(*Sebelum menulis, saya mau berdoa dulu untuk Kang Adhi: “selamat jalan Kang Adhi. Semoga beliau yang anda cintai selalu mendapat rahmah Allah SWT. Dan semoga perjalanan anda tiba sampai selamat di negeri tercinta. Amiin ya rabbal Alamin”*)
.
.
.
Tulisan saya yang berjudul “Haruskah Saya Harus Membenci Israel?” Dikomentari oleh saudari Ninoy dari Bandung. Komentar itu berbunyi begini, ini penggalannya;
“oh yah dan satu lagi knapa anda begitu membenci FPI?!? apakah anda tau kenapa mereka bisa dikatakan begitu arogan? karen orang/pihak yang mereka serukan untuk menjadi baik tidak memperhatikan seruan mereka, setau sayah dalam islam itu diajarkan kalo tidak bisa di beritahu secara halus yang paling maksimalnya itu adalah dengan menegur secara keras..so i think thats what FPI`s do
“
Hehehe… Komentar yang baik. Saudari Ninoy melihat FPI dari sudut pandang yang berbeda (daripada pandangan pribadi saya serta pandangan lebih dari 4500 masyarakat internasional lainnya). FPI yang dimaksud dalam tulisan ini adalah Front Pembela Islam.
Yang jadi pertanyaan adalah… Apakah saya anti FPI?
Jawabannya, ternyata tidak sesimpel ya atau tidak saja. Karena Ninoy yang baik, secara terang-terangan mengatakan, bahwa dalam Islam terdapat konsep teguran berlapis. Dan FPI mengamalkan ajaran Islam dengan teguran berlapisnya itu?
Benarkah FPI mengamalkan teguran berlapisnya. Kalau sudah mentok, pakai cara yang keras?
Loh, sekeras apa?
Apa definisi teguran yang keras?
Apakah teguran yang menggunakan megaphone gituh, agar dianggap personifikasi masjid?
Setahu saya, massa FPI jarang sekali menggunakan teguran halus. Sekali-kalinya FPI menggunakan nasihat adalah ketika mereka menasihati kehidupan artis Cut memey dan Jackson Perangin-angin. Selain itu… nothing euy!
Sekali-kalinya, melihat massa FPI berbuat kebajikan dengan menolong sesama, adalah ketika massa mereka mengangkat mayat-mayat korban gempa di Aceh. Selain itu…, nothing euy!
Pada kenyataannya, praktik-praktik FPI tidak memakai teguran yang halus dan lembut. Pada kenyataannya, mereka menyerbu, merusak, menghancurkan tempat publik. Bahkan tidak segan-segan menghakimi orang-orang yang berseberangan pendapatnya, dengan bogem mentah hingga tongkat rotan (Baca disini untuk aksi keterangan mereka).
Apakah itu kekerasan yang dimaksud?
Setahu saya yang berpengetahuan sedikit ini, sebagaimana cinta, perbedaan pendapat adalah rahmat dan anugrah dari ilahi. Mengapa FPI harus memukul dan menyiksa warga lainnya karena mereka berbeda?
Yang nasrani, dipukul.
Yang bukan ahlussunah, dipukul.
Bahkan hingga Kyai Idris dari Cirebon pun mau dipukuli.
Apa maksudnya?
Kalau memang mereka adalah Front Pembela Islam, garis depan pejuang umat Islam di muka bumi. Maka berlakulah seperti perilaku para pejuang. Benar-benar memperjuangkan umat yang mereka bela.
Mengapa FPI berdemo sambil merusak warung-warung pinggir jalan menentang Amerika. Mengapa mereka tidak berdemo, agar anak-anak yang belajar di madarasah-madrasah dan pesantren-pesantren Islam di seluruh Indonesia dapat memperoleh ilmu IT dan akses internet gratis?
Mengapa FPI menghancurkan seluruh buku-buku yang berisikan pemikiran ‘kiri’ bahkan menghancurkan serta memukuli tukang bukunya. Mengapa mereka tidak menulis buku mengenai Islam dalam versi mereka. Apakah jihad harus memakai pentungan dan C4… tidak boleh melalui tulisan?
Mengapa FPI ribut memusingkan goyangan Inul daripada memikirkan nasib TKW-TKW Indonesia yang digoyang-paksa, dicambuki, diperlakukan lebih buruk daripada binatang di Timur Tengah?
Mengapa FPI yang mengaku organisasi internasional, tidak melakukan konsolidasi dan lobi internasional ketika Islam dijadikan bulan-bulanan dalam agenda politik sayap kanan di Eropa dan Amerika?
Mengapa FPI lebih memilih menghancurkan majalah playboy ketimbang membuat sebuah majalah yang berdisain baik dan berisikan akhlak mulia untuk konsumsi kalangan anak muda Islam?
Mengapa FPI lebih memilih menyerbu kontes waria daripada mengadakan reshuffle yang demokratis sesuai Islam dalam organisasi mereka?
Mengapa FPI tidak banyak membantu Jogja yang mayoritas masyarakatnya adalah pemeluk Islam disaat mereka butuh bantuan ketika gempa?
Mengapa FPI lebih banyak punya pemukul rotan dan para anggota bersenjata-tajam ketimbang punya website atau para penulis blog?
Saya menulis ini dengan amat subjektif sekali. Semuanya dinilai dari kacamata saya pribadi. Tapi, kalau FPI adalah para pembela Islam mengapa kelakuan mereka tidak mirip sama sekali?
Sebagai salah seorang umat Islam (*KTP saya ada tulisan islamnya, Je. Hehe*), saya malu, nama agama saya dicatut-catut oleh preman-preman yang tidak bertanggungjawab. Dengan menggunakan jubah putih agama, preman-preman itu menganggap dirinya messias, juru selamat di muka bumi.
Bagi saya, FPI bukan hanya organisasi fasis. Menganggap diri mereka dan golongan merekalah yang paling benar di dunia ini. Namun, bagi saya, mereka juga bertindak terlalu jauh. Kadang-kadang mengatasnamakan tuhan. Dan lebih sering seperti Firaun, berlaku seperti tuhan, menghukum mereka yang ia anggap bersalah.
Okay, balik lagi ke atas. Di mana topiknya adalah, peneguran keras.
Kalau begitu… That’s what FPI’s do?
Astaga!
Apakah anda setuju kekerasan ala Firaun menyelesaikan masalah?
Kekerasan, apapun bentuknya, suatu saat akan melahirkan anak yang bernama kebencian.
Sebelum terlalu jauh, hentikanlah kekerasan. Hentikanlah kebencian.
.
Akhirnya, setelah artikel ini ditulis, saya lebih mudah menjawab pertanyaan mengapa saya Anti FPI. Hehehe
Januari 27, 2007 at 6:46 am
Judulnya mestinya dihapus kata “mengapa”nya, sehingga menjadi “saya anti…..”….
Karena dengan tu = “saya anti kekeraan”….
yo toh?
Oktober 12, 2009 at 7:28 pm
Masih untuk ada umat yang bawa pentungan saja coba kalau ada Pak Kiayai yang merusak aqidah dan akhlaknya yang kata Kalifah di muka bumi!
Oktober 12, 2009 at 7:36 pm
maaf salah meposting yang katanya sebagai khalifah di muka bumi!demi kepentingan politik dan rela menggadaikan agamanya he…he….heee mendingan kegadaikan saja cintaku
Oktober 12, 2009 at 7:38 pm
maaf salah memposting yang katanya sebagai khalifah di muka bumi!demi kepentingan politik dan rela menggadaikan agamanya he…he….heee mendingan kegadaikan saja cintaku
Oktober 13, 2009 at 12:39 am
Pro BangAipTop kok blognya pakai nama sesajen dari cilingcing untuk Indonesia, dukun kaleee kedah nyandak hayam bodas sareng hayam hideung mah blognya tidak bermutu!!!!!!!!!
Oktober 31, 2009 at 8:23 pm
anda jangan asal ngomong……..mau ga masuk neraka…?
Januari 27, 2007 at 9:37 am
FPI-nya mungkin tidak salah…manusia-manusia penentu kebijakan di FPI yang perlu bekerja dan berpikir lebih santun.
Semoga kaderisasi yang ada di organisasi tsb tetap progressif namun berevolusi ke arah yang lebih baik. Amin!
FPInya nggak salah. Salahnya cuma satu, bawa-bawa nama Islam dan ada di Indonesia. Hehehe.
Oktober 12, 2009 at 8:06 pm
Memang ada bagus daripada ormas islam lainnya diam aja hanya mengandalkan mimbar aja Hizbut Thazwir pun mulai berorasi ke Jalan yang jelas Ahmadiyah itu telah merusakan aqidah dan akhlak yaitu mengakui adanya nabi (Nabi Ghulam Ahmad bin bahlul) selain Nabi Muhammad SAW yang merupakan Rosul terakhir yang menerima firman/wahyu dari Allah. Massa kita mau disesatkan oleh kitabnya orang Ahmadiyyah yang nyata-nyata isi kitabnya plagiator dari Kitab Al Quraan, massa ada nabi yang dilahirkan di India maregehese, kita semua tahu Nabi dan Rosul-rosul baik umat yang terdahalu berada di Jazirah Arab (Timur Tengah). Asaljangan bom bunuh diri aza yang bukan pada tempatnya. Dari pada aparat yang kadangkala lamban ataupun begitu dapat materi(duit eta cenah mah, lebaar euy)heeeee.heeeeeee.heeeeeee
Oktober 24, 2009 at 5:41 am
Kalau Gulam Muhammad lahir di Jazirah Arab, pikirku tidak akan diributkan.
Ibarat buka warung didepan warung yang sudah ada, yaa gitulah kira2 terjadi konkurensi dan cemburu; si Warung lama takut kehilangan langganan, padahal sama2 jual rawon daging halal
Januari 27, 2007 at 10:56 am
Saya tidak anti FPI, tapi saya tidak suka sama FPI karena pernah saya lihat mereka mengobrak-abrik tempat biliar, padahal saya hobbi berat sama billiard. Apa sih salahnya meja billiard. Perlu kesungguhan untuk bisa memasukkan bola ke lubangnya, apalagi kalo main bola tiga, setiap pukulan harus mampu menyentuh bola ketiga. Aduh… asyik deh, kenapa dirusak….
Tau ga kenapa FPI suka nge-gerebeg Billiard?
Karena ada permainan yang menggunakan benda tumpul.
Pemainnya berdiri nungging.
Ada benda yang bulat-bulat.
Dengan semangat, yang nungging, menggunakan benda tumpulnya dan benda-benda bulatnya untuk memasukkan gairahnya kedalam lubang.
*Halah, jadi ancur gini jawabannya. Huehuehue*
Oktober 12, 2009 at 10:17 pm
Ngobrak-ngabrik temen billiar kan hanya di Bulan Ramadhan saya sendiripun yang bukan anggota FPI ditempat-tempat billiar khusus seperti di bengkel dan tempat itu disediakan khmar, peyempuan terselebung jadi wajar aja diobrak-abrik, seolahnya pemerintahnya Loyo, dan doyan duit..(kanu duit mah mani hejo)!
Januari 27, 2007 at 11:30 am
mengapa oh mengapa…
Januari 27, 2007 at 1:46 pm
kalo saya sih jelas… ANTI FPI… gak nemu satu bagian pun yg bagus dr FPI.. dan setelah cuman bisa emosi doank, ini artikel menjawab dengan jelas kenapa oh kenapa..
asikk ada bekingan.. :p
Beking, emangnye aye ABRI di diskotik mangga dua? Doyan jadi beking… hehehe…
Oktober 12, 2009 at 8:39 pm
emang ente mah pencinta artis film XXXX euyyyyyy!
Januari 28, 2007 at 12:01 am
Loh kalau gak salah, jika usaha sudah gak bisa mesti berdoa? btw FPI sama gak dengan FYI
Hehhee, betul Pak Guru. Setuju. Kata guru ngaji saya juga gitu. Baca bismillah, usaha sekuat tenaga, baru deh doa. FYI maksudnya Front Yangpurapura Islam. Whehehe.
