Namanya musibah itu, kurang asyik namanya kalau tidak datang bertubi-tubi.

Loh kok bisa begitu? Apa pasalnya saya bisa bicara begitu?

Begini ceritanya. Saya ini mah orangnya doyan mengeluh. Apa-apa mengeluh. Ketika musim dingin datang, saya mengeluh dengan berkata “Aih, aih, amit-amit jabang bombay, ekke kan manusia tropis Cilincing. Dingiin bo!“. Nah ketika musim panas datang, saya mengeluh “Ampun deh. Nggak adil banget. Imsak jam 3 pagi, buka puasa jam 11 malem. Kalo gini caranya, gimana puasa mau sukses!

Tapi rupanya bukan hal diatas saja. Nampaknya, hobi mengeluh ini sudah mengendap ke sendi-sendi sumsum. Ketika senang, mengeluh hambar sekali perjalanan hidup ini. Nah, ketika saat ini musibah datang bagaikan gelombang, tak henti-hentinya saya berduka.

Bahaya ini. Nampaknya, belajar berhenti mengeluh sudah harus saya lakukan sesegera mungkin. Walaupun sedang dilanda musibah bertubi-tubi, harus belajar berhenti mengeluh.

Oh ya penonton, saya mau cerita sedikit nih soal keluhan. Kejadian lumayan menarik (buat saya, subjektif loh) ketika saya tinggal di beberapa tempat di Republik Indonesia.

Begini; (more…)

Ada pertanyaan yang menarik beberapa hari lalu. Dilontarkan oleh seorang sahabat. Pertanyaannya simpel, yaitu, “Mengapa tubuh wanita lebih menjual daripada tubuh pria?

Saya lagi duduk bersamanya di kantin. Tersedak.

Pertanyaannya sedemikian menarik. Sebab tiba-tiba membuat manusia satu kantin menjadi hening. Kantin itu cukup luas loh. Mampu menampung 40 orang sekaligus. Mendadak semua mata memandang saya curiga. Seakan meminta jawaban.

Kampret! Asem!

Saya sudah siap-siap menjawab dengan logika tricky (*tipikal khas bangaiptop, haha*). Mencari sebuah jawaban berdasarkan kondisi dan situasi. Memanfaatkan suasana. Yaitu, pertama, bahwa kami saat itu sedang ada di sebuah gedung penyedia jasa internet terbesar. Kedua, karyawannya kebanyakan pria muda. Ketiga, sebagian besar adalah lajang.

OKE. Jawabannya gampang. Ketemu! Mengacu pada logika, ‘apa yang dilakukan pria muda lajang, nerd, berpenghasilan tinggi dan mahir internet?’
(more…)

« Previous PageNext Page »