Hampir setiap hari saya membaca koran harian Indonesia. Harian online tentunya. Diantara harian-harian itu, salah satu langganan bacaan saya adalah KCM. Beritanya lumayan oke, walaupun tidak dalam. Jurnalisnya terkadang mampu menyentil esensi berita dengan cerdas.

Tapi saya tidak akan membicarakan koran yang oke tapi pelit link tersebut. Hari ini, saya akan membicarakan Bang Yos (*Ya Allah, maapin yaa, saya ngomongin orang lagi nih*). Sebab hari ini, harian online tersebut memang memuat Bang Yos menjadi salah satu tulisan utamanya.

Hari ini Bang Yos berkata… “Pemain ketoprak sebaiknya jangan coba-coba jadi calon gubernur di sini. Dari pada nanti digebuki habis. Pemain ketoprak ya main ketoprak saja. Kalian juga jangan salah pilih, gubernur besok harus lebih baik. Kalau warganya bonek, gubernurnya harus lebih gendheng“.

Nampaknya beliau mengomentari pencalonan Rano Karno dan Rieke Dyah Pitaloka sebagai calon wakil gubernur Jakarta. Sebab setelah itu, beliau merujuk Tukul (yang notabene adalah salah satu entertainer terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini) sebagai analogi pemain ketoprak.

Siapakah Bang Yos?

Bang Yos adalah nama beken… nama panggilan. Nama aslinya adalah Sutiyoso. Lahir di Semarang pada tanggal 6 Desember 1944. Lebih dari tiga perempat hidupnya dihabiskan pada karir militer. Karirnya melenggang dengan mulus akibat hubungannya yang akrab dengan para pemegang tampuk kekuasaan, yang diantara lain adalah (alm) Benny Moerdani, Mantan Menpen Yunus Yosfiah, Agum gumelar, hingga yang paling terkenal Prabowo Subianto, the rising dead star.

Ia dinobatkan sebagai gubernur di propinsi DKI Jakarta pada tahun 1997. Masa dimana Pak Harto sudah melihat masa depannya yang suram sebagai Presiden RI. Jabatan yang sungguh prestisius, apalagi setelah menjabat sebagai Panglima Komando Militer Jayakarta.

Bang Yos ini sungguh terkenal di kalangan rakyat Jakarta. Wajahnya keras… Senyumnya keras… Aksinya terhadap warga Jakarta, amat keras (sebab ia pikir semua warga JKT adalah bonek, bondo nekat. Hooligan yang anarkis)… Pendukungnya juga keras, diantaranya FBR (Forum Betawi Rempug) dan FPI (Front pembela Islam)… Kebijakan politiknya, juga keras.
Banyak warga Jakarta yang berfikir bahwa Bang Yos ini doyan mengkonsumsi viagra karena beliau amat suka terhadap kekerasan.

Bang Yos sebentar lagi lengser keprabon. Harus turun tahta… Setelah sekian lama menjadi Raja Jakarta. Memerintah dengan gendheng. Sang Raja, atas nama demokrasi, harus memberikan kursi panasnya kepada penggantinya.

Terimakasih Bang Yos… Sebagai orang Jakarta aseli, ijinkanlah saya mencatat kepiawaian anda sebagai raja di kampung saya, melalui kronologi dibawah ini;

1997
24 orang warga Jakarta (yang katanya aktivis dan mahasiswa) diculik paksa dan tidak pernah kembali.

1998
Di harian Jakarta Post, bulan Agustus tanggal 15, Sutiyoso berkata, “Warga Jakarta harus mampu mempertahankan dirinya sendiri”. Ucapan ini keluar setelah terjadinya kerusuhan Mei 98 ketika ia diminta pertanggungjawaban sebagai Gubernur, atas pembunuhan mahasiswa-mahasiswa dan 168 kasus perkosaan perempuan Indonesia keturunan etnis tionghoa di jakarta.

1999
– Bang Yos menganggap semua migran luar Jakarta adalah sumber masalah di Jakarta. Tahun ini, Bang Yos yang terhormat menutup KRAMAT TUNGGAK lokalisasi pelacuran terbesar di Indonesia yang berlokasi di Cilincing. Lalu membiarkan para pelacur itu hidup diam-diam menjual selangkangan di pinggir jalan.

– Pada tahun ini pula, Bang Yos membiarkan 4000 anggota FPI menduduki, menjarah dan merusak Balai Kota Jakarta. Namun tetap membiarkan organisasi tersebut berjalan, bahkan tidak mengambil tindakan apa-apa ketika mereka melakukan ‘sweeping’ kepada masyarakat kecil.

– Bom meledak di masjid kebanggan warga Jakarta, Istiqlal.

2000
– HIV/AIDS di Jakarta merebak tinggi, dipicu lokalisasi pelacuran liar yang menjamur di sudut-sudut Jakarta.

Lima gereja Jakarta di bom.

– Berhasil dengan gemilang membuat tata kota yang kompleks sehingga Jakarta berubah menjadi sungai super luas.

2001
– Berhasil meyakinkan Bank Dunia untuk menghutangi Jakarta agar kota ini bebas dari kekumuhan. Dengan bermodalkan pentungan, anak buah Sutiyoso, yang tergabung dalam organisasi bernama SATPOL PP, mulai merangsek kampung-kampung kumuh di Jakarta.

– Berhasil meyakinkan pemerintah RI dan investor untuk membuat proyek mega raksasa yang akan membangun transportasi monorail, subway serta busway.

2002
– Berkata bahwa “Masalahnya adalah polusi. Namun, saya tidak melihat adanya jawaban dari masalah ini”, mengenai banjir di Jakarta. Dengan modal US$ 900 juta (baca; sembilan ratus juta dolar amerika), ia memutuskan untuk membangun monorail dan transportasi sungai seperti di Venice sebagai jawaban kemacetan dan banjir di Jakarta.

