Maret 14, 2008
Ada pertanyaan yang menarik beberapa hari lalu. Dilontarkan oleh seorang sahabat. Pertanyaannya simpel, yaitu, “Mengapa tubuh wanita lebih menjual daripada tubuh pria?“
Saya lagi duduk bersamanya di kantin. Tersedak.
Pertanyaannya sedemikian menarik. Sebab tiba-tiba membuat manusia satu kantin menjadi hening. Kantin itu cukup luas loh. Mampu menampung 40 orang sekaligus. Mendadak semua mata memandang saya curiga. Seakan meminta jawaban.
Kampret! Asem!
Saya sudah siap-siap menjawab dengan logika tricky (*tipikal khas bangaiptop, haha*). Mencari sebuah jawaban berdasarkan kondisi dan situasi. Memanfaatkan suasana. Yaitu, pertama, bahwa kami saat itu sedang ada di sebuah gedung penyedia jasa internet terbesar. Kedua, karyawannya kebanyakan pria muda. Ketiga, sebagian besar adalah lajang.
OKE. Jawabannya gampang. Ketemu! Mengacu pada logika, ‘apa yang dilakukan pria muda lajang, nerd, berpenghasilan tinggi dan mahir internet?’
Simpel… Yaitu, banyak dari mereka yang pandai mencari dan mengunduh konten porno. Lalu menghapus jejaknya agar tidak ketahuan siapa-siapa. Hehehe.
Jadi, jawaban saya adalah, “Tanya aja ama disebelah kamu. Dia itu pinter loh donlot pelem yang isinya tubuh wanita menggelinjang pake gugel”
Haha. Jelas itu logika yang selain ngasal, OOT, ad hominem dan nggak mutu. Tapi mau dikata apa lagi? Pertanyaannya sedemikian sulit. Maka jawabannya juga aneh. (*Sama seperti pertanyaan pada seorang gubernur, “Pak gimana mengatasi banjir tahunan?”. Si Gubernur menjawab. “Wah itu mah gara-gara pendahulu saya tuh, si gubernur brengsek!”*). Haha.
Sialnya, hari itu ada pertemuan para pengembang perangkat lunak wanita dari beberapa negara. Siaal… Siaalll… Jadi yang ada di kantin itu, 90 persen lebih wanita semuanya. Dan hampir semuanya sudah berkeluarga (*diantaranya ada kakak ipar saya pula, Anna Marie*). Ampuuun, Mak.
Saya pengen pura-pura kebelet ke WC. Nggak bisa. Semua mata memandang pada meja kami. Astaga. Siang-siang dapat cobaan ajaib.
Tahu apa saya soal tubuh wanita? Sejak kapan saya jadi ahli wanita?
Saya cengar-cengir kebingungan. Garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
Akhirnya, saya menjawab juga. Saya bilang begini;
Wanita, itu makhluk yang luar biasa. Dianugrahi Yang Maha Pencipta dengan kelebihan-kelebihan khusus. Diantaranya adalah sebagai induk proses reproduksi manusia.
Kemajuan teknologi, bisa membuat wanita hamil tanpa pria. Tapi, tidak ada teknologi yang mampu membuat anak tanpa bantuan wanita. Proses kloning pun masih membutuhkan wanita rupanya.
Maka itu, wanita dipandang sebagai perwujudan Sang Pencipta di muka bumi. Dipandang sebagai Dewi Kesuburan. Yang mampu menumbuhkan kehidupan pada semesta. Mulai dari Isis di Mesir hingga Dewi Sri di Nusantara. Wanita dipandang suci.
Itu teori pertama.
Teori kedua, jelas mengacu pada Freud. Dimana setiap anak jatuh cinta pada ibunya. Entah anak laki-laki maupun anak perempuan. Setiap anak pasti cinta ibunya. Dan keterikatan emosional antara anak dengan ibu sedemikian tinggi. Itu yang membuat setiap pria menyukai wanita. Entah erotis, entah emosional. Ada ikatan kuat antara anak-anak yang baru lahir dengan wanita. Terutama, dengan tubuh wanita.
