Hampir setiap hari, akhir-akhir ini, saya menonton debat kandidiat presiden Amerika. Baik dari partai republik serta lawannya, partai demokrat.
Tidak secara langsung, jelas. Sebab saya saat ini tidak tinggal di Amerika Serikat. Namun secara online. Dan itu sudah membuat saya cukup senang.
Mengapa saya senang? Ada tiga jawabnya;
1. Karena lucu
Lucu itu sebenarnya kata sifat yang bentuknya abstrak. Apa yang saya anggap lucu belum tentu lucu buat orang lain. Tapi melihat seorang kandidat partai republik yang terkenal amat religius dan keras menjawab pertanyaan mengenai jenderal angkatan darat yang gay, serta apa pentingnya bible, bagi saya, sebuah hiburan tersendiri.
Bukan jawabannya yang lucu. Tapi bagimana raut wajah sang kandidat yang berusaha menahan emosi dan menjawab dengan jawaban yang dia anggap ‘normal dan netral’ lah yang lucu.
2. Karena demokratis
Pertanyaan-pertanyaan pada setiap partai, dilontarkan melalui medium video. Sehingga, setiap orang yang merasa berkepentingan untuk bertanya, dapat bertanya dengan sebebas-bebasnya.
Caranya, si penanya merekam pertanyaannya melalui video. Lalu video itu di-unggah pada halaman khusus YouTube, penyedia jasa konten video gratis. Kandidat yang tertarik menanggapi, akan menanggapi apa yang ia bisa tanggapi.
Dari contoh diatas, dapat dilihat, mana kandidat yang banyak menanggapi pertanyaan-pertanyaan penanya hingga yang tidak.
Rakyat dapat melihat langsung, kandidat mana yang cerdas dan tidak cerdas. Yang sok tahu, kampungan, bloon, dan tidak tahu diri… cepat kelihatan. Sebab rakyat dapat melihat langsung calon pemimpinnya menjawab pertanyaan mereka.
Dan itu bagi saya, demokratis. Sebab rakyat tahu siapa pemimpin mereka.
3. Karena bisa ditonton
Ya iya lah. Kalau nggak bisa ditonton, gimana melihatnya?
Salah satu yang menarik dari debat kandidat presiden Amerika adalah aspek fasilitas yang tersedia dan terbuka bagi publik. Setiap orang, yang punya koneksi internet dan mau menonton, bisa melihat debat tersebut.
Bahkan katanya, yang lebih dahsyat adalah, apabila anda berbahasa Inggris dan bertanya mengenai kebijakan kandidat, walaupun bukan warga AS, akan dijawab juga oleh kandidat. Dan ini adalah salah satu alasan mengapa acara ini menarik untuk saya tonton.
Lagi asik-asiknya nonton debat kandidat, saya tiba-tiba dapat email. Isinya mengejutkan. Dari Rojak, temen saya di Cilincing. Yang mengejutkan adalah, isi email itu menceritakan keinginannya untuk bunuh diri.
Yang parah, sebenarnya bukan masalah bunuh dirinya. Yang parah adalah, ia mengemas email itu menjadi sebuah surat yang menarik.
Pertama, ia bertanya mengenai kabar kehamilan istri saya. Lalu menceritakan usahanya yang bangkrut. Selanjutnya, karena stress, ia curhat kepada Odoy, teman saya juga.
Nah ternyata si Odoy ini juga lagi stress, gara-gara usahanya di Mal Cempaka Mas hampir bangkrut. Dua orang stress ini lalu mulai mengeluh tentang dada yang sesak karena hutang terlalu banyak. Dan lalu dua orang Cilincing ini mulai berpikiran untuk bunuh diri.
Di akhir surat, ia pamit dengan berkata bahwa ia tengah menggunakan fasilitas warga untuk memakai internet. Dan ia tidak enak memakai fasilitas umum demi kepentingannya pribadi. Lalu mendoakan jabang bayi saya agar lahir dengan selamat.