– Membuat 176 dapur umum serta 301 penampungan sementara korban banjir. Puluhan nyawa menghilang akibat banjir tahun ini. Ratusan warga kehilangan tempat tinggal.

Dilantik kembali menjadi gubernur melalui upacara yang aman dari kerusuhan, sebab dikawal oleh segudang pasukan militer dan aparat kepolisian.

2003
– Proyek monorail, subway dan angkutan sungai nampaknya tertunda. Di duga karena praktek suap yang tidak wajar.

– Proyek Busway, jalur khusus bis, mulai dijalankan

– Berkata, bahwa pada hari raya Idul Fitri, tidak ada seorangpun yang akan digusur. Namun 6 jam setelah statement itu keluar, ia mengerahkan (lagi-lagi SATPOL PP) untuk memusnahkan 700 rumah miskin di Kali Adem, Jakarta Barat.

– Lagi-lagi berkata, “Problem Jakarta adalah para pendatang! Mereka bukan warga saya! Mereka adalah sumber masalah di Jakarta!”.

2004
Jakarta digoyang bom lagi. 14 orang meninggal dunia.

– Dipertanyakan kemampuannya memimpin oleh warga Jakarta.

– Turut serta ‘mendamaikan’ sengketa mengenai PRJ (Pekan Raya Jakarta).

– Jadi ketua umum Persatuan Bulutangkis Indonesia

Menyambangi dan menghubungi Jepang untuk menggolkan cita-citanya, membangun monorail.

– Meluncurkan Busway

2005
Berangkat ke Cina dan Korea Selatan, untuk menggolkan proyek monorelnya. Sambil berkata kepada para investor yang mundur karena proyek penuh intrik itu dengan kalimat “kalian belum mengerti artinya investasi!”.

– Jakarta menjadi ‘bersih’. Namun Bang Yos dipaksa menelan senyumnya ketika penghargaan internasional atas kebersihan Jakarta dianulir. Sebab penghargaan itu diprotes oleh rakyat miskin Jakarta.

Bagi-bagi uang kepada sekitar 300 rakyat miskin Jakarta di hari Idul fitri. Satu orang dapat amplop sekitar 50 ribu rupiah.

Mewajarkan, bahkan membela kenaikan harga air yang setiap hari dikonsumsi oleh rakyat Jakarta.

2006
– Setelah kehilangan (lagi) akhirnya menemukan (lagi) pihak yang akan membiayai proyek monorailnya.

– Melarang siapapun merokok di sembarang tempat di Jakarta. (Peraturan ini sukses, selama 2 minggu. Sisanya… wallahualam)

– Menjadi musuh utama burung, ayam, unggas, itik dan bebek di Jakarta. Dengan suksesnya membunuhi sekitar 100.000 lebih unggas-unggas tersebut akibat tidak ingin dicap sebagai gubernur penyebar flu burung.

– Membiarkan wakilnya, Fauzi Bowo, menggunakan uang rakyat sebagai kampanye terselubung pencalonan gubernur DKI 2007-2012. Wimar Witoelar, mempertanyakan hal tersebut. Hasilnya, Wimar dipecat.

– Meluncurkan (lagi) Proyek Kebanggan Jakarta (katanya), yaitu Busway.

– Mendapat penghargaan Lingkungan Hidup dari beberapa instansi maupun perseorangan internasional, karena Buswaynya dianggap mampu mengurangi polusi Jakarta.

2007
– ‘Mengatur dengan sebaik-baiknya’ pengendara motor. Beragam peraturan daerah dibuat untuk ‘meyakinkan pengendara motor bahwa mereka banyak berbuat khilaf’. Rekor terbaiknya adalah menilang 2983 pengendara motor dalam sehari (antara 8-9 Januari 2007).

– Meluncurkan Busway (lagi).

Digugat warga Jakarta, karena tiap tahun Jakarta selalu banjir. Dan selalu memakan korban (jiwa, raga dan meterial).

– Membuat terobosan layanan masyarakat. Yaitu SMS pada Gubernur Jakarta, mengikuti Presiden SBY yang mempunyai layanan sama. Sayangnya ini layanan satu arah. Namun Bang Yos nampaknya puas. Ia sering memperlihatkan pada wartawan, SMS-SMS warga Jakarta yang menggoblok-goblokan dirinya. Ia bilang, warganya lebih goblok.

– Pulang kampung lebih cepat ketika mendatangi Sydney untuk kerjasama kota kembar. Ia didatangi dan diminta ke mengikuti pengadilan terhadap pembunuhan lima wartawan Australia di Balibo, Timor Timur pada tahun 1975. Sutiyoso tersinggung sekali. Pada media Indonesia, beliau mengaku pulang ke Indonesia akibat teramat kecewa. Namun,  pada parlemen dan media Australia, beliau mengaku pulang karena sakit secara tiba-tiba. Sutiyoso sendiri membantah bahwa ia melakukan hal tersebut.

Dari Bang Yos… Saya belajar banyak. Dibalik rasa syukur saya karena dapat belajar… Saya bersyukur tinggal di negara demokrasi yang tidak membiarkan pemimpinnya berkuasa lebih dari 2 x 5 tahun (sejak tahun 1998).

Semoga Raja Jakarta yang akan datang lebih baik daripada raja-raja terdahulu. Walaupun saya yakin, rakyat Jakarta harus tetap menyembah-nyembah ketika berurusan dengan sang raja atau punggawa-punggawanya, namun setidaknya… Janganlah rakyat Jakarta diazabi banjir lagi.

(*Oh ya penonton… Mohon jangan sedekah komen di blog ini. Saya bukan fakir komen. Hehe*)