Dan ikatan emosional itu pula yang membuat pria menyukai tubuh wanita. Sebab sebelum mereka lahir hingga beberapa saat setelah mereka lahir, tubuh wanita begitu kuat pengaruhnya pada awal-awal terjadinya manusia.
Jangankan laki-laki, wanita pun kadang-kadang suka terhadap tubuh wanita. Baik itu tubuhnya sendiri. Atau bisa juga tubuh wanita lain. Ehemm…
Teori ketiga adalah pengaruh iklan. Dimana wanita kadangkala selalu menjadi ujung tombak keberhasilan diplomasi antar suku. Sifat wanita yang lemah lembut, mampu membuat sebuah perundingan alot menjadi lebih dinamis. Dan konsep ini dibawa dari masa paleolitikum hingga saat ini. Iklan modern bahkan mempergunakan wanita sebagai lahan bisnis. (*Contohnya: Iklan penipuan tarif telpon RI yang menghebohkan itu*)
Jadi, wajar saja tubuh wanita begitu menggoda.
Sahabat saya mengangguk-angguk mendengar penjelasan ini.
Lalu, tiba-tiba saja seruangan itu bicara mengenai wanita dan tubuh mereka. Ada (sebagian besar) wanita yang merasa kegemukan. Dan tiba-tiba saja, para pria (yang secara jumlah tidak dominan) seakan menjadi tertuduh. Seakan pria lah penyebab satu-satunya mengapa wanita merasa tubuhnya ‘ndut’.
Para pria itu, menatap saya dengan pandangan janggal. Saya diem aja. Malu euy. Menunduk. Dalam hati, saya pikir mereka berkata pada saya, “Dasar pengkhianat!”. Hihi
Kelebihannya, makan siang kali ini, ditraktir hingga perut melembung. Huehehe.
Sorenya, ketika pulang ke rumah, saya lihat nasi mengepul di meja makan. Wahh, tumben. Padahal majikan saya Ibu Nyonyah baru pulang ke rumah. Jadwal pulang kerja beliau sama seperti jadwal saya. Jadi, bagaimana nasi panas sudah ada di meja makan? Bagaimana ada waktu untuk memasak?
Sebelum pertanyaan saya terjawab, ada peristiwa ajaib lagi terjadi.
Beliau menunggu di meja makan. Lalu bertanya, “Kata Anne Marie, kamu suka tubuh perempuan lain yaa? Sudah ngaku saja?”
Saya meneguk ludah? Cleguk… Tenggorokan rasanya kering.
Ibu Nyonyah melanjutkan pertanyaan yang tidak kalah dahsyatnya, “Benar ga sih, semua laki-laki itu suka melototin perempuan cakep?”
Ahh gimana menjawabnya. Logika tricky pasti tidak mempan dipakai ke Ibu Nyonyah.
Akhirnya, saya hanya bisa cengar-cengir kebingungan. Garuk-garuk kepala yang tidak gatal. Dan lalu menjawab, “Itu nasinya mantep banget. Pulen. Dari Cianjur yaa?”
(*Hehe, jawaban yang nggak mutu*)
Maret 15, 2008 at 12:00 am
salam..
hwahaha.. ngetawain bangaip nyang ternyatah masup kategori I.S.T.I
—-
Terimakasih
Maret 15, 2008 at 3:32 am
yaaahh.. bilang aja ke ibu nyonyah..
kalo saya ndak suka ngeliatin cewek cakep, gak dapet kamu doonngg…
*gombalan basi*
—-
Hehehe, bagus juga idenya.
