Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud memuja-muji atau mencaci-maki. Sekedar bias dari pengalaman sehari-hari menggunakan CMS.

Arif Bangaiptop Kurniawan Joomla

Beberapa minggu lalu saya presentasi di depan calon client. Well, yeah, this is free pitching. Sebenarnya free pitching itu salah. Salah? Masak seh?
Ok sori, tulisan ini tidak membahas mengenai free pitching, melainkan mengenai Joomla.

Joomla adalah salah satu CMS terbesar dan tersebar banyak di seluruh negara. Mengapa? Karena gratis dan mudah instalnya. Mengapa Joomla? Nah ini adalah tema tulisan ini.

Joomla dipilih oleh beberapa pengguna, karena kemampuannya beradaptasi yang tinggi dengan lingkungan pengguna/pemakai/pembuat website (baca:web environment). Hebatnya lagi adalah, didukung oleh banyak komunitas dengan berbagai bahasa. Artinya, ini benar-benar user friendly, man. Apa yang terjadi kalau Windows Vista berbahasa Indonesia? Jawabnya… Ga tau!
Tapi apa yang terjadi, apabila website yang akan diinstal berbahasa Indonesia. Tampilan dalam/luar, admin/user, kode/visual semuanya berbahasa Indonesia?
Jawabnya simpel, pasti yang make orang Indonesia. Ga mungkin orang Iran make tuh website, kecuali dia berbahasa Indonesia tentunya.

Joomla berbahasa Indonesia, man. Hebrat euy! (baca: hebat deh!)

Loh emang Mambo enggak? Emang Drupal enggak? Emang yang lain tidak berbahasa Indonesia?

Jawabnya… ada yang berbahasa Indonesia… ada yang tidak….

Namun, yang didukung oleh developer secara banyak mana? Cuma Joomla, man!
Berapa banyak core dev di CMS lain yang menangani bahasa? Yaelah, paling cuman berapa gelintir. Masak seh?
Hampir 3 bulan terakhir ini, saya research di beberapa forum CMS. Target saya adalah mencari perbandingan, sebanyak apa rasio perbandingan core developer maupun translator developer di CMS-CMS terkemuka. Metodenya adalah sampling pengumpulan data melalui forum developer yag menggunakan bahasa Indonesia.
Hasilnya: Joomla masih unggul. Dengan ratio angka terendah adalah dengan Mambo. Artinya core dev/translator paling banyak, masih dipegang Joomla. Pengguna forum pun kebanyakan ada di Joomla.

Bagaimana dengan Drupal? Hehehe, buka website mereka yang dari bilik bambu mirip lagunya “rumah kitaAhmad Albar saja lama banget. Apa yang mau diharapkan?

Kalau begitu Joomla super hebat dong?

Hahaha… Jangan ngimpi, bung. Nggak ada yang super hebat. Yang ada hanyalah kepentingan (ceille, kayak politik, ga ada kawan ga ada lawan, yang ada hanyalah kepentingan). Apa pentingnya buat kamu?

Kalau cuma sekedar menampilkan profile, jelas saja pemakaian ActionScript dan FLASH masih nomor satu.
Kalau mau komunitas oriented, jelas Drupal masih nomor satu, aplikasi yang langsung terintegrasi dengan forum, sudah terinstal dengan sukses.
Kalau mau disain template yang keren, dinamis dan segudang, nampaknya Mambo masih rajanya.
Terus Jomla buat apa dong?

Astaga…, ga baca artikel ini?