Hari ini, tumben saya berandai-andai. Capek, makan siang mikir yang aneh-aneh terus. Kali ini, menulis yang ringan saja. Topiknya juga tidak kalah ringannya, khayalan.

Hmhh, apalagi yang lebih ringan daripada khayalan?

Katanya, mengkhayal kebaikan saja, sudah merupakan sebuah kebaikan. Dan (katanya) mengkhayal jorok, masih belum dosa selama belum dilaksanakan. Hehe.

Maka itu mari kita mengkhayal saja. Selama mengkhayal masih gratis dan tidak dibebani dosa, tidak apa-apa, toh? Hehe.

Kali ini, tema khayalannya adalah partai internet. Maaf, bukan mengkhayal jorok. Kalau mau mengkhayal jorok, silahkan sendirian saja. Jangan ajak-ajak saya. Tak sudi aku kalau situ mengkhayal kotor di samping saya. Apalagi menjadikan saya bahan khayalan jorok anda.

Hiii. Amit-amit jabang boneng.

Latar Belakang.

Tidak etis kalau khayalan ini tidak pakai latar belakang. Maka itu, saya jelaskan dulu latar belakang khayalan ini pada anda, penonton.

Begini ceritanya;

Belum lama ini, Barack Obama, kandidat presiden US diwawancarai sebuah majalah musik, Rolling Stones. Isinya menarik sekali. Obama bilang “Pemilih muda, muak dengan kenyataan bahwa kongres dan pemerintahan adalah sekumpulan politisi yang tidak dapat diandalkan. Mereka pikir, pemerintah adalah sekumpulan orang tolol yang memeras rakyat. Itu tidak benar. Pendapat itu harus diperbaiki. Mereka tidak tahu kegunaan pemerintah. Pemerintah ada untuk melindungi rakyat. Pemerintah ada karena rakyat. Bukan sebaliknya. Untuk memperbaiki pendapat bahwa pemerintah itu tolol, satu-satunya cara, adalah dengan memperbaiki pemerintahan itu sendiri“.

Wah benar juga. Lepas dari sosok pribadi Obama (agar tidak ad hominem), pendapat itu (menurut saya) baik sekali.

Daripada memaki-maki pemerintah RI. Rezim saat ini yang berkuasa. Yang keberpihakannya terhadap rakyat kecil sungguh sedikit. Lebih baik melakukan tindakan langsung. Sebuah tindakan yang diyakini mampu memperbaiki hajat hidup rakyat.

Bagaimana?

Untuk duduk di pemerintahan, rahasia umum, bahwa kita harus sekolah jadi punggawa pemerintahan. Atau melalui partai.

Jadi punggawa pemerintahan artinya hanya satu, apapun rezimnya, anda harus patuh pada rezim itu. Membangkang sedikit saja, maka cap pemberontak ada di jidat anda. Membangkang banyak, maka capnya adalah ‘Gerakan Pengacau Keamanan’. Hehe.

Kalau mau melawan. Kalau mau merubah keadaan. Sementara tidak mau dicap pembangkang. Yaa bikin partai. Bikin organisasi. Bikin perkumpulan. Berserikat. Menjadi satu. Punya keyakinan teguh. Agar jangan gontok-gontokan sendiri di dalam.

Maka itu, hari ini, kita mengkhayal saja. Khayalannya simpel. Pura-pura bikin partai.

Bikin partai? Ohoo! Partai apa? Apa agendanya?

Yaa kita sadar, tidak semua aspirasi rakyat bisa disampaikan dan disuarakan melalui partai ini. Ini bukan partai luar biasa. Ini hanya partai biasa yang yang mencoba memperbaiki hajat hidup rakyat.

Tentu saja tidak semua rakyat Indonesia bisa disuarakan. Ini bukan partai para manusia super. Ini partainya orang internet. Maka kita hanya menyuarakan suara rakyat internet orang Indonesia.

Nama partainya; Partai Internet.

Agendanya;

1. Sekolah online gratis

Namanya juga partai internet. Kegiatannya pasti tidak jauh dari online. Dan untuk mendukung pendidikan di Indonesia, sekolah online diperbanyak dengan mutu yang diperbaiki.

Diusahakan semaksimal mungkin sekolah gratis. Andai tidak bisa gratis, yaa murah meriah begitu.

Sekolahnya, yaa macam-macam jenisnya. Ada sekolah ketrampilan bahasa, mulai bahasa mesin seperti bahasa C atau PHP hingga bahasa asing. Seperti bahasa Inggris atau bahasa Jepang dan bahasa lainnya.

Dunia internet adalah dunia bahasa. Untuk mengetahui isi internet, butuh keahlian berbahasa. Selain itu, ada pula sekolah ketrampilan lainnya.

Caranya:
Jangan sendirian. Harus kerjasama. Salah satunya, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan RI, agar sekolah ini dimasyarakatkan pada publik.

Kalau dapat pendidikan lebih baik, nasib anak manusia juga dapat jauh lebih baik.

