Gatal berdasarkan Kamus Umum Bahasa Indonesia Dalam Jaringan amat menarik sekali artinya.
Gatal, menurut kamus itu adalah:
1. Berasa sangat geli yg merangsang pada kulit tubuh.
Contoh kalimat: Kepalaku gatal benar karena banyak ketombe.
2. Mendatangkan perasaan gatal.
Contoh kalimat: Ulat bulu itu gatal bila disentuh.
3. Suka atau ingin bersetubuh (terutama perempuan).
Contoh kalimat: Ia dicaci maki, dikatakan perempuan gatal.
4. Ingin sekali hendak berbuat sesuatu (memukul dan sebagainya).
Contoh kalimat: Tangannya gatal, hendak meninju kawannya.
Entah kenapa saya tiba-tiba tangan saya gatal lalu menulis gatal dalam mesin pencari di internet. Entahlah. Padahal saya sedang mencari data mengenai peta perpolitikan RI di mata blogger Indonesia.
Loh kenapa? Apa pasalnya saya mencari blogger yang paham politik? Apa hubungannya dengan gatal? Jangan-jangan saya masuk dalam kategori blogger gatal?
Simpel saja jawabnya. Sebentar lagi pemilu. Saya butuh mereka. Butuh orang yang mumpuni. Punya ilmu terawangan dan kanuragan. Ahli dibidangnya. Saya butuh blogger yang mengerti politik. Dalam artian, mengerti topik pemilihan umum dan calon-calon pemimpin negara yang akan muncul nanti.
Saya butuh blogger yang ahli politik. Agar dapat membaca nujum beliau mengenai pemimpin apa yang layak dipilih. Agar tidak sembarang pilih. Salah pilih, bubar berantakan republik yang saya cintai ini.
Dan selayaknya blogger lainnya, ia bebas merdeka. Tidak di ikat jargon-jargon partai. Tidak dicucuk hidungnya oleh janji-janji manis surgawi bakal calon pemimpin.
Saya hanya mencari blogger yang paham politik. Ingat, saya tidak mencari blogger yang berpolitik. Yang ketika berseteru dengan orang yang tidak disukainya, langsung menggalang petisi anti. Saya tidak anti blogger yang berpolitik. Itu urusan mereka. Urusan saya, hanya satu, mencari blogger yang menulis blog politik Indonesia.
Adakah blogger itu?
Setelah lihat-lihat kiri kanan. Tengak-tengok atas bawah. Sedikit loncat-loncat mengintip lewat pagar tetangga. Saya hanya menemukan beberapa blog saja. Itu pun tidak mengkhususkan diri pada politik. Andai bicara politik, maka konteksnya biasanya seputar berita terkini seperti blog Bung Wimar Witoelar.
Selain itu, peta perpolitikan Indonesia, andaipun ada, maka isinya berisikan informasi partai-partai di Indonesia. Seperti partai dot info.
Dulu, ada blog pemilu 2004. Pembuatnya Enda Nasution, kalau tidak salah (kalau salah, maaf, hehe). Tagnya “Yang Kita Tahu, Kita Lihat dan Kita Rasa. Di-update (hampir) Setiap Hari”. Dan hebatnya, walaupun pemilu 2004 sudah habis, masih saja di-update. Update terakhir adalah 7 Maret 2005. Isunya, meminta penghapusan fiskal.
Sayang sekali, blog tersebut mati suri. Padahal hasil pemilu bukanlah hanya foto seorang presiden dan kumis wakilnya yang kita pajang pada pigura lalu ditempelkan di kantor kelurahan. Melainkan adalah hasil jangka waktu rentang lima tahun para pemegang tampuk jabatan.
Pemilu 2004 telah habis. Yang tersisa hanyalah celana pendek anak-anak yang dijahit dari bendera partai. Lalu, kemana janji-janji perbaikan bangsa yang bagaikan derasnya hujan bulan desember? Apakah begitu saja menghilang di udara?
Maka itu, saya butuh blog yang mengerti politik di Indonesia. Yang netral. Yang punya jiwa untuk memberi informasi bagi kemaslahatan warga RI. Agar nanti, pada pemilihan umum 2009, tidak salah pilih dan sial-sial hanya dapat kotoran kucing dalam karung saja.
Yang jadi masalah. Siapa yang mau menulis khusus mengenai politik RI?
Sejak masa Kartanegara, politik negeri ini begitu tragis. Andaikata pendapat ini dibilang hiperbolis, tentu saja tidak ada legenda Empu Bharada yang menuang air kendi dari angkasa hingga membentuk sungai untuk membelah pulau Jawa, agar tidak terjadi perang saudara. Andaipun masih dibilang hiperbolis, tentu saja pada tahun 1966 sungai di Madiun tidak berubah menjadi merah diganti darah.
Maka, menulis peta perpolitikan negeri ini, ibarat mencatat tangis anak bangsa. Yang setiap hari dibohongi dan dihujani mimpi oleh para penguasa.
Yang jadi masalah, tetap saja, siapa yang mau menuliskan blog khusus politik RI? Siapa yang mau mencatat semua janji dan lalu mengingatkan para pemberi janji agar menepati hutang-hutang janji mereka? Blogger? Pewarta media konvensional? Pengurus partai? Atau boleh siapa saja?