Oktober 13, 2009 at 12:28 am
Saya mahu tanya yang pura-pura islam itu ente atau FPI, pipis aja belum lempeng kata orang sunda ente bahlul!
Januari 28, 2007 at 4:56 pm
komen saya yang kemarin ke mana ya??kena jaring akismet belum diangkat yah :p
Januari 28, 2007 at 5:03 pm
Met kenal Bang Aiptop. Kuat dugaan FPI tuh didanai duit dari “X” yg ingin kekerasan tetap ada dan agama Islam terstigma buruk. Bener tidak?
Bisa jadi. Tapi bisa jadi juga doktinasi dogmatis melanda umat beragama islam. Seperti halnya doktrinasi dogma-dogma pada isme-isme lainnya. Tapi BTW, “X” itu siapa yaa? Kalau XXX saya mah kenal. Hehehe
Oktober 13, 2009 at 12:12 am
Dokrinasi dogmatis bukan melanda umat islam tetapi yang jelas melanda umat kristen tentang ketauhidan dari dulu, yang melanda umat islam bukanlah dokrtrinasi tentang ketauhidan tetapi pengkajian yang salah tentang cara dan persepsi sebagai umat Islam seperti hal bom bunuh diri dan menjadi pengantin di Surga dan kita tahu kenapa ada teror kata orang Amerika, mana lebih teror seseorang atau suatu bangsa yang lebih banyak melakukan pembunuhan seperti halnya tentara Amerika dan sekutunya telah banyak membunuh orang di Negara Vietnam dan di Negara Sadam Huseein, Afghanistan hanya karena kepentingan minyak mentah dan percobaaan senjata mutakhirnya, saya yakin tak ada reaksi kalau tak reaksi (hukum Fisika)dan didunia ini selalu berpasang-pasangan ada siang ada malam, ada baik ada yang buruk, ada yang batil dan ada haq. Bom bunuh diri itu merupakan persepsi yang salah dalam mengkaidahkan agama islam dimana, jihad fisabillillah itu diterapkan pada semestinya. kita lihat aja gedung pentagon di bom jikalau dilihat tidak mungkin Negara adi kuasa tersebut kecolongan sebagai akibat ulah para penguasanya dalam melakukan ekpansi dan percobaan senjata baru mereka, adanya bencana gempa, tsunami, bukan itu merupakan peringatan terhadap manusia akan azab Allah aza wa jalla dan merupakan salah ciri-ciri kiamat sughra(kecil) bagi umat yang beriman. Orang Islam semua menyakini akan adanya takdir baik dan takdir buruk meskipun itu pahit.
Oktober 28, 2009 at 8:33 am
bencana itu buat mengingatkan orang2 seperti kamu itu bung
Januari 29, 2007 at 2:15 pm
setiap orang punya persepsi tentang “apa” itu
setiap orang punya sudut pandang yang berbeda tentang “apa” itu,
kasihan FPI, mempunyai nama bagus tapi “para pelakunya” pada gak bisa memaknai arti “apa” itu
setuju, FPI namanya bagus sekali. Itu amat setuju. Pelakunya tidak bisa memaknai. Itu juga setuju. Aduh, mbak Zube ini hebat lah euy!
Januari 30, 2007 at 9:33 am
Dulu-dulu Islam (sewaktu masih di Indonesia & dlm kehidupan sehari-hari) tdk begitu ekstrimnya. Di keluargaku (banyak berbeda agama) langen-langen aja tuh.
Kali di FPI, org pinternya segelintir, banyakan orang begonya. 1 org teriak “PUKUL” yg lain teriak “PUKUL” BUG GE DE BUG….
“BAKAR”….”BAKAR”….
(bagai kerbau ditusuk hidungnya, mau-maunya)
emang kerbau masih ditusuk hidungnya? Maap nih, saya masih oon. Hehehe. Saya kira kerbau distempel. Loh kok kayak pos yaa.
Oktober 12, 2009 at 8:14 pm
Emang langgeng-langgeng aja tapi hati nggak bisa diboongi khan…! (tentang ketauhidhan)
Januari 30, 2007 at 10:38 am
FPI di sini bukan Front Pembela Iklan kan ya?
Hehe… Pokoknya™ saya ndak setuju agama dijadikan alasan buat merusak dan menghancurkan.
Masih untung Front Pembela Iklan. Coba kalau Faling-sukha’a Pheghang-pheghang Itu’an. Kan gawat urusannya!
Januari 30, 2007 at 3:45 pm
Dalam soal ajaran/ideologi, FPI masih wajar-wajar saja. Juga setiap orang bebas berserikat.
Yang parah itu aplikasinya di lapangan yang menurutku sudah melanggar hukum. kenapa nggak sekalian dibubarkan sama pemerintah, ya ?
Setuju Pak. Bagi saya, tatanan dan wacana ideologi FPI sah-saja. Beberapa bulan lalu, saya diskusi dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan diatas kepada mereka di markas mereka di sebuah rumah ibadah (yang nggak enak dituliskan namanya, sebab rumah ibadah itu mempunyai sejarah yang baik sekali) di Jakarta Barat. Diskusi berlangsung kacau. Saya sendirian, digencet enam orang, dua diantaranya bukan WNI. Akhir diskusi, kamera saya hendak dirampas. Dan ada seseorang yang hendak memukulkan sarung samurai ke arah kepala saya. Untung ada marbot (penjaga masjid) yag melihat dan membantu melerai.
Saya lapor polisi mengenai peristiwa tersebut. Polisi bilang “Susah mas membubarkan mereka. Bekingnya terlalu kuat. Diantaranya adalah mantan RI 2″. Saya diem aja. Sambil menangis dalam hati, hidup di negara preman.
Oktober 12, 2009 at 8:44 pm
Ente bahlul ngarang cerita yang nggak ada juntrungnya emang negara ini milik bapak moyangmu!
Januari 30, 2007 at 5:32 pm
Kekerasan di lawan kekerasan, politik di lawan politik, kalau umat islam jadi bulan-bulan politik barat , harus balas dengan jurus2 polotik bukan kekerasan, padahal kekerasan hanya memperlihatkan kelemahan seseorang bukan kekuatan..
Betul Mbah. Memperlihatkan kekerasan itu berbahaya. Apalagi memperlihatkan bagian dalam celana yang mengeras. Lebih berbahaya lagi!
(*Halah, kacau banget saya nih!*)
Oktober 12, 2009 at 8:50 pm
Waaah nama mbah keman ini, kok pakai nama embah dukun ngakaleee kok bawa-bawa mbah segala!jadi mbah mau minta sesajen apa, telor ayam negeri atau ayam kampung nanti gue bawain!
Februari 1, 2007 at 10:16 am
Saya mah acung jempol buat FPI yang ambil aksi menghancurkan tempat-tempat mak siyat itu secara saya hanya bisa dalam hati saja menunjukkan ketidaksetujuan saya atas dibangunnya tempat-tempat mak siyat itu.
Hehhe, apa kriteria maksiat Kang? Hehehee
Februari 4, 2007 at 2:10 am
Jadi inget ada pesan yahudi laknat yang sepertinya ada benernya juga, sepertinya perlu dibaca FPI nih:
“The Jews have come from the tragedy and forced the world to respect them,
with their knowledge, not with their terror, with their work, not with their
crying and yelling. Humanity owes most of the discoveries and science of the
19th and 20th centuries to Jewish scientists.
We have not seen a single Jew blow himself up in a German restaurant. We
have not seen a single Jew destroy a church. We have not seen a single Jew
protest by killing people. The Muslims have turned three Buddha statues into
rubble. We have not seen a single Buddhist burn yield adown a Mosque, kill a
Muslim, or burn down an embassy. Only the Muslims defend their beliefs by
burning down churches, killing people and destroying embassies. This path
will not yield any results. The Muslims must ask themselves what they can do
for humankind, before they demand that humankind respect them.”
Katanya dari sini
Thanks hel atas masukan infonya
Oktober 13, 2009 at 1:06 am
Bagaimana perlakukan kaum Nazi terhadap bangsanya itu sendiri, jikalau kalau kalau dilihat Hitler itu siapa ia sendiripun seorang yahudi buktinya keponakannya saat ini tinggal di Israel, dan menganut agama yahudi, memang yahudi didalam al Quran pun diberi kelebihan daripada bangsa-bangsa lain didunia tetapi kalau dilihat lebih dalam Ilmu pengetahuan, merupakan kajian lebih dalam dari apa-apa yang yang terkandung dalam Al Quran, mau ilmu Astronomi ada, mau ilmu kedokteran ada mau, mau ilmu pemerintahan dsb dan didalam Islam semua itu diberi kebebasan untuk mengembangkannya, tidak didalam kristen sebagai contoh ada ahli astronomi pada waktu karena mengacaukan akan ketauhidan mereka mereka dibuang bahkan dibunuh karena silahkan anda posting sendiri. Karena tak ada kitab yang di jamin hingga akhir kiamat nanti yang dapat membedakan mana itu Firman Allah dan mana itu Hadist, dalam Agama kristen saat ini coba aja pisahkan mana itu Firman Allah mana itu Hadist(perkataan sahabat-sahabat Nabi Isa Ass)coba tanya ke pastor anda!
Februari 5, 2007 at 7:27 am
Senang bisa membaca dan menyimak pergulatan antara yang seide dan yang tak-seide, yang pembela dan yang tak-membela, atau juga yang damai dan yang tak-damai.
Penuh Haru atas yang Tertakuti
Komennya membuat saya terharu. hiks…
Februari 5, 2007 at 7:44 am
gk papa lah ada FPI. ketika ada kemaksiatan, ada yang cuma omdo, ada yang pake kata2, ada yang pake ini itu, dll. kan jadi beragam. kalo semua adem ayem, gak seru! *kabur…*
Hehhee.. bisa aja mas, sampeyan. Hehehe. Kalau mau lebih seru, dateng ke gedung MPR, periksa HP masing-2 anggoa dewan. Pasti seru! Hehehe
Oktober 13, 2009 at 2:25 am
heee…heee…..heee….ini baru bener tidak munafik!
Februari 6, 2007 at 9:07 am
Klo mo jadi anggota FPI harus beli rotan dulu yah..??? Apa dapet gratis
.
Kadang aksi mereka dapat diterima, tapi kadang banyak juga yang tidak bisa diterima..?
Beli rotan? Wahhh nggak bisa jawab. Hehehe.
Februari 7, 2007 at 4:56 am
Islam sebagai agama yang sempurna tak perlu dibela dengan cara-cara seperti itu. Dihina bagaimanapun, Rasul tetaplah manusia pilihan yang sungguh mulia. Diplesetkan bagaimanapun Allah tetaplah pegang kuasa atas diri kita. Jadi cara-cara pembelaan yang ditempuh FPI justru merendahkan Islam, seolah-olah demikian yang memang diajarkan oleh Islam. Bagaimana bisa tertarik untuk mengenal Islam, kalau sejak awal sudah dibuat benci dan antipati? Bagaimana bisa tulus meninggalkan maksiat, dan ikhlas mengerjakan hal-hal yang ma’ruf, kalau berdasar atas ketakutan terhadap sekelompok, bukan berdasarkan atas kesadaran diri? Saya juga berhak dan wajib membela Islam, membela keyakinan saya, namun saya tidak akan nggebuki orang lain untuk menyadarkannya, kecuali…
Hayoooo… kecuali apa yoooo…. Haduuhhh… jangan gebug-gebugan… Haduuuhhh…
Oktober 12, 2009 at 7:17 pm
Zaman Nabipun menegakan Syiar Islam dengan Pedang bukannya dengan kaaaanjuuuut haaayoooo!
Februari 7, 2007 at 6:38 am
Wah serius tuh..ampe mo direbut kameranya??emangnya Bang aiptop..ngomong apa ampe rusuh gitu heheh..padahal niatnya diskusi yah ..
