(*Secara serius, saya bener-bener mohon maap lahir batin nih. Pertama, maap bagi para komentar yang belum dijawab di postingan terdahulu. Kondisi kesehatan saya sudah tidak kuat beraktifitas ngeblog seperti dahulu lagi. Kadang chatting 15 menit saja sudah ngos-ngosan. Kedua, ijinkanlah saya yang secara lancang menggunakan momen lebaran ini untuk meminta maap*).
Belum lama ini, saya dapat email dari Mbak Titiw. Pertanyaannya sederhana “Bagaimana anda memaknai blog anda?”
Pertanyaannya sederhana… Jawabannya susah. Hehe. Namun tetap saya jawab, sebab beliau dan teman-temannya sedang meneliti mengenai blog dan blogger Indonesia. Saya jawab saja pertanyaan itu, sebab ada pepatah yang mengatakan, barangsiapa yang rajin membantu blogger lain akan menerima surga kaum blogger sebagai ganjarannya.
Apabila beliau bertanya, “Apa makna blog bagi anda?” Maka akan saya jawab, “Bagi saya, blog itu yaa media informasi interaktif”.
Namun apabila ditanya, bagaimana saya memaknai blog saya. Sama saja dengan pertanyaan, bagaimana saya memaknai tulisan saya? Waduh susah jawabnya. Sebab saya memang tidak pandai memaknai tulisan saya. Manusia yang pandai dan cerdas dalam memaknai tulisan-tulisan saya adalah Para Pembaca Blog Saya.
Blog sebagai sarana interaktif, mendapat makna, ketika tulisan itu mendapat sanggahan, bantahan, kritikan, makian, pujian atau sanjungan atau apalah. Selama ada reaksi, maka tulisan itu mempunyai makna. Reaksi itu bisa di dapat dari komentar (yang memang disediakan oleh media blog) atau oleh tulisan sambungannya oleh blogger lain atau bahkan hingga aksi dunia nyata.
Tanpa sungkan-sungkan, saya dapat berkata bahwa reaksi adalah makna dari sebuah blog. Secara subjektif, bagi saya indikator seorang seleb blog adalah dilihat dari reaksi yang ia dapat. Bung Jarar (Jarar Siahaan) bahkan istrinya sampai diancam segala oleh orang yang mengaku dirugikan melalui BatakNews, blog yang dikelola Bung Jarar. Mas Blonthank Poer, fotografer dari Solo, Mas Sunu, mahasiswa dari Jogja hingga Mr Kurt, seorang santri dari Pesantren Buntet bahkan hingga harus menerima reaksi keras akibat aktifitas blogging mereka. Bagi saya, mereka bahkan lebih dari sekedar seleb blog.
(*Untuk teman-teman yang tersebut diatas, teruslah berjuang. Anda tidak sendirian memperbaiki republik tercinta ini. Saya dan manusia yang peduli lainnya masih ada dan akan membantu sebisa mungkin*)
Bagi saya, blog papan atas (*emang ada blog papan bawah?*) bukanlah blog yang rajin di bakar oleh kobaran api siraman Pertamax dan sejenisnya. Bagi saya, blog yang baik adalah blog yang mempunyai khittah sebagai sarana informasi dan diskusi dan sarana berbagi. Karena saya manusia, maka blog yang baik bagi saya adalah blog yang manusiawi. Dan bagi saya pula, seburuk-buruknya blog, adalah blog yang menyebarkan dengki, fitnah, dendam dan benci.
Bagi saya, blogger yang baik adalah blogger yang selalu berniat bahkan hingga mampu membantu Para Pengunjung Blog melalui tulisan/gambar/video/suara yang ada di blognya. Kalau tidak bisa membantu, untuk apa mem-publish tulisannya di dunia internet. Kalau memang nge-blog hanya untuk pribadi, kenapa tidak hanya disimpan di hardisk? Kenapa harus disebar-sebar pada publik? Kalau tidak mau dibaca publik, kembali saja ke jaman 80-an, nulis di diary kertas merah jambu dengan sampul plastik Hello Kitty juga yang berwarna merah jambu.
Bagi saya, sebaik-baiknya reaksi atas blog adalah reaksi atas tujuan mulia. Melalui saran, komentar, tulisan atau aksi langsung. Apa itu tujuan mulia reaksi blog? Saya sendiri sukar menjawabnya. Tapi saya sanggup memberi contoh. Salah satu contohnya adalah Pesta Blogger 2007 yang di kritik dengan tajam dan penuh analisa oleh posting blog Mas Iman (Iman Brotoseno). Di mata saya, kritik Mas Iman terhadap Pesta Blogger 2007 itu bertujuan mulia.