2. Akses internet gratis di tempat pelayanan publik

Nampaknya propinsi se-Indonesia harus iri pada orang-orang Jogja. Bagaimana tidak, jika daerah istimewa ini ternyata mempunyai akses hot-spot internet terluas jika dibandingkan propinsi-propinsi lain. Akhir tahun 2007, cakupan hot spot, internet tanpa kabel, meliputi lebih dari 50% kawasan keseluruhan di Jogja.

Akses internet gratis adalah sarana awal publik yang baik untuk mengakses informasi melalui internet. Maka itu, memasyarakatkan akses internet gratis itu penting.

Tidak kalah pentingnya, jika akses tersebut ditempatkan di ruang publik.

Menarik sekali, jika semua perpustakaan daerah di RI ada akses internet gratis. Menarik sekali, jika semua puskesmas, semua terminal bus kota, semua kantor polisi, semua lapangan bermain anak-anak dan sarana publik lainnya ada akses internet gratis.

Menarik bukan, jika anda menunggu angkotan perkotaan sambil membaca koran online. Atau dokter di puskesmas yang mengecek kesehatan warga melalui database dalam jaringan. Atau polisi yang mampu menuangkan isi hati dan hasil pekerjaannya ke dalam blog. Atau orangtua yang menemani anaknya bermain sambil nge-net. Asyik loh itu semua.

Maka itu, akses internet gratis di pusat pelayanan publik itu penting.

Caranya:

Bekerja sama dengan semua penguasa akses ruang publik. Beri pelatihan agar mereka mampu mengatasi instalasi internet. Jadi pinternya bisa sama-sama. Sementara itu, agar gratis, buatlah subsidi silang. Pajak dari industri berat berpolusi tinggi dinaikkan untuk membantu program ini.

Jadi, rakyat tidak hanya dapet sakit paru-paru saja dan tetap bodoh. Tapi punya kesempatan terhadap akses gratisan yang bikin pintar. Cihuyy.

3. Buku pelajaran sekolah (textbook) online

Sudah jadi rahasia umum, kalau buku sekolah di RI itu mahal. Setidaknya, masyarakat kalangan menengah ke bawah (yang mendominasi dari keseluruhan populasi rakyat RI).

Maka itu, buatlah buku sekolah jadi e-book. Bisa di download, gratis. Calon pelajar tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk membeli buku. Cukup ke sebuah situs portal buku online. Unduh sepuasnya yang dibutuhkan. Simpel. Murah. Bahagia. Orangtua murid, senang dan gembira.

Caranya:
Lagi-lagi, bekerja sama dengan Departemen Pendidikan. Tapi, kali ini bekerja sama juga dengan IIX. Jadi fasilitas unduh jadi mudah, cepat dan murah. Sebab mau tidak mau, kita akan berurusan dengan makhluk yang bernama bandwith. Makhluk peliharaannya IIX, Indonesia Internet eXchange.

4. Komputer murah

Akses internet itu sebenarnya bisa pakai telpon selular. Tapi, tetap saja konsumsi internet terbanyak dikuasai oleh komputer.

Maka itu, komputer murah itu penting. Mengapa harus murah? Jawabannya simpel. Karena orang Indonesia suka barang murah meriah. Tapi canggih. Contohnya; Saya ini orangnya. Hehe.

Caranya:
Kerjasama dengan vendor asing, seperti project OLPC (One Laptop Per Children) misalnya. Kalau mereka tidak mampu, yaa kita sambangi itu pabrik-pabrik di RRC yang sanggup memenuhi permintaan ini. Mereka harus mampu bikin produk yang baik dan murah untuk RI. Sebab selama ini sudah membombardir RI dengan produk gampang rusaknya itu.

Kalau mereka ndak sanggup, yaa gampang, kita stop saja pasokan bisnis mereka ke RI. Hehe. Kita punya senjata yang cukup hebat kok. Yaitu konsumsi dari 200 juta manusia. (Hehe. No offense. It’s just business)

5. SBM (Server bertenaga matahari)

Untuk menggalakkan internet gratis, seperti di Jogja, mau tidak mau harus mendorong industri teknologi yang mendukungnya. Contohnya warnet. Nah makin banyak warnet, makin banyak server.

Maka itu, alangkah bijaknya jika memanfaatkan sumber matahari (yang bersinar kinclong setiap hari di RI) sebagai sarana penyedia listrik untuk server-server itu.

Langkah ini banyak kegunaannya. Selain mendorong manusia untuk lebih bermulut sopan, tidak memaki-maki PLN terus. Juga dapat menghemat pasokan listrik yang tidak stabil di beberapa wilayah di RI. Selain itu, mendorong industri baru tumbuh berkembang, yaitu industri Pembangkit Listrik Tenaga Matahari.