Ahh saya terlalu banyak bertanya.
Nampaknya, saya harus menambah perbendaharaan contoh kalimat kata ‘gatal’ dalam kamus bahasa saya pribadi. Diantara lain adalah: “Blogger gatal adalah blogger yang karena papan ketiknya gatal, ia memijit-mijit tombol yang lalu membuat blognya gatal, tulisannya gatal”
Hehehe.
*Oh ya, satu lagi… Kenapa yaa ‘gatal’ dalam melakukan persetubuhan lebih sering ditujukan pada perempuan?*
Februari 26, 2008 at 6:19 pm
Ah itu omongannya orang indonesia saja. padahal semua orang suka nikmatnya digarukin/dielus-elus. Cowokku suka sebelum tidur digarukin. Anakku kalo nangis bisa diam kalo punggungnya digarukin. Aku sendiri suka kalo ada yang ngarukin kakiku…he…he…he…
—-
Iya, itu memang omongannya orang Indonesia. Saya dapatnya dari Kamus Bahasa Indonesia Dalam Jaringan.
Februari 26, 2008 at 6:30 pm
saya tau bang!
karena punya cewe bisa digaruk garuk…
huahaha… :p
Februari 26, 2008 at 6:31 pm
eh, maap, terlalu antusias, jadi gag nyambung komennya ama tulisannya.
untuk pemilu depan, saya sampai saat ini masih belum tahu, akan ada siapa lagi calon2nya. kalo masih itu lagi itu lagi, yaaah.. pindah warga negara aja daaah… hihihi…
—-
Hati-hati dats, terlalu antusias, nanti dituduh seksis. Hahaha.
Tapi moga-moga saja ada perbaikan yaa Dats. Amerika yang ajaib itu saja berhak punya calon seperti Hillary dan Obama yang mumpuni. Masak kita tidak yaa?
Februari 26, 2008 at 6:44 pm
well, pemilu di depan mata ya..
bakalan penuh dgn psoting kampanye dan anti kampanye nih di botd.. tp sblm pemilu raya, pILGUB jateng dlu nih tgl 22 Jun
—-
Saya tunggu postingannya anda.
Februari 26, 2008 at 8:49 pm
Sumpah bukan saya, bang. Saya nggak minat dan berbakat jadi ahli politik. Kalau cuma ngompor-ngomporin dikit waktu kampanye, saya bisa banget, bang. Tapi itu kan nggak bisa dibilang ahli politik.
Nah, ini dia yang susah. Ternyata kata “gatal” juga bisa mengenal jenis kelamin. Idiom-idiom yang sering dipakai untuk jenis kelamin tertentu akhirnya memang masuk kamus bahasa. Padahal maknanya sudah konotatif.
Saya juga bukan ahli bahasa, bang. Mungkin bisa nanya Pak JS Badudu ?
—-
Pak JS Badudu sudah ngeblog Om Fertob?
Padahal tulisan beliau bagus-bagus loh. Sayang yaa, karena masalah geografis, kaum-kaum terbuang nan jauh di mato macam saya ini susah mengakses tulisan beliau.
Februari 26, 2008 at 11:28 pm
Gimana kalau bang Aip aja yg jadi sukarelawan mulai saat ini. Jadi penyimpan data, janji2 alias utang parpol sama rakyat…setuju?
Rasanya Bang Aip tercipta utk itu!!!!!!!!(kabrur).
Mengenaii kalimat Gatal..ditujukan kpd wanita!!!!!!!!!!dalam persetubuhan????
Itu mah laki2 ajha yg lempar batu sembunyi tangan…memutar balikkan fakta dan sejarah.
he…he..he
—-
Tahu kalimat lagu, “Memang lidah tak bertulang, tak berbekas kata-kata….”
nah, lagu itu katanya dibuat memang sedianya khusus untuk laki-laki, Mbak Citra. Huehehe
Februari 27, 2008 at 12:28 am
kayanya berat deh bang bikin blog tentang politik…
satu hari kita nulisnya A… eh tiba2 udah berubah haluan jadi B…
jadi bingung…
perempuan gatal???
ah sapa bilang…
laki2 juga sering gatal koq…
bahkan lebih sering…
kebetulan aja waktu itu kamus besar bahasa indonesia di bikin, blom ada gigolo laki-laki (btw gigolo emang laki2 ye?? ahuwahuwah)
Februari 27, 2008 at 2:13 am
Gatal politik atau politik gatal ya bang?? tumben ne bicara politik terang-terangan. Biasanya bang aip nulis politik terselubung dengan cerita-cerita nakal seputar cilincing. Nah ini, straight to point
Atau bang Aip mau digaruk ya?? hwakakakak
.. ngomong soal garuk, jadi ingat penggarukan di bongkaran tanah abang. Ati-ati loh bang, kalo gatel politik ntar digaruk.
—-
Selama FPI, FBR dan konco-konconya belum digaruk, saya nggak khawatir bakal digaruk, Mas Eby. Huehehehe. Sombong banget saya nih. Huehehe. (maap)
Saya melihatnya sih dari dunia blog yang banyak dihuni kaum muda (*contohnya abege jadul macam saya ini, hehe*). Tingkat apatis dan kebenciannya terhadap pemerintah sedemikian tinggi. Maka itu, kalau ada cara untuk menjembatani antara kaum muda (yang paham sekali dunia internet) dengan perbaikan kualitas pemerintahan RI, kenapa tidak dicoba?