(*Psstt, ini rahasia kita berdua saja yaa. Blog saya ini bukan blog papan atas. Sementara, saya sendiri bukanlah blogger dan komentator blog yang baik. Tapi jangan bilang siapa-siapa, loh. Ini rahasia kita berdua saja. Hehe.*)
Ketika timbul pertanyaan, “Loh, kalau ndak ada reaksi, ga bermakna dong blognya?”
Jawabannya gampang, “Situ tau dari mana? Emang bisa nebak masa depan? Kalo bisa, jadi dukun aje”.
(*contoh ekstrim: Jangan takut tidak dibaca… Blog itu candu. Selama eksistensinya ada, maka tetap akan ada yang menulis/membaca/melihat dan bereaksi*).
Menurut saya menulis itu sama saja dengan bicara. Sama-sama menyampaikan sesuatu yang ingin disampaikan. Walaupun jelas-jelas menggunakan media yang berbeda, intinya sama, ingin menyampaikan sesuatu.
Apakah Blog itu berguna?
Jawabnya juga mudah, yaitu tergantung oleh siapa yang mengunjungi blog anda. Kalau pembaca anda suka tertawa, dan anda pun suka tertawa dan menulis blog melulu mengenai tertawa, maka anda jelas berguna bagi komunitas pembaca anda. Namun ketika anda di Swahili dan menulis blog untuk warga Swahili dengan menggunakan bahasa Cilincing, jelas-jelas anda tidak berguna bagi warga Swahili.
(*Tapi kan berguna buat warga Cilincing? Ah kata syapee? Warga Cilincing banyak yang buta hurup, tau!*)
Kalau begitu, Para Pengunjung Blog berperan penting dong?
Jelas. Apabila blog adalah media interaktif dalam menyampaikan sesuatu, maka harus ada timbal balik komunikasi. Analoginya adalah, bercakap-cakap itu tidak dalam kondisi sendirian. Ketika seseorang ingin menyampaikan sesuatu, maka harus ada yang disampaikan dan ada yang mendengarkan. Kalau tidak ada yang disampaikan dan tidak ada yang menerima, untuk apa nge-blog? Lebih baik, ngomong aja ama tembok. Puasnya pol.
Apa makna Para Pengunjung Blog?
Bagi saya mereka amat istimewa. Ada yang OOT, ada yang pura-pura pinter bin sotoy marotoy (alias sok tahu kebangetan), ada yang narsis, ada yang tukang adu domba, ada yang menganggap hanya dia sajalah yang akan masuk surga dan banyak lain lagi yang ajaib-ajaib lainnya. Tapi, sebagian besar pengunjung blog, umumnya memang ingin diskusi.
Alhamdulillah pengunjung blog saya dari berbagai kalangan. Dan itu kadang membuat dada saya bergelembung karena bangga (walaupun saya malu mengakuinya dan sering pura-pura menutupinya). Umumnya yang berkomentar kebanyakan dari pemirsa pria. Namun yang mengirimkan email untuk meminta informasi tambahan, lebih banyak wanita. Umumnya email-email itu lebih banyak daripada yang berkomentar di sebuah posting. Dan itu sering membuat saya urut dada.
Adakah Para Pengunjung Blog favorit?
Ada komentar-komentar tertentu yang saya kagumi. Soal komentator blogger yang saya kagumi, umumnya karena kualitas komentarnya memang baik sekali. Diantaranya adalah Helgeduelbek (Pak Urip) dan Tukang Komentar dan masih banyak nama lainnya. Komentar mereka, layak diacungi jempol dan membuat kepala saya manggut-manggut. Komentator model begini biasanya bijak dalam mengeluarkan kata-kata. Andaipun OOT, mereka ini jenis tipe-tipe OOT yang menghibur. Benar-benar bukan komentator doggie style.
Loh, apa itu komentator doggie style?
Komentator doggie style itu adalah komentator yang pura-pura bergaya doggie style. Tipikal doggie adalah kencing untuk menandakan wilayah sebagai area kekuasaan. Style ini dipakai oleh para komentator tertentu untuk menandakan areal ‘kekuasaan’ mereka. Caranya adalah dengan moto, aku datang, aku kencingin blog orang, aku lari.
Anda tidak suka doggie style?
Apa maksud pertanyaannya? Jaka Sembung kena teluh, Gile boneng luh!
Maksud saya, apakah anda membenci anjing?