Lalu bertanya lagi, bagaimana cara bunuh diri yang paling baik?
Bagaimana reaksi saya membaca surat itu?
Saya bengong di depan monitor. Dalam hati, saya mikir “Ini bocah-bocah… Udah pada tua, kelakuannya masih aja belaga gila. Pake acara mau bunuh diri segala. Udah gitu, masih kepikiran make internet nyolong dari hotspot itu dosa”
Sebagai teman yang baik… Lalu saya mulai menulis panduan bunuh diri yang baik dan benar di surat balasan kepada Rojak. Ini balasannya;
PANDUAN BUNUH DIRI (yang baik dan benar)
1. Kalau bukan selebriti, jangan bunuh diri cepat-cepat.
Jadilah selebriti lebih dahulu. Agar kematian kamu dikenang oleh publik sebagai sebuah tragedi bersejarah. Misalnya: Kurt Cobain hingga Hitler atau Cleopatra hingga Marlyn Monroe. Kalau bukan seleb, jangan bunuh diri. Sebab nama kamu nggak bakalan masuk ke wikipedia.
2. Bunuh diri sendirian hanyalah akan menjadi noktah dalam statistik makalah mahasiswa filsafat atau kedokteran.
Maka itu, agar sukses, sebelum bunuh diri buatlah sebuah sekte. Isinya orang-orang yang senasib sepenanggungan. Jadikan diri kamu nabi mereka. Kalau mereka percaya kamu nabi, utusan tuhan, atau manusia suci… Barulah ajak mereka kedalam teori kamu akan ‘pembebasan jiwa dari raga’. Kalau kamu tidak punya pengikut, ngapain bunuh diri? Rugi.
3. Sebelum bunuh diri, bilang pada orang-orang kamu mau ‘meninggalkan dunia untuk selama-lamanya secara sengaja’.
Nah dari sana, kamu bisa lihat, orang yang peduli dengan kamu. Biasanya, ada yang nangis, ada yang meratap-ratap, dan pasti ada pula yang melarang-larang. Semakin banyak yang meratap, menangis dan melarang, semakin hebat lah kamu. Nah, kalau tidak ada yang menangis, meratap dan melarang… JANGAN BUNUH DIRI.
Ingat, kalau tidak ada yang peduli kamu mati atau hidup, JANGAN BUNUH DIRI. Sebab aksi kamu sia-sia belaka.
Belajarlah dari blogger yang membunuh blognya dengan sengaja. Apakah ia menjadi tenar? Atau malah hanya jadi angin selintas belaka? Sebab jadi blogger itu enak. Ngaku-ngaku saja pada publik bahwa ia akan membunuh blognya, pasti banyak yang akan komentar serius. Kalau sudah mengaku akan bunuh diri, tapi tidak dapat hits atau komentar, JANGAN BUNUH DIRI!
4. Jadilah fasis sebelum bunuh diri.
Kalau kamu berniat mau bunuh diri. Kamu pasti bukan fasis. Sebab hitler itu walaupun fasis, bunuh diri bukan gara-gara kepingin, tapi gara-gara Nazi Jerman sudah kalah dari sekutu.
Sebab walaupun sangat amat layak bunuh diri, fasis itu biasanya ogah mati. Malah berniat hidup selama-lamanya, agar bisa menindas manusia lain lebih lama.
Nah, kalau kamu banyak hutang, putus cinta ditinggal kekasih, terlibat masalah pelik, jangan bunuh diri. Sebab kalau banyak hutang, bilang saja kepada pemberi hutang, kamu nggak bisa bayar. Lalu cari solusinya bersama. Kalau patah hati, belajarlah menunggu. Tunggu tiga bulan lagi, pasti ada perubahan. Kalau terlibat masalah pelik, cobalah berenang. Berenang itu baik untuk menyelesaikan masalah. Tidak percaya? Jangan bunuh diri, belajar lah berenang dahulu.
