sungai nampaknya tertunda. Di duga karena praktek suap yang tidak wajar.
- Proyek Busway, jalur khusus bis, mulai dijalankan
- Berkata, bahwa pada hari raya Idul Fitri, tidak ada seorangpun yang akan digusur. Namun 6 jam setelah statement itu keluar, ia mengerahkan (lagi-lagi SATPOL PP) untuk memusnahkan 700 rumah miskin di Kali Adem, Jakarta Barat.
- Lagi-lagi berkata, “Problem Jakarta adalah para pendatang! Mereka bukan warga saya! Mereka adalah sumber masalah di Jakarta!”.
2004
- Jakarta digoyang bom lagi. 14 orang meninggal dunia.
- Dipertanyakan kemampuannya memimpin oleh warga Jakarta.
- Turut serta ‘mendamaikan’ sengketa mengenai PRJ (Pekan Raya Jakarta).
- Jadi ketua umum Persatuan Bulutangkis Indonesia
- Menyambangi dan menghubungi Jepang untuk menggolkan cita-citanya, membangun monorail.
- Meluncurkan Busway
2005
- Berangkat ke Cina dan Korea Selatan, untuk menggolkan proyek monorelnya. Sambil berkata kepada para investor yang mundur karena proyek penuh intrik itu dengan kalimat “kalian belum mengerti artinya investasi!”.
- Jakarta menjadi ‘bersih’. Namun Bang Yos dipaksa menelan senyumnya ketika penghargaan internasional atas kebersihan Jakarta dianulir. Sebab penghargaan itu diprotes oleh rakyat miskin Jakarta.
- Bagi-bagi uang kepada sekitar 300 rakyat miskin Jakarta di hari Idul fitri. Satu orang dapat amplop sekitar 50 ribu rupiah.
- Mewajarkan, bahkan membela kenaikan harga air yang setiap hari dikonsumsi oleh rakyat Jakarta.
2006
- Setelah kehilangan (lagi) akhirnya menemukan (lagi) pihak yang akan membiayai proyek monorailnya.
- Melarang siapapun merokok di sembarang tempat di Jakarta. (Peraturan ini sukses, selama 2 minggu. Sisanya… wallahualam)
- Menjadi musuh utama burung, ayam, unggas, itik dan bebek di Jakarta. Dengan suksesnya membunuhi sekitar 100.000 lebih unggas-unggas tersebut akibat tidak ingin dicap sebagai gubernur penyebar flu burung.
- Membiarkan wakilnya, Fauzi Bowo, menggunakan uang rakyat sebagai kampanye terselubung pencalonan gubernur DKI 2007-2012. Wimar Witoelar, mempertanyakan hal tersebut. Hasilnya, Wimar dipecat.
- Meluncurkan (lagi) Proyek Kebanggan Jakarta (katanya), yaitu Busway.
- Mendapat penghargaan Lingkungan Hidup dari beberapa instansi maupun perseorangan internasional, karena Buswaynya dianggap mampu mengurangi polusi Jakarta.
2007
- ‘Mengatur dengan sebaik-baiknya’ pengendara motor. Beragam peraturan daerah dibuat untuk ‘meyakinkan pengendara motor bahwa mereka banyak berbuat khilaf’. Rekor terbaiknya adalah menilang 2983 pengendara motor dalam sehari (antara 8-9 Januari 2007).
- Meluncurkan Busway (lagi).
- Digugat warga Jakarta, karena tiap tahun Jakarta selalu banjir. Dan selalu memakan korban (jiwa, raga dan meterial).
- Membuat terobosan layanan masyarakat. Yaitu SMS pada Gubernur Jakarta, mengikuti Presiden SBY yang mempunyai layanan sama. Sayangnya ini layanan satu arah. Namun Bang Yos nampaknya puas. Ia sering memperlihatkan pada wartawan, SMS-SMS warga Jakarta yang menggoblok-goblokan dirinya. Ia bilang, warganya lebih goblok.