Ceilee, Jaka Sembung make beha, ama yang tadi apa hubungannya? Tapi oke lah, saya jawab juga. Gini, saya tidak membenci anjing. Saya menyukai anjing (walaupun anjing tidak menyukai saya). Karena saya dan anjing sama-sama makhluk ciptaan tuhan. Saya bukan tuhan, tapi kalau saya menciptakan sesuatu, kasih sayang terhadap ciptaan saya, jelas akan sama. Pendek kata, saya pikir, di mata tuhan, derajat saya dan derajat anjing tidak jauh berbeda. Sebab hingga kini belum ada penelitian yang mampu membuktikan bahwa anjing itu tidak berzikir.
Oh ya, beda antara saya dan anjing adalah anjing belum mampu memanfaatkan jasa layanan blog gratis. Halah.., jadi ngaco begini jawabannya.
Balik lagi ke komentator dong.
Maksud saya, apakah anda membenci komentator doggie style?
Saya nggak benci komentator doggie style. Itu kan cuma gaya. Sah-sah saja kalau mereka ngangkat satu kaki di blog orang. Masalahnya, bahagiakah si pemilik blog di datangi oleh komentator doggie style? Sebab ada blog-blog tertentu yang memang suka ‘dikencingin’. Dan andaipun komentator doggie style dijadikan trademark, saya mah ikhlas sajah. Toh komentator doggie style juga termasuk bagian dari proses reaksi dalam sebuah blog.
Apa proses dalam blog?
Jelas ada proses kreatif disana. Seorang blogger diminta memacu dirinya untuk lebih kreatif dalam postingan berikutnya. Siapa yang minta? Yang minta ada dua, satu yaitu pembaca tulisannya. Kedua, yaitu ego si blogger.
Apabila seorang blogger besar egonya, ia suka merendahkan blogger lain. Sementara sebaliknya, blogger yang tidak punya hasrat untuk kreatif akan mencoba melakukan tindakan kopi-paste, yaitu menyalin isi blog orang lain ke dalam blognya. Bagi blogger yang egonya besar tapi tidak kreatif, ia akan merendahkan orang lain sambil melakukan kopi-paste.
Apa gunanya punya blog?
Melawan lupa, berbagi, saling membantu, mempererat silaturahmi, hiburan murah meriah, dan banyak lagi lainnya yang akan ditambahkan oleh para komentator kita tersayang dibawah ini. Dan yang paling penting adalah, seperti deking, saya mampu melakukan permohonan maaf secara massal melalui blog ini.
————————————————————————-
Secara resmi, saya arifkurniawan, penanggung jawab blog Arif Kurniawan as Bangaiptop ‘Sesajen dari Cilincing Untuk Indonesia’ mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1428 Hijriyah. Mohon maaf lahir batin. Mohon maafkan saya. Karena saya jelas-jelas telah banyak melakukan tindakan yang membuat anda Para Pembaca Blog Saya terluka hatinya.
Sebagaimana bangsa Indonesia lainnya yang merayakan iedul fitri, saya beranggapan ini adalah momen yang tepat untuk meminta maaf. Jangan takut, saya tetap akan melakukan dosa kepada anda setelah iedul fitri ini berlalu. Dan apabila masih diberi rizki umur di tahun depan, saya pasti akan meminta maaf lagi ketika lebaran tiba. Sebab buat apa jadi orang Indonesia kalau tidak mudah memafkan dan melupakan lalu setelah itu berbuat dosa yang sama?
Untuk mereka yang pernah dan rajin singgah di blog ini. Untuk mereka yang pernah saya temui selama hidup ini.
Secara serius, saya bener-bener mohon maap.
Oktober 12, 2007 at 2:51 am
secara keseluruhan, saya setuju banget sama apa yang dikatakan bang Aiptop.
bang, saya juga mohon maaf lahir dan batin ya. selamat lebaran, minal aidin wal faidzin.
(ini termasuk “ngencingin area” nggak Bang? kalo iya, sekali lagi, mohon maaf lahir dan batin ya. mumpung lebaran. :p)
Sama-sama Mbak Fitri. Namanya bagus euy. Idul fitri… Fitri Mohan. Matching, euy. Hehe
Oktober 12, 2007 at 3:03 am
Judulnya gak kuaaattt!! Kalo gak di baca tuntas, bisa salah persepsi tuh, bang..
btw, met lebaran..
Terimakasih. Sama-sama, Mas Rasid. Selamat lebaran.
Oktober 12, 2007 at 3:06 am
bisa2 blog bang aip dibilang blog porno.. karena doggy style dlm hal ini dikira bukan ancang2 pipisnya anjing :p…
udah mau lebaran koq masih ngomongin doggy style hahahaha…
Iya Mbak. Blog saya memang sudah dikategorikan blog dewasa. Huehehe. Entah siapa yang ngasih label begitu.