5. Pakailah cara yang tidak konvensional.
Sebab kalau cuma gantung diri, minum obat nyamuk, nyilet nadi… Itu mah biasa. Dan sekali lagi, yang biasa itu tidak menimbulkan reaksi apa-apa. Ngapain kamu bunuh diri kalau tidak menimbulkan reaksi? Maka itu pergunakanlah cara yang tidak biasa.
Contoh; Jadilah orang kaya, pemilik perusahaan terkenal merangkap menteri, lalu buat perusahaan kamu ngebor tanah dan menimbulkan lumpur yang luar biasa tak terkira, bau dan panas. Nah, ketika kamu tahu, bahwa kamu sudah mencederai begitu banyak umat manusia dan harus bertanggung-jawab sementara kamu tidak tahu jawabnya, terjunlah ke lautan lumpur. Kematian kamu pasti akan membuat anak buah kamu serta merta membereskan lumpur itu cepat-cepat. Sebab mereka tidak mau atasan kamu, keluarga kamu hingga selir-selir kamu melakukan hal yang sama. (*maap, contoh ini sebenarnya kurang tepat. Tapi saya nggak punya contoh lagi euy*)
Sambil cengar-cengir saya sudahi surat pada Rojak. Saya tulis salam penutup dibawahnya, ‘p.s: Semoga Sukses’
Sebelum memencet tombol ‘Kirim’, tiba-tiba saya lihat si Rojak online. Kami chat. Ini chatnya;
+ “Rip, pakabar luh”
- “Sehat gua”
+ “Pusing gua nih. Mao mati aja rasanya”
- “Iya, gua tau”
+ “Trus gimana dong”
- “Bentar, jangan mati dulu… Gua kirimin email dulu”
Lalu saya kirim email pada Rojak. Agak lama ia tidak membalas chat. Sampai 10 menit kemudian, ia melanjutkan;
+ “Tae luh, ngasih nasehat kayak ginian”
- “Yaelah, lo kan nanya gimana cara bunuh diri”
+ “Ahh bokis banget email luh” (*bokis = bohong*)
- “Emang lo kenapa sih sebenernya?”
+ “Usaha gue gulung kasur nih. Udah lebih parah daripada gulung tiker”
- “Emang napa?”
+ “Kaga laku men”
- “Itu kan biasa. Namanya juga dagang, ada untung ada rugi”
+ “Bukan cuma itu aja men. Semua warung di kampung kita, udah ampir bangkrut”
- “Lah, kok bisa?”
+ “Udah kaga ada lagi yang belanja? Orang-orang pada susah semuanya”
Saya bengong. Bingung mau jawab apa.
Tadinya, saya mau menyarankan agar Rojak berdagang tuhan. Bukankah sebentar lagi kampanya pemilu? Dan berdagang tuhan, pasti laku.
Sepanjang sejarah pemilihan umum di Indonesia, hampir semua partai memperdagangkan tuhan demi mendapatkan pemilih. Di depan orang Jawa, daganglah tuhan orang Jawa. Di depan orang Kalimantan, daganglah tuhan orang Kalimantan. Di depan keturunan Arab, daganglah tuhan Arab. Begitu seterusnya.
Tuhan adalah dagangan yang laku menjelang pemilu. Mulai dari pemilihan lurah versi kampung hingga presiden.
Butuhkah Indonesia YouTube agar kandidat bisa berkampanye dan menjawab pertanyaan rakyat? Tidak! Sebab rakyat Indonesia butuh tuhan.
Sebab tuhan adalah kalimat yang akrab di hati rakyat Indonesia. Dan karena akrabnya, seperti televisi pada kamar tidur kita, ia menjadi milik siapa saja.
Maka itu, dagang tuhan, pasti laku.
Tapi, bukankah berdagang tuhan jauh lebih nista daripada bunuh diri?
Layar monitor memperlihatkan sebaris kata dari Rojak
+ “Rip… Rip… Kemana lo, kok bengong aja?”
Saya tidak mampu menjawab. Hanya diam termangu menatap kursor yang berkedap-kedip.
