Joomla


Maaf, kalau sudah basi.

Tanggal 25 Desember jam 07 pagi waktu London dan sekitarnya, release Joomla 1.0.12 dibuka kepada publik.

Saya teh agak heran. Sunfire, code name untuk Joomla release terakhir versi 1.0.xx tidak ada reviewnya dalam bahasa Indonesia. Mungkin karena:
a. Mas Kemas lagi sibuk tahun baruan, dan ngajak-ngajak Apung beserta Mas Adhi dan Andi. Jadi para dewa Joomla Indonesia tersebut diam-diam saja. Hehehe.
b. Para jagowan-jagowan Open Source masih kecapekan tahun baru
c. Saya sudah terlalu sok tahu, sehingga menulis review Joomla sebelum mereka mulai… hehehe

Menurut RobS, salah seorang core developernya, terdapat kurang lebih 140 bugs yang sudah diperbaiki. Beberapa lubang kemanan yang sifatnya tidak terlalu berbahaya juga sudah dibuat lebih yahud sekuritinya. Lalu ada sistem audit menyeluruh terhadap SQL queries (dijamin para blackhat makin susah nginjeksi SQL nya, hehe). Yang paling hebat adalah, terdapat pembaharuan pada sistem SSL switchover.

Maaf, kalau bahasa diatas sama sekali tidak bisa dimengerti oleh yang tidak mengerti. Saya coba alihkan ke ‘Bahasa Indonesia’ deh.

Menurut Rob Schley, salah seorang pengembang Joomla. Saat ini, Joomla sudah memasuki tahap akhir pengembangannya.Namun ini adalah tahap akhir pengembangan Joomla versi 1.0. Hingga tulisan ini diturunkan, para pengembang Joomla akan berkonsentrasi pada Joomla versi 1.5.

Apa yang menarik dari versi akhir Joomla 1.0.xx yang mempunyai nomor seri 1.0.12 dan mempunyai kode sandi panggilan SUNFIRE?
Yang menarik adalah banyak sekali bugs-bugs alias kode yang tidak semestinya telah dirapihkan. Selain itu, tingkat keamanannya juga dibuat lebih tinggi. Sehingga membuat para black hat, yaitu cracker yang mencoba merusak/vandalisme ke dalam web berbasis Joomla, menjadi lebih susah bergerak (*Amin yaa robbal alamin*).

Sunfire, selain kemampuan diatas, juga mempunyai kemampuan untuk mendukung perpindahan antara HTTP/HTTPS. Apa gunanya fasilitas ini? Gunanya adalah memudahkan pengguna Joomla untuk mengamankan halaman-halaman yang mempunyai transaksi data-data penting. Misalnya; transaksi belanja online atau internet banking.

Pada Sunfire, topic HELP telah dirapihkan dan ditambahkan sekitar 160 topic lagi yang krusial. Amat baik bagi pemula yang mau belajar. Selain itu, beberapa gramatika bahasa Inggris telah disempurnakan, misalnya perintah _SUBMIT_BUTTON sama dengan submit dalam bahasa Inggris. Lalu, fasilitas editor untuk menulis content isi, yaitu TinyMCE juga diupgrade ke versi 2.0.8, versi terakhir.

Fasilitas lainnya adalah, halaman offline, kini diganti, khusus menjadi “offline.css”. Lalu, zona waktu publish menulis juga diperbaiki. Jadi misalnya saya menulis di Uganda, dengan memakai waktu Uganda, sementara markas besar websitenya ada di Lamongan, maka waktu Uganda akan menyesuaikan dengan waktu Lamongan. Jadi Ustadz Basir dan Idi Amin bisa saling korospondensi… hebat kan? Dan nggak nyambung pula, hehe.

Untuk download Joomla 1.0.12, bisa di download di sini.

Selamat menikmati.

Iklan

Joomla adalah content management system (CMS) yang Open Source.Seperti kita ketahui banyak sekali terdapat jenis-jenis CMS, diantaranya adalah Mambo, Drupal, Geeklog, Post-Nuke, dan bla… bla… bla… baca lebih lanjut di sini

kiper
(ibarat kiper, Joomla admin itu adalah kiper yang sebenarnya)
Apabila anda mencari definisi Joomla dengan bahasa Indonesia melalui Google dengan kalimat “Apa itu Joomla?”, maka yang didapat adalah beberapa situs malaysia yang membuat identifikasi Jomla dengan baik. Selain Ilmu Komputer dot ORG tentunya (Ahh, saya bangga dengan ilmukomputer.org, walaupun bukan saya yang buat, melainkan Pak Romi dengan teman-temannya, tetap saja membuat saya bangga)

Apabila googling mencari dengan kalimat “Joomla adalah”, maka.. lagi-lagi.. situs-situs malaysia.

Ok ini beberapa FAQta mengenai Joomla.

Apa itu Joomla?
Joomla adalah Open Sorce CMS.

Apa itu CMS?
CMS adalah singkatan dari Content Management System.

Apa itu Content Management System?
Content Management System adalah Sebuah sistem yang digunakan untuk mengatur isi website dengan baik dan mudah.

Mengapa disebut Open Source?
Software/aplikasi web Joomla, terdiri dari kode-kode hasil karya programer-programer hebat dari penjuru dunia. Umumnya kode itu dijual, dan tidak murah. Inilah yang menjelaskan mengapa windows bajakan kamu tiba-tiba menjadi haram! Karena kamu harus membeli kode-kode itu, dul!
Open Source, adalah upaya untuk melepaskan kode-kode program kepada publik. Publik (yang mengerti) mengolahnya kembali menjadi lebih baik dan mudah diterima masyarakat (user friendly). Dan hasil yang sudah baik itu, diberikan secara cuma-cuma kepada masarakat.

Mengapa harus Content Management System?
Tidak harus man! Kata siapa harus? Content Management System dipakai karena keluwesannya mengatur isi website.

Apa maksudnya luwes?

Maksudnya adalah amat mudah diperbaharui dan dinamis. Kalau isi website kamu tadinya sedikit, lalu pada suatu hari tiba-tiba menyadari bahwa website kamu semakin berkembang dan banyak pengunjungnya. Maka kamu perlu website yang mudah dihandle. CMS Joomla adalah salah satu jawabannya.

Apa saja isinya Joomla?
Kalau kamu Blogger, maka kamu tahu, apa isi blog kamu. Nah, Joomla itu lebih lengkap daripada sekedar WebBlog. Kalau kamu bukan Blogger, dan mau membuat website, entah itu untuk dagang, untuk sekolah, untuk komunitas/organisasi, maka Joomla adalah salah satu aplikasi web yang baik dan mudah dipelajari.

Kenapa baik dan mudah?
Karena gratis dan gampang installnya. Selain itu, didukung oleh komunitas internasional yang banyak. Lebih hebat lagi, berbahasa Indonesia loh.

Saya newbie… ralat, saya dummies. Gimana dong?
Pengguna Joomla itu biasanya terbagi dalam tingkatan user.
– Ada Basic User, yang bisanya cuman nginstal dan pakai… kalau bosan, uninstall.
– Ada Advance User, yang udah bisa ngutak-ngatik dikit script PHP, XML, MySql.
– Ada lagi Jagowan User. Yang mengembangkan sistem ini. Mereka adalah perancang, pembuat, pengeksekusi, penangkal serangan musuh, pengaman sistem, pengembang serta pembuat template dan sebagainya. Selain hebat, mereka juga orang-orang yang murah hati. Mereka bekerja gratis, bo! Murni sukarelawan tanpa pamrih. Bahkan ada yang rela nama aseli nya nggak disebut. Bener-bener Hamba Allah yang tidak mau disebutkan nama aslinya (walopun tetap harus pakai nama nick di cyberworld, karena itu kewajiban etik jagowan).

Selain tiga kategori diatas, terdapat pula kategori temen-temennya jagowan, yaitu yang membantu jagowan mengembangkan sistem ini, mereka disebut 3rd party developer. Mereka ada yang volunteer, alias pekerja gratis…, adapula Soldier of Fortune, alias prajurit bayaran, menarik bayaran dari user yang mendownload program mereka. Semuanya sah-sah saja. Sebab biasanya harga 3rd party juga ga mahal-mahal amat kok.

Apa itu 3rd party?
Sudah hukum alam, namanya manusia tidak pernah puas. Kalaupun puas, itu amat relatif sekali. Begitupun berlaku pada dunia. Joomla sebagai aplikasi web itu sebenarnya sudah baik. Namun, tetap saja ada yang menginginkan feature/tampilan yang lebih baik. Misalnya, menampilkan data pribadi perusahaan dalam gambar 3 dimensi.
Untuk menjawab kebutuhan itu, ada orang-orang yang mampu menjawabnya serta membuatnya. Orang-orang tersebut membuat pelengkap. Nama kelengkapannya disebut 3rd party.

Cukup sekian, dulu. Saya capek ngetiknya. Nanti saya lanjutin,hehe… Silahkan komen atau bertanya kalau mau.

Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud memuja-muji atau mencaci-maki. Sekedar bias dari pengalaman sehari-hari menggunakan CMS.

Arif Bangaiptop Kurniawan Joomla

Beberapa minggu lalu saya presentasi di depan calon client. Well, yeah, this is free pitching. Sebenarnya free pitching itu salah. Salah? Masak seh?
Ok sori, tulisan ini tidak membahas mengenai free pitching, melainkan mengenai Joomla.

Joomla adalah salah satu CMS terbesar dan tersebar banyak di seluruh negara. Mengapa? Karena gratis dan mudah instalnya. Mengapa Joomla? Nah ini adalah tema tulisan ini.

Joomla dipilih oleh beberapa pengguna, karena kemampuannya beradaptasi yang tinggi dengan lingkungan pengguna/pemakai/pembuat website (baca:web environment). Hebatnya lagi adalah, didukung oleh banyak komunitas dengan berbagai bahasa. Artinya, ini benar-benar user friendly, man. Apa yang terjadi kalau Windows Vista berbahasa Indonesia? Jawabnya… Ga tau!
Tapi apa yang terjadi, apabila website yang akan diinstal berbahasa Indonesia. Tampilan dalam/luar, admin/user, kode/visual semuanya berbahasa Indonesia?
Jawabnya simpel, pasti yang make orang Indonesia. Ga mungkin orang Iran make tuh website, kecuali dia berbahasa Indonesia tentunya.

Joomla berbahasa Indonesia, man. Hebrat euy! (baca: hebat deh!)

Loh emang Mambo enggak? Emang Drupal enggak? Emang yang lain tidak berbahasa Indonesia?

Jawabnya… ada yang berbahasa Indonesia… ada yang tidak….

Namun, yang didukung oleh developer secara banyak mana? Cuma Joomla, man!
Berapa banyak core dev di CMS lain yang menangani bahasa? Yaelah, paling cuman berapa gelintir. Masak seh?
Hampir 3 bulan terakhir ini, saya research di beberapa forum CMS. Target saya adalah mencari perbandingan, sebanyak apa rasio perbandingan core developer maupun translator developer di CMS-CMS terkemuka. Metodenya adalah sampling pengumpulan data melalui forum developer yag menggunakan bahasa Indonesia.
Hasilnya: Joomla masih unggul. Dengan ratio angka terendah adalah dengan Mambo. Artinya core dev/translator paling banyak, masih dipegang Joomla. Pengguna forum pun kebanyakan ada di Joomla.

Bagaimana dengan Drupal? Hehehe, buka website mereka yang dari bilik bambu mirip lagunya “rumah kitaAhmad Albar saja lama banget. Apa yang mau diharapkan?

Kalau begitu Joomla super hebat dong?

Hahaha… Jangan ngimpi, bung. Nggak ada yang super hebat. Yang ada hanyalah kepentingan (ceille, kayak politik, ga ada kawan ga ada lawan, yang ada hanyalah kepentingan). Apa pentingnya buat kamu?

Kalau cuma sekedar menampilkan profile, jelas saja pemakaian ActionScript dan FLASH masih nomor satu.
Kalau mau komunitas oriented, jelas Drupal masih nomor satu, aplikasi yang langsung terintegrasi dengan forum, sudah terinstal dengan sukses.
Kalau mau disain template yang keren, dinamis dan segudang, nampaknya Mambo masih rajanya.
Terus Jomla buat apa dong?

Astaga…, ga baca artikel ini?