Oktober 12, 2007 at 3:35 am
saya jadi semakin hapal nih karakter penulisan bang aip, hal-hal gak penting dalam tulisan, tapi bombastis, pasti dijadiin judul
tulisan2 bang aip memang selalu menghibur dahaga intelektual (halah bahasanya), maap lahir batin juga bang aip
wah cilincing pasti sepi neh, secara orang2nye pada mudik, masih bisa nyelepet kecapi kagak sih di cilincing?
Waduh, kecapi sudah punah dari Cilincing sejak pertengahan tahun 90-an, Mas Umar. Saat ini, kalau masih mau kecapi, saya biasanya ke Cileduk. Komunitas betawi pencinta pohon kecapi masih banyak. Judul postingan saya biasanya memicu hidung belang mampir ke blog ini. huehehe. Tapi itu justru emang niatnya mao begitu. Huehehe
Oktober 12, 2007 at 4:57 am
saya juga ikut meminta maaf jika ade komen-komen yang sale selama ini bang. Met berfitiri ria dah.
Terimakasih Mas Dana.
Oktober 12, 2007 at 6:13 am
saya juga mohon maaf lahir batin.
Sama-sama Mbak Hana.
Oktober 12, 2007 at 6:47 am
Eh, Bang Aip menyenggol2 diriku, jadi enak, hehehe. Tulisan Bang Aip di atas sudah cukup jelas untuk menjawab pertanyaanku yang waktu itu. Namun, setelah dibicarakan kembali dengan dosen dan teman2 satu jurusan (Tebet-Depok), ternyata yang diambil adalah cyber culture dalam ngeblog ini. Pertanyaannya sudah kukirimkan lewat imel bang. Terima kasih banyak banget ya.. Akhirul kata, Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.. ^_^
Sudah dikirimkan balasannya. Saya senang bisa membantu kamu, tiw. Maap lahir batin juga
Oktober 12, 2007 at 7:42 am
Cara ngeblog yang sehat. Emang sih tidak jarang blogger yang suka bikin sensasi, mengumbar fitnah, dendam, dan kebencian, nyrempet2 SARA-lah gitu. Namun, blog semacam itu saya yakin nggak akan berumur panjang. Para pengunjung yang makin cerdas yang akan menjadi hakimnya, hehehee
OK, salam hangat, dan minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir-batin.
Salam hangat juga Pak Sawali. Iya saya setuju pak, selain dihakimi pengunjung, saya pikir blog-blog yang menyuarakan kebencian memang jadi sasaran empuk target blogger lain untuk diketawain atau dimentahkan teori-teorinya di muka publik.
Oktober 12, 2007 at 8:18 am
master, jadikan aku muridmu!!
ingin sekali menuju ’surga kaum blogger’
maklum ane baru beberapa hari serius di WordPress.
Buat ane juga, blog itu sarana mengekspresikan diri cos ane didunia nyata agak pendiam (namun bersinar seperti berlian.. hehe). Selain itu blog mengeluarkan uneg2 yang bisa jadi eneg2, jadi secara overall, bisa bikin dunia lebih nyaman dihuni, setidaknya buat kite… agar merasa ‘didengarkan’. Gitu loh.
Doggy style?
Hahaha, saya aja lagi belajar. Hayuh lah, sama-sama belajar euy.
Oktober 12, 2007 at 9:33 am
[...] joyce style perfect wrote an interesting post today onHere’s a quick excerptAnda tidak suka doggie style? Apa maksud pertanyaannya? Jaka Sembung kena teluh, Gile boneng luh! Maksud saya, apakah anda membenci anjing? Ceilee, Jaka Sembung make beha, ama yang tadi apa hubungannya? Tapi oke lah, saya jawab juga. … [...]
Oktober 12, 2007 at 10:27 am
Bang, jawab dengan jujur pertanyaan sayah;
Apakah sayah termasuk penggemar Doggie Style ? Eh, mangsud sayah, komentator plus Blogger Doggie Style ?
Jawab ya bang. Awas kalok ndak njawab !!!
Met Iedul Fitri juga ya bang….
Whuehehe. Kamu ge-er banget, Mbel. Whueue.
Oktober 12, 2007 at 11:46 am
*mode IMHO: on*
Ngasih komentar itu seperti-nya lebih ke beberapa faktor antara lain:
Postingan dari si empunya blog sendiri, apakah bersifat edukasi, humor-isme, sekedar curhat, atau ingin bertanya ke pembaca-nya
Mood dari pembaca yang mungkin lagi senang, bete, lagi gak serius, apalagi kalau emang serius
Komunikasi sebelum-nya yang terjalin antara si empunya blog dengan pembaca-nya. Mungkin teman kerja, teman sekolah, atau bahkan bisa juga keluarga sendiri, nah ini kadang membuat se-serius apa-pun postingan-nya, biasa-nya sih bakalan di komentari dengan seada-nya saja plus di-tambah-tambahin dikit dengan joke
dll
*mode IMHO: off*
Jadi yah, mending di-biarin aja komen seperti ini sebagai bagian dari blogosphere itu sendiri, gak jauh beda dengan yang bro bilang , sebagai reaksi dari blog itu sendiri. Palingan juga kalau emang udah nyelekit banget kan bisa di-delete (ini sebisa mungkin sih di-hindari), lebih mending daripada di-modifikasi kan?