Saya pikir, sudah saatnya generasi muda RI suaranya didengar. Dan saya berharap mereka mampu mewujudkan keinginannya itu untuk didengar. Tanpa perlu embel-embel MTV atau industri lainnya mendompleng.
Kalau karena dengan ini saya ‘digaruk’. Yaa saya mah pasrah saja, Mas Eby. Hehehe.
(*maklum orang kampung, kebanyakan pasrah*)
Februari 27, 2008 at 2:40 am
Om coba liat link nyang neeh..mungkin masuk kategori politik? Umurnya belon lama, ada Faisal Basri juga, itung-itung mapping yak.
http://www.berpolitik.com/index.pl
Kalo Blogger kayanya massing jarang tuh.
Sekalian aja kompornya dipanasin Ip hehe. Gw dukung lah.
—-
Thanks Dri atas infonya.
Februari 27, 2008 at 2:49 am
saya juga bingung bang, apakah karena pada dasarnya perempuan yang ada dalam posisi subordinat sehingga kalau ada persetubuhan itu perempuan yang disalahkan.
—-
Ini yang menarik sebenarnya. Konsep lingga yoni sebenarnya juga salah satu dasar budaya yang terserap bangsa, dimana posisi perempuan (yoni) harus dibawah. Jadi lingga yoni, baik sebagai perwujudan kesuburan, jadinya malah memperlihatkan ‘keperkasaan’ pria.
Perempuan posisinya di nusantara kadang serba salah. Di satu daerah dianggap dewi, di daerah lain, yaa hanya pelengkap 3 UR. Dapur, sumur dan kasur.
Februari 27, 2008 at 3:45 am
*baca komen itikkecil*
*gubrak*
Posisi subordinat.
Keren banget istilahnya. *kasih jempol 10*
Nah, Bang. Apa perlu saya yang bikin? Saya ini mengerti politik
kampusIndonesia, Bang.*dihajar*
Ya kalo bikin blog politik itu takutnya ada tunggangan, Bang. Hari gini susah cari media yang tidak ditumpangi kepentingan golongan.
Kalo ada yang bikin blog politik yang harus dicek ulang. Sama kayak metode nyaring hadis, harus dirunut riwayat penulis dan latar belakangnya.
Perempuan gatal? Padahal statistik menunjukkan 68% yang kecentilan itu laki2, Bang.
—-
Hahaha, saya setuju, 68% kecentilan itu memang milik laki-laki. Hahaha
(*saya termasuk golongan lelaki centil yang suka menulis centil. Hahaha*)
Februari 27, 2008 at 4:03 am
makanya kalo gatal di garuk
tapi ntah kenapa saya tidak begitu tertarik untuk politik, setidaknya sampe hari ini
—-
Tidak apa-apa tidak tertarik politik. Yang penting ketika pemilu tidak apatis dan punya pendapat saja.
Februari 27, 2008 at 4:20 am
Politik itu gatal bang, beneran…
Bikin kita pengen garusk-garuk. Kalo garuknya wajar, nikmat… tapi kalo ngegaruknya kelewatan bisa jadi penyakit kulit…
Kalo ane ketemu wanita gatal, ane biasana saranin itu wanita buat secepat mungkin berendam di air belerang.
—-
Gimana kalo ketemunya di tempat yang jauh dari air belerang?
Tindakan apa yang harus dilakukan untuk meredam gatal?
Tentu tidak mungkin dilumuri cabe kan yaa? Nanti malah ‘gatal’ dan ‘panas’.
Hehehe
Februari 27, 2008 at 4:53 am
gatal ya bang aip, biasanya kalo gatal itu obatnya ya digaruk.
)
kalo gatal nya di kepala dan di tangan ya digaruk aja
kalo gatalnya berupa penyakit ya serahkan penggaruk nya pada obat
kalo tangannya gatal ingin memukul, ya tangannya digaruk saja. biasanya tangan yang begini ini tidak mempan kalo hanya digaruk pake tangan, mintanya pake kayu, kalo masih tidak terasa ya dipukul aja pake kayu
kalo perempuan gatal ya digaruk aja, gitu aja kok repot. (yang laki – laki juga kalo gatal kan sudah ada penggaruknya
Bangsa ini selalu saja dijanjiin terus dibohongin kemudian dijanjiin lagi setelah itu dibohongin kemudian dijanjiin lagi – lagi dibohongin.
Seharusnya partai bertanggung jawab atas janji para jagoannya, kalo jagoannya tidak bisa memenuhi janji2 nya maka partai bisa menurunkan dan mengganti yan lain, tapi tiu rasanya tidak mungkin.
Atau perlu dibuatkan badan khusus yang selalu mengingatkan akan janji janjinya ketika berkampanye
—-
Apa perlu yaa PP yang mengatur agar partai yang menyalahi janji tidak boleh ikut pemilu?
Tapi susah juga, namanya tukang boong mah, jubahnya apapun jua, tetap saja doyang ngeboong.
Februari 27, 2008 at 5:22 am
pria gatel..
hmm..
cocok juga
biasanya sih ‘anu’nya yg gatel.. nyari goa :p
—
Goa? …ehemm, ini idiom, peribahasa atau personifikasi kalimat?
