Tulisan ini, dipengaruhi oleh komentar saya sendiri di situs kelola, sebuah situs yang berhubungan dengan nama-nama domain di internet.

Gay_karya_Arif_Bangaiptop_Kurniawan

Judul pada sebuah artikel di kelola amat jelas. “Jangan Remehkan Gay!”

Artinya cuma satu: “Ada yang meremehkan Gay”

Setelah itu, muncul pertanyaan di benak saya?
1. Siapa yang meremehkan Gay?
2. Kenapa Gay diremehkan?

Dua pertanyaan diatas ga bisa saya jawab. Kalau rocker boleh jadi manusia, boleh punya harga diri, boleh punya pride about themself. Kenapa Gay tidak?

Hari ini saya baca koran SPITS, salah satu koran terbesar, gratis pula, di negeri antah berantah yang saya tinggali saat ini. Bahwa tiga organisasi gay mendapat penghargaan dari salah satu organisasi PBB yang mengatur sosial dan ekonomi, Economic and Social Council (ECOSOC). Mereka adalah Ilga Europe, Deense LBL dan Duitse LSVD.

Kenapa dapat penghargaan? Karena tiga organisasi ini berjuang keras untuk mengatakan “Hei, GAY juga manusia! Punya hak untuk hidup!”. Mereka berjuang agar kaum gay tidak disisihkan dilingkungannya.
Emang benar, gay disisihkan dari lingkungannya?

Astaga man! Coba sekarang kalo gue bilang gue gay… apa koment lo pada tulisan ini?
Terus coba kalo gue bilang yang baca tulisan ini adalah gay… apa koment lo pada tulisan ini?
Atau coba saat baca ini, lo bilang pada bapak lo bahwa lo gay?

Kontraversi?
PASTI!

Gay adalah kaum yang tersisihkan di Indonesia. Atau di beberapa negara-negara yang mayoritas penduduknya religius. Saya ingat, dulu waktu kecil, ketika mengaji di rumah Wak Haji Tile (serius man, guru ngaji gue dulu namanya Pak Tile. Betawi aseli. putera Cilincing 100%, sama kayak gue). Beliau menceritakan mengenai sebuah kisah dalam kitab suci bertema Sodom Gomorah. Ahh, begitu pedihnya kisah tersebut. Satu kaum yang dilaknat Tuhan. Begitu mengerikan…
Toh, cerita Sodom Gomorah begitu menakutkan di setiap telinga anak kecil… bahkan ketika sudah dewasa pun cerita itu masih menakutkan.

Lantas apa yang terjadi?
Yang saya tahu, sejak saya kecil… julukan “bencong” adalah julukan yang paling hina yang pernah ditujukan buat laki-laki!
Setiap anak laki-laki… selalu pantang disebut banci!
Setiap anak laki-laki, terlahir sebagai pemberani?

Loh bagaimana kalau dia cengeng?
Bagaimana kalau dia lebih suka main boneka-bonekaan ketimbang pistol-pistolan?

Lebih jauh lagi…,
Bagaimana kalau dia ternyata suka laki-laki?

Pasti dianggap “sakit”!
Lalu, Hetero dianggap sehat?
Astaga!
Loh terus bagaimana yang menganggap Gay itu juga manusia?
Pasti dianggap… “Ahh dasar lo banci!”
Terus bagaimana dengan orang-orang yang menganggap gay adalah sebuah penyakit?
Hah, masak lo ga tau… itu penyakit juga man… namanya Homophobic!

Terus apa hubungannya dengan Gay.Mil.Id?

Hubungannya adalah…
“Coba bayangkan, apabila semua orang di Indonesia menyisihkan kaum Gay. Dan ternyata, dalam lingkungan militer (yang kebanyakan cowok dan jarang ceweknya) ternyata banyak gaynya. Dan suatu ketika mereka kesal. Dan marah, tersisihkan dari lingkungan. Lalu, mulai mengangkat senjata membuat perekrutan melalui website gay.mil.id… Dan lalu mempunyai misi suci…, membunuhi semua hetero di Indonesia. Apa yang terjadi? Balkanisasi episode 2 atau Timorisasi versi baru? Tinggal pilih”

Ahh… itu mah paranoia yang nulis aja…

Hahaha… lo ga tau yee. Militer saja membantai PKI sampe habis. Apalagi cuma hetero!