- Pulang kampung lebih cepat ketika mendatangi Sydney untuk kerjasama kota kembar. Ia didatangi dan diminta ke mengikuti pengadilan terhadap pembunuhan lima wartawan Australia di Balibo, Timor Timur pada tahun 1975. Sutiyoso tersinggung sekali. Pada media Indonesia, beliau mengaku pulang ke Indonesia akibat teramat kecewa. Namun, pada parlemen dan media Australia, beliau mengaku pulang karena sakit secara tiba-tiba. Sutiyoso sendiri membantah bahwa ia melakukan hal tersebut.
Dari Bang Yos… Saya belajar banyak. Dibalik rasa syukur saya karena dapat belajar… Saya bersyukur tinggal di negara demokrasi yang tidak membiarkan pemimpinnya berkuasa lebih dari 2 x 5 tahun (sejak tahun 1998).
Semoga Raja Jakarta yang akan datang lebih baik daripada raja-raja terdahulu. Walaupun saya yakin, rakyat Jakarta harus tetap menyembah-nyembah ketika berurusan dengan sang raja atau punggawa-punggawanya, namun setidaknya… Janganlah rakyat Jakarta diazabi banjir lagi.
(*Oh ya penonton… Mohon jangan sedekah komen di blog ini. Saya bukan fakir komen. Hehe*)
Juni 4, 2007 at 9:41 pm
saya ndak komentar apa-apa lho mas..
Juni 4, 2007 at 10:48 pm
Ini bukan komentar lho, tapi mikir dan tangannya kepeleset:
Demokrasi? Tapi kok bau terasi? Kok sama saja seperti dulu? Yang kuat yang menang, yang lemah digoblok-goblokkan.
Memang yang bikin masalah ya kaum pendatang yang bukan orang Jakarta, ya? (sambil mikir: kan Sutiyoso itu lahir di Semarang, ya? Berarti … dia kan juga pendatang?).
Memang yang pemain ketoprak ya mbok main ketoprak saja, yang pemain pilem ya nyinetron sana dan yang militer mbok ya mainan di tangsi saja, kan? Ooops, Jakarta sudah jadi tangsi militer/paramiliter ya? FPI? FBR? Atau FPS (Forum Pembela Sutiyoso)?
Juni 5, 2007 at 2:13 am
Saya belum komentar loh…
Ini cuma absen
Juni 5, 2007 at 3:43 am
saya komen karena sakit.. bukan karena pengen bersedekah.
Juni 5, 2007 at 4:37 am
Saya cuma numpang ketawa baca komentarnya tukangkomentar..mwehehhehe..emang yah bang yos nieh keliatan gak serius ngurusin jakarta.. saya sempet bingung pas denger berita sutiyoso dapet penghargaan lingkungan karena bikin jkt bebas polusi.. ini nyindir ato apa sieh? gubernur macam apa itu..nge-goblok2-in rakyatnya hi3..
Juni 5, 2007 at 5:14 am
nice review …
Juni 5, 2007 at 7:39 am
bwahahaha…
baru kali ini ada orang ga minta di komen…
trus mbahatemo kocak juga! nulis komentar tapi ngomong ga kasih komentar, hahaha…
dan saya sendiri, ga bisa komentar juga baca ini “Bang Yos ini doyan mengkonsumsi viagra karena beliau amat suka terhadap kekerasan”
hahahaha….
gokil!!
anyway, Sutiyoso emang top dah… bisa bikin rakyatnya gokil. terbukti dari blog ini.. hahahahaha….
Juni 5, 2007 at 8:02 am
ga mau komen ah takut di goblok2in ama bang yos
Juni 5, 2007 at 8:57 am
yth bang arip
utk lebih amannya data2 yang anda tampilkan di atas, alngkah baiknya diambil skrinsutnya (print scren).
Hal ini utk menghindari yang nggak2 dan yg iya2.
Wikipedia kan bs berubah
link kan bs ilang
Dmikian
Salam kenal …
*log out*
Andai dirubah, kan ada lognya.