Modifikasi komen memang katanya termasuk salah satu dosa besar blogging. Itu namanya Jinah Komen(TM). Huehehe.
Oktober 12, 2007 at 2:00 pm
Aaahhh .. legaaaa rasanya usai membaca postingan Bang Aip ..
*ngirim SMS ke Bang Aip error mulu, soalnya nomornya 911*
Whuehehe. Iya Mas Eby. Akhir-akhir ini memang kondisi kesehatan saya menurun drastis. Jangankan blogging, kerja aja sudah menurun produktivitasnya.
Oktober 12, 2007 at 5:42 pm
maaf ya bang kalo
komen saya OOT mulusaya banyak salah kata…Sama-sama euy Chika. Nggap apa kamu dimaafkan. Saya dapet pesan sponsor nih. Katanya, kalo orang cakep OOT itu harus dimaafkan. Sebab kecantikannya saja sudah anugrah. Masak harus ditambahi pula dengan full konsen ngeblog. Whuehehe. (*sambil nimpuk kulit kacang ke salah seorang tetangga sebelah saya*)
Oktober 12, 2007 at 6:04 pm
*Bagi saya, blog yang baik adalah blog yang mempunyai khittah sebagai sarana informasi dan diskusi dan sarana berbagi.*
Setuju benerrrrrr….
beberapa post saya yg jarang dikunjungi
blogger lain dan miskin komen, ternyata di statistiknya justru banyak dibaca oleh mereka yg menggunakan lewat mesin pencari. (spt buaya dan hiu, misalnya. atau bahkan sekedar cerita silat).
Itu menunjukan tepatnya pendapat dlm tulisan bang arif dlm post kali ini.
Met lebaran all.
mohon maaf lahir dan bathin.
Sama-sama mas telmark. Mohon maap juga lahir batin. Eh iya, masih di JP sekarang?
Oktober 12, 2007 at 8:08 pm
Selamat hari raya Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf lahir dan bathin.
Sama-sama Mas Jupri. Gimana lebaran di Utrecht? Lebaran ini sungguh berkesan di hati saya. Tapi ceritanya nanti aja 10 tahun ke depan. malu kalo diceritain sekarang. Sebab Lebaran saya tahun ini sungguh aneh. Huehehe.
Oktober 13, 2007 at 1:17 pm
Minal aidzin walfaizin, mohon maap lahir batin, bang.
Sama-sama Hedi. Makasih euy sudah mampir.
Oktober 14, 2007 at 4:27 am
“Bagi saya, blog yang baik adalah blog yang mempunyai khittah sebagai sarana informasi dan diskusi dan sarana berbagi”
*ngliad kalimad diatas*
*tersifu-sifu maloe*
ah bangaip..brarti blog saia bukanlah blog yang baik yah bang? *tercenung*
ah ya bang, minal aidin wal faidin ya bang? mohon maafkan saia atas segala
komeng OOTdosa, yang disengaja maufun tidak..______________
uit? doggie style?
*ngangkat satu kaki*
*pipis*
*KABORRRRRRRRRRRRRRR*
Hahaha….
Oktober 14, 2007 at 8:36 am
mas arif,
terima kasih dukungan mas pada kasus yang menimpa blogku itu.
aku setuju dengan semua poin yang mas tulis pada artikel di atas. secara khusus, aku pribadi tidak suka dengan komentar “dogi stail” atawa komentar yang sekadar “numpang kencing” [meminjam istilah mas arif ketika berkomentar dulu di blogku].
aku akan memilih untuk lebih suka pada blog atau komentator anak smp yang menulis cerita-cerita cengengnya ketimbang orang-orang dewasa dan berpendidikan tinggi tapi komentarnya hanya untuk pamer kekuasaan wilayah [lagi-lagi meminjam istilah mas arif].
selamat berlebaran, mas arif. aku minta maaf bila pernah ada ucapan yang salah.
Saya selalu mendukung kebaikan dan kebenaran Bung Jarar. Maju terus BATAKNEWS. Tetap semangat! Terus berjuang!
