Oktober 2008


Jarang-jarang nih saya bagi-bagi tips cara pendekatan terhadap orang yang sedang kita incer untuk dijadikan pasangan sehidup semati.

Maka itu, kalau berminat, silahkan meluncur ke sini.

(*Catatan, apabila tidak dapat membuka alamat link diatas, mohon klik disini untuk meminta langganan tulisan melalui email anda*)

Saya ini orangnya pemarah. Apa-apa sukanya marah. Ada salah sedikit, langsung marah. Ada yang melototin, saya maki-maki. Kalau dia membalas maki-maki, saya pukuli sampai babak belur. Entah siapa yang babak belur, mungkin dia, mungkin pula saya… yang pasti harus ada yang babak belur lah. Amit-amit jabang bayi, ganas sekali.

Mau tahu kenapa? Klik disini.

(*Catatan, apabila tidak dapat membuka alamat link diatas, mohon klik disini untuk meminta langganan tulisan melalui email anda*)

Suatu hari, saya diintipin orang. Sambil ngintip, ia bukannya malu, malahan ketawa.

Mau tahu kenapa? Klik disini.

(*Catatan, apabila tidak dapat membuka alamat link diatas, mohon klik disini untuk meminta langganan tulisan melalui email anda*)

Saya tidak menulis soal jembatan. Maaf. Lebih parah lagi, saya hanya menulis soal tulisan jembatan. Dan itu pun, nampaknya bukan dari sudut pandang ahli dan sok tahu.

Tapi yaa, kalau masih penasaran dengan kesoktahuan saya, silahkan meluncur ke sini

Paman saya, Om Gatot (alm) itu sopir bus Tours and Travel. Pekerjaannya mengantar turis asing yang jalan-jalan.

Beliau dulu adalah supir truk pengangkut sapi jalur pantura. Sapi dibawa dari Surabaya menuju Jakarta. Di truknya ada tulisan Gajah Oling. Kata beliau, tulisan itu lebih sakti ketimbang surat rekomendasi apapun untuk menangkal begal. Para penjahat yang suka memeras para supir truk lalu merampoknya.

Ini ada sedikit cerita ketika almarhum masih hidup.

Silahkan klik dilanjutkan membaca apabila tertarik.

Teman-teman saya ribut masalah strawberry. Entah kenapa buah kecil manis dan menyegarkan itu menjadi sumber keributan. Dan entah kenapa pula saya tiba-tiba terlibat dalam keributan tersebut.

Mau baca kelanjutannya?

Silahkan klik disini untuk mengetahui perkara sebenarnya.

Jujur saja, sebenarnya saya mau pamit. Saya mau berhenti menulis.

Tapi karena salah ketik, bukannya menulis ‘PAMIT… Saya malahan menulis Manit. Maka judul tulisan saya pun dengan pasrah berganti menjadi ‘MANIT’. Huehehe.

Payah deh saya, mau pamitan saja salah begini. Tadinya, mau saya rubah. Tapi karena sudah tekan tombol publish, jadi yaa sudahlah, biar saja slah kteik.

Tombol publish itu berbahaya juga yaa ternyata. Apalagi apabila di tangan oknum yang tidak bertanggung jawab macam saya ini. Hihihi.

Halah, jadinya kok yaah ngelantur.

Maka itu, kalau mau baca kenapa saya pamit, silahkan saja klik disini

Laman Berikutnya »