Maret 15, 2008 at 4:32 am
“Dan lalu menjawab, “Itu nasinya mantep banget. Pulen. Dari Cianjur yaa?” ”
jawaban kok malah nanya.. hihihi. postingan ini bang aip kebanyakan salting ya. hohoho
OOT
soal menjual tubuh wanita.. dugeman yang free for ladies itu lho bang.. wah kok kesan nya kaya menjual wanita tapi dagangan nya nyari gratis (pikiran saya aja lho ini)
—-
Hmhh, kalau dipikir-pikir, masuk akal juga yaa.
Maret 15, 2008 at 5:03 am
memang.. segagah-gagahnya laki, perempuan masih tetep megang kuasa..
—-
Kalau perempuan goyah, katanya negara juga akan goyah.
Hebat sekali perempuan ini yaa.
Maret 15, 2008 at 5:13 am
Udah serius di depan ternyata tawa meledak belakangan.
Dijawab aja, ‘ga semua kok, saya termasuk di salah satu dari dua pilihan itu.’ Hehehe.
—-
Whehe, bener juga. Bagus itu tricknya. Hihihi
Maret 15, 2008 at 5:46 am
pertanyaan dan jawaban yang aneh!
—-
Benar sekali
Maret 15, 2008 at 7:53 am
Zhtml>.wysiwyg { background: rgb(245, 245, 255) none repeat scroll 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana,geneva,lucida,’lucida grande’,arial,helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 10pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; } p { margin: 0px; }Zbody style=”font-family: verdana,geneva,lucida,’lucida grande’,arial,helvetica,sans-serif; font-size: 10pt;” class=”wysiwyg” spellcheck=”true”>
Maret 15, 2008 at 7:55 am
saya mau kasi gambar. tapi koq gak keluar yah…
bukan SAMPAH !!!
Maret 15, 2008 at 8:00 am
kalo mengenai tubuh wanita, saya suka.
ini komen terakhir, keseringan malah di omelin ama bangaip.
cuma kirim gambar aja di blok.
hik…hik….hik….
padahal cuma fotonya miyabi doang.
—-
Gambar di blok oleh TOS WordPress. Silahkan cek disana. Tapi apabila gambar pun tayang, itu termasuk SPAM. Sebab memberatkan pengunjung. (*Tidak semua pengunjung dilimpahi bandwith*)
Pak, spamming itu bukan tindakan terpuji. Di postingan saya yang lalu, bapak sudah spamming juga. Sekarang di postingan ini spamming juga. Sudah ada yang mengecam dan mentertawakan tindakan anda. Mohon agar lebih mawas diri.
Tidak ada salahnya untuk belajar sedikit lebih bijak.
Maret 15, 2008 at 8:14 am
saya juga gak tau jawabannya. bingung. halaaahhh
—-
Saya juga
Maret 15, 2008 at 8:15 am
Afa yang disabadakan oleh Bang Bangaiptop sudah cukup memuaskan dan sangatr argumentatif.
Ane hanya akan sedikit menambahkan saja sedikit, tentu dari perspektif lain yang menyesatkan.
Perempuan dalam bahasa arab dinamakan “maratun”. Maratun sendiri berakar dari kata Ra’a, yang artinya melihat. Arti asal dari maratun sendiri adalah “yang dilihat”. Lah, kenapa fula “yang dilihat”. Karena memang wanita adalah objek yang fantas untuk dilihat, dan akhirnya sangat mudah mengundang orang lain untuk “melihat”. Menganai afa sebabnya, sabda Bangaiptop sudah cukup menjawab.
Itu pula apa sebabnya, dalam hukum Islam, batasan aurat bagi perempuan jauh lebih luas dari pada pria. Karena secara fisik, tubuh wanita jauh lebih menarik dari pada tubuh pria. Bahkan daya tarik tubuh perempuan tidak hanya bagi pria, melainkan bagi sesama perempuan sendiri. Gak percaya? baca sabda ane berikut ini…
Seorang pria tentu senang “memperhatikan” dan memperbincangkan bentuk tubuh perempuan. Ini wajar. Tapi ternyata, kesenangan dalam hal memperhatikan dan memperbincangkan tubuh perempuan bukan hanya monompoli kaum pria, karena ternyata…. perempuan juga senang memperhatikan tubuh perempuan lainnya.