Penelitian saya membahas arsitektur dan seni kota kuna Jakarta. Bahasan salah satunya adalah masjid dong. Kan JKT banyak masjid kuna-nya. Salah satunya masjid mereka. Saya datang ke masjid mereka, untuk ngambil foto salah satu relung kubahnya yang bergaya gothic dan corrinthian. Sialnya, mereka ngamuk. Disangka saya mau ngambil foto-foto mereka. Aneh sih. Tapi yaahh, mau diapain lagi. Untung saya nggak diperkosa dalam masjid! Hehehe
Oktober 12, 2009 at 10:06 pm
Ach pakai photo orang pulak, yang pakai kerudung pulak padahal ente kristen, ente bahlul……!
Februari 7, 2007 at 8:12 pm
Dari pengamatan saya, sang penulis termasuk orang yang minim dalam informasi. Kalau anda memahami mengapa FPI ‘ngamuk’ itu dikarenakan karena bangsa ini sudah bobrok moral dan akhlaknya, karena itu harus ada yang tegas mengangkat moral dan akhlak bangsa ini.
Kalau anda jeli dalam mengamati fakta, bangsa ini mayoritas umat Islam, tetapi nyatanya umat Islam di sini dicap teroris dan radikal, lantas paham serta budaya yang tidak Islami justru tumbuh subur. Dari kenyataan itulah FPI bertujuan menegakkan syariat Islam di bumi yang mayoritas agamanya Islam.
Demokrasi yang digembar-gemborkan sekarang ini adalah budaya kaum barat yang notabene kaum kafir, mereka menyebarkan paham kebebasan yang teramat bebas dengan tujuan agar hukum Islam tidak berdiri tegak di Indonesia agar rakyatnya menjadikan Islam sebagai simbol saja.
Semua yang dilakukan saya yakin sudah diawali dengan cara yang halus, tetapi mereka yang diingatkan itulah yang tidak mau mendengarkan. Maka dilakukan dengan cara yang keras agar sadar. Seperti Menyerbu tempat2 yang dianggap kotor/maksiat karena sudah jelas2 menawarkan sesuatu yang diharamkan dalam Islam, seperti tempat bilyar yang menjual minuman keras dan mempraktekkan judi, diskotik yang menjual narkoba dsb dan media-media porno dan cabul dsb yang jelas merusak moral kaum muda. Itu dilakukan karena aparat penegak hukum sudah kekenyangan disuap oleh pemilik usaha itu sehingga tidak mau melakukan tindakan apa apa walaupun sudah berkali kali dilaporkan.
Membenci kaum kafir adalah wajar bagi mereka dan mungkin bagi sebagian dari kita sebagai umat muslim, karena kalau kita lihat faktanya seperti umat muslim di Poso yang dibantai oleh kaum kafir, ibu dan anak wanitanya diperkosa dihadapannya, siapa yang tidak marah? Juga kaum kafir yang suka menyebarkan fitnah bahwa umat islam adalah teroris tanpa ada bukti yang masuk akal, memupuk kebencian.
Dan kepada penulis/pembaca yang lain, saya hanya mengingatkan bahwa ini Indonesia dimana mayoritas penduduknya Islam, jadi sudah sewajarnya hukum Islam harus ditegakkan disini. Kebebasan yang kita sebut dengan demokrasi adalah produk dari kaum kapitalis barat dan kaum kafir yang sangat jelas tujuannya untuk menghambarkan hukum Islam agar tidak dapat ditegakkan di Indonesia.
sekian…
Kalau saya minim info, mengapa banyak sekali berhamburan link menuju berita media atau PSP (public significant provement) di artikel ini? Kurang banyak? Googling dong Mas Fikri Asy’adah. Ketik FPI, cari dalam bahasa Indonesia. Hasilnya dahsyat. Kalau nggak komplen, pasti organisasi cap teroris, lebih parah lagi, dikecam semua umat. Mengenai Poso, astaga, apa ceritanya beda dengan di Aceh masa DOM? Di Tanjung Priok 1984? di Glodok 1998, di BatuMera 2000? Semua ceritanya nggak beda, Mas. Korbannya aja yang seragamnya beda. Hari ini, korbannya berseragam Islam, besoknya berseragam Nasrani, besoknya berseragam petani… dan seterusnya… selalu begitu.
Pelakunya selalu sama… yaitu Kebencian.
Mas Fikri yang baik, sudahlah, hentikan kebencian. Komen Mas yang banyak ditaburi bahasa seperti ‘marah’, ‘benci’, ‘kafir’, bukanlah sebuah upaya untuk membuat Indonesia yang lebih adem. Ayo Mas, sama-sama membangun Indonesia atau bahkan (dunia) Islam yang damai. Ayo Mas, menulis Blog, yang isinya membuat pembaca merasa lebih adem, tentram dan memikirkan masa depan bangsa yang lebih baik.
Februari 9, 2007 at 8:24 am
menurut saya FPI itu mempermalukan umat Islam Indonesia, dan membuat citra negara kita sebagai sarang teroris makin kuat
Oktober 13, 2009 at 2:30 am
Emang Negara kita kita sarang tikus seperti kata Iwan Fals….hee…..hee….heee!
Februari 12, 2007 at 6:47 am
yang ga tau fpi aja yang bicara seperti tu,,hanya meliht dengan kasat mata.. yuk saya yakin kalau anda berpendapat dapat seperti tu,,yuk kta berdebat di petamburan 2,, bertemu dengann tokoh fpi…>
“udah tuh, udah baca komen saya menaggapi Om Passya?. Kalau belum, mbaca dulu. hehehe”
Februari 13, 2007 at 3:52 am
FPI pilih kasih…yang digeregeg selalu daerah kemang, kebayoran, tomang,…cuma nggak pernah gerereg daerah glodok, mangga besar, kota,..takut kaleee hi hi,
Kota dan sekitarnya yang megang AMK (Angkatan Muda Key). Hehehe, FPI bagi-bagi jatah penggerebegan ama preman Indonesia Timur.
Februari 14, 2007 at 5:35 am
D kampus saya ada yang namanya AMBH (Angkatan Muda Beverly Hills mungkin kepanjangannya). apa saya harus benci mereka juga?soalnya mereka suka demo dan memperburuk umat citra Islam
Oktober 12, 2009 at 10:00 pm
Dari namanya Angkatan Muda Beverly Hills jelas mengambil dari Nama Barat (Kristen) bahlul ente!
Februari 17, 2007 at 10:36 am
Iya ya. Setuju dengan Anda. Juga dengan Wadehel, hihihi…
Februari 20, 2007 at 8:03 am
ALLAHU AKBAR.u
Februari 20, 2007 at 8:05 am
Allahu Akbar!!. Untuk FPI tegakkan Amar ma’ruf nahi munkar. Jangan takut celaan orang2 yang suka mencela.Ridho Allah diatas segalanya bukan ridho manusia yang menuruti hawa nafsu dan musuh2 Islam.
Untuk FPI, alhamdulillah, kalian mendapatkan satu lagi pendukung yang akan membela anda sampai mati. Yang menganggap bahwa ridho manusia (termasuk ridha ibu, bapak, saudara, tetangga) bukanlah ridha yang pantas diperhitungkan. Seorang pendukung buta yang menganggap bahwa Islam mempunyai musuh-musuh yang harus ditumpas sampai habis tanpa memberitahu, siapa musuhnya. (*mendingan gerakan anti pungli, ketahuan, musuhnya, yaitu PUNGLI!*)
Februari 22, 2007 at 4:34 pm
Numpang nimbrung nih Mas…
Hm… Semakin menarik, apalagi dengar kabar kalau organisasi yang satu ntu pernah kalah main valas. Benar-benar menggelikan. Itu mungkin salah satu bukti bahwa segala sesuatu harus dimulai dengan tahu ilmunya terlebih dahulu.
.
Tapi Bang, kita sedang dirasuki perasaan dilema simalakama. Kalau FPI terus, citra Islam jelek, kesannya agama ini cuma sekadar pameran preman tiap malam. Kalau FPI bubar, maksiat jalan terus Bang. Selain itu, untuk penduduk Indonesia yang seabreg, FPI mungkin jadi sarang pelampiasan mereka yang broken home, broken family, gagal masuk AKABRI or Polisi, atau yang pengen punya eksistensi.
.
Kalau menurut saya, sebaiknya bukan FPInya yang bubar, tapi pengembalian sifat aseli dari ummat agama ini menjadi ummat yang unggul di bidang manapun (bisnis/ekonomi, politik, pendidikan, ilmu pengetahuan, sampai olahraga), menjadi santun, dan segudang keunggulan lain yang setidaknya mendekati zaman Rasul dulu.
.
Bukan malah memperburuk suasana menjadi tambah cekam, bikin eneg dunia karena kelakuannya, atau malah jadi ajang untuk melampiaskan kekuatan yang tak tersalurkan.
Kalau FPI ada, masalah-maksiat jalan terus?… itu mah simpel jawabnya…
maksiat akan jalan terus Mas Pramur. Tidak akan bisa kita tumpas. Karena mereka dilindungi oleh tangan-tangan yang lebih kuat daripada FPI. Percayalah akan hal itu. FPI bukanlah sarana terbaik wadah penumpasan maksiat. Karena sekuat-kuatnya FPI tidak akan kuat melawan ‘mereka’ (*yang mirip voldemort, tidak-bisa-disebutkan-namanya-disini*) yang jelas-jelas telah melakukan bisnis melalui maksiat sejak awal mereka berkuasa pada tahun 66/67-an.
Sejujurnya, saya ndak begitu banyak mempunyai akses data menuju ‘mereka’ sehingga tidak bisa diposting disini. Andaipun ada yang punya data tersebut, sudah berkali-kali akan diracun (*ini kisah nyata beberapa orang teman dekat, loh*).
FPI tidak memperbaiki suasana islami yang kondusif, melainkan malah semakin memperburuk. Satu-satunya cara menjaga agar FPI tetap ada, yaitu diganti filosofi perjuangannya. Amar Ma’ruf Nahi Munkar FPI, sebaiknya tidak ditujukan pada lokasi-lokasi yang terdapat banyak penduduk sipil, melainkan ditujukan kepada ‘mereka’.
Hal ini sebenarnya sudah terjadi, pada tahun 1984, dipelopori oleh Amir Biki. Namun akhirnya gerakan Amir Biki ditumpas dengan dalih gerakan subversif. Baca peristiwa Tanjung Priok untuk info lebih lanjut. Terimakasih atas pendapatnya Mas Pramur.
Februari 23, 2007 at 12:11 am
Bicara ttg akidah Islam secara mendalam, saya belum berani, saya masih terlalu bayi untuk itu. Menegakkan ajaran Islam? Tanpa keraguan, saya setuju sepenuhnya. Tapi dengan cara bagaimana? Yang pasti bukan dengan anarkhi.
Saya percaya, semua agama (terutama Islam, tentunya) mengajarkan kebaikan, kalau kebaikan ditegakkan dengan cara yang tidak baik, apa iya, kebaikan sebagai tujuan akhir akan tercapai? Bukankah justru dendam dan kebencian yang kelak harus dituai?
Islam tidak bisa diterapkan secara rigid, tapi harus dengan apik mengikuti perkembangan jaman dan menyesuaikan cara penegakkan akidah2 murninya. Hukuman potong tangan karena mencuri, misalnya, sudah tidak bisa diterapkan lagi sekarang karena kajian hak asasi manusia sudah makin maju, manusia sekarang sudah lebih beradab dan Islam menyesuaikan. bukan menurunkan standar akidah, tapi menegakkannya dengan cara yang lebih baik, lebih beradab, karena agama menuntun kita kearah kehidupan yang lebih baik. Lalu apa esensi agama kalau justru karena agama itu sendiri manusia menjadi buas, barbar dan kehilangan keberadabannya..
Ketika dunia barat mengidentikkan Islam dengan terorisme, FPI secara tidak langsung justru memberi pembenaran dengan melakukan teror dan kekejian terhadap sesama saudaranya sendiri. Sungguh menyedihkan,.. kekejaman dilakukan atas nama Islam.