Bunuh diri itu keji, namun menyuruh Rojak untuk berdagang tuhan demi lari dari himpitan hidup yang sementara ini… Sungguh jauh lebih keji.
Dan membiarkan para calon pemimpin kita, memperdagangkan tuhan demi kepentingan pribadi mereka? Demi kekuasaan yang cuma secuil itu? Bukankah hanya membuat kita sama kejinya seperti mereka?
(*p.s: Rojak nggak jadi bunuh diri. Dia memilih berenang di Pantai Marunda. Deket rumah si Pitung. Pulang berenang, bukannya bunuh diri, malahan mancing bareng si Odoy, si Amat dan adek saya, Si Gugun*)
Januari 28, 2008 at 2:14 am
ini satir!
kira-kira panduan ini akan diikuti para blogger yang mau bunuh diri ga ya?
ah..bunuh diri itu khan dosa…
Tergantung sih Cik. Mau diikutin atau tidak. Hehehe
Januari 28, 2008 at 2:17 am
Akhh Bang Aip, ternyata berat dan berliku untuk sekedar mati. Mati juga harus bernilai dan berkesan ternyata.
Bukan mati yang jadi nilai, melainkan mati sebagai apa lah yang jadi kesan.
Januari 28, 2008 at 2:29 am
Walah,…
ternyata emang ribet, kalok mau mbunuh diri ala bang Aip.
Jadi mikir, paling ndak jadi seleb Blog doloo ya baaaaang,…..
***kabourrrr…..***
Januari 28, 2008 at 2:31 am
kira-kira apa ya yang ada di pikiran orang yang bunuh diri setelah dia menusuk dirinya dengan pisau dan menunggu kedatangan malaikat maut?
Januari 28, 2008 at 2:42 am
Hahahahhaha…
untung saya doyan renang..
jadinya nggak ada kepikiran untuk bunuh diri deh…
amiinnn
Januari 28, 2008 at 3:06 am
@ Iway, mungkin dia menyesal keburu bunuh diri, tidak sempat baca blog bang aip atau blogwalking nyari tips bunuh diri yang enak dan tidak menyakitkan
Januari 28, 2008 at 3:11 am
hihihii… nyengir duang ah.
btw, kapan balik ke cilincing bang?
kl balik kabarin yah
pengen denger langsung bangaip ngocol kayak gini.
tenang, tak siapin perut biar siap dikocok
kekekkeke
*yang kagum ama ocolan bangaip tapi tetep dan selalu cerdas :p
Insya Allah, dapet rejeki, saya pulkam deh Mas Edo. Nanti kita semua kopdar rame-rame. Hehehe
Januari 28, 2008 at 5:55 am
hahahaha….dasar si abang..onok onok waelah!!
Januari 28, 2008 at 7:12 am
ada minat untuk menjadikannya sebagai e-book kang?
iya mungkin nanti, berbarengan dengan terbitnya buku konvensional
Januari 28, 2008 at 7:33 am
klo pengin bunuh diri.. baca lah blog ini
niscaya anda tidak akan pengin bunuh diri.. karena penasaran akan tulisan2 berikutnya
Januari 28, 2008 at 8:29 am
Alah, Rojak itu nggak konsisten.
Lha, bunuh diri ‘kan sudah biasa. Apalagi tren macam ini sudah diberlakukan oleh sebagian sekte penganut WordPress.
Januari 28, 2008 at 10:18 am
Ada yang dagang Tuhan, laku keras. Ada yang dagang Hantu, sekarang sudah enggak laku
Januari 28, 2008 at 11:04 am
Bang, ini bukan berarti abang kepingin membunuh blog ini bukan?
Nggak ahh Rid. Blog saya ini bagaikan fasis, masih terus mau hidup walapun banyak yang protes.
Januari 28, 2008 at 12:48 pm
Belum mau pulang ke alam baka nih, pa lagi bunuh diri soalnya belum kopdar sama jabotabek, bandung, jogja dan bang Aip.
Januari 28, 2008 at 4:52 pm
emang “bunuh diri” itu enak ya bang?
*simpen guidelines dari bang aip*
Wah saya belum pernah nyoba, Mas.
Januari 28, 2008 at 6:46 pm
Kurang satu BangAip :
Eh, saya juga pernah terpikir untuk bunuh blog sendiri. Tapi saya belum menemukan cara yg elegan dan spektakuler utk bunuh blog sendiri. Jadi mending dibiarkan hidup saja, kan nggak ngerepotin orang-orang. Cuma si Matt yang terkuras 3GB space-nya….
Makasih atas tambahannya, Om Fertob. BTW, semoga cepat sembuh yaa
Januari 28, 2008 at 11:29 pm
dagang bloger kayak abang gimana..feee marketing 10 persen ya…
Januari 29, 2008 at 2:26 am
Huahahahaha
Ceritanya kirain menakutkan.. eh ternyata jadi lucu ya 

Btw thanks udah berbagi ketawa …
Sama-sama terimakasih, sudah mampir.
Januari 29, 2008 at 3:46 am
wakakakak
parah banget nih bikinnya
tapi berguna juga seh buat orang yg mau bunuh diri secara “Sengaja”
Januari 29, 2008 at 4:12 am
Ah emang gile nih ceritanya…ngaduk-2 emosi, alur ceritanya belok kiri kanan, susah ditebak… Salut buat Bang Aip. Salam Bang, dari ane, nyang tinggal di Cawang !
Salam juga, bro. Mampir-mampir euyy.
Januari 29, 2008 at 4:17 am
untunglah rojak gak jadi bunuh diri walopun sudah dapat panduan lengkap
Januari 29, 2008 at 4:33 am
Ya Allah, ampunilah dosa blogger yang telah mengajarkan cara bunuh diri ini…
Januari 29, 2008 at 4:44 am
hehehe…jadi inget pertanyaan tukang di proyekan ibu sayah…
dia nanya gini sama saya ‘neng, ari pemilihan presiden teh 5 tahun sakali jiga pemilihan lurah?’
(pemilihan presiden itu 5 taun sekali seperti pemilihan lurah?)
huahahahaha…
mungkin emang di desa-desa yang lebih kerasa pemilihan lurah ya.. daripada pemilihan presiden :p
Januari 29, 2008 at 4:59 am
orang mau bunuh diri aja pake nanya caranya. kelaman langsung aja bunuh diri kalau emang niat, he………
Januari 29, 2008 at 5:17 am
napa si rojak ga diajak nonton debat capres amrik aja, bang?
Wah, nanti saya bakalan mengungkapkan kebusukan speedy dong. Jangan ahh, Mas Hedi. Saya ga tega. Hahaha
Januari 29, 2008 at 5:21 am
Haha… dari kampanye di Amerika nyambung ke bunuh diri nyambung lagi ke pemilu di Indonesia.
Mantap…
Januari 29, 2008 at 6:31 am
bunuh diri rame-rame yuuuk….
tapi sebelumnya harus ngundang presiden dan wapres dulu trus pake baju putih2 bertaburkan berlian kaya di tipi kemaren itu loooh (maksud gue ya nikah dulu) masa lum tau barang enak dah mati duluan……….rugi kaleee!!
Januari 29, 2008 at 8:29 am
dosa wey bunuh diri mudah mudahan si odoy task bunuh kencing berdiri
Januari 29, 2008 at 9:38 am
materialis banget,
knapa salah satu panduannya gak disiapin jawaban buat malaikat nanti di alam barzakh?
kalau gw, ngasih jawaban cukup 1:
“Bunuh diri itu dosa besar, kamu akan kekal disiksa dineraka selamanya. gak percaya? silahkan coba….”
heheehehe, yakin dah dia gak bakalan berani coba2 bunuh diri
Januari 29, 2008 at 10:05 am
ahahaha…. artinya kalo bunuh diri dengan cara biasa-biasa aja, sia-sia ya bang
Januari 29, 2008 at 10:41 am
@ mu7ahidden
Jaman sekarang malah ada orang yang gak takut ama neraka dan siksaannya loh Mas… Kalo udah begini kita mau ngasih nasihat apa lagi ayo??
Januari 29, 2008 at 11:03 am
menurut primbon:
“Bunuh diri itu harus dengan jalan yang halal, terpuji, terpandang, dan sehat”
Pepatah mengatakan:
“Janganlah kamu bunuh diri jika memang belum mampu melakukannya”
Menurut survei:
“Bunuh diri paling nyaman dilakukan ketika Anda sedang tertidur lelap”
Mbah Marijan:
“Haram hukumnya mas, mem-bunuh(blog sen)diri”
Januari 29, 2008 at 12:09 pm
Wah…
Rupanya email berisi nasehat itu berhasil. Kapan2 kalau ada temen mau bunuh diri langsung saja aku forward email dari Bang Arif.
Salam.
Januari 29, 2008 at 12:55 pm
panduannya lucu juga…
berdoa aja selalu dan berusaha pasti niat bunuh diri itu ngak ada
Januari 29, 2008 at 3:52 pm
hmmmmm………..
aku cuman geleng2 kepala aja…….
hehehehehe
geleng-geleng kepala, sambil nenteng botol aqua, di diskotik mangga besar. Wah, banyak tuh artinya.
Januari 29, 2008 at 4:16 pm
saya juga pernah nulis, bang. bunuh dirilah kalo memang dengan kebunuh-dirian kita itu kita bakal menyenangkan banyak pihak, dan bakal membawa kemaslahatan pada ummat
Hahaha, bisa aja kamu Joe. BTW, kalo Zaskia minta kamu bunuh diri agar ia bisa bahagia, gimana Joe?
Januari 29, 2008 at 5:33 pm
NYAWA HANYA SATU
DAN NGGAK BISA BALIK LAGI
KALO MAU MATI
MATILAH DI MEDAN JIHAD DAN PEPERANGAN
MELAWAN ORANG2 KAFIR
INSYA ALLOH MATINYA AKAN BERMAKNA
KALAU BUNUH DIRI, WAH NERAKALAH ITU
http://subkioke.wordpress.com
Januari 30, 2008 at 4:37 am
panduan yang baik dan menyentuh
Januari 30, 2008 at 4:45 am
panduan yang semoga dapat “bermanfaat”
Januari 30, 2008 at 4:55 am
yah
muga2 aja ada yang ngikutin biar dapat pahala
yah, itu kan bagi yang percaya. Bagi yang tidak bagaimana?
Januari 30, 2008 at 5:27 am
Ampyuuunnn…. aku kira apaan
Baidewei, salam kenal, ya
Salam kenal juga. Terimakasih sudah mampir yaa
Januari 30, 2008 at 6:00 am
segera kirim ke DPR buat disahkan menjadi UU
satu lagi… klo mo bunuh diri… maka ajaklah para pemain sinetron yg selalu mengajarkan cara bunuh diri yg baik dan benar
Pemaen sinetron yang mana?
Januari 30, 2008 at 7:54 am
weleh-weleh… isi tulisan yang deket2 ke akhir itu lho
menarik, justru berdagang tuhan itu lebih nista daripada bunuh diri… keren…
two thumbs up!!
Januari 30, 2008 at 2:44 pm
Ya oloh bang aip.. tipsnya oke juga tuh bang.. coba ntar kalo ada temen sayah yg bilang “tiw, gw mo mati aja.. gw udah..” Et, ntar dulu.. sebelom lo modar, baca dulu we we we dot arifkurniawan dot wotpres dot kom!! Kalo udah kelar baru curhat lagi ama guah, okeh?
PS: selalu seneng dengan bangaip yg selalu ringan tangan ngebantu orang2 yg “kesusahan”.. hehehe.. cheers bang!!
Hahhaa… tips ini mah nggak ada apa-apanya dibandingkan ‘tips informatif edukatif jembutatif‘ ala kamu, Tiw. Hahaha.
Januari 31, 2008 at 12:12 pm
ha.. ha.. ha..
ada yang mau nyimpan artikel neh? siapa tau suatu saat bisa jadi bahan reperensi…
Februari 1, 2008 at 11:12 am
gila, gila, ‘ancur’ banget dah!! xp
panduan kyk gini bs laku mas kalo dibukuin (dijadiin buku red.)…
salam kenal..
*dt yg gi blogwalkin ni..*
Salam kenal juga, Dita. Terimakasih sudah mampir yaa
Februari 3, 2008 at 11:27 am
Simpen aaaah panduannya ….
Salam kenal Bang. Salam kumpak juga buat Rojak ..
Salam kenal juga, Indie.
Februari 4, 2008 at 3:12 pm
Gyahahahahah!! emang bang aip baca?!! haks.. mo nangis.. aku jadi malu dan ingin bunuh diri.. tapi sebelumnya baca dulu tips panduan bunuh diri inih.. Ehe..
Saya baca semua tulisan kamu Tiw. Dan semua blogger yang pernah komen di blog ini. Wong setiap komen, saya masukkan ke RSS sebagai bukti penghormatan saya pada komentator. Jadi, jangan takut menulis. Sebab pasti saya akan baca.
Februari 5, 2008 at 11:29 am
Abang seharusnya tersinggung, Bang. Udah dengan niat bikinin panduan buat Rojak, eh malah dia ga jadi bunuh diri.
Jadi calon2 kendidat pemilu nanti mending bunuh diri aja, Bang? daripada mereka dagang Tuhan.
Soalnya yg mereka punya tinggal Tuhan aja. Visi, Misi, dan kemampuan mereka sulit dijual soalnya otak rakyat Indonesia sulit nerima yg susah2. Makan aja susah, Bang.
Hahaha. Bisa aja kamu, Hanna.
Februari 5, 2008 at 2:39 pm
Anu, Bang. Huruf ‘N’ nya cuma satu.
abis ini komen yg ini diapus aja, Bang.
Februari 21, 2008 at 4:54 pm
monyet nyampah doank loe jadi orang….
ngomongin sesuatu yang gak jelas
loe tuh bikin artikel gak ada manfaatnya tau gak..?
Terimakasih atas kedatangannya dan komentarnya.
Semoga bisa memberikan pelajaran untuk kita semua.
Mei 3, 2008 at 2:22 pm
setiap artikel (hampir semua) yang ada di blog ini sangat saya sukai, mulai dari gaya bahasa sampai dengan inti ceritanya. Saudara sangat kreatif, blog ini merupakan salah satu tempat saya mencari insipirasi atau sekedar melepas jenuh
Juni 5, 2008 at 1:46 am
wah keren boz…
Juli 2, 2008 at 6:21 am
wah ku mau bunuh diri jadi ga jadi, ikutin saran mas aja dulu.jadi orang kaya and terkenal dulu….hehehehe…..
sapa tau ga jadi bunuh diri????
ngomongin pemilihan presiden???harusnya salah satu syarat utk jd presiden mreka hrus pernh ngerasain mati aja dulu jd tau gmn rasanya di neraka klo bikin rakyat susah
hehehehe….
salam kenal mas
fajar
September 17, 2008 at 8:35 am
Bang, pernahkah abang mengalami masalah smapai depresii..?
nasehat abang memang bagus tp ga berlaku bagi orang yang benar2 berniat bunuh diri.
Oktober 11, 2008 at 5:11 pm
[...] yang merasakan kesulitan hidup, dari ingin menggaet pacar sampai ditinggal selingkuh sampai ingin bunuh diri, menjadi saksi sejarah, menghadapi intoleransi, bergaul dengan kalangan [...]