Februari 27, 2008 at 5:58 am
Beberapa data terakhir tentang blog ini:
1. Empunya semakin rajin posting, entah karena terbangun setiap malam karena tuan putri mengidam mangga depok atau sebab lain masih belum jelas.
2. Judul posting semakin menjebak
3. Suka bertanya di setiap posting
Soal blog politik, kalau caping.wordpress itu masuk ga bang?
—-
Saya nggak bisa jawab pertanyaannya Mansup. Sebab data dan fakta soal caping sudah banyak, biarlah publik yang menilai.
Februari 27, 2008 at 6:50 am
blogger yang nulis tentang politik? setuju bang…
yah setidaknya karena sebentar lagi pemilu, “pembelajaran” politik ini saya rasa banyak yang membutuhkannya.
jadi ingat artikel di PR kemarin, yang membahas tentang pemilih pemula, yang ternyata belum banyak disentuh untuk mendapatkan “pendidikan” dasar politik. yah setidaknya mereka dapat gambaran lah biar ga terlalu apatis.
jadi… ayo siapa yang mu bikin blog seperti ini…? saya yang duluan baca deh…
salam kenal
—-
Terimakasih atas supportnya. Dan salam kenal juga.
Februari 27, 2008 at 7:13 am
wah…rasanya agak sulit bang. karena kalau bikin blog politik, pasti akan dipertanyakan siapa penulisnya, latar belakangnya apa, apakah dia bisa mempertanggungjawabkan semua tulisannya. sedangkan blogger sendiri rasanya lebih suka jika identitasnya diketahui setengah-setengah.
hhmm…soal perempuan gatal, mungkin karena lelaki lebih terkenal dengan cap buaya darat. jadi variasi aja..
*komen ngaco*
—-
Memang berat sih Chik. Tapi saya pikir, lebih berat lagi membiarkan calon pemilih sama sekali tidak mengetahui apa yang mereka pilih. Maka itu, bagi yang mengerti sedikit agenda pemimpin yang mau maju, sebaiknya yaa dipublikasikan. Jadi bisa dilacak, kalau sang pemimpin ini sebenar-benarnya pemimpin, atau malahan hanya sekedar tukang jual kecap lidah belaka.
Februari 27, 2008 at 7:48 am
Bang Aip pilihlah saya jadi presiden, karena saya akan:
- menguras habis kekayaan alam negeri kita
- menebang habis hutan kita
- berterima kasih kepada bencana alam yang mau saya kambing hitamkan atas ketidakmampuan saya
- membuat rakyat lapar
- memberangus kegiatan wajib belajar 12 tahun
Oke Bang? janji saya sedikit khan?
kembali ke topik gatal: #15-Golda: Jadi intinya gatel itu = anu vs goa ya?.. hah ha
—-
Saya milih Yang Ho untuk jadi pertapa sajalah di Sangatta. Kalau jadi presiden, waktu bermain dengan Cacha nya jadi kurang drastis duong. Hehehe
Februari 27, 2008 at 7:52 am
Lha, laki – laki kurang feminim untuk dirangkaikan dengan sebutan “Gatal berhubungan intim”.
————-
Politik Indonesia bisa dibuat mudah, soalnya cara mudahnya bisa jadi hanya “kembali modal”.
You know what I mean.
—-
Yeahh, I know what you mean. Actually, “kembali modal” is really mean way to keep RI politics being struggle. But yeah…, you know what I mean
Februari 27, 2008 at 11:19 am
Berhubung masih belum cukup umur, masih tidak dapat terlibat ke kancah politik.
**sambil gatal-gatal belum mandi dua hari**
—-
Umurnya berapa?
Ada batasan umur untuk bicara berkomentar soal politik?
Februari 27, 2008 at 11:27 am
mungkin ini termasuk blog yang gatal berpolitik?
gatal = mata kranjang (gatal suka larak-lirik cewek2 bahenol)
gatal = nabhsuwan (gatal ngeliyat janda kembang kampung sebelah yang semlohai)
gatal = esmossi tak tertahankan (gatal pengen nggampar)
—
Kalau karena tulisan sebagai sarana pembelajaran publik dalam PEMILU mendatang saya ini dibilang gatal berpolitik… yaa saya sih ikhlas saja, Mas. Sebagai komentator, anda berhak membuat opini. Dan saya amat menghargainya.
Februari 27, 2008 at 1:42 pm
komen non politik aja ya..
karena kl laki2 gatal adlh wajar..
—-
Whaha, karena yang bicara adalah ahli di bidangnya. Maka saya tidak berani membantah. Hehehe
Mas Dani, ngomong-ngomong, pernah dapet pasien yang gatal?
Februari 27, 2008 at 1:45 pm
salam gatal!
kalo saran saya mending bikin dulu kamus gatal…
baru nyari kamus politik..
soalnya bener juga kata bung erander…
gatal politik atau politik gatal…
—-
gatal politik dan politik gatal? hehe, kalimat yang menarik.
BTW, terimakasih atas sarannya.
Februari 27, 2008 at 1:46 pm
utk yg politik, dl kang kombor lumayan intens..
—-
Terimakasih atas infonya, Dok.