Oktober 14, 2007 at 10:13 am
bang aip dimaafkan…
pesan seperti “tulisannya bagus”, “mantap”, “wah bkin terharu” dll,
yah koment2 secuil itu apa bisa dikategorikan doggie style?
kadang saya sering melakukan itu karena memang saya hanya sempat untuk menuliskan apresiasi itu, ketimbang harus berkomentar dengan banyak2 atau memberikan saran, kritik.

Karena ngoment itu juga butuh mikir apalagi mosting..
Oia lupa untuk minta maaf juga… secara lahir dan batin tentunya..
memuji atau mengkritisi atau menghina (selama masih dalam konteks) menurut pendapat saya tidak bisa dikategorikan sebagai doggie style, Rul. Sebab selama masih dalam konteks, pasti ada niat baik di dalamnya. Kalau di luar konteks, selama menghibur, yaa dimaafkan. Huehehe
Oktober 14, 2007 at 1:51 pm
Bang Aip,
Saya juga mohon maaf lahir batin.
———-
Umumnya yang berkomentar kebanyakan dari pemirsa pria. Namun yang mengirimkan email untuk meminta informasi tambahan, lebih banyak wanita. Umumnya email-email itu lebih banyak daripada yang berkomentar di sebuah posting…
———–
Jangan-jangan kondisi di atas banyak terjadi pada setiap blog, saya pernah baca hal ini di blog tetangga, juga di blog ku sendiri. Namun yang penting, adanya email maupun komentar, menambah wawasan kita, juga sarana bagi sharing pengalaman serta pengetahuan…karena rasanya saya lebih banyak mendapatkan informasi, dibanding saya sendiri yang memberikan informasi.
Mudah2an kita semakin dewasa dalam berkomentar, dan bila ada beda pendapat adalah hal yang sangat wajar.
Iya Bu. Saya setuju dengan pendapat Ibu, bahwa perbedaan pendapat adalah wajar, bahkan itu adalah sebuah rahmat.
Oktober 14, 2007 at 11:58 pm
bang, saya minta maaf juga ya kalau ternyata komentar saya masuk golongan “Doggy Style”
tapi gak papa deh, saya rela kok yang penting tetep boleh menikmati cerita-cerita di sini
Mohon maaf lahir batin ya bang
Hahaha, andaipun komen kamu dogie style, saya nggak marah kok. huehehe. Sip lah, silahkan mampir euy. Mardun. (*BTW, nama kamu keren deh*)
Oktober 15, 2007 at 8:15 pm
wih bangaiptop ma teacha, gw selalu suka cara dirimu ngajarin sesuatu. emang top dah. tengkyu. sini atuh ke serrum kapan ? doggy style? loh?
Sabar emjie. Insya Allah daku akan datang. Cepat atau lambat pasti akan datang. BTW, dirimu kapan mau pameran lukisan airbrush di Eropa? Hehe
Oktober 17, 2007 at 8:02 pm
maap lahir bathin & met kenal aja bangaip.
BTW, kemaren-kemaren di TV, ada ngeliat peristiwa kebakaran di Cilincing, ada komentar nggak bang?
Salam kenal juga, Dian. Aduh blog anda susah dibukanya euy. Mungkin koneksi saya yang memang lelet dumbo. Hehe
Oktober 18, 2007 at 12:45 am
Salut untuk bang aip yang selalu rajin menulis dengan gaya khas yang saya suka… meskipun kadang hanya membaca tanpa ada jejak… Saya sendiri menulis menjadi terkendala sebab mesti fokus ke hal yang menjadi pilihan dan sekaligus amanah memakai uang negara. Semoga tulisan penuh falsafah mengena tetap bang aip bagi untuk kita.
Tenkyu… WWW
Terimakasih sudah mampir, Pak urip. Saya amat mengerti, bapak susah nulis saat ini. Amanah memang berat, Pak. Insya Allah bapak sanggup ngejaganya. Saya doain juga kok, Pak.
Oktober 19, 2007 at 3:05 pm
Sebenernya saya nggak siap buat baca postingan yang semacam ini. Seperti anak SD yang baru belajar islam di sekolahnya tapi nekat baca injil. belum kuat iman.Mempengaruhi saya sangadh
Saya jadi agak terpengaruh dan merasa apa yang sudah saya lakukan di blogsphere merupakan sesuatu yang memalukan, tidak pantas dan sia-sia.
“Kalau tidak bisa membantu, untuk apa mem-publish tulisannya di dunia internet. Kalau memang nge-blog hanya untuk pribadi, kenapa tidak hanya disimpan di hardisk? Kenapa harus disebar-sebar pada publik? Kalau tidak mau dibaca publik, kembali saja ke jaman 80-an, nulis di diary kertas merah jambu dengan sampul plastik Hello Kitty juga yang berwarna merah jambu.”