Ane jarang mendengar pria berkomentar tentang tubuh pria lainnya. Sekalipun itu adalah tubuh seorang Ade Rai atau Arnold.
Sebaliknya, ane sering mendengar perempuan mengomentari tubuhnya sendiri dan tubuh perempuan lainnya. Ketika ada perempuan lain berbadan bagus, pantat yang seksi, berpayudara montok, berbibir seksi… matanya pun ikut “memperhatikan”. Itulah perempuan… dia tidak hanya sanggup menarik perhatian kaum pria, tapi juga sesama perempuan lainnya…
*diulek*
—-
Wah ulasannya ini yang saya tunggu dari Cabe Rawit. Mantap nian ini ulasannya. Terimakasih.
Maret 15, 2008 at 9:41 am
Lha, kabarnya otak laki - laki penuhnya sama hal - hal yang mbokep semua. Mayoritas. Sedangkan wanita cenderung lebih kecil.
—-
Iya, ini juga saya pernah dengar. Tapi lupa, dimana yaa.
Maret 15, 2008 at 9:49 am
wah…… buaya darat rupanya..wakakakkk
—-
Kabarnya, hanya buaya yang bisa mendeteksi buaya.
Sementara, yang bisa menkalukkan buaya, namanya pawang. Hehehe
Maret 15, 2008 at 10:33 am
wah aku masih belum dapat intinya
bantu saya dong
—-
Wah, dinikmati saja Mas. (*Maaf kalau tidak mengerti*)
Maret 15, 2008 at 11:27 am
Bang Aip,
logisch2 ajha sih, barang yg indah itu selalu mudah terjual. Wong wanita itu mahluk yg indah ja jelas ajah laku keras (lho kok jadi ngawur saia).
Laki2 khan terbuatnya dari debu dan wanita itu dari tulang rusuk (lagunya siapa tuh). Nah contoh yg sederhana dinosourus yg miljaran tahun kalau ketemu tulang2nya pasti bisa di rekonstruksie dan sangat berharga utk ilmuwann tapi kalau cuma debunya ajha wah nnga ada arti.
Jadi dari proses pembentukan manusia aja sdh terlihat bhw wanita itu lbh berharga daripada pria!!!(kabrur sebelum ditimpuk duit)
—-
Lagunya Ismail Marzuki kalau tidak salah, Mbak Citra.
Maret 15, 2008 at 2:31 pm
Jawaban: Karena kita pria. Coba kalau kita wanita, pasti tidak suka tubuh wanita. Kecuali lesbian…
*dilempar sendal*
—-
Kadang-kadang perempuan juga suka tubuh perempuan lain loh Rid. Sampai-sampai iri segala, katanya.
Maret 15, 2008 at 4:45 pm
hihihi…
bangaip emang cocok seperti namanya : bangaiptop.
bang, buka kursus ngeles ngga? :p
—-
Hahaha, harusnya saya buka yaa, Mas Edo. Haha
Maret 15, 2008 at 6:15 pm
kapan punya anak?
*kaburr*
—-
Sebentar lagi apabila tidak ada aral melintang
Maret 15, 2008 at 8:34 pm
Hahahaha….saya kok jadi ingat waktu dulu baca buku Women Sexuality dan ikut kuliah Psikologi Wanita. Ruuuaaarrr Biasa..
Ternyata banyak yang tidak saya ketahui tentang perempuan.
Teorinya bagus juga tuh Bang. Tapi ada tambahannya, tubuh perempuan memang menggoda dan menjual. Tapi perempuan kebanyakan tidak berhak atas tubuhnya sendiri. Kenapa ? Karena tubuhnya telah diatur dan ditata dalam aturan-aturan sosial yang membatasinya. Kalau diumbar, katanya porno. Iya nggak ?