Februari 27, 2008 at 1:50 pm
Sayah siyap mbikin Blog Gatal bang…
Kalok politik, ndak lah….
—-
Hihi, blog gatal itu kategorinya apa yaa Mas Mbel? Hehehe
Februari 27, 2008 at 4:58 pm
politik ? saya adalah seorang anggota dari pertai politik. nama partainya : partai orang tidak berpartai..! keanggotaannya otomatis : artinya asal anda tidak tergabung dalam parpol yang ada, anda pasti anggota partai orang tidak berpartai. dan Anda dijamin pasti tidak akan jadi anggota DPR ditingkat apapun..
—-
Terimakasih atas kunjungannya
Februari 27, 2008 at 7:50 pm
@ Itik kecil :
Saya kok jadi inget dengan teori Erich Fromm tentang Mother Right. Tentang “pertempuran” antara laki-laki dan perempuan dlm mitologi kuno. Awalnya perempuan yang berkuasa, disebut sebagai Ibu Bumi (Mother Earth), tapi akhirnya takluk dalam kekuasaan laki-laki dlm pertempuran sejarah terkuno yg ada dlm konsep dan konteks masyarakat. Ini diambil dari kisah-kisah mitologi kuno yg biasanya menempatkan perempuan dlm posisi tinggi diatas laki-laki.
Dan akibat kekalahan itu, perempuan jadi subordinatnya laki-laki. Jadi semua sifat-sifat negatif dlm relasi laki-laki dan perempuan akhirnya selalu disematkan pada perempuan. Misalnya gatel, merangsang, porno, dll.
@ Hana :
Ehm, kok tiba-tiba jadi pengikut 68% ala KRMT RS ya ?
Itu kan hipotesis, Han. Dan hipotesis satu lagi (pembanding) bisa mengatakan kalau 68% yg kecentilan itu perempuan. Ayo dibuktikan…!!
@ Bangaip :
Sorry bang, jadi OOT.
—-
Ga OOT, Om Ferob. Makasih bantuin saya njawabin komen. Hehehe
Februari 28, 2008 at 3:18 am
Bang Aip, saya bukan ahli politik tetapi kadang-kadang gatal juga untuk menulis tentang politik. Coba teh tengokin http://www.suaraku.com. Kok ya kebetulan blog itu saya beri judul Bicara Politik. Sayangnya, blog itu memiliki masa dorman yang cukup panjang.
Kenapa bukan Eep saja yang Sampeyan temui. Eh, ini bukan Kang Eep yang diberi surat “to Adinoto dan Eep” loh. Yang saya maksud adalah Eep Saefullah Fatah. Kayaknya dia punya web ya?
—-
Terimakasih atas infonya, Kang Kombor. Terus berkarya yaa di suaraku.com.
Kang Eep dulu juga masih aktif mengupdate webnya. Sekarang agak jarang (kalau tidak bisa dibilang sudah tidak pernah lagi). Mungkin sibuk mengajar.
Februari 28, 2008 at 4:37 am
judul nya menjebak… saya terjebak…
err..klo blog nya pak juwono sama pak yusril itu ngomongin politik ngga tho ?
kenapa perempuan gatal ?
karena dalam “berhubungan” lebih sering perempuan yang digaruk
—-
Kalau Pak Juwono, iya, setahu saya bicara beberapa kebijakan yang beliau ambil. Kalau Pak Yusril, entahlah, beberapa orang mencatatnya sebagai blog bela diri.
Perempuan digaruk?
Menarik… Sebab setahu saya, yang digaruk itu orang miskin, bencong, joki 3 in 1, manusia tanpa KTP dan sederet nama susah lainnya.
Februari 28, 2008 at 5:16 am
[...] Tadinya saya belum berniat untuk menerbitkan tulisan baru. Tapi kali ini ada hal yang membuat saya gatal untuk menulis. Sudah beberapa hari ini bila saya memeriksa perujuk ke blog, selalu ada link dari [...]
Februari 28, 2008 at 7:45 am
“Ulat bulu itu Gatal bila disentuh”… Yang KEGATELAN itu Ulat-nya ataw yg menyentuh-nya????
—-
Wah pertanyaannya susah dijawab, Lia.
Februari 28, 2008 at 12:22 pm
bingung , yang gatel siapa ya ? politikus atau kita semua ?
—-
Kalau menurut KBBI, yang gatal adalah perempuan. Bukan politikus, bukan pula kita semua.
Februari 28, 2008 at 1:26 pm
numpang bikin contoh kalimat:
1. Tangan saya gatal pengen nonjok Ical!
2. Orang Porong gatal-gatal kena lumpur Lapindo
3. Mr Presiden laki-laki gatal, main mata sama Ical
menurut bahasa indonesia, kalimat saya bener ga ya? kalo menurut blogger, gimana?
—
Kalau menurut saya, berdasarkan kaidah EYD, kalimat pertama ‘pengen nonjok’ sebaiknya diganti dengan ingin meninju.
Selebihnya, semuanya benar.
Hehehe.
Februari 28, 2008 at 2:46 pm
kesummon judul
*ketipu*
Februari 28, 2008 at 3:59 pm
ya ampun…
kirain apa…
hihih…
Februari 28, 2008 at 4:05 pm
aduh. saya juga jadi gatal ingin mengisi komen disini
—
Hihihi, apanya yang gatal?