Blog saya, saya akui sampah semua. Tidak ada postingan yang saya pikir, bisa membantu orang lain yang membaca blog saya.
Tapi apakah karena alasan itu, saya tidak layak untuk mempunyai sebuah blog? Walaupun isinya mungkin kenarsisan si empu blog, apa nggak boleh?
Doggie style? tentu saja saya masuk golongan itu.Saya suka sekali kencing sembarangan, untuk menunjukkan eksistensi saya. Bahwa saya sudah masuk dunia blog dan ingin blogsphere tahu bahwa saya ada. Dengan di akuinya saya, saya terlecut untuk bisa menuangkan apa yang saya ingin keluarkan…
Akh, saya kira makin panjang malah makin ga jelas komeng saya inih. Penyakit saya, ga bisa fokus (dan ga bisa pinter) sudah kronis.
Maaf kalo saya di anggap mengencingi blog Oom Arif, cuma buat nunjukin eksistensi saya. Pelaku doggie style.
Sebelum dan sesudahnya, saya minta maaf klo ada yang tidak berkenan.
Minal Aidzin Walfaidzin.
Tulus saya sampaikan, mohon maaf lahir bathin!.
Maap lahir batin juga Mas Paijo. Maaf, benar-benar maaf apabila ada tulisan saya yang membuat sampeyan jadi bersedih hati. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti. Dan anda pun tidak mengencingi blog saya. Saya suka komentar ini, jadi kita bisa diskusi dan sama-sama belajar.
Oktober 21, 2007 at 9:11 am
pengen tau caranya chatting ampe ngos2an. btw, mohon maap lahir dan batin yeeeee
Caranya: lakukanlah kenakalan di luar batas ketika masih muda. Huehehe.
Sama-sama, Nja. Maap lahir batin juga yaa.
Oktober 21, 2007 at 11:54 am
wah, kalo ada komentator dogistail, ada jenis jenis lainnya juga donk Bang?
saya sepertinya pernah membca kutipan ini, entah dimana…
seperti dejavu.kaminatnya sama persis, bahkan sepasinya…
eh, betewe, maaf lahir bathin Bang Aip…
Sama-sama Siwi. Aduh saya seneng banget kamu komen. Sebab dari info kamu, saya langsung silaturahmi ke Paman Gugel, dan langsung ke TKP. Oh senangnya… Ternyata parit telah datang kembali. Huehehe. Eh iya, maap lahir batin juga.
Oktober 22, 2007 at 3:22 am
tulisan yang merajam hati saya, ugh…
bagus, bagus dan kapan juga saya nulis sebagus anda? entahlah
Aduh, sebegitu tajamnyakah tulisan saya hingga merajam hatimu?
Maaf yaa
Oktober 22, 2007 at 8:31 am
waduh,,aku merasa tersindir..jd malu. *menutup muka*
Saya nggak niat nyindir loh. *sambil colak-colek* hihi
Oktober 22, 2007 at 9:30 am
iya juga ya, perlu banyak belajar nich. saran dong buat blog aku gimana bagusnya, dari berbagai segi boleh! http://benbego.wordpress.com
Waduh, saya ini juga pemula, Bung. Bagaimana kalau kita sama-sama belajar? Oh ya, saya suka tulisan blog anda mengenai narkoba dan penanggulangannya. Bagus euy.
Oktober 22, 2007 at 10:16 am
[...] seperti blogwalking, penyakit pertamax dan hetrikz, ngoment bermutu dan tidak bermutu, atau koment doggie style, posting, jalan-jalan, conference, kopdar (btw ngak apa2 sih kalo ada, kali-kali aja ngilangin [...]
Oktober 22, 2007 at 11:00 am
Kang Arif, kok jadi nyinggung-nyinggung saya, to? Jangan-jangan karena banyak orang mengancam dan memaki-maki saya melalui tanggapan mereka di blog saya, lalu sampeyan menyimpulkan saya seolah-olah seleb blog. Hehehehhee…..
Begitulah manusia. Banyak ragamnya. Ada yang suka berdiskusi, banyak pula yang suka sinis seperti saya (karena sinisme itulah, mungkin saya dimusuhi orang, walau niat saya tidak mau memusuhi atau mengembangkan sinisme secara berlebihan).
Ya… begitulah gaya saya….
Hahaha, saya baru tahu Mas Poer, kalau tulisan sampeyan itu punya style sinisme. Hehe. Setahu saya, kritik sampeyan terhadap Surakarta adalah kritik membangun.
Oh ya, sampeyan kan sudah seleb di dunia kesenian yang nyata, nggak ada salahnya jadi seleb blog juga. Whuehehe.