Caranya:
Saat ini sudah ditemukan teknologi yang sanggup membuat pasokan listrik berbahan tenaga matahari dengan murah. Sediakan pasokan ini di seluruh wilayah RI secara merata. Kerjasama dengan PLN lokal. Kerjasama dengan kelurahan lokal. Bahkan kerjasama dengan bisnismen lokal. Agar cakupannya merata, dan rakyat ada lahan mencari nafkah baru.

Selain itu, server-server pemerintahan diwajibkan memakai tenaga listrik alternatif ini. Wajib! Sebab kalau mau nyontohin rakyat dengan kebaikan, yaa dimulai dari diri sendiri.

6. Pemberdayaan Cyber Crime Unit

Internet itu teknologi. Bisa jadi teman, bisa pula jadi musuh. Tergantung yang memakainya. Maka, ada pula kebaikan yang dibawa internet, namun tidak kalah pula keburukannya. Jika dari tadi kita bicara yang baik-baik terus soal internet, maka kali ini kita bicara yang buruk pula dong. Biar imbang.

Kejahatan melalui internet di RI itu sudah lebih parah penyebarannya daripada virus HIV/AIDS. Maka itu, perlu dilakukan proses cegah dan tangkalnya dengan baik.

Salah satunya, melalui pemberdayaan Cyber Crime Unit. Sebuah unit di kepolisian yang bertugas khusus menangani kejahatan atau penyimpangan dalam internet.

Saat ini, sudah ada Cyber Crime Unit di kepolisian RI. Sayang saja, tugasnya belum begitu membumi di masyarakat. Sebab masyarakat internet RI saat ini memang butuh aksi mereka.

Caranya:
Sisi online: Cyber Crime Unit itu bukan dewa. Mereka juga manusia biasa. Ada kelebihan maupun kekurangannya. Salah satu kekurangannya, adalah kekurangan tenaga. Maka itu, rekrutmenlah para orang-orang sakti di dunia maya (yang terkenal dengan nama; pencopot sendal) sebagai bala bantuan. Orang-orang sakti ini umumnya baik hati dan andal dalam memberi pertolongan.

Untuk sisi offline: Pergunakanlah blogger-blogger nan manis selebritis seperti Mbak Sarah, Mbak Dian Sastro, Mbak Maia, Mbak Wulan Guritno sebagai corong penyampai pesan untuk masyarakat awam. Agar warga menggunakan internet secara bijak.

Masyarakat senang, sebab yang menyampaikan cakep dan isi penyampaiannya pun berguna. Ini sebagai counter dari serangan sinetron, yang bintangnya cantik namun isinya ajaib. (*hehe, yang sinetron, …maap generalisir*)

7. Intensif pada investasi dan inovasi teknologi yang ramah pada rakyat dan lingkungan

Proyek pada inovasi teknologi itu penting sekali. Merangsang masyarakat menumbuh kembangkan local genius. Proses kepintaran yang tumbuh dari kebudayaan dan kebijaksanaan masyarakat lokal.

Teknologi yang ramah pada rakyat dan lingkungan artinya simpel. Yaitu teknologi praktis maupun jangka panjang. Yang hasilnya secara total mampu dinikmati oleh rakyat dan berguna buat lingkungan hidup.

Intensif pada proyek ini adalah bisa jadi kebijakan pengurangan pajak untuk memajukan dan mempercepat industri ini. Atau memberikan kemudahan fasilitas pendukung.

Hubungannya dengan internet adalah, bahwa projek ini terbuka buat publik. Open Source. Jadi publik bisa memiliki saham maupun mengembangkan proyek ini dengan sebaik-baiknya.

Contoh; proyek biofuel yang sedang booming. Dibuka saja rahasianya pembuatannya di internet. Dan buka juga pasarnya. Biarkan publik menyerap teknologi ini. Selama mereka juga mempublikasikan hasil pencapaian teknologi mereka di internet. Misalnya, melalui blog pribadi.

Caranya:
Kalau ini, jelas bekerja sama dengan perbankan Indonesia dan orang pajak RI. Selain itu, bekerja sama dengan masing-masing pemerintah daerah, untuk menyediakan tata kota khusus, sebagai kawasan industri ini.

—-

Ya sudah. Sekian dulu khayalan hari ini. Ternyata mengkhayal capek juga. Hehehe.

Anda mau ikut mengkhayal disini tidak apa-apa. Mau mengkhayal jadi ketua partai, boleh. Mau mengkhayal jadi Unit Cyber Crime di samping mbak Sarah atau Mbak Dian Sastro memberikan penyuluhan di kampung-kampung, yaa sah-sah saja. Mau mengkhayal partai ini bisa menang di pemilu, yaa silahkan.

Atau apabila anda punya partai dan lalu mau membuat agenda seperti ini, boleh sekali. Semuanya boleh.

Silahkan mengkhayal dan menceritakan khayalan anda. Tidak dilarang kok.

Asal jangan mengkhayal jorok. Dan menempatkan saya sebagai objek khayalan cabul anda. Hiii… takuut.

Hehehe.