Dan sialnya, yang membuat aturan itu kebanyakan laki-laki.
Jadi walaupun tubuh laki-laki tidak menjual, tapi enaknya ada di laki-laki : sebagai pengatur, sebagai penikmat, dan sebagai subyek.
*ini satir lho, biar jangan ada orang yang menganggap saya bias gender atau sexist*
Jawab pertanyaan Ibu Nyonyah :
Bang, jawabnya : Itu sudah terinstall pada semua cowok. Seperti membeli laptop dan sudah diinstall OS sama penjualnya. Jadi kita tinggal manut dan nurut aja.
Hehehehe….
—-
Hahaha, teori install OS itu bagus sekali, Om Fertob. Hahaha. Pilihan terbaik sebagai jawaban. Haha.
Maret 15, 2008 at 9:22 pm
Yang lebih agresif dan atraktif dalam pengapresiasian pada lawan jenisnya kan laki-laki… jadi kalo sebuah iklan memakai jasa kecantikan wanita akan lebih diperhatikan ketimbang memakai kaperkasaan lelaki.
—-
Wah ada teori baru. Terimakasih sudah menyumbang, Mas.
Maret 16, 2008 at 3:29 am
“Benar ga sih, semua laki-laki itu suka melototin perempuan cakep?”
jawab : “Bener. Apalagi kalo yang perempuan bawa berlian gedhe gedhe di lehernya. Makanya Ibu Nyonya ndak usah beli berlian ya.. Ntar dipelototin di pasar..”
jurus ngesot tanah ngeles tebas..
—-
Hahaha. Idenya cemerlang, Mbak Tika. Amat layak dipraktekkan. Hihihi
Maret 16, 2008 at 5:15 am
perempuan emang menarik bang!
—-
Hehehe, jadi inget tali.
Maret 16, 2008 at 6:04 am
Karena wanita memang diciptakan sebagai Ibu Bumi, jadi bumi ini berpusat pada perempuan.
—-
Wah teori baru. Makasih Mbak Hanna
Maret 16, 2008 at 7:39 am
iya, sosok ibu memang istimewa
—-
Setuju
Maret 16, 2008 at 8:59 am
1) ngga jg, krn ada laki2 (kl bs disebut demikian) yg cuman suka sesama laki2..
2) ngga jg, kl laki2 lg ‘gelap mata & hati’ (apalg mati lampu), cakep ato ngga casingnya..melotot ya melotot aja..
eh Ibu Nyonyah baca posting ini ngga ya..masa sih Ibu Nyonyah ngga pernah kejadian dipelototin makhluk laki2..
—
Jawaban nomor satu bisa juga ‘Ada, tunanetra’. Hehehe
Maret 16, 2008 at 9:11 am
karena pria lebih suka jadi pembeli ketimbang penjual :p
—-
HUahaha. Kalau didagangin, pria laku, Nja? Hahaha
Maret 16, 2008 at 11:32 am
wakakakakakakakakakakkakk.. sampe perut geli sakit..
asem! konyol abis…
—-
Terimakasih sudah mampir
Maret 16, 2008 at 2:27 pm
yah pokoknya gitu lah bang…mereka jual, kita beli….*halah…khas cilincing banget*
—-
Hahaha… udah kayak si pitung aja. Hahaha
Maret 17, 2008 at 3:09 am
*ikutan garuk kepala yang tidak gatal*
status married atau belum bukan penentu ke-pakar-an lelaki tentang tubuh wanita kan yaa??
—-
Wah setahu saya, status mah relatif. Maaf kalau jawaban saya sok tahu, Mas.
Maret 17, 2008 at 6:44 am
Mungkin karena laki-laki merasa kehilangan tulang rusuk kali ya, jadinya selalu melihat-lihat apakah wanita itu tulang rusuknya atau bukan, apalagi yang Bohay .. hahaha … mau donk liat yang Bohay.