Ga papa Fi. Andai hilang juga ga masalah. Banyak data yang lebih krusial dan ‘nakal’ kok yang saya simpen. Kalau nanti link hilang, tinggal scan saja, trus tampilkan pada publik.
Juni 5, 2007 at 9:03 am
Masalah selalu datang dari kaum pendatang, ya contohnya saya ini kata Sutiyoso *berpikir keras*…hehehe.
Mulutmu harimaumu
Siapa saja ‘Raja Jakarta’ yg nanti terpilih parti sulit konsisten ucapan dgn tindakan *wink*.
Juni 5, 2007 at 9:07 am
sopo yg mo sedekah, saya ini sbg warga negaraH yg baek wajib setor pajak komen:D
warga jakarta emang guuobloGKHH, buktinya milih org goblogh sbg pemimpinnya. sementara anggota dewan yg (pengen) terhormat asalkan setoran terpenuhi soal pengganti berikutnya ya… cingcai lahh…:[
**baru baca berita di detik: amit2 dah si Foke, cari perhatian koq ya brlebihan bgt, ampe ikut penggerebegan narkoba sgala, siape elu??!! Satpol PP??
hehhee, sekarang istilahnya pajak komen yaa?
hehehhe, kreatif
Juni 5, 2007 at 9:37 am
Ternyata diriku teringgal lagi.
*Bawa pulang lagi, baca dirumah lagi. ntar balik lagi ngasih komen*
Juni 5, 2007 at 10:04 am
aku cuma ngetik doang koq, tapi alt-tabnya keteken trus ketemu blognya sampeyan
kalo orang pinter pasti ga pengin jadi gubernur..pinginnya jadi CEO..hehe.
*hanya orang goblok yang pingin jadi gubernur*
Juni 5, 2007 at 11:21 am
rada oot sih.. (dan ga maksud sedekah pisan)
klo mas bangaiptop baca KCM, sy baca Antara.. soalny cuma itu yg news feednya jalan, jd bisa baca langsung dr google reader tnp harus maen2 k websitenya dulu.
Menurut saya Antara juga suka meliput komentar2 aneh dr para “petinggi2″ negara. Dan satu yg sy plg anggep ga penting tu komentar2nya Jusuf Kala (sesuai namanya yg j.k – just kidding -.-)
Makasih infonya Mbak Ulma.
Atas info mbak, saat ini saya ikutan langganan RSS ANTARA.
Juni 5, 2007 at 12:32 pm
Komentar yang tentang Wimar dipecat dan soal bagi-bagi uang itu dong Mas, maksudnya apa yah Bang Yos memberi dukungan ke Fauzi Bowo…?
Itu juga saya kurang paham, Pak Thamrin.
Insya Allah senin depan saya ketemu Bung Wimar, akan saya tanyakan langsung ke beliau.
Juni 5, 2007 at 1:19 pm
Huebat! Review nyang banget-banget neh!
Lho sutioyo** nganggap warganya bonek tho?! pantes kalo satpul PPnya beringas2…
status warga miskin nyang penting libas…
Dasar gendeng bertingkah buas…
sorry kang, ini bukan sedekah komen, tapi perut saya mules2 pengen mengomentarinya.
Juni 5, 2007 at 4:25 pm
sama….saya juga ga komen kho….hehehe
cuman mau bilang makasih udah support ketika saya terluka…hehe
*penasaran*
hebat data analisanya euy
apanya bang yos neh…heuheuheu
ups…itu bukan komen lho….xixixixi
Saya?
Saya warganya Bang Yos… yang masih perhatian ama kampung kelahiran.
Juni 5, 2007 at 6:12 pm
Busyet segitunyakah bang yos itu (maklum gw gk prnh peduli ama pemimpin sama kyk pemimpinnya yg gk peduli ama rakyatnya hehehe). Btw proyek busway ama monorel kehilangan investor gr2 gk ada ce yg mo ngangkang kali (menurut bang arif di postingan blognya yg menceritakan masa2 kejayaannya sbg model. huehehe) sudahlah segini aja coment nya kl kebanyakan ntar bang yos manggil satpol pp wat gebukin gw lage *kabur*
Aduh Bung Dewa, ayo kita peduli.