Februari 28, 2008 at 5:03 pm
hemmm… perpolitikan Indonesia walopun masih banyak yang korup, tapi termasuk yang paling berkembang dan demokratis dibanding negara2 di Asia lainnya… heran yah… berkembang, tapi kok ndak ada kemajuan sama rakyatnya. jadi apa ato siapa yang salah?
—-
Maksudnya perpolitikan atau politisi?
Maaf, andai bisa diberikan link menuju statement yang anda buat, saya akan merasa gembira sekali. Kalau tidak, saya khawatir ini adalah pernyataan berdasar opini pribadi.
Februari 28, 2008 at 6:25 pm
saya masih terus bertanya-tanya dan terus mencoba untuk menerawang, apakah mantan presiden yang anti poco2 itu benar2 pengen macung lagi dan apakah mantan presiden yang nggak suka repot itu juga pengen macung lagi….. jika iya, haaaahhh, apakah negeri kita ini memang negeri sak melas-melase negeri
—-
Kita berdoa yuk sama-sama. Agar negeri ini dapat pemimpin yang bijak dan peduli terhadap rakyatnya.
Februari 28, 2008 at 10:49 pm
mana-mana perempuan gatalnya?
*clingak-clinguk siap2 garukin*
Februari 29, 2008 at 3:33 am
Saya tak terlalu paham politik, jadi ya nggak berani menulis tentang politik. Saya lebih menyukai hal-hal yang langsung memberikan hasil nyata, seperti pembangunan sektor riel yang seimbang dengan sektor moneter, sayangnya sampai saat ini belum memberikan hasil sesuai yang diinginkan.
—-
Wah saya malah kagum sama Bu Enny. Sebab dari blognya sudah memberikan banyak pencerahan di bidang moneter. Dan dari blogger-blogger lain, saya mengetahui, bahwa ibu sering memberikan panduan agar bijak dalam finansial untuk masyarakat melalui kuliah-kuliah pada publik.
Salut pada Bu Enny. Insya Allah, blog dan hidup ibu selalu berguna. Amiin
Februari 29, 2008 at 6:16 am
“Cuma ada” perempuan gatal, karena laki2 biasanya nggak sempat gatal: sebelum gatal laki2 udah menggaruk duluan.. HAHAHAHA..
—-
Hehe. Ini opini publik atau hasil riset atau malah pengalaman pribadi?
Hehehe
Maret 1, 2008 at 4:03 am
dulu ada situs berpolitik.com entah sekarang masih nyala ngga.
gatal itu sama ngga dengan gatal-gatal?
—
Terimakasih atas infonya.
Mengenai pertanyaan, silahkan dicek di KBBI Daring. Saya belum mampu menjawabnya. Hehe
Maret 1, 2008 at 6:07 am
apa blogger diperbolehkan/bakal dipercaya nulis ttg politik Bang? Kan belon apa2 udah ada “orang pinter
pinter bodoh” yg mengklaim kalo blogger itu penipu…Jangan2 nanti dikeluarkan PP yg melarang ngeblog…
—-
Moga-moga saja RI tidak seperti Malaysia atau Myanmar dalam hal pembatasan blogging/internet untuk menyuarakan kebebasan berpendapat.
Maret 1, 2008 at 9:36 am
orang politik yang gatal bakal lucu deh keknya
garuk garuk di depan forum sambil desah desah
—
Whahahaha….
Pernah nonton Police Academy ga?
Ada adegan dimana komisaris polisi sedang pidato di hadapan khalayak. Diatas mimbar.
Ternyata, didalam mimbar tersebut ada PSK yang sedang jongkok, menunggu untuk beraksi.
Kisah selanjutnya?… Hahaha.. tonton aja filmnya. Asal jangan bawa anak kecil saja. Hahaha
Maret 1, 2008 at 10:14 am
Saya dalam forum ini, dengan tanpa keraguan menyuarakan : ARIEF KURNIAWAN ‘BANG AITOP’ FOR PRESIDENT
syaratnya :
1. Tidak suka gatal terhadap harTA, tahTA dan waniTA (3T)
2. Kalaupun merasa gatal siap sedia obat gatal yang manjur.
3. Kalaupun tidak hilang juga gatalnya … ya minta diGARUKIN dooonk
—-
Hahaha, Bang Rere bisa aja nih.
Saya malah bertanya-tanya, kalau gatal di Darfur, gimana urusannya yaa? Haha.
Soal saya jadi presiden… Whahaha, saya ndak mau, Bang Rere. Ampuun. Dikepuruki orang se-Cilincing kalau saya jadi presiden. Skandal utang mangan ora bayar di warteg pertigaan saja saya belum lunasi. Gimana mau jadi presiden. Whehehe.
