Juni 2007


(Pernah mbaca atau ndenger puisinya Taufik Ismail yang judulnya ‘malu aku jadi orang Indonesia’? Kalau belum… baca nih disini. Dijamin tidak rugi. Hehe. Kayak dagang aje, ada istilah untung ruginya.)

Beberapa minggu lalu, saya diundang Yasmina, anak teman. Yasmina, umur 21 tahun, mahasiswi kedokteran tingkat satu di sebuah universitas di kota besar. Bapaknya dari Brunai, mamanya mualaf Sweden. Hasilnya adalah perpaduan kecantikan eksotis dengan balutan hijab, seperti aurora yang bersinar pada malam yang gelap.

Ia, mengundang saya dalam sebuah pertemuan dengan beberapa wakil dari negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama islam. Pertemuan itu, diselengarakan oleh Yasmina dan teman-temannya untuk mencari solusi penanganan post trauma pada korban.

Di pertemuan tersebut, Saya mendapatkan sebuah pengalaman langka. Berbincang-bincang dengan pelaku bom bunuh diri (yang gagal) serta dengan korban pemboman bunuh diri (yang gagal pula, tentunya).

(lebih…)

Iklan

Hampir setiap hari saya membaca koran harian Indonesia. Harian online tentunya. Diantara harian-harian itu, salah satu langganan bacaan saya adalah KCM. Beritanya lumayan oke, walaupun tidak dalam. Jurnalisnya terkadang mampu menyentil esensi berita dengan cerdas.

Tapi saya tidak akan membicarakan koran yang oke tapi pelit link tersebut. Hari ini, saya akan membicarakan Bang Yos (*Ya Allah, maapin yaa, saya ngomongin orang lagi nih*). Sebab hari ini, harian online tersebut memang memuat Bang Yos menjadi salah satu tulisan utamanya.

Hari ini Bang Yos berkata… “Pemain ketoprak sebaiknya jangan coba-coba jadi calon gubernur di sini. Dari pada nanti digebuki habis. Pemain ketoprak ya main ketoprak saja. Kalian juga jangan salah pilih, gubernur besok harus lebih baik. Kalau warganya bonek, gubernurnya harus lebih gendheng“.

Nampaknya beliau mengomentari pencalonan Rano Karno dan Rieke Dyah Pitaloka sebagai calon wakil gubernur Jakarta. Sebab setelah itu, beliau merujuk Tukul (yang notabene adalah salah satu entertainer terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini) sebagai analogi pemain ketoprak.

Siapakah Bang Yos?

(lebih…)