Kalau sedang butuh ide, atau sedang iseng, atau sedang butuh informasi hiburan, biasanya saya membaca blog dalam bahasa Indonesia.

Habis membaca blog, biasanya saya kembali riang gembira. Entah kenapa… Aneh yaa? Hehe

Nah, yang jadi masalah; Hati yang riang gembira, biasanya-hanya-terjadi, setelah berkunjung dari blog-blog yang isinya baik menurut saya saja.

Setahu saya, saat ini banyak sekali jumlah blog berbahasa Indonesia.

Namun yang membuat hati saya riang gembira, kok yaa makin lama makin sedikit?

Kumpulan blog berbahasa Indonesia (mayoritas) dalam agregator yang menurut saya baik antara lain di merdeka.or.id. Merdeka ini isinya oke juga. Gado-gado, tapi lezat. Penulis blog yang tergabung disana kebanyakan kreatif.

Untuk agregator blog yang niche secara teknikal, saya memilih id-ubuntu (ubuntulinux.or.id) sebagai salah satu agregator yang konsisten dalam mutu. Maklum, para supporternya kebanyakan die-harder semua. Hehe.

Nah, bagaimana dengan blog-blog bahasa Indonesia lainnya yang jumlahnya tersebar di seluruh pelosok dunia? Apakah semuanya mampu membuat saya riang gembira?

Jawabnya, yaa belum tentu. Hehehe.

Jangankan membaca blog orang lain, membaca blog sendiri juga kadang belum tentu saya riang gembira. Hihihi.

Tapi pada intinya, kok yaa makin lama makin hari makin susah menemukan tulisan gratis yang bermutu (berdasarkan standar ndeso saya) di belantara blog berbahasa Indonesia.

Apakah harus membayar untuk membaca blog bermutu?
Atau apa ini hanya perasaan saya saja yang semakin lama semakin tidak tahu diri?
Atau kalau memang susah menemukan blog bagus berbahasa Indonesia, kenapa tidak mencari yang berbahasa lain?

Jawabnya…