(*BTW, nama saya tidak pake ‘E’. Hehehe*)
Maret 1, 2008 at 12:31 pm
Hmmm..salam kenal bang sebelumnya!aku bloger baru
hmmm…kasih comment dikit boleh ya?
aku juga nggak ngerti bnyk sich ttg politik tapi…
mungkin tujuan bang aitop mencari dan memahami ttg calon presiden kita benar juga,karena klo kita salah memilih..kita juga yg susah ditambah lagi kita juga berdosa karena memilih orang yg salah dan membuat orang yg lain susah karena pilihan kita yg salah itu!!!
kita ntar bagai “sudah jatuh tertimpa tangga pula”.sudah susah, dapet dosa, bikin orang lain susah lagi
bener bang !!!aku ikut juga bang…kasih tahu donk bang bloger2 yg ngerti ttg politik dan CAPRES kita pemilu ntar!(Ssst….krn insya allah pemilu mendatang pemilu pertama ku)
Sorry bang klo commentnya nggak berbobot!
klo masalah “Gatal” aku cuma bisa comment
perempuan ternyata masih dideskreditkan di bangsa ini.dan ternyata masih ada diskriminasi gender dibangsa ini.bahkan diurusan pengertian suatu kata yg sering kita anggap sepele seperti ini
Yach…comment nya malah nggak berbobot sama sekali
—-
Kalau bicara soal diskriminasi gender mah bukan comment yang nggak berbobot tuh. Hehe. Sebab untuk bicara diskriminasi gender butuh pemahaman yang luas. Saran saya, coba rajin-rajin mampir ke blognya Bu Enny (contohnya ini). Beliau itu sering bicara mengenai kesetaraan gender dalam lingkup keluarga di RI dengan ulasan yang amat baik sekali.
Satu lagi, selamat atas pemilihan umum pertamanya.
Maret 1, 2008 at 4:46 pm
informasi, ada namanya blawger itu kumpulan blogger anak2 hukum.. coba cari aja jurnal hukum. tapi kalau mau yang aktual bisa blog-nya pak yusril (alumni kabinet SBY-JK). atau kalau ga mau susah, sekalian promosi, mampir di blog saya.. huahahahaha
ada kategori pandangan politik
salamhangat
-dari Belanda yg dingin
—-
Terimakasih atas informasinya
Maret 2, 2008 at 5:46 pm
uhmmm blogger politik nasional?
uh berat bang hehehhehe
sayah ambel politik lokal aja deh
—-
Alma, kalau posisi sekarang di Maluku, cerita-cerita dong soal Maluku saat ini. Saya salah satu manusia yang haus berita proses perdamaian di Maluku looh. Tolong yaa, tulis di blognya. Sejak postingan Basa Tana, saya ini termasuk fans blognya Alma loh.
Maret 4, 2008 at 12:40 am
Ya kalo bikin blog politik itu takutnya ada tunggangan, Bang. Hari gini susah cari media yang tidak ditumpangi kepentingan golongan.
Betul banget. Bbrp media online di Indonesia ternyata dibaliknya adalah golongan / partai tertentu.
Kalau media cetak sih….. *keluh*
—-
Iya, Pak. Kondisi ini memang sudah jadi rahasia publik. Hanya karena rahasia ini adalah rahasia media, maka yaa hanya media sajalah yang bisa menahannya agar tidak terjadi gontok-gontokan informasi.
Maka itu, sebenarnya saya menaruh harapan dari blogger sih. Tapi ahh…, semoga harapan saya bukan mimpi di siang bolong.
Kalau media cetak… Hahaha, saya no comment, Pak. (*secara blog ini dan blog-blog tetangga dipantau terus oleh beberapa teman dari media cetak karena mempublikasikan publikasi yang tidak mereka publikasikan. Hehehe*)
Maret 4, 2008 at 3:08 am
ada lowongan tuh
gak cuman buat ngapdet blog pemilu di goblogmedia
tapi juga buat ngapdet blognya enda (aka presiden blog) yg gak pernah ngapdet blognya lagi
—-
Hahaha, yang buka lowongan kok kamu, lutfi. Bukannya Enda? Hehehe.
BTW, mungkin Bung Enda supersibuk sekarang. Kita doakan saja agar beliau bisa update lagi blognya. Amiin
Maret 17, 2008 at 6:49 am
Mungkin karena para pria punya “garpu” sehingga gatalnya pada wanita dan penggaruknya pada pria, alah ……….
—-
Punya anda mirip garpu?
Wah hebat. Salut saya. Baru kali ini saya menerima komentar terang-terangan dari pria yang memiliki bentuk ‘garpu’.
Mei 8, 2008 at 5:29 am
TUJUAN PENDIDIKAN
Ketika Sang Guru berjumpa dengan sekelompok guru sekolah, ia
berbicara banyak dan bersemangat karena ia sendiri pernah
menjadi seorang guru. Persoalan yang dimiliki para guru,
katanya, adalah bahwa mereka melupakan tujuan pendidikan:
bukan belajar, melainkan hidup.
Ia menceritakan saat ia melihat seorang pemuda yang sedang
memancing di sungai.
“Halo! Hari yang bagus untuk memancing?” katanya kepada
pemuda itu.
“Ya,” jawab si pemuda.
Setelah beberapa saat, Sang Guru berkata, “Mengapa kamu
tidak pergi ke sekolah hari ini?”
“Seperti yang Guru katakan, karena hari ini bagus untuk
memancing. ”
Dan ia menceritakan tentang rapor anak perempuannya “Nina
nilainya baik di sekolah. Ia akan jauh lebih baik jika
kegembiraan hidup yang murni tidak menghambat kemajuannya.”