Ps:
…..pun, tak perlu menunjuk hidung orang kafir ketika kita sendiri belum bisa memastikan bahwa kemaksiatan dilakukan oleh 100% non muslim, tanpa keterlibatan orang-orang muslim.
Maret 3, 2007 at 4:28 pm
hihihi…FPI, capee deee..
Agama tak perlu dibela, apalagi Tuhan. Karena Tuhan udah Maha.
Setorannya kurang aja kok pake bawa2 agama sih? Peminta2 di perempatan jalan mungkin lebih baik dari mereka. Agama kok dijadiin tameng.
Agama dijadiin tameng. Senajatanya… tetep ajah pentungan. Korbannya? Tetep ajah rakyat susah. Hehehe
Maret 3, 2007 at 4:31 pm
sorry…keknya yg tadi yrl-nya ga tepat, hehehe
hehe, gapapa. saya jadi tau kok, The man behind the screen. Hehehe
Maret 5, 2007 at 10:42 am
Temenku, muslim, lihat dengan mata kepala sendiri FPI ngeloyor dari salah satu kafe di Kemang karena sudah disogok…
Banyak cerita yang sama beredar di kalangan publik. Sayang kurang srinsyut euy.
Maret 5, 2007 at 2:46 pm
Temenku, atheis, lihat dengan mata kepala sendiri FPI ngeloyor dari salah satu kafe di Kemang karena sudah disogok …
Apa bedanya ?
Yang satu muslim lainnya atheis. Sama-sama manusia
Pendapat saya tentang FPI, la … pulisi aja diem aja. Pulisi-nya dong yang perlu kita demo. FPI kan cuma kacang-kacang … Ngapain protes sama kacang-kacang …
Tapi daripada itu saya setuju sama Dani Ahmad, Lasykar Cinta bla bla bla
Pulisinya kadang juga sadis sih. Dulu Bambang Harimurti (TEMPO) digebugin preman di kantor POLDA. Pulisi diem aje. Sadis!
Oktober 12, 2009 at 9:21 pm
Massa demen ama lasykar Cinta Ahmad dhani yang ada anting-antingnya terus kepala gundulnya ada garis-garisnya lasykar freemanson kali….!
Maret 6, 2007 at 5:45 am
[...] Bait terakhir,” pernahkah denger ga teriakan ALLAHHUAKBAR? Pake peci tapi kelakuan barbar. Ngerusakin bar, orang ditampar tampar”. Kalau yang ini adalah perbuatan dari oknum dan ormas Islam yang malah membikin malu umat Islam Indonesia, dan memperkuat citra negara Indonesia sebagai sarang teroris. (baca juga: Mengapa Saya Anti FPI) [...]
Maret 7, 2007 at 4:03 am
Apakah pada zaman Rasulullah saw., ada sekelompok muslim yang perilakunya seperti para anggota FPI? Kalau iya, bagaimana sikap Rasul kepada mereka?
Maap mas, waktu jaman rosul, saya belum lahir. Haduh sampeyan ini gimana yaa, saya ini masih muda thoo. Hehehe
Oktober 12, 2009 at 9:31 pm
Jaman Rosul bukankah menegakan syaraiat Islam itu dengan pedang, masih untung FPI hanya dengan pentungan satpam, justru kita mestinya bersyukur masih ada yang membela umat Islam dimana kebatilan terus berlangsung Narkoba merajalela, khamar dan maksiat terus berlangsung. Allahu Akbar! udah ach cape nich!
Maret 13, 2007 at 1:19 pm
Waktu Rosululloh Hijrah Ke Thoif, tapi orang Thoif ga welcome, mereka malah mengusir & melempari Rosululloh dengan batu dan kotoran binatang . Sampe2 malaikat Jibril nawarin kpd Rosululloh untuk menimpakan Gunung ke orang2 Thoif.
“Jangan!!” jawab beliau, “Mereka memang menentang perintah Allah, tapi siapa tau anak cucu mereka kelak akan menjadi muslim yg sholeh”.
Maret 13, 2007 at 1:27 pm
ooopss, itu mah ga jawab pertanyaan M shodiq yak?
Hahaha… kacau euy. Hahaha
Maret 16, 2007 at 3:49 am
Menurut saya FPI masih pilih-pilih dalam menindak pornografi, contoh dalam kasus majalah play boy, setau saya jauh sebelum majalah ply boy akan diterbitkan di sekitar kita sudah banyak tabloit yang mengexpos pornografi, tapi kenapa FPI tidak bertidak, tapi kenapa FPI hanya mempermasalahkan majalah play boy aja, kalau emang FPI akan memerangi pornografi bersihkan semua tabloid, majalah atau apapun yang mengandung unsur pornografi, jangan pilih-pilih.!!!
FPI ga berani dong. Kalah beking. Hahaha
Maret 18, 2007 at 3:15 pm
okay, saya sangat setuju sekali dengan semua yang dikatakan anda…sayapun tidak suka (benci)akan lebih tepat jika saya kenal satu per satu anggota FPI nya. Saya sangat mengecam tindakan FPI yang main hakim sendiri dan bagi saya FPI hanya legalisasi dari sebuah premanisme yang terstruktur. FPI sangat potensial untuk menjadi pemicu dari konflik primodialisme, seperti yang kita tau di indonesia masyarakatnya sangat plural. coba browsing deh banyak banget konflik primodial yang terjadi di Indonesia.
Agama saya Islam, saya percaya dengan islam, tapi saya ngga habis pikir dengan manusia yang ngga menghargai perbedaan…HALLO yang menciptakan perbedaan kan ALLAh juga…so ngapain FPI mau semuanya ngga beda sama mereka…mau menentang ALLAH??? katanya Front pembela Islam??? kok mau menentang sang pencipta sih???
Okay, to the point…sebelum ada konflik primodialisme selanjutnya…gimana kalo orang2 yang peduli dengan kelangsungan hidup
Maret 18, 2007 at 3:21 pm
Okay, to the point…sebelum ada konflik primodialisme selanjutnya…gimana kalo orang2 yang peduli dengan kelangsungan hidup umat beragama yang plural di Indonesia dan jakarta pada khususnya…
“Mari kita bergabung…” dengan saya dan beberapa sahabat lainnya…
Kita bentuk sebuah pegerakan dengan basis “OTAK” bukan “OTOT” yang mengatasnamakan anti SARA, untuk menentang KEMUNAFIKAN orang-orang yang mengatasnamakan Agama, Suku, Ras dan Golongan untuk mencapai tujuan dan kepentingan golongan mereka…
Yang berminat, bebas siapa saja, dari ras manapun, agama manapun, golongan manapun… yang penting satu tujuan, yaitu mencegah konflik primodialisme yang mungkin timbul akibat kemunafikan orang-orang tertentu dalam organisasi dan atau golongan tertentu…
Baik lah kita tunggu tanggal mainnya bersama-sama ya…
salam.
Maret 26, 2007 at 3:17 pm
saya belum pernah melihat langsung FPI itu seperti apa. saya cuman ngeliat mereka di TV lewat berita2 gimana kelakuan mereka. emang sih pernah ngeliat di salah satu brita, satpam ampe takut bangat waktu di cari ama anggota FPI. sebegitu hebatnyakah mereka sampai aparat penjaga keamanan aja takut?
saya sepakat dengan bang arif “hentikan kekerasan, hentikan kebencian”
tapi dengan munculnya kata “anti” di judul tulisan ini membuat kata2 “hentikan kekerasan, hentikan kebencian” ga ada gunanya. karena gimanapun kata “anti” membuat makna bahwa bang arif tidak menyukai FPI yg akhirnya menimbulkan kebencian itu ada. walaupun mungkin bang arif tidak benci, tp secara tidak langsung membuat orng yg baca ini menjadi benci.
FPI hanya sebuah perkumpulan yg bergerak pada apa yg mereka yakini. apapun yg mereka yakini itu, pasti benar menurut mereka. tapi tidak semua orang sepaham dengan mereka. seharusnya mereka sadari itu, dan kita diciptakan didunia ini pasti berbeda. terima perbedaan dan jalanin dengan harmonis.
saya juga ga sepakat ama kelakuan FPI yg merusak fasilatas umum. apapun alasannya kekerasan merupakan perbuatan yg kurang baik (menurut saya pribadi lho…). saya ga berani ngomong salah ato benar. karena yg bisa menentukkan benar dan salah itu hanya Allah ta ala
Maret 27, 2007 at 3:20 am
[...] atau konstruktif. Bukankah disini kita bisa memprotes bahwasanya FPI itu lebih sering bertindak anarkis dan semena mena? Disini juga saatnya kita teriakkan dengan lantang gerakan anti pungutan liar, bahkan kalau pelu [...]
Maret 27, 2007 at 9:31 am
manusia pada dasarnya diciptakan beraneka. Bahkan pada awal mula, manusia sudah berbeda.. adam seorang laki laki jelas berbeda dengan hawa seorang perempuan. Coba dibayangkan apa yang bakal terjadi kalo Allah hanya menciptakan manusia seperti adam. Bukankah dengan hadirnya hawa, kehidupan manusia menjadi lebih nikmat. Demikian juga sekarang, perbedaan yang ada itu sebenarnya adalah membuat kehidupan semakin nikmat. Bayangkan aja jika not solmisasi hanya 1 (do) saja, makan tentu semua lagu akan sumbang, ato warna pelangi hanya merah saja, tentu pelangi tidak akan pernah indah. tapi dengan adanya nada nada lain selain nada 1 (do), maka terciptalah alunan musik yang menjadi lagu yang sangat indah, ato warna lain selain merah, maka terciptalah pelangi yang selalu dinantikan dikala hujan sudah reda. Jadi mengapa dipaksa, bahkan dengan kekerasan semua harus sama, kalo ternyata itu hanya membuat hidup menjadi sumbang, dan langkah menjadi monoton yang membosankan, padahal sebenarnya perbedaan dan kemajukan itu membuat hidup semakin indah dan semakin berarti…
hai FPI, coba kamu pikirkan… apa yang bakal terjadi jika semua manusia di dunia ini menjadi sama seperti kamu. Bukankah semua orang akan menjadi orang yang sewenang wenang.. kasar dan tidak punya belas kasihan…
Maret 29, 2007 at 1:08 pm
FPI itu Front Penghancur Islam. FPI bekerja menjelma sebagai Islam fanatik dan munafik. Karena FPI diciptakan oleh Elite politik untuk mendekreditkan umat Islam Indonesia. Alhamdulillah aku masih menganut faham komunislam. Islam yang kiri yang berperang melawan kapitalisme dan Imperialisme.
Oktober 13, 2009 at 2:41 am
Dengan apa anda melawan kapitalisme dan imperalisme, apakah anda seorang anggota DPR, Presidenkah atauakah……
Maret 29, 2007 at 2:28 pm
fpi itu btul 2x iblis berpakaian ustadz..saya adlh irg dati laum etnis dan agama minoritas di negeri ini..dan saya(walaupun blum pnh melihat scra lngsung hanya dri tv)sgt muak sklu mlihat greja2x ditutup scra paksa sambil bertriak2x allahu akbar..seakan2x kami org kristiani pemuja iblis…apakah (skali lg sory bos)bgtu kaum islam melakukan pnybaran agamanya?ya..saya faham,kami hanyalah minoritas n ga bs ap2x..tapi kami percaya dari pihak muslim jga ga stuju dgn tngkah mrka..ok d.JESUS LOVE U Y…
Maret 29, 2007 at 2:33 pm
ya kdang2x untuk mlihat kualitas pohon,liat dulu buahnya…fpi kan kaum muslim,mungkn itu yg mrka pelajari..sory neh kalo ad yg tsinggung..indonesia negara demokratis..agama bukan untk dibela..bukan tuhan namanya kalo harus dibela manusia…ok
Maret 30, 2007 at 4:08 am
FPI…… gak NaHanNnnn………
maksudya ga bs nahan emosi utk berbuat dan menghasilkan sesuatu yg benar, kenapa mereka tidak coba dengan “KASIH”. Mungkin itulah perbedaan antara yang membedakan orang yang berpikiran bijaksana dengan yang berpikiran hanya mengandalkan ROTAN dan HuJAtan2 padahal belum tentu yang dianggap baek dan betul ama mereka itu benar bagi masyarakat, bayangkan aja kejadian slama mreka berdemo ga ada yang benar, jgn2 mereka hanya perpanjang tangan, dan nExt TimE hey FPI Jangan BawA2 agama dh, that’s bullshit u KnoW. Peace.