—-
Nah ini teorinya sama seperti Mbak Citra
Maret 17, 2008 at 7:17 am
Saya sih ga mau berteori bang .. yang pasti, ‘tubuh wanita’ emang lebih menjual koq bang. Tanya kenapa?? ..
—-
Hahaha. Justru itu yang jadi pertanyaannya, Mas Eby. Hahaha
Maret 17, 2008 at 8:26 am
itu juga yang saya tanyakan pada pacar saya. tapi dia lebih jujur dari bang aip
—-
Hihi, jawaban beliau apa, Mbak?
Maret 17, 2008 at 9:18 am
Tubuh cewek memang lebih menjual, lebih punya lekuk (kan tubuh cowok datar aja, nggak ada lekuk-lekuknya)…dan yang jelas, cewekpun lebih suka lihat cewek cantik, dan suka juga lihat cowok keren….
—-
Wahh Bu. Tubuh saya masih ada lekukannya, walaupun dikit. Hehe.
Soal cewek yang suka lihat cewek cantik, nah ini juga masih jadi perdebatan di kalangan cowok Bu. Kenapa kalau cowok lihat cewek cantik, banyak yang cemburu. Tapi kenapa kalau cewek lihat cewek cantik, jarang bahkan tidak ada yang cemburu.
Hehehe.
Maret 17, 2008 at 10:24 am
setuju bang emang indah, mungkin lebih ke lekuk-lekuk-nya
btw, untuk ibu nyonyah, mending nge-jawab-nya begini bang:
“Biar-lah abang suka tubuh yang lain, asal tubuh milik-mu se-orang”
*di-gampar bang aip dengan bantuan ibu nyonyah*
—-
Whahaha…. Itu mah konsepnya Shah Jehan.
Saya ndak mampu membuat Taj Mahal untuk Ibu Nyonyah, Mas. Whehe.
Maret 19, 2008 at 8:09 am
Karena perempuan sudah di “positioning”kan sebagai objek sejak dulu kala. Kayak lagu na ‘wanita dijajah pria sejak dulu, dijadikan perhiasan …’
Makanya perempuan skrg jadi subyek dong. Gantian gituhh. Masa didominasi pria mulu.
Tapi sekarang dunia udah semakin aneh, yg pria jg bisa dijual koq (jd inget quickie express). Kalopun perempuan lebih menjual, soalnya paketnya lebih lengkap 3in1, kalo pria kan cm 2in1 -u know what i mean lah- (komen saya kok gini yah *digampar bangaip*)
Maret 19, 2008 at 9:59 am
jadi inget buku “Lautan Jilbab”
yang salah satu puisinya berjudul cahaya aurat.
wanita kalo sudah dipamerkan ke khalayak luas, yang ada hanya sifat kebendaan (paha, dada, bibir, rabut, dll) semua sudah menjadi benda. tidak ada nur (cahaya) yang memancar darinya
Maret 19, 2008 at 11:00 am
wooh… komennya kanjeng adipati kademangan mantep!!
Maret 20, 2008 at 3:52 am
Ooo…jadi sering ngelirik kalo si ce dari Cianjur (atau saat lewat Cianjur)? :-” *siyul2…*
Maret 20, 2008 at 7:55 pm
suuiiit suuuiiit…
seumur idup ini saya cuma nyuitin 2 hal, pertama burung, kedua cewek (entah cakep entah enggak)… jadi apakah pusat perhatian laki2 itu hanya di dua benda itu…
*minimal saya
Maret 21, 2008 at 7:44 am
tapi sayah kok gak punya pacar sampe sekarang?! *gak nyambung*
iya si mas, kenapa ya perempuan itu sangat menarik?
mari berkunjung ke ‘rumah’ saya…
Maret 21, 2008 at 11:00 pm
Ini mah bukan gemuk! C’est poignée d’amour! [Ce poanye damur] (artinya: Ini pegangan/handel cinta) sambil memegang perut dan pinggang penuh lemak.