Oktober 23, 2007 at 9:48 am
Blog itu jendela jiwa, kalau menurut saya
Dan dari jendela ini, emang kelihatan deh “mutu”nya si anak Cilincing.. walaupun ngakunya bukan blog papan atas atau seleb blog
*dan.. setuju banget, paling sebel kalau komentar isinya Pertamax, Hattrick, dll.. hehehe.. Mau di-delete kok kayaknya nggak menghargai pengunjung, nggak di-delete kok bikin sepet
Paling suka kalau dapat komentar yang mengkritisi tulisan; bisa diajak diskusi lebih lanjut. Biarpun nggak sampai kata sepakat, tapi selalu bisa membuka wawasan baru
*
Iya bener Mamanya Ima. Wawasan baru itu emang penting, euy. Blog jendela jiwa, waah keren juga kalimatnya euy. Bagus bener kalo ditaro di kartu ucapan selamat bagi rekan blogger yang menemukan belahan jiwanya di dunia blogosphere. Hehehe
Oktober 23, 2007 at 9:57 am
menjadi blogger adalah menjadi penerus kabar. kabar dari hati terutama.
setuju.
Oktober 24, 2007 at 5:33 am
Dalem dan menghujam….. bingung mo ngomen apa *jujure pol. Ga tau apakah sy termasuk apa enggak. Tapi yang pasti saya berada disini cuma satu “berbagi”. hehe. Tp sejujur-jujurnya jg saya mo bilang jujur *padahal sy termasuk orang yg susah mengungkapkan lsg ke orangnya loh…* Saya tuh suka ma style bang aip…. wah susyah juga mo bilang apa nih.. susah diungkapin pk kata-kata *andai saja kalian tahu apa yg kurasakan . halah halah…. maaf lahir batin ya bang…
Oktober 25, 2007 at 10:38 am
[...] apa yang terjadi dengan Bang Jarar Mas Blonthank Poer, Mas Sunu, or Mr Kurt terjadi pada anda (bang aip, dan ndoro kangkung, mohon ijin ngutip). – biar biasa nulis. lalu keahliannya dikembangkan untuk [...]
Oktober 27, 2007 at 3:54 pm
[...] sendiri, sebuah komeng OOT, layakna fertamax, keduax, dan hettrix sebenerna tidak hanya sebagai “kencing anjing” untuk menandakan wilayah kekuasaan saja, walaufun memang bisa dikatakan seferti itu. Akan tetafi, [...]
Oktober 28, 2007 at 2:11 am
hohoho panjang banget, tp gpp lah. ada manfaatnya kok. T_T
Makasih sudah mampir, Mas Asep.
Oktober 29, 2007 at 2:31 pm
ahahaha.. sakit toh
Mohon maaf lahir batin, bang aip
saya komennya di post anda yg tgl 12 biar pas sama hari lebaran d sini yg tgl 12 jg
Gbu selalu
GBU juga, Mbak Ulma. Maap lahir batin juga. Saya lebaran dua hari, tanggal 12 dan 13. Hehehe.
November 6, 2007 at 12:10 am
“Ada yang OOT, ada yang pura-pura pinter bin sotoy marotoy (alias sok tahu kebangetan), “
uhuk..
*kesindir*
Hahaha, masak sih Mbak tika.. sampai kesindir gitu. Hahaha. Maap deh yaa. Saya ga maksud nyindir looh.
November 6, 2007 at 5:24 am
@41.tikabanget:
Googling pake keyword kebangetan mbak?
November 11, 2007 at 6:30 am
mas Arif, bagus banged ulasannya!
Anda bener2 melihat komen seperti ini dari berbagai sudut
Kami berdua kurang suka dengan komentator yang asal, OOT, numpang b*ker, dan apa pun istilahnya. tapi sebagai yg punya blog dilemma juga. dihapus, gak enak sama yg komen *terlepas dari mereka gak suka atau malah biasa2 aja*, gak dihapus, komennya gak enak dipandang banged..
Btw, kalo boleh postingan ini kami link di postingan kami berikutnya. makasih sebelumnya mas Arif
Terimakasih sudah mampir. Silahkan link aja Mbak-mbak.
November 30, 2007 at 4:25 am
*deg*
menohok, bang..
saya harus berusaha untuk menjadi lebih baik..
mohon bantuannya..
*gaya murid shaolin menghadap suhunya
Hahaha. Bisa aje situ, Mas.
Agustus 18, 2008 at 6:03 pm
[...] maki ga jelas tanpa ada kesesuaian dengan isi postingan, atau mungkin sekedar numpang singgah lalu tebar pesona dengan komentarnya, sekiranya anda dipersilakan untuk mengisi kolom komentar di bawah ini. Yang mana kesempatan untuk [...]