Kalau kita tidak peduli, siapa yang mau peduli?
Membangun kepedulian, terhadap diri sendiri… dan terhadap ingkungan (beserta pemimpinnya tentunya) adalah salah satu cara membangun bangsa menuju arah yang lebih baik.
Juni 5, 2007 at 10:01 pm
Kutipan pertama: “Hampir setiap hari saya membaca koran harian Indonesia. Harian online tentunya.”
Berarti, Bang Arif sedang berada di luar Indonesia? Di manakah engkau….?
Kutipan kedua: “Bang Yos menganggap semua migran luar Jakarta adalah sumber masalah di Jakarta.”
Padahal Bang Yos sendiri adalah migran luar Jakarta. Berarti Bang Yos itu adalah sumber (utama)masalah Jakarta. Setuju Bang?
Btw, tulisannya enak dibaca euy….
Sedang muter-muter, Pak. Maklum, tukang kridit. Hihihi.
Menurut saya Bang Yos bukan sumber utama.
Menurut saya (yang tentunya dapat dipertanyakan dan diperdebatkan ini), sumber utamanya adalah sistem yang sudah keropos.
Bang Yos bukan sumber utama, namun beliau tidak banyak membantu dalam menyelesaikan masalah yang ada dalam korpsnya.
Tulisan ini, sebenarnya adalah wujud bantuan saya buat Bang Yos, sebelum beliau lengser keprabon.
Agar beliau tahu, bahwa mata rakyat Jakarta tidak pernah lepas kepadanya. Ia masih dapat perhatian looh, dari kami, warga Jakarta. Sebab kami sudah bosan dengan banjir. Hehehe
Juni 6, 2007 at 3:12 am
Katepe Jakarta saya belum jadi bang, jadi saya adalah salah satu sumber masalah Njakarta Hadiningrat ini..waduh…Bangaitop, pilkada taon ini kira2 milih siapa?apakah Foke yang mbetawi aseli tapi antek sutiyoso atau Adang yang militer/polisi itu?atau golputkah?
Juni 6, 2007 at 4:44 am
bang aip for jakarta governor!!!
Hehehe… Bisa ajee Bang Umar.
Juni 6, 2007 at 5:42 am
Sang Raja jangan lupa daratan aja, 10 tahun sudah puas lah…
Juni 6, 2007 at 7:08 am
ga komen ah…tar diomeli, cuman kasih tau, kalo soal cagub/cawagub yg ‘betokai’ pisan mah yaa pasangannya kang ‘Adang’ (bang dani..)
Makasih atas infonya.
Juni 6, 2007 at 7:56 am
Aduh..aduh. Ini komen pertama saya disini, boleh ya? Tulisannya informatif, dikemas secara menarik. Request tulisan ttg Raja Indonesia dr masa ke masa dong (halah!Maunyaa)
Bangaiptop bukan fakir komen, mmg tulisannya yg bikin orang pgn komentar
Saya juga mau nulis mengenai Raja Indonesia… Waktunya yang nggak cukup.
Requestnya sungguh menarik. Semoga ada penulis lain yang membacanya
Juni 6, 2007 at 10:26 am
Assalamualaikum.. baca2 boleh ya mas aip.. salam kenal dari bandung
Salam kenal dari Cilincing, Kang Hanafi.
Juni 6, 2007 at 3:42 pm
[...] macam kalian? Kenapa kalian tidak terlahir dan kemudian menjadi orang orang besar dan berduit macam Gubernur, atau Presiden [...]
Juni 6, 2007 at 3:49 pm
Bang, moga moga aja yang terpilih selanjutnya lebih baik dan bijak ya…..
Amiiinnn.
Setuju, Rid.