Sekilonya mahal loh!
Maret 22, 2008 at 10:29 am
karena empuk. dipeluknya enak.
Maret 23, 2008 at 10:54 am
Ada satu lagi dari denpasar yang mau gabung I.S.T.I yaitu Mas Topix, tanggal 28 maret08…
Maret 24, 2008 at 5:38 am
makanya bang, di kampus se megah UGM aja ada PSW :PUSAT STUDI WANITA
itu tandanya wanita emang cocok jadi objek
Maret 26, 2008 at 2:28 pm
ehehe… Bangaip bener…
saya aja kadang kadang suka ikutan temen2 godain cewek yang lewat depan himpunan
Maret 27, 2008 at 7:50 pm
hehehe saya sering bersyukur dan berterima kasih kalo ada cewe yg lewat. saya bilang, “wah mba terima kasih ya, dah bikin hari ini bersemangat. besok lewat sini lagi ya” cewe itu langsung tersenyum sipu-sipu. eh beneran loh tuh cewe besoknya lewat lagi. hehhehe
ternyat cowo jadi lebih bersemangat dan bergairah untuk belajar, bekerja, dsb jika ada wanita disekitarnya.
dan cewe sangat suka jika dimuliakan dan dipuji, byk temen cewe saya yang rela menderita demi tampil cantik loh.
hehehehe sotoy….
(”mohon petunjuk guru” sambil menunduk dan mengepalkan kedua tangan didepan)
Maret 28, 2008 at 7:58 am
sebenernya simple aja bang. karena tubuh wanita itu bisa dikatakan seni. mengandung lekukan-lekukan yang indah. saya sendiri sebagai perempuan kadang senang melihat perempuan yang tubuhnya bagus. bukannya saya ganti orientasi lho…tapi memang tubuh wanita itu berseni..
Maret 31, 2008 at 4:37 pm
saya suka gambar…ngga tau knapa saya juga jauh lebih suka ( dan fasih) gambar perempuan…ada apa ya…
April 2, 2008 at 1:38 pm
Tyt bagian otak yg menyukai wanita tu ada di bagian otak primitif (dari tiga bagian otak yg ada). Artinya, bahkan pria juga ndak nyadar atau ndak bisa melogika kenapa juga kok sukanya ama tubuh wanita yg miliki ukuran besar di atas (maksudnya tau kan) dan lekuk tubuh berbentuk gitar. Ujung2nya adl bhw tyt itu adl hasrat biologis tak sadar, bhw pria membutuhkan wanita yg subur (pinggul lebar) dan bagian atas yg memadai utk menyusui bayi.
April 4, 2008 at 8:49 am
BasofiSudirmanMode: On
“Tidak semua laki-laki…..”
BasofiSudirmanMode: Off
Halah,nggombal maning..
April 6, 2008 at 8:20 am
celingak celinguk, lirik kiri kanan. kenapa wanita ya? apa karena punya beban yg berlebih ya?
April 6, 2008 at 3:24 pm
Greetings from Bandung? Nice writing! Critical but yet nonjudgmental. Salut!
Btw itu pertanyaan saya juga ampe sekarang bingung kenapa tubuh wanita lebih memiliki nilai jual daripada wanita?
Apakah karena Libido lelaki lebih tinggi?(hipotesis ngeres n super duper dangkal tapi berusaha untuk jujur kepada diri sendiri).Naluriah?
Ah tapi kalo liat iklan2 L-Men di tipi sih, mereka juga ngejual tubuh laki-laki yg berotot,six-pack n kering sebagai brand image produk mereka.
Padahal kan gw yakin genre iklan itu diperuntukkan bagi laki2 juga dan mayoritas kaum pria pun tertarik untuk membeli produk itu karenanya.
Apakah dalam kasus ini libido laki2 yg berbicara juga?Huehehehe…..