Maret 30, 2007 at 4:16 am
FPI itu adalah organisasi yang dibekingi oleh orang yang mempunyai kepentingan politik yang sangat besar di negara ini….jujur aja klu gw tau sipa orangnya…gw culik dia….. gw kulitin….. kulitnya gw buat jadi kulit spatu gw…… dagingnya dijual dengan bentuk sate….knp…? krn orang seperti itu tidak suka damai……
Maret 30, 2007 at 6:00 am
Tadi malem gue nonton TV, FPI menyerang organisasi lain yang berdemo. Lalu ada perwakilannya berkata, “kami menyerang mereka karena mereka komunis, kami membela negara!!!”.
mmmh… apakah semudah itu menuduh orang dan menyerang orang lain? bahkan jika tuduhan itu benar, tetep gak bisa main hantam kromo sendiri.
FPI mnenggembar-gemborkan tentang akhlak yang baik, tapi kelakuannya malah seperti tidak punya akhlak baik.
Maret 30, 2007 at 10:11 am
sebaiknya fpi mengurusi diri sendiri dulu, baru mengurusi orang lain,,betul??
Maret 30, 2007 at 10:37 am
Saya bukan muslim….
Bagi saya Islam itu menakutkan….
Pandangan seperti ini bukan hanya disebabkan oleh…Imam samudra dan kawan-kawan…
Bukan hanya oleh Abu bakar Bawasyir…
Bukan hanya oleh Nordin M Top dkk…
Bukan hanya oleh tindak tanduk muslim di seluruh dunia…
Tetapi… FPI jugalah yang menegaskan pikiran saya yang seperti itu…
Muslim menganggap bahwa agamanya adalah agama rahmat dan damai….
Tapi saya justru melihat kenyataan sebaliknya yang ada pada Islam…
Kejelekan dalam Islam semakin kuat dalam pandangan saya…
Lalu mengapa saya justru tidak menganggap jelek terhadap kaum hindu, Budha, Yahudi atau Kristen?
Sebenarnya pandangan saya itu muncul karena umat umat muslim sendiri.
Dari tindakan pada muslim lah orang menilai seperti apa Islam itu…
Lalu dari pandangan yang muncul seperti ini dari saya dan orang banyak seperti saya di seluruh dunia… apakah itu menjadikan hal yang pantas bagi muslim untuk memusuhi saya?
Mengapa Muslim tidak mencoba untuk introspeksi?
Mengapa Muslim tidak mencoba mencari tahu mengapa non muslim yang mayoritas itu tidak suka kepada Islam/muslim?
Kalo orang sudah takut melihat Islam/muslim…. bagaimana mungkin orang mau anda ajak menjadi muslim….
Maret 30, 2007 at 10:45 am
FPI mungkin menganggap bahwa dengan menghancurkan sejumlah gereja atau sekolah teologi akan menyebabkan berkurangnya jumlah Kristen dan tidak ada lagi pendeta yang bisa dihasilkan…..
Padahal anggapan seperti itu justru salah sekali…..
Sebaliknya yang terjadi adalah bahwa umat kristen akan semakin tahan banting… tahan cobaan… tahu seperti apa islam itu… tahu kejelekan islam….
Fisik bangunan mungkin bisa dihancurkan….
Tapi apa yang ada dalam pikiran tidak akan bisa dihancurkan….
Yang akan terjadi adalah FPI akan justru membuat Islam semakin terpuruk dan semakin lemah… bahkan sangat mungkin sekali akan membuat Islam pada akhirnya sirna….
Ingatlah bahwa kemenangan atas suatu masalah bukan disebabkan oleh kekerasan… justru dimenangkan oleh penghindaran terhadap kekerasan….
Hal itulah yang dicontohkan oleh Mahatma Gandhi…. seorang hindu…
Maret 30, 2007 at 10:54 am
Hehehe… nambah dikit lagi nih…
Anda mungkin menganggap bahwa saya kadang takut untuk menunjukkan ke-nonmuslim-an saya di indonesia….
Justru sebaliknya… kalo dulu saya rada takut….
Sekarang saya justru bangga menunjukkan bahwa saya bukan muslim… bukan hanya di indonesia…. bahkan di luar negeri….
Bangga sebagai non muslim….
Santai saja, raja iblis aja bangga jadi raja. Hahahaa. Anyway, jangan generalisasi ahh Bung. Nanti bisa tambah panas.
Maret 30, 2007 at 12:50 pm
nyuknyet…
Sama kayak kristen, di Islam ada banyak aliran.
Ada yang keras, ada yang damai, ada yang kasar, ada yang santun. Nah rata2 yang terekspose itu yang keras dan kasar bo…
Makanya islam jadi tercoreng, padahal yang garis keras itu cuman minoritas, cuman gara2 disinggung di media terus seakan2 mereka mayoritas dan rata2 orang muslim kayak gitu.
NO!!! Gue bilang tidak!! Islam yang sebenarnya gak kayak gitu. Gue gak pernah tu benci orang kristen atau non muslim lainnya bahkan yahudi sekalipun, malahan temen2 akrab gue kebanyakan orang kristen. Siapapun kalo baek ama gue, ya gue baek juga donk.
Actually… kita selalu lebih cepat memasukkan ke hati jika ada sesuatu yang gak ngenakin hati. Dan itu wajar aja sih… Cuman jangan samakan semua orang muslim kayak gitu.
Nah.. FPI itu termasuk garis keras tapi cenderung gak pake otak! Paling juga waktu nimpuk2 batu, dia kagak ngarti nimpukin siapa dan kenapa. Yang penting pas dikompor2in nimpuk, ya ikut nimpuk.
Itulah kalo kagak pake otak, gak mikir panjang… siapa membela siapa nih?
Mending ganti nama jadi Front Pengangguran Indonesia, jadi kalo anarkis, gue udah maklum…
Oktober 13, 2009 at 2:46 am
Asal aja jangan kaya jaringan Islam Liberal aja bahwa Tuhan untuk semua agama sama, berarti kalau tuhan itu sama tentu pula anda mengakui bahwa Yesus itu anak Tuhan…hee…heee….!
April 1, 2007 at 8:02 am
Saya mau usul, gimana kalau kita memulai gerakan menumpas ‘kejahatan’ tanpa menggunakan cara-cara ‘kejahatan’ itu sendiri,KEKERASAN. yang namanya kekerasan nggak pernah mendatangkan kebaikan menurut saya. Ini sebabnya semua orang baik pasti berusaha menghindari cara kekerasan.
Saya mau usul gimana kalau kita belajar dari Gandhi yang berhasil mengusir Inggris dari India dengan gerakan anti kekerasannya (saya dibodohi oleh pelajaran sejarah dulu yang bilang india nggak berjuang merebut kemerdekaannya). Atau Dalai Lama, yang walaupun belum berhasil memerdekakan tibet dan kembali ke sana sebagai pemimpin negara, tapi sudah menarik banyak dukungan internasional ke sana. Dan lepas dari semua itu mereka berdua dianggap oleh seluruh dunia bahkan dunia barat (yang sering arogan sama orang asia).
Saya pikir yang dibutuhkan bukan kekerasan, tapi persistensi dan konsistensi. terus ‘melawan’ dalam kedamaian dan konsisten ‘memerangi’ kejahatan. Dimulai dari diri sendiri…?
April 2, 2007 at 4:49 pm
Ini sedikit sharing dari saya,…
Saya Kristiany, ..
tanggal 1 hari minggu kemarin, FPI datang dengan massa ketempat kami (gereja), memang terjadi ketegangan . .. walalu tidak sempat rusuh namun ini amat sangat tidak baik, ..
aku tidak tahu jelas motivasinya apa ?
ini sedikit penjelasan namun bukan pemojokan. ..dan tidak rekayasa.
yang jelas,
1. masuk memaksa. dan asal ambil gambar.
2. membawa masa, mencopot dan asala mengambil selebaran. walau tidak merusak.
3. diskusi secara kekerasan.pendapat tidak diterima secara baik dan kalah dalam berargumen malah nagak pakai kekerasan. pake nogomong perang salib pula.
4. secara pengetahun agama aku anggap kurang. walau aku tidak tahu secara baik. namun ketua FPI jogjakarta melontarkan kalimat seperti ini “OLLOH hanya ada di Indonesia”.
Dia juga gak mau kita menyebut dengan kalimat ALLAH atau TUHAN.
5. masih banyak yang tidak perlu diceritakan.
jelasnya seprti ini.
gedung gereja kami, belum dapat ijin tetap dari walikota untuk melakukan peribatan.
dan dari lingkungan kampung ada 2 orang yang tidak setuju dengan keras karena kami beribadah,
kami tidak mebuat keributan , jemaat yang hadir setiap minggunya berkisar 50 an orang. tidak menggunakan band dan lainnya sebagai wadah keributan.
karena warga yang tidak setuju dengan kehadiran kami dari sejak lama dan tidak bisa menggeserkan kami diduga orang tersebut yang memancing rusuh dengan mengundang FPI,..
membawa surat yang sifat nya terbatas dan disalahgunakan orang mereka untuk menkan kami,/.
surat tersebut berasal dari wakil walikota langsung. namun kelompok FPI yang katanya sebgai warga yang baik harus menaati hukum mereka memaksa untuk menghentikan peribadatan kami, karena kami punya bukit dan argumen sehingga pendapat mereka tidak bisa diterima sehingga mereka mau bertidak keras, untuk ada intel sebagai penengah.
kesimpulan.
kami sudah dapat ijin sementara dari walikota untuk melakukan ibadah.
dan kami tidak buat keributan.
surata dari pemerintah yang seharusnya diurus oleh orang pemerintah sendiri kenapa FPI yang turun tangan.
seharusnya FPI yang meminta pemerintah untuk selesaikan masalah ini.
sungguh ini tidak logis.
Sedikit lagi sharing dari saya pribadi.
Kita sembagai umat yang berTuhan.
yang kita yakini Tuhan adalah Tuhan yang hidup.
1. Kebenaran tidak perlu dibela, kebenaran akan membela dirinya sendiri.
2. Tuhan tidak perlu dibela, Tuhan akan membela dirinya sendiri.
3. Masalah diskotik atau tempat2 maksiat bagaimana mengurusnya.,,
kesalah sudah dimulai dari pemerintah yang bersikap kompromi sejak awal dan tidak menegakkan kebenaran.
Jika pemerintah sehat, saya yakin pemerintah tidak akan mendirikan tepat tersebut. dan mecabut ijinnya.
4. satu generasi pemerintahan harus di hapuskan (diberhentikan)
karena apa ? sifat ini akan mendidik dari generasi ke genarasi. contoh gampang polisi lalu lintas yang mengandakan rajiah banyak mengajarkan bawahannya untuk mencari uang melalui rajiah, rajiah memang baik. tapi satu sikap yang sekalu saya lihat yaitu uang titipan tilang selalu mereka bedakan kertasnya untuk kepenrtingan pribadi.
5. bagai mana sikap kita,jika kita melanggar dan kena tilang.jangan mau bayar ditempat .. minta aja surat tilang. kecuali kita lagi diluar kota atau kondisi tidak memungkinkan.
6. masih banyak lagi.. aku capek nulisnya…
…
Anyway, makasih sudah sharing.