Oktober 30, 2008 at 2:42 pm
numpang pipis baaaang
Nopember 9, 2008 at 6:55 pm
Ingin bunuh diri? Anda butuh Terapi? Ikutan aja Program Islam Therapy
Islam Therapy berdakwah melalui ilmu kesehatan, entepreneurship, dan IPTEK. Silahkan Download Gratis Ebook Islam Therapy, Program Komprehensif Internasional Untuk Menanggulangi Masalah Penyalahgunaan Narkoba, HIV/AIDS, dan Gangguan Jiwa berbasis Ajaran Islam Edisi Satu Abad Kebangkitan Nasional di :
http://www.scribd.com/doc/7540330/EBOOK-ISLAM-THERAPY
Nopember 21, 2008 at 5:38 pm
jadi mikir 2 kali nih sebenarnya nya emang sih ada niatan mau bunuh diri malam ini, sempat binggung aja nentuinnya apakah hit by the truck or train, shot by the gun, hang myself aduhn apalagi ya
Nopember 28, 2008 at 4:35 am
Bunuh diri ???? jangan ah, banyak ingat kepada Allah merupakan jalan yang terbai dalam menyikapi tren bunuh diri yang sangat tercela itu. Lebiha baik bunuh koroptur aja dari pada bunuh diri he he he he . Eh goyon ya ibrahimtijanigrogot@yahoo.co.id
Desember 11, 2008 at 3:42 pm
wohoho………
Ngemeng” mau ga bunuh diri bareng Lien, coz d’akhirat ge diskon besar2an….malahan tiket masuk neraka naa GRATIS!!!!
Januari 27, 2009 at 10:51 am
sebelum sy baca tulisan abang symau nekad buh dir.,tp setelahmembaca setan yang ada dikepalaku lari kencang.tks a tulisannya salam u keluarga
Maret 23, 2009 at 3:45 pm
Mm…yang bunuh diri, bisa hubungi saya. Kebetulan lum perah nembak orang. Kalau ada sukarelawan kan lumayan…
Mei 9, 2009 at 2:59 am
Gw jg sempat pngen suicide coz hati gw hampa, waktu kecil ga dapat kasih sayang coz sodara gw banyak, n bokapnyokap sakit2an n cpt d panggil. Udah nikah dpt misoa x cinta bukan kebutuhanx, dan kk gw x slalu manfaatin gw karna anakx bnyk dan suamix bajingan bisax bikin anak banyak tp abis itu d tinggalin, ga pernah tanggung jawab .jd x gw ma suami x kepontang panting ngurusin. Kadang saking kaga bahagiax gw , ingin lenyap aja dr muka bumi ini. Hik,..where is the love?
Mei 9, 2009 at 6:54 am
NGOMONG DOANG SICH GAMPANG, GW JUGA BISAAAAA !!!!!!!!!!!!!!!
Mei 9, 2009 at 6:57 am
BUNUH DIRI TU ENAK,BANYAK KEUNTUNGANNYA :
BISA LIAT SURGA
BISA KETEMU BIDADARI
BEBAS DARI MASALAH KEDUNIAWIAN
BISA NAKUT2IN (JADI HANTU)
Mei 11, 2009 at 6:57 am
udah gwe praktekin
Mei 11, 2009 at 7:46 am
ternyata bunuh diri sulit ya, jadi berfikir fikir
Mei 27, 2009 at 4:01 pm
kadang2 juga kalo lagi ada masalah yang menimpa saya juga,,, saya juga kadang2 berandai-andai buat mati aja…..
Juni 1, 2009 at 10:56 am
EH….
Nanya sebenerx ini tuh situs panduan bunuh diri atau panduan alasan gak bunuh diri ,
soalx yang gue baca semuanya ngelarang gue bunuh diri.
padahal tadinya gue mau bunuh diri, tapi ketawa sendiri waktu baca penduan looo…..
thanks yach..
good luck, moga2 makin byk yang baca blog lo.!
Juni 2, 2009 at 4:12 pm
Yah.. Kasih panduan aja setengah hati. Gw py tips2 jitu bunuh diri membuat mati menjadi tidak berasa. Cobain deh..
Juni 6, 2009 at 4:03 pm
kalau pingin jadi sate di neraka ya lakuin