April 6, 2008 at 4:43 pm
Garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
semua orang melakukan hal ini ya??
April 9, 2008 at 1:03 am
Kenapa tubuh wanita lebih menjual………kayaknya itu karena banyak penjual yang kebanyakan wanita …………jadi mereka lebih paham masalah jualan………….
April 12, 2008 at 5:56 pm
*ngakak baca komen # 39*
@ komen # 12 :
ah kata siapa cewek mikirin seks lbh dikit ??? kata siapa juga cowo mikir seks melulu ??
justru, kadangkala fantasi cewe itu lbh liar^^
kembali ke topik :
setuju dg uraian bang fertob. dan kenapa tubuh wanita menarik ?? krn indah.
ehhh….tp anatomi cowo pun sebenarnya menarik. hanya saja, kok ga tertarik dg gambar cowo nude ya. lbh tertarik dan seksi melihat cowo yg telanjang dada saja. dlm pose tsb, tyt tubuh cowo pun bisa indah juga…..
April 15, 2008 at 3:42 pm
huhu… asem… kampret…
wkwkkwwkw….
karena saya laki-laki,
yaaa… saya suka perempuan… titik…
gimana lagi ya?
April 22, 2008 at 6:06 am
Wakakak!
Bisa-bisa aja,
April 25, 2008 at 2:45 am
lha, udah dari sananya kan? tubuh wanita itu indah, kalo dimata pria.
Mei 2, 2008 at 7:08 am
Waktu jalan-jaLan di Mall, saya pernah protes ama istri,”kenapa sih perempuan doyan banget belanja?”
Istri saya enteng menjawab,”yah…maklum, sudah jadi naluri wanita…”
Pas dia lagi milih baju, saya iseng ngeliat cewek cakep yang lewat di depan toko. Gantian istri saya yang protes,’ kamu ngeliatin cewek yaa…”
Trus saya jawab (juga dengan entengnya…),
“Maklum deh…NALURI LELAKI…!”
Maka skor sekarang imbang, 1-1…
Mei 8, 2008 at 6:30 am
kenapa pria suka ngelirik2 wanita? maklum, pria diciptakan sebagai makhlik visual yang suka ngeliat yang indah-indah untuk memanjakan matanya..
dan mau laki-laki sebaik apapun pasti akan tertarik liat wanita cantik..
cuma kalo udah ngeliat sampe kepala muter 45 derajat itu sih minta digampar
Mei 8, 2008 at 6:36 am
ahemm.. maksud saya 90 derajat
Mei 27, 2008 at 7:30 pm
sayapun juga heran lho., kenapa selalu wanita… aku juga pernah tanya sama teman ku yang perempuan,,, katanya karena wanita itu menarik dibanding pria!
Juni 11, 2008 at 5:21 am
Bagi saya, membicarakan wanita ya segitu - itu, pokoknya ya itu tuh, apalagi bagian itu yg itunya bisa bikin ini jadi begituan,
wah pokoknya klo mbahas wanita gak ada habisnya, apalagi klo udah beristri, hasil jerih payah seharian ya buat yg satu itu biar, yg ini nda jadi begini.
pokoknya karena saya normal, jelas setuju klo emang tubuh wanita menjual (Valueable) tpi bukan tuk di perjualbelikan buat umum.
Wanita adalah hiasan dunia (… surga dunia kali ….. ) dan sebaik-baik hiasan adalah wanita sholehah, titik
Juli 7, 2008 at 5:47 pm
haha.. memang tubuh wanita bukan cuma indah dilihat. tapi juga membuat penontonnya pingin memilikinya
Juli 16, 2008 at 5:45 pm
critanya hampir seperti suami2 takut istri
Agustus 7, 2008 at 3:49 pm
mampir bentar..
Eh,, ini cerita apa seh ?
tentang wanita ya..
ato kartun ..?
oowww… no comment
salam,
*anak baru di blogosphere*
http://galeter.wordpress.com