April 2, 2007 at 9:19 pm
no comment..lam kenal aja
April 3, 2007 at 4:47 pm
Kang Kombor yang dimaksud Tempat Maksiat oleh FPI & FBR adalah Tempat Kaum Reformis berada, klo Tempat Maksiat yang sesungguh nya dijaga karena dah dikasih Uang Jaga/Upeti oleh Pemiliknya.
Koq Mau aza Islam didompleng oleh FPI & FBR yang katanya Merusak nama Baik Islam.
April 5, 2007 at 5:43 am
lalu apa bedanya sama israel?
israel, membombardir penduduk palestina dengan lebih kejam,
seringkali karena hal sepele perkampungan palestina diorak-abrik hanya untuk menemukan seseorang yang mereka cari?
itu jelas sangat jahat lebih jahat daripada FPI mengobrak abrik tempat billiard, kedua postingan ini kok keliatannya kontradiktif sekali. anda tidak mendukung generalisasi terhadap israel, tapi anda sendiri melakukan generalisasi terhadap FPI. apakah kedua kata ini, FPI dan israel mempunyai perbedaan yang mencolok selain sama-sama sebagai sebuah kata benda?
Generalisasi disini adalah generalisasi Israel secara menyeluruh. Gini ajah deh contoh gampangnya, karena seorang bajingan bernama Imam Samudra membom Bali yang banyak korban australinya, maka semua orang Indonesia dicap teroris. Lalu blogger-blogger Australia masang iklan/banner/slogan di weblog mereka dengan isi tulisan “BLOGGER AUSSIE BENCI INDONESIA”.
Bagi saya, itu aneh. Yang ngebom kan Imam Samudra? Kok saya yang orang Indonesia diikut-ikutin masalah itu? Emangnya saya teroris?
Masalah generalisasi ini menjadi serius, ketika kita menggampangkannya lalu menyulutnya menjadi sebuah aksi yang dapat mengakibatan kekerasan. Entah kekerasan pada jiwa, atau kekerasan secara fisik.
Mengenai FPI, jujur saja, sebelum posting mengenai mereka, saya sudah bicara dengan mereka. Hasilnya, saya digebugin. Saya tidak menutup mata, bahwa mereka telah berbuat kebaikan, dengan membantu mencari mayat di Aceh.
Tapi saya juga tidak bisa menutup mata, bahwa memar-memar di tubuh saya adalah nyata. Bukan imajinasi gila saya pribadi.
April 5, 2007 at 5:53 am
#)saya sendiri kurang setuju dengan generalisasi.
April 5, 2007 at 8:31 am
bro sekalian, gw numpang nulis. sebenarnya dulu gw demen dgn yg namanya organisasi apalagi tujuan nya utk kebaikan. gw bukan muslim tapi demen sama temen2 gw yg muslim ditempat gw bukan saja hanya karena sifat mereka yg mulia dan seneng nolongin, tapi mereka itu perfect friend lah! gw juga menghormati tetangga2 muslim terutama bapak2 dan ibu2 di RT gw dan menganggap mereka layaknya spt org tua sendiri bukan saja karena mereka sering ngundang tahlilan atau ngirim lontong opor pas hari raya kupatan, tapi mereka semua (tetangga2 gw dirumah) ikut membentuk watak gw utk bertoleransi lebih dari sodara serta menggilas batasan yg sering disebut “agama”.
Who the hell said that i can not go to their Masjid and learn about ISLAM? or attend their ceremony? or they came to my house for Chirstmas cake?
Bahkan gw juga merasa kudu nyediain jajanan dan sangu pas lebaran supaya anak dan cucu tetangga bisa dateng mengucapkan “Assalamualaikum….” dan gw dgn lincah nya bilang “Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu” sambil buka pintu, menghitung jumlah dan ngeloyor ke dapur siapin minuman, setelah keluarin minuman malah lebih heboh…. gw tanya dari mana saja, dah dapet sangu berapa, ini anak siapa itu anak siapa….. setelah pulang mereka gw kasih sangu juga.
Wait….wait… wait a minute… maksudnya ape nih? mo nyebarin agama ya? mo kasih doktrin agama ke mereka ya? atau mo ngajarin yg ISLAM itu ttg agama gw? Ups, sorry man! loe mungkin ga nyangka kalau reason gw ikutan ngerayain hari lebaran itu hanya utk alasan yg sederhana dan sering dilupain sohib2 diluar sono baik yg Muslim atau Kristen atau Hindu atau agama apapun lah… yaitu kebersamaan, kekeluargaan, rasa saling memiliki dan menghormati. dgn demikian gw jadi lebih dekat dan mengenal tetangga disekeliling gw, tetep jalanin silaturahmi sampai cucu-cicit 7×7 turunan. Oh ternyata yg gundul ini anak pak Soleh dagang tempe disana itu, lucu dia mirip sifat bapak nya suka canda ga demen marah atau tengkar (temen main gw waktu kecil), atau ttg si Muslik yg dibilang juara ngaji di Mussolah sebelah rumah dan pasti itu didapetin dari sifat ibunya yg pinter sekaligus cantik yg diembat kang Ali (angkatan atasku), dsb-dsb.
Siapa yg ga tertarik dengan komunitas kaya begini? jujur saja, it is heaven on earth man!
HERAN gw, kenapa ttg ISLAM kok lebih menarik dikampung halaman gw ya, dimana mereka ga pernah nyinggung perbedaan, mbakar, nyikat, atau melakukan hal-hal yg anarkis begitu…. apa ISLAM nya beda? padahal menurut gw dan banyakan orang Muslimin/Muslimat di tempat gw, sangat sangat GA PERLU membicarakan perbedaan, GA PERLU maksain agama, GA PERLU ngerusak, dll.
Untuk menyikapi tempat portitusi, kemaksiatan, atau hal2 porno dan racun moral lain nya, kita HARUS bersatu dan ga perlu pake merek agama tertentu, lupakan perbedaan, terus fokus untuk menjaga dan melihat lingkungan kita sendiri dari pengaruh negatip serta cikal-bakal hal-hal yg merusak. Untuk di daerah kota, kita bisa kok salurkan suara ke wakil-wakil yg “harusnya” kita pilih dan kenal utk menekan pemerintah supaya setidak-tidaknya menghalangi berdirinya tempat2 yg haram, atau mencabut ijin perusahaan yg memang kebukti merugikan masyarakat.
At least dgn bersatunya “kita” ada hal2 positip yg bisa kita sumbang untuk masyarakat dimana kita tinggal dan hidup.
- gitu saja kok repot!
Kalau urusan menhadapi FPI gini sih, tinggal tunggu tanggal main nya saja. Apa yg kita tanam pasti kita tuai, menanam angin menuai badai. yang elo-elo pada serang dan hancurkan adalah masyarakat indonesia sendiri dan gw yakin diluar sono banyak musuh mu yg suatu saat akan menghajar balik lo dgn tongkat dan parang. cari musuh ketemu musuh. buka mata lo, perluas wawasan lo, agama lo itu sebenarnya ngajarin baik dan kasih sayang, inget ini bukan jaman nya perang dipadang pasir. yg membesarkan bangsa ini adalah kesatuan dan persatuan, dulu fpi ga ada dan indonesia tenang, gemah ripah loh jinawi.
Hoiii.. sabar Oiii.. Sabar… Huehehe… Dulu ga ada FPI, tapi ada monster bernama Orde Baru. Hahaha.
April 5, 2007 at 3:21 pm
gue anti PKI aja lah…
FPI masih da gunanya juga toh..
hehe…gantiin POLISI yang kayak BANCI
ga berani menggilas pedagang MIRAS & JUDI.
ga berani menindak DISKOTEK tempat transaksi esek-esek…atao NARKOBA..
bagi org FPI..akan berkata
“Perjuangan ada resikonya”..
Ya itu resikonya diomongin
premanlah, tukang pukullah, mafialah..
Tapi ya itu…kenyataanya
Ibu gue, tetangga gue, Guru2 gue dan laenya
mengeluh kenapa Kemaren orang mabok perkosa anak gadis…Pornografi merajalela, korban narkoba tak terbendung, tayangan TV makin Porno dll…
dimana APARAT NEGERI INI???
di mana APARAT NEGERI INI ??
kalo aparatnya LOYO…
Maka Pengadilan Rakyat(Jalanan) yang digunakan….
Walopun di daerah saya ga ada FPInya..
Tapi kalo ada yang Terang-terangan JUDI, Warung jual MIRAS…
maka masyarakatpun akan protes..jika ga diindahkan ya..DI OBRAK-ABRIK..
KEMAKSIATAN sekarang nih ga da takutnya..
POLISI aja dianggap PATUNG..(hehe maap)
Jadi, komen sih boleh…
Tapi lebih baek loe kasih contoh deh..gimana TINDAKAN REPRESIF thd kemaksiatan.
Hehehe. Ada orang sadis dateng.
Pulisi kayak banci? Emang situ pernah ngomong begitu di depan markas mereka?
(*kalo saya, pernah. Di depan polres Depok. hehe*)
Tapi kalo semua masalah sosial kita timpakan ama pulisi. Itu nggak adil.
Sama dengan ketidak-adilan, bahwa semua tayangan TV yang makin porno (*ahh masa iya sih? seporno apa?*) adalah pemicu perkosaan.
Menggunakan pengadilan jalanan adalah salah satu tindakan barbar. Main hakim sendiri. Belaga seperti Tuhan, mau nyaingin firaun, mencoba menghukum yang bersalah. Lalu menggunakan tindakan represif melawan kemaksiatan.
Aduuh Mas… kemaksiatan itu masalah realita sosial. Harus dihadapi dengan obat sosial pula. Bukan dengan tindakan represif. Jangan lagi deh maen represif-represifan (*Mao nyaingin Pak Harto emangnye? Haha*).
Timtim, Aceh, Kedungombo, Tanjung Priok 1984, Maluku… dan sederetan nama lainnya adalah saksi nyata yang masih tetap berdarah akibat tindakan represif.
BTW, dulu situ sering digebugin tentara yaaa? Atau dibesarkan dengan kekerasan dalam rumah tangga?
Hatinya kok penuh dendam begitu?
April 6, 2007 at 10:12 am
wah bang arif kita bener2 sepaham nih hahaha.
Gw dari dulu itu menentang yang namanya radikalisme dan extremisme, apapun paham yg dibawanya. Kekerasan yang seperti itu tuh bener-bener memperlihatkan betapa rendahnya tingkat pendidikannya, ngga salah beberapa tempat dari forum diskusi saya bilang FPI = Front Pemuda Id**t .
Kalo punya otak kenapa ngga digunain? Kenapa harus pake kekerasan sih? Dan dari cara mereka berulah tuh bener2 pemaksaan kehendak, pemaksaan satu paham doang. Jangan lupa, Indonesia itu dibangun diatas keberagaman, mau ngga mau kita harus hidup dalam keberagaman itu.
Kalo misalkan FPI itu begitu stres pengen membuat Indonesia jadi negara Islam, silahkan pindah ke negeri Timur Tengah. Lucu banget sih.
Maap yah gw kasar2 bgini, soalnya gw empet bgt sama FPI nih huhuuh. Kasus Playboy jg bikin gw WTF, padahal FHM, Popular, Maxim itu gambarnya banyak yg lebih parah. Lagian coba katanya Playboy itu haram, berarti ga boleh dibaca kan? Kalo ga dibaca gimana pada bisa tau isinya? Intinya berarti FPI itu pada baca playboy jg ato ga pernah tau isinya trus asal tuntut. Ckckck piye to?
Sebenernya yang paling parah bukan masalah razia-razia yang dilakukan FPI. Tapi yang parah adalah kelakuan pemerintah/POLRI yang tidak bisa apa-apa menindak FPI hanya karena mereka dibekingi oleh orang kuat Indonesia. Itu yang meyedihkan.
Yang kedua yang paling parah adalah, kelakuan FPI sendiri yang membuat muak anak bangsa yang beragama Islam yang malu agamanya dijadikan kendaraan para binatang buas. Puncaknya (semoga saja tidak terjadi), adalah perang saudara!