(Berbasa-basi Sejenak, Anthony de Mello,
Mei 8, 2008 at 5:31 am
ab 7: Burung Hoopoe dan Burung Hantu
(11) Suatu kali ketika sedang terbang, burung hoopoe tiba di
lingkungan beberapa burung hantu, lalu mampir di sarang
mereka. Nah, sebagaimana yang dikenal baik oleh masyarakat
Arab, burung hoopoe termasyhur karena ketajaman matanya,
sementara burung-burung hantu itu pada siang hari buta.
Burung hoopoe melewatkan malam itu bersama burung-burung
hantu di dalam sarang mereka, dan mereka menanyainya tentang
segala macam hal. Pada waktu fajar, ketika burung hoopoe
berkemas dan siap untuk pergi, burung-burung hantu itu
berkata, ‘Kawanku yang malang! Sungguh aneh, apa yang akan
kamu lakukan ini? Bisakah kita bepergian pada siang hari?’
‘Ini mengherankan,’ kata si hoopoe, ‘Semua pekerjaan
berlangsung pada siang hari.’
‘Apakah kamu gila?’ burung-burung hantu itu bertanya. ‘Pada
siang hari, dengan ketidakjelasan yang disebarkan matahari
atas kegelapan malam, bagaimana kita bisa melihat?’
‘Justru sebaliknya,’ kata si hoopoe, ‘Semua cahaya di dunia
ini tergantung pada cahaya matahari, dan darinyalah segala
sesuatu yang bersinar itu mendapatkan cahayanya.
Sesungguhnya ia dinamakan “mata dari hari,” sebab ia
merupakan sumber cahaya.’
Tetapi burung-burung hantu itu mengira dapat mengalahkan
logika si hoopoe dengan menanyakan mengapa tak seorang pun
dapat melihat pada siang hari.
‘Janganlah beranggapan bahwa lewat analogi dengan diri
kalian sendiri setiap orang itu seperti kalian. Semua yang
lain dapat melihat pada siang hari. Lihatlah aku. Aku dapat
melihat, aku berada di dunia yang dapat dilihat, dapat
diamati. Ketidakjelasan itu telah hilang, dan aku dapat
mengenali permukaan yang cemerlang dengan jalan
menyingkapkannya tanpa gangguan keragu-raguan.’
Ketika burung-burung hantu itu mendengar ini, mereka menjadi
ribut menjerit-jerit dan, sambil bertengkar satu sama
lainnya, mereka berkata, ‘Burung ini berbicara tentang
kemampuan melihat pada siang hari, ketika kita terserang
kebutaan.’ Dengan segera mereka menyerang si hoopoe dan
melukainya dengan paruh dan cakar mereka. Mereka mengutuknya
dengan memanggilnya ‘si melek-siang-hari;’ sebab kebutaan
pada siang hari merupakan kewajaran di kalangan mereka.
‘Jika kamu tidak menarik kembali perkataanmu,’ mereka
berkata, ‘kamu akan dibunuh!’
‘Jika aku tidak membuat diriku buta,’ pikir si hoopoe,
‘mereka akan membunuhku. Karena mereka merasakan kesakitan
terutama pada mata mereka, kebutaan dan kematian akan
terjadi secara serentak.’ Dan kemudian, diilhami oleh
pepatah, ‘Berbicaralah dengan orang-orang sesuai dengan
tingkat kecerdasan mereka,’ dia menutup matanya dan berkata,
‘Lihat! Aku menjadi buta seperti kalian.’
Melihat memang demikianlah halnya, mereka berhenti memukul
dan melukai si burung hoopoe, yang menyadari bahwa
mengungkap rahasia Ilahi di kalangan orang-orang yang tidak
percaya sama saja dengan menyebarkan rahasia kekafiran
mereka. Dan karenanya, sampai tiba waktu perpisahan, secara
susah payah dia bertahan dengan berpura-pura buta dan
berkata:
Berkali-kali aku mengatakan bahwa aku akan
menyingkapkan semua rahasia di dunia yang fana
ini.
Tetapi, karena takut akan pedang dan adanya
hasrat untuk menyelamatkan diriku, [aku telah
mengunci] bibirku dengan seribu paku.
Dia mengeluh dalam-dalam dan berkata, ‘Dalam diriku ada
banyak pengetahuan; jika aku melepaskannya, aku akan
terbunuh.’
Jika selubung itu diangkat, aku tidak akan
menjadi lebih yakin (catatan: perkataan ini
diyakini berasal dari ‘Ali ibn Abi Thalib).
Agar mereka menyembah Allah yang mengungkapkan
segala yang terpendam di langit dan di bumi
serta mengetahui apa-apa yang disembunyikan dan
dinyatakan. (QS 27:25)
Jelaslah, tidak sesuatu pun yang tidak
dari Kami perbendaharaannya. Dan Kami tidak
mengaruniakan semua kebutuhan itu, kecuali dengan
kadar yang serba tertentu. (QS 15:21 )
Juni 30, 2009 at 4:55 am
hhihihihi
ngakak..
Oktober 30, 2009 at 9:16 pm
Salam Kenal…
Indonesia Page – All About Indonesia
The Adsense Site – Guide to Online Adsense Earning
Januari 31, 2010 at 6:52 am
yahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
suka2 sukalah…………..
mana yg menurutnya baik n logika………..
sal,an all………..
ms,. noo