Juni 6, 2007 at 11:10 pm
Apa ya “hadiah terakhir” Bang Yos untuk Jakarta?
Penggusuran?
Atau banjir lagi?
Gatau deh. Moga-moga bukan itu.
Andai dapat hadiah doa… saya sudah bersyukur sekali.
Juni 7, 2007 at 12:36 am
emang selalu lbh mudah dipimpin daripada memimpin, bisa melihat seperti tidak ada yg benar semua dari pemimpin. Oops, saya bukan FBR atau FPI lho…hehehehe, saya jg gak selalu setuju dgn Bang Yos.Tapi andai saya berani ngritik, harusnya berani nggantiin posisinya juga.
Alhamdulillah.. akhirnya ada yang mengerti maksud postingan ini.
Ayo dukung sayAAAA…!!!
(*mabur*)
BTW, andai nggak berani ngritik… terus gimana dengan upaya untuk memperbaiki keadaan?
Contoh kalimat dalam percakapan:
+ “Bang Yos, walaupun situ semena-mena megang-megang pantat saya, tapi saya nggak berani ngritik looh. Sebab apabila saya ngritik anda, saya harus siap menggantikan posisi anda?”
- “… sudah, jangan kritik-kritik… sini… Om janji bakalan bayaar deeh. Coba itu… kancing atasnya dibuka sedikit… Tapi ngomong-ngomong, posisi yang mana? Posisi favorit saya dibawah loh”
+ “Ihhh, Bang Yos genit dehh…”
Juni 7, 2007 at 9:54 am
pengamat Jakarta yang Jeli… Cagub2 pada seneng nih buat kampanye… heheh
Saya juga sudah berfikir ke situ… Tapi toh apabila dibandingkan dengan think tank mereka… data saya kalah jauh, Pak. bahkan kalau dibandingkan dengan data Ibu Wardah (Hafidz) saja, data yang saya kumpulkan nggak ada apa-apanya.
Juni 7, 2007 at 10:03 am
sekarang aku jadi mikir, mau menjagokan siapa untuk calon gubernur? selain fauzi bowo pastinya.
Ada dua calon (saat ini)… Kemudian, sepertinya ada calon ketiga.
Juni 7, 2007 at 12:14 pm
no comment.
Juni 7, 2007 at 1:39 pm
bang aip, konon dari isu yang aku dengar, bang yos akan mencalonkan diri jadi raja indonesia pada pemilu mendatang.
jadi….:)
Hal yang sama, juga saya dengar.. Saya yakin apabila benar, hubungan RI dan Aussie makin runyam saja. Hehehe
Juni 8, 2007 at 4:29 am
nggak jadi sedekah komen ah
Juni 8, 2007 at 2:34 pm
rajin amat nyatetin sepak terjangnya bang yos, kayak tingkah polah cowok yang lagi kesemsem sama cewek :p
Juni 9, 2007 at 6:33 am
hemh…Fauzi bowo itu akan sama dengan sutiyoso….fauzi bowo itu bonekanya sutiyoso…cagub yang di calonkan oleh parpol pasti ada deal tertentu yang harus di jalankan jika menjadi gubernur… saya setuju dengan peryataan2 sarwono…” siapa saja boleh calonkan saya jadi guberner tapi tidak ada deal2 titi.” dan terbukti dia ditinggalkan parpol,
Simbah merasa ada yang gak beres dengan parpol. dan merasa parpol tidak pernah mewakilirakyat tapi mewakili kader-kadernya
Parpol ibarat Operator seluler promosi di sana cuap disana.janji2 junja dll..rakyat hanya di jadikan konsumen politik untuk memberikan makan para kader parpol tai kucing..kayaknya dalam sistem demokrasi harus di cari cara alternatif selain parpol.
parpol itu dalam konsepnya ideal dalam prakteknya ii deal dealan taiik
Juni 10, 2007 at 9:00 am
wuih, lumayan panjang ‘daftar kejahatan’nya ya, bang? saya paling suka bagian ‘layanan sms’. hahaha…lucu ya, bang yos ini?digoblok2in rakyatnya kok bangga
Juni 11, 2007 at 5:36 am
siap-siap kawal bang aip, jangan sampai du munirkan
Juni 11, 2007 at 6:44 am
[...] {June 11, 2007} Ciliwungzia: Big joke~ Ada yang ngerti gak sieh ama jalan pikirannya raja jakarta kita itu.. Udah tau kan perihal mulai dioperasikannya Water Way ..alat transportasi alternatif buat [...]
Juni 11, 2007 at 12:00 pm
Siap-siap kehilangan bang Aip…
Mengawasi siap tau ada yg berambut cepak atau bersorban jubah putih di sekitar rumah…
Juni 11, 2007 at 5:10 pm
bang aip sama bang yos sama sama galak…
Juni 12, 2007 at 5:31 am
rising dead star?? hehehe jadi inget kick andy waktu ngundang beliau sama wiranto, ternyata orang militer kurang lebih bentuknya sama ya bang
Juni 12, 2007 at 8:56 am
saya juga hueeeraaan…banyak juga yang kasih comment di blog kang arif– blogna dikasih pelet merek apa seehhh?!
^^
peace…
Juni 12, 2007 at 12:29 pm
sesama fakir dilarang saling komen yaps..kekeke
stujuuu
Juni 13, 2007 at 4:14 am
Salam kenal Bang Arif,
wah ada istilah baru nih dari @Kangguru, “diMunirkan” hehehe…
Andai beta bisa menembus batas dunia-akhirat, akan kutanya beliau apa yg terjadi.
di-Munir-kan sebelumnya sudah ada sejak lama sih. Dulu, sebelum (alm) Muni diarsenikkan paksa. Kantor IMPARSIAL (kantor almarhum) juga pernah diracun. Ga tanggung-tanggung, sekantor diracun euy! Alhamdulilah anak-anak Imparsial selamet semuanya.
Tapi BTW, itulah salah satu bukti, HAM di RI ada KOMNASnya. Tapi nggak ada giginya. Hehee
Juni 13, 2007 at 4:50 am
tentang “168 kasus perkosaan perempuan Indonesia keturunan etnis tionghoa di jakarta” kalo kita berpikir secara logis, yg laki aja digebukin (termasuk salah seorang teman saya) mana mungkin yg perempuan dibiarkan aja tanpa pelecehan seksual??” dari link tersebut tersirat kesan pemerintah Indonesia saat itu meragukan (membantah) kebenaran terjadinya perkosaan massal tersebut, entah kalo sekarang?
*wah jadi OOT nih, sorry bang*
Ga OOT, itu juga salah satu target saya. Masalah ini sebab sepertinya menguap di udara. Kayak bensin tumpah ke jalan. Bahaya, kalo dicuekin saja.
Juni 13, 2007 at 5:25 pm
kalau boleh tanya pendapat bangaip, program busway berguna gk utk ngatasi macet? pribadi, saya nilai program busway ini berhasil. Ya, setidaknya memudahkan angkoters (istilah pengguna jasa angkot hihi) utk memilah2 jalur & sampai ketujuan lebih cepat.
Niwe, sekarang dah baikan kan?
Alhamdulillah lebih sehat euy. Makasih yaa.
Juni 14, 2007 at 2:01 am
@ abe (lah, koq sama?)
busway di Jakarta gagal..kenapa? Karena bikin social cost jadi tinggi, pencemaran udara gara-gara kemacetan yang ditimbulkan, pemborosan BBM di tengah2 krisis energi, janji bebas macet yang ga terbukti, bikin mental berlalu lintas pengendara jakarta makin rusak, supirnya kaya cabutan dari kopaja n metromini, pake uang rakyat hanya untuk popularitas (baik dan buruk) pribadi. busway yang manusiawi hanya koridor I, selebihnya?? no comment
Untuk Abe dan abe.. buset dah, bukan kembar.. kok namanya bisa sama begini!
Masalah busway itu bisa dipandang dari dua sisi. Dari sisi manusia yang puas, dan yang tidak puas. Sebisa mungkin saya mengamati dan menerima masukan dari kedua belah pihak. Namun, apapun hasilnya, yaa ada di blog ini. Semuanya berasal dari pendapat orang-orang yang pro dan kontra.
Juni 14, 2007 at 10:37 am
Lanjuut bang!
Mantab!
Juni 14, 2007 at 11:12 am
nice posting kang eh salah bang.
maklum lah sayah mah orang bandung jadinya manggil kang
btw, salam kenal dari bandung
salam kenal juga euy
Juni 15, 2007 at 8:19 am
aku cuma mau komen,… irdix cantik ya bang!!!!
sekarang jamannya co kasih alamat email bang.
rizalscapy@yahoo.com
ayo sapa yang pengen komentar!!!!
Juni 18, 2007 at 12:43 pm
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Di dalam agama Islam, tidak mengenal istilah pacaran. Baik dalam alasan apapun, karena didalam hukum Syariah Islam sangat jelas hukumnya. Bahwa dua orang berlawanan jenis kelamin yang bukan muhrimnya dilarang saling berjumpa. Dan barang siapa yang melanggar peraturanya terdapat ganjaran yang setimpal dari mahkamah Syariah yaitu dihukum RAJAM sampai mati.
Allhamdulillahirabbil allamin ya allah …
Sebuah kemuliaan bagi mereka yang menghukum hamba Allah yang telah melakukan perbuatan zina. Dan surga merupakan ganjaran yang setimpal bagi mereka yang menghukum umat manusia yang melakukan perbuatan zina.
Insya Allah meridhoi perjuangan sohib ana dari FPI, Hisbuthir Indonesia, Majelis Mujahidin Indonesia dan ormas islam yang terkait dalam memasukan Syariat Islam menjadi dasar nergara Indonesia yang Islami sehingga tidak ada tempat bagi mereka selain mengikuti ajaran dan syariat islam sebagaimana mestinya
Amin ya Rabbal allamin
Alangkah indahnya Indonesia dalam Syariat Islam. Kita tidak berada dalam dosa akibat melihat wanita yang bukan muhrim menebarkan auratnya. Dan setiap muslimah tidak akan keluar dari rumahnya tanpa ditemani oleh muhrimnya. Karena bila sampai mereka melanggar, Alhamdulillah hukum cambuk akan membuat para wanita tersebut menjadi jera.
Marilah kita bersama sama memperjuangkan syariat islam agar tidak ada satupun tempat bagi umat manapun untuk melakukan perbuatan zina dan dosa.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc
Ya ampun, pak ustad. Tega sekali bapak menganggap saya fakir komen. Komennya ampe tiga, kopi paste semuanya. OOT pula. Hehehe. Terimaksih yaa Pak sudah mampir. Tapi, saya belum jadi fakir komen euy. Hehehe.
Juni 18, 2007 at 2:33 pm
Koment ustad kita ini kok copy paste ya??
http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2007/06/16/syariat-itu-tidak-segampang-yang-elu-kira/#comment-209
Malu-maluin pak…
Juni 20, 2007 at 3:19 pm
selama ini saya hanya bisa liatyang bagus2nya dari abang-abang yang satu ini – ternyata setelahsekianlama track-recordnya dan saat lengser – keluarlah semua angka merah dan prestasi minusnya.. mesti ada mereka yang terus kritis. Good Governance is the key to sustainable developments, if otherwise wah setali tiga uanglah dengan bobroknya segala lini seperti di afrika sini..
Kang Luigi, sepengetahuan saya, mulut saya ini kadang tidak terlalu kritis kok. Namun tetap saja juga diperlakukan dengan aneh. Beberapa tahun lalu, karena ‘banyak omong lewat tulisan dan aksi’, oleh jawara pemda setempat, saya dan teman-teman dipukulin trus dibuang paksa disebuah hutan di kaki gunung gede, Jawa Barat. Alhamdulilah selamet euy.
Seharusnya, kita memang banyak belajar dari pengalaman kemanusiaan di Afrika.
Juni 21, 2007 at 11:17 am
gw ga komment koq,,cumen pas kebetulan baca aza tulisan ini,,,udeh gitu aza,,,
Juni 21, 2007 at 2:02 pm
busyet pak Ustadzzzz ???
pacaran aja hukumannya dirajam ampe mati??
jd langsung kawin aja, ga usah tau isi hati atau kelakuannya selama pacaran ? jeee…
bang aip, maapin aye, abis gatel nih…
Juni 25, 2007 at 2:26 pm
Mari kita galakkan berkomentar di blgo seleb !
**baru sadar kalau bang Aip sudah nge blog lagi**
Juni 28, 2007 at 2:51 am
Bang Aip, blog ustadz di atas palsu, ini saya copy-kan klarifikasi dari Ustadz Ahmad Sarwat, Lc yang asli:
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarkatuh
Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas keprihatinan dan perhatian anda tentang masalah blog itu. Awalnya kami tidak merasa harus membuat klarifikasi, namun mengingat adanya resiko ada orang yang akan menjadi korban dan salah paham, maka akhirnya kami rasa perlu untuk membuat tanggapan atas kasus ini.
1. Blog yang mengatasnamakan kami memang bukan buatan kami. Tentunya kami nyatakan bahwa segala isinya di luar tanggung jawab kami.
2. Kepada para pembaca setia eramuslim, kami sarankan untuk tidak membaca, mengutip atau merujukkan sumber yang terdapat pada blog tersebut.
Silahkan buka eramuslim untuk mendapatkan rujukan masalah syariah yang original dan dapat dipertanggungjawabkan.
3. Pernyataan kami ini silahkan dikutip dan diumumkan lewat milis dengan mencantumkan url di eramuslim.
4. Kepada yang membuat blog palsu, semoga Allah SWT memberi hidayah dan kesadaran serta kelapangan hati untuk bertaubat, bukan dengan diturunkannya bala’ dan azab. Karena taubatnya seorang yang membuat kesalahan lebih baik dari pada balasan atas dosa.
5. Semoga Allah meningkatkan keikhlasan kita untuk tetap istiqamah di atas agamaNya, serta tegar menjalani fitnah dan aral melintang, amin
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ahmad Sarwat, Lc
Juli 2, 2007 at 7:31 am
bagus aja! kali ya mungkin kita bisa komentari! lalu apa yang perlu di benah!
kita masih banyak perubahan. tetapi kita melupakan perubahan kita kearah mana. kita sudah lihat bahwa, kita sudah masuk kedalam era reformasi tetapi kita seakan perubahan era masa ini hanya perubahan abstrak.
thanks yaaaaaaaaa!
Juli 29, 2007 at 2:34 pm
Dua kesimpulan setelah skimming:
1. Bang Yos gagal total, setidaknya dalam hal ngurusi banjir
2. Fauzi Bowo tidak layak Pilih
Yang menang kedepannya siapa yaa?
Agustus 2, 2007 at 3:39 pm
@Mas Guh

saya setuju aja ama amas Guh, soalnya saya ga tau JKT dan situasinya
September 13, 2007 at 5:36 am
@60 Guh
Apalagi Adang Daradjatun komandannya pulisi yang suka ngumpet untuk bisa nilang pengendara motor.
November 27, 2007 at 9:58 am
2003
- Proyek monorail, subway dan angkutan sungai nampaknya tertunda. Di duga karena praktek suap yang tidak wajar.
memangnya ada praktek suap yang wajar?
Hehehe, anda bener. Nggak ada suap yang wajar selain nyuapin anak bayi, orang sakit ama orang manula. Hehehe.
Oktober 30, 2009 at 9:12 pm
Salam Kenal…
Indonesia Page – All About Indonesia
The Adsense Site – Guide to Online Adsense Earning