Yang ketiga, memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang melegalkan barbarisme dan terorisme yang dilakukan segelintir rakyat Indonesia kepada rakyat Indonesia lainnya.
Naudzubillahiminzalik deh. Moga-moga aja nggak lebih parah.
April 6, 2007 at 3:45 pm
Saya sih heran masih ada orang yang peduli dengan sekitarnya
Gimana Hukum & petugas ngga bisa apa”……..buat main”
FPI masih mengingatkan………yang lain
Maju terus.. FPI
Hehhe, ada pendukung FPI mampir. ayo dong, silahkan komen dan beri pendapat kalian. Panas, nyelekit, bikin yang baca pengen muntah. Silahkan saja. Saya tetap dukung kebebasan berpendapat dan berbicara.
April 7, 2007 at 3:32 am
[...] Apakah masyarakat ini tidak punya agama? Punya, liat saja KTP mereka, ada kolom agama di situ dan kayanya semua kolom agama di KTP nya orang Indonesia itu ada isinya. Apakah kalau punya agama mereka tidak punya para mentor alias para pembimbing alias para pemuka agama? Punya, banyak malahan. Apakah masyarakat tidak punya aparat, jaksa dan hakim yang bisa menegakan keadilan dan kebenaran? Punya, meski sebagian besar oknumnya banyak yang jadi mafia dan doyan pungli. Apakah masyarakat tidak mampu membantu aparat menjaga keamanan dan menegakkan keadilan dengan cara membentuk ormas dan lembaga swadaya? Mampu sekali, sampai sampai ormas itu bertindak melebihi aparat dan menciptakan hukum sendiri. [...]
April 7, 2007 at 8:55 am
NUMPANG LEWAT MAS……………
Saya setuju dengan mas2 di atas. Indonesia memang mayoritas Islam, apakah dengan itu kaum minoritas langsung di jolimi?
agama artinya tidak kacau balau, tapi saya heran dengan adanya agama malah kacau balau! piye to? kalau mank FPI pejuang, pejuang di bidang pa? mungkin FPI cuma berjuang untuk ketenaran saja misnya mengusir inul, majalah play boy, pokoknya gimana biar masuk TV tu yang dilakuin. klo membela orang miskin kan g masuk TV. to mungkn FPI ga dapt setoran dari tempat hiburan kanya marah.
tobat lah FPI
Hehehe.. Ayo FPI, dan pendukungnya… bales nih. Hehehe
April 7, 2007 at 1:39 pm
gw mau numpang OMDO
“loe-loe tuh ye
OMDO
OMDO
NOL besar
apalagi empunya blog
OTAK dungu
cuma nyari sensasi”
Ayoo..kasih koment
yg nyelekit mumpung gratis
bilang kek FPI kafir
tapi gw mau bilang
empunya blog…dodol butut
hayooh sok di tanggapi
buat pantat panas jug gpp
Kalau saya OTAK dungu, Goblok, Nyari Sensasi…
Kenapa juga bisa menemukan siapa kamu?
Kamu itu adalah UCID atau ROSIDI… !!!
ini Blog kamu http://ucid.wordpress.com/
Jujur saja, saya tidak menuduh kamu bodoh… apalagi idiot… Sehingga amat mudah saya temukan.
Tapi saya hanya menyayangkan, kamu yang punya banyak potensi (bahkan hingga menulis tag blognya adalah “in the name of Alloh swt, memunguti serpihan-serpihan amal dengan keikhlasan dan kesabaran”) dan potensi itu dihancurkan dengan rasa marah dan dendam.
Selain itu, jiwa kamu sungguh kerdil dan pengecut. Di komen awal kamu yang sadis, saya menanggapinya dengan gaya saya.
Namun kamu takut mengungkapkan jati diri kamu di komen kedua yang aneh dan penuh dengan kalimat kotor ini.
Kamu mengisi email kamu dengan alamat email palsu. Lalu kamu mengisi isian web kamu dengan web palsu (*web saya kok ditaruh sebagai linknya*).
Rusdi atau Ucid, janganlah jadi pengecut yang bersembunyi di balik tulisan al-quran. Bahaya!
Kami, jadi tahu,seperti apakah jiwa-jiwa orang yang membela FPI.
Nama FPI yang sudah tidak sedap itu, menjadi semakin tidak enak.
Rusdi atau Ucid… ayo berjiwa besar… sama-sama memikirkan nasib negeri… Jangan saling mencaci dengan kalimat kotor. Buat blog dengan berguna… Buat komen juga yang baik dan berguna. Kritis, baik sekali, yang penting berguna. Energi, waktu dan otak kita seharusnya digunakan untuk membangun negeri, bukan untuk caci-maki omongan kotor.
April 9, 2007 at 4:26 am
FPI sangat memalukan.
Memangnya ada orang jahat bisa bertobat karena digebukin?
Ada ya?
Halo?
September 10, 2009 at 8:29 am
lo pikir ngapa maling itu digebukin dodol ?
lo kalo ada maling di elus2 ama diciumin yha ?
April 9, 2007 at 5:33 am
Untuk membela Islam mustinya tak perlu dengan ngrusak, cukup perlihatkan dalam kehidupan kt sehari-hari, klo benci maksiat jauhi itu, nasehati orang yang terlibat seperlunya aja, kita ga bs memaksa seseorang utk ikuti jln Allah, krn memang bertobat tak bisa dipaksa-paksa, krn ini urusan hati, siapa sih yang mengangkat kita jadi pengadil????
April 9, 2007 at 6:08 am
Menanggapi Postingan Fikri
(Februari 7th, 2007 at 8:12 pm)
(Yang dikutip adalah postingan bung Fikri)
Bung Fikri, saya mau tanya..
“Dari pengamatan saya, sang penulis termasuk orang yang minim dalam informasi. Kalau anda memahami mengapa FPI ‘ngamuk’ itu dikarenakan karena bangsa ini sudah bobrok moral dan akhlaknya, karena itu harus ada yang tegas mengangkat moral dan akhlak bangsa ini.”
Siapa yang mengharuskan? Anda? Komunitas anda? Lagipula dengan tegas itu artinya apa?
Tegas berarti tidak kompromi saya setuju… Tegas berarti kekerasan saya sangat tidak setuju, maaf, kekerasan itu menurut saya adalah budaya barbar, budaya yang sangat kuno. Kalaupun perlu kekerasan haruslah jadi jalan terakhir. Hal-hal baik harus diusahakan dengan jalan yang baik. Lagian, saya tidak yakin tuh, orang-orang FPI berbuat demikian karena peduli demi moral bangsa. Anda Yakin?
“Kalau anda jeli dalam mengamati fakta, bangsa ini mayoritas umat Islam, tetapi nyatanya umat Islam di sini dicap teroris dan radikal, lantas paham serta budaya yang tidak Islami justru tumbuh subur. Dari kenyataan itulah FPI bertujuan menegakkan syariat Islam di bumi yang mayoritas agamanya Islam.”
Bung Fikri, coba dipikir dulu sebelum bicara… Kenapa umat Islam dicap teroris? Karena FPI salah satunya! Tingkah laku FPI dengan teroris apa bedanya? Teroris = penyebar teror, FPI penyebar apa? Silahkan jawab sendiri? Saya bukan muslim bung, tapi setahu saya cara menegakkan syariat Islam bukan begini caranya, bukan dengan ngebakar diskotik. Saya sedih bung, terlalu banyak saya kenal kawan-kawan muslim saya yg baik, tapi karena FPI, Islam selalu dicap jelek.
“Demokrasi yang digembar-gemborkan sekarang ini adalah budaya kaum barat yang notabene kaum kafir, mereka menyebarkan paham kebebasan yang teramat bebas dengan tujuan agar hukum Islam tidak berdiri tegak di Indonesia agar rakyatnya menjadikan Islam sebagai simbol saja.”
Bung, saya mau tanya nih? Apa orang barat ini kurang kerjaan sampe kepikirannya cuma untuk mencegah hukum Islam berdiri tegak di Indonesia? Kenyataannya di barat sendiri orang sudah banyak yang atheis dan liberal, mikirin Tuhannya sendiri aja udah males, lah kok malah mikirin orang lain? Lagian ngapain sih Bung Fikri ini menjelek-jelekkan paham demokrasi? Apa ini bukan sikap yang kekanak-kanakan mas?
“Semua yang dilakukan saya yakin sudah diawali dengan cara yang halus, tetapi mereka yang diingatkan itulah yang tidak mau mendengarkan. Maka dilakukan dengan cara yang keras agar sadar. Seperti Menyerbu tempat2 yang dianggap kotor/maksiat karena sudah jelas2 menawarkan sesuatu yang diharamkan dalam Islam, seperti tempat bilyar yang menjual minuman keras dan mempraktekkan judi, diskotik yang menjual narkoba dsb dan media-media porno dan cabul dsb yang jelas merusak moral kaum muda. Itu dilakukan karena aparat penegak hukum sudah kekenyangan disuap oleh pemilik usaha itu sehingga tidak mau melakukan tindakan apa apa walaupun sudah berkali kali dilaporkan.”
Bung, kapan FPI pakai cara yang halus? Kapan Bung? Ada buktinya? Negara ini negara HUKUM mas, bukan negara barbar, kenapa FPI tdk mikirin solusi cerdas instead of bertindak barbar?
“Membenci kaum kafir adalah wajar bagi mereka dan mungkin bagi sebagian dari kita sebagai umat muslim, karena kalau kita lihat faktanya seperti umat muslim di Poso yang dibantai oleh kaum kafir, ibu dan anak wanitanya diperkosa dihadapannya, siapa yang tidak marah? Juga kaum kafir yang suka menyebarkan fitnah bahwa umat islam adalah teroris tanpa ada bukti yang masuk akal, memupuk kebencian.”
Syukurlah kebencian ini wajar hanya bagi sebagian dari umat muslim. Bung, jangan bawa-bawa konflik! Konflik itu dua pihak, anda kira pihak muslim tidak bersalah dalam konflik POSO? Saya kira tidak demikian, dua-duanya salah, dua-duanya perlu introspeksi. Teroris tanpa bukti? Bung, dengan sedih harus saya katakan, yang FPI lakukan sudah seakan menjadi bukti kalau Islam adalah teroris tapi SYUKURLAH KARENA FPI TIDAK MEWAKILI UMAT MUSLIM SEHINGGA BUKTI TERSEBUT TIDAKLAH VALID. Karena itu, saya sangat tidak respek dengan FPI.
“Dan kepada penulis/pembaca yang lain, saya hanya mengingatkan bahwa ini Indonesia dimana mayoritas penduduknya Islam, jadi sudah sewajarnya hukum Islam harus ditegakkan disini. Kebebasan yang kita sebut dengan demokrasi adalah produk dari kaum kapitalis barat dan kaum kafir yang sangat jelas tujuannya untuk menghambarkan hukum Islam agar tidak dapat ditegakkan di Indonesia.”
Wajar? dari sisi mana? Anda ngerti pancasila bung? Ngerti kan?
Sudahlah! Hentikanlah postingan kebencian tidak bermakna seperti ini! Kenapa sih, kita tidak bisa hidup dengan damai? Kenapa sih, kita tidak bisa memikirkan solusi yang cerdas?
Maaf untuk setiap kata-kata dan komentar yang menyinggung.
April 9, 2007 at 9:42 am
FPI Hanyalah orang yang kurang kerjaan, Coba klo mereka pny kerjaan, ga akan sempet, tp yang model begini klopun ada peluang utk hal positif juga ga bakal mo ngambil, enakan tereak2, dng begitu akan kliatan gagah
April 9, 2007 at 3:52 pm
Yah meraka adalah orang kurang kerjaan dan kurang makan makanya cari dengan cara buat orang lain gak bisa makan!
April 9, 2007 at 8:23 pm
Neraka akan menunggu kalian yang merusak nama dan citra Islam, kalian yang mengikuti semua tindak kekerasan bertamengkan Islam bukanlah kaum Nabi Muhammad SAW,.. kalau ada forum debat dengan habib Riziq tolong kabarin yoo.
Ada forumnya.. dateng aja ke masjid tongkrongan beliau. Salah satunya di daerah Kembangan Jakarta Barat. Selain itu, kadang juga Masjid Kebon Jeruk JKT, Saya udah pernah nyoba kok.
April 9, 2007 at 8:37 pm
Buat orang-orang yang merasa pro FPI dan tau banget ttg Islam. Islam bukan agama yang ngajarin maen asal rusuh terus ninggalin kelaparan dimana-mana, Islam bukan agama yang ngajarin kita buat mutusin tali silaturahim antar sesama apalagi mutusin tali rejeki seseorang. Coba lo semua pikirin PSK, orang-orang yang kerja dibar-bar, bencong, penjual minuman keras, penjual VCD porno, mereka manusia bukan???? mereka layak hidup dengan bekerja dengan kemampuan mereka ga???? kalau mereka menurut kawan-kawan FPI dan pendukungnya salah maka betulkan!!! tapi bukan dengan merusak tempat mereka mengais makan trus kabur ninggalin mereka jadi fakir, lo sanggup nanggung semua dosa mereka???? kasih mereka keahlian lain untuk cari makan, biar mereka ngerti kalo Islam ntu ngajarin ajaran yang benar!!!! biar mereka masih bisa makan, nyekolahin anak mereka.. kalo nerani bertindak harusnya lo semua berani bertanggung jawab.. lo semua pikirin deh tu,, sorry kalo gue salah.
Saya setuju tuh usul memberikan keahlian/pekerjaan/pendidikan pada pekerja yang dirazia FPI. Bagus tuh usulnya. moga-moga ada orang FPI yang baca.
Oh ya, selain itu, saya pikir kalau FPI putar haluan jadi relawan pembantu bencana alam juga akan sangat membantu sekali. Seperti yang mereka lakukan di Aceh ketika tsunami. Sebenarnya ini sudah ada linknya diatas sih.
April 10, 2007 at 3:28 am
Yaa ampuun deh,
cem macem sih komentarnya …
kalo menurut gw pribadi nih
yang dirazia FPI tu kebanyakan tempat minuman keras, tempat prostitusi, judi.
sebenarnya masalah miras yang dilarang kan mabuknya, bebasin aja orang jualan minuman keras ( tapi tempat tertentu saja ), trus bikin aturan orang dilarang mabuk di tempat umum ( jalan, nyetir mobil dll ), kalo mau mabok ya di rumah sendiri, atau ditempat yg tersedia ( club, cafe, diskotik dll ) yg kira-kira ga ganggu orang laen.
Kalau masalah judi, ehm.. he he he bikin aja, satu lokasi khusus tempat judi, lumayan pajaknya bisa dimanfaatkan, begitu juga prostitusi.
intinya kalau ga suka miras, judi & prostitusi ya sampeyan jangan ikut nglakuin.
simpel kan, …
soalnya 3 hal itu dari jaman baheula udah ada. ingat aja falsafah jawa tentang 3 penyakit ‘wong lanang’ yaitu mabok( minum), madon(suka perempuan),
main ( judi).
mulailah dengan merubah diri kita sendiri, bukan memaksa untuk merubah orang lain.
setuju …???
Komennya emang macem-macem… seru juga sih bacanya. Tapi yang paling penting, bagaimana menanggapinya. Dengan cerdas!
April 10, 2007 at 9:06 am
Gw cuman bisa kasih komen:
“FPI ADALAH ANJING-ANJING YANG BERJUBAH!”
Menurut saya… Kamu orang sadis. Bukannya mencari solusi yang baik. Malah melemparkan kata-kata kotor. Pake nama palsu. Juga pakai alamat email palsu. Orang-orang kayak kamu yang bikin masalah bukannya selesai, malah tambah parah.
Daripada komen yang nggak penting dan penuh kebencian ini… lebih baik nyari solusi yang cerdas, berguna dan tidak menumpahkan darah.
April 10, 2007 at 12:35 pm
Saya bingung dengan cara beragama mereka (FPI), beragama kok nggak mbawa damai, trus apa yang mreka cari, katanya rombongan bertuhan kok aksinya slalu bikin resah, sungguh susah diterima akal sehat. Mustinya klo mau diakui hendaklah aksinya itu menyejukkan, orang2 yang mreka anggap sesat itu kan butuh pencerahan bukan butuh digebugkin, tujuan mulia takkan pernah tercapai dengan kekerasan tp dng kekerasan justru akan menimbulkan kebencian, itu seharusnya anak kecil aja tau, tentu saja ini klo memang mereka bertujuan baik, klo tujuannya memang utk bikin onar sih ya udah… mo ngomong apa
April 11, 2007 at 7:04 pm
Menurut saya harus ada FPI. Mereka memukul karena ga mau orang terjerumus. Bagus ada orang peduli sama orang lain dengan tanpa pamrih. Orang FPI mau panas2an, teriak2, demi kebenaran, paling di kasih nasi bungkus. Malah harus ngongkos kalo mau aksi. Lagi pula apa ada bukti FPI ga menegur halus dulu? Ada pun hanya masalah tertentu yang ditanggapi FPI karena ada bagian2nya. Dari pada ga sama sekali. Menurut saya anda emosional, tidak memiliki data akurat. Terlepas dari ada oknum, FPI harus ada. Karena mereka punya pergerakan, disaat yang lain hanya diam.
Yang lain diam? Siapa yang diam? Kamu kali diem aje… hehehe.. Punya tulisan yang dilempar ke publik untuk mengentasi masalah sosial itu?
Kalo punya, liat dong?
Boleh ga?
Saya amat ingin melihat salah satu solusi cerdas mengentasi kemaksiatan.
Mengenai data akurat… Saya pikir sudah banyak link di tulisan diatas, Mas Agung. Coba deh dicek satu-satu.
April 11, 2007 at 7:32 pm
Saya tidak setuju dengan perbuatan anarkisnya FPI, untuk membela Islam mustinya tak perlu dengan ngrusak dong, ya ga! merusak tempat hiburan dengan dalih menghancurkan kemaksiatan, kemaksiatan itu tidak dapat di hancurkan, kaerna sudah ada sejak dahulu kala, malah akan bertambah banyak, so biarkan saja, toh kiamat makin dekat, semua yang melakukan kemaksiatan akan dihukum Oleh Sang Maha Pencipta, lebih baik intkopeksi dulu diri kita sebelum merasa benar! ya ga! ya ga! ya ga! bagaimana menurut bangaiptop?
Menurut saya: Hehehe, ini postingan makin seru ajah yang komen…hehehe
April 12, 2007 at 9:45 am
Sbg manusia yang dah berani hidup hendaklah dia berani menerima kenyataan, manusia itu beragam, tentunya ga akan bisa kita paksakan kehendak pada pihak lain untuk sama dengan kita apalagi dlm hal keimanan, ini sangat hakiki, itu Hidayah, rahasia Allah, ketika manusia blom dibukakan hatinya oleh Allah siapapun tak bisa membukanya, memang adalah wajib bagi kita utk saling mengingatkan, tapi tentunya dengan cara yang arif, cara FPI itu jauh dari arif, mreka brutal dan frustasi, tanda bahwa tingkat keimanannya minim, blom tentu dimata Allah mreka lebih mulia daripada yang mreka hakimi
April 12, 2007 at 10:45 am
Ngga ngasih makan kok nggebugkin, pdhal ngakunya hamba Allah, sorry memang aku muak buanget ngliat aksi FPI, mumpung ada postingan yang ngebahas aku skr mo curhat. Aku ga yakin tuh klo mreka bertindak krn mbela Islam, anggapan saya adalah mreka sedang nyalurin nafsu ngrusak mereka. Orang kok beraninya cuma sama tukang mabok yang nalarnya ngga genep. Mo tau cara mbela Islam yang benar ?? “Jangan tinggalkan Sholad, berbuatlah kebajikan, Nasehati orang lain dengan lemah lembut, sabar, bersihkan hati dari kebencian” Jika anda baik maka omongan anda akan didenger, Ini…… Tingkah kayak preman suruh ngikutin, ngga masuk akal, sampai kiamat model pembelajaran FPI ini ga akan berhasil, gue yakin….
April 13, 2007 at 9:06 pm
FPI,Betawi Rempug atau sejenisnya kadung menjadi hama demokrasi. makanya mestinya segera di kasih pembasmi semacam racun tikus atau apa lah yang penting hama-hama itu tidak merusak tanaman demokrasi yang sudah capek-capek kita bangun
salam, Jhellie.wordpress.com
April 15, 2007 at 2:06 am
FPI TETAP DI PERLUKAN UNTUK ANTISIPASI TERHADAP ERA YANG MENGGILA. BUKANKAH DI BUTUHKAN JUGA PEMIKIRAN YANG SEDIKIT GILA DALAM ARTI NEKAT GITU LOH. KITA LIHAT ISRAEL YANG TERANG TERANGAN MEMBANTAI UMAT MANUSIA. BUKANKAH MEREKA JUGA ARROGAN. HEY.. YOU ARE OPEN YOUR MIND YOUR EYES AND YOUR HEART.
TEGURAN TIDAKLAH CUKUP UNTUK MEREKA YANG HARAPKAN TERJADI.
MAJU TERUS FPI.. ALLAHU AKBAR
April 15, 2007 at 5:57 am
mbok ya jangan keseringan nonton infotainment. Datang ke FPI-nya sono ! Pura-pura mau wawancara kek, nanya ! Kenapa mereka begeto ! Soalnya bikin orang Indonesia pada insaf itu ……… Capek deeeh ….
Sudah baca comment threadnya Tom?
Saya sudah ngobrol kok ama FPI. Beberapa pengunjung blog juga sudah bertemu langsung dengan mereka. Baca deh kesaksiannya. Saya kira mereka serius kok, nggak bohong. Sebab nggak ada sentimen menghakimi dalam kalimat-kalimat orang-orang yang pernah mengalami langsung kejadian bertemu dengan FPI. Kelihatan apa adanya.
April 16, 2007 at 2:53 am
pemilik blog ini anti-fpi; itu bagus. kupikir kita semua, apalagi beragama Islam, wajar, bahkan harus, anti-fpi.
sebab mereka merusak dan menyakiti orang lain dengan mengatasnamakan agama. aku paling jijik ketika orang-orang fpi merusak tempat tertentu sambil berteriak “Allahuakbar….”
ALLAH MAHA BESAR sambil menyakiti orang lain? entah dari mana fpi mendapat pembenaran seperti itu.
beginilah jadinya kalau orang terlalu fanatik dan menafsirkan firman TUHAN secara sepotong-sepotong.
salam damai dari orang batak yang baru delapan tahun masuk Islam.
[jarar siahaan — http://www.batak.in
Salam kenal Bung. Teruskan perjuangan rakyat TOBASA. Maju terus pantang mundur.
April 16, 2007 at 10:07 pm
FPI=TERORIS
Mengapa demikian;
FPI&TERORIS Sama-sama meresahkan masyarakat,
FPI&TERORIS Sama-sama merusak tempat masyarkat,
FPI&TERORIS Sama-sama menggunakan kekerasan,
FPI&TERORIS Sama-sama di dukung orang2 penting,
FPI&TERORIS Sama-sama membuat pemerintah tidak berkutik,&
FPI&TERORIS Sama-sama mengatas namakan agama.
Dengan katalain FPI (perbuatannya) tidak jauh berbeda dengan TERORIS, betul tidak!
Hahaha.. nyari pendukung nih yee. Hehehe
April 18, 2007 at 10:17 am
ane sih menghormati sebagai manusia, namun membenci sikap-sikapnya. gitu aja..
April 18, 2007 at 4:16 pm
“FPI TETAP DI PERLUKAN UNTUK ANTISIPASI TERHADAP ERA YANG MENGGILA. BUKANKAH DI BUTUHKAN JUGA PEMIKIRAN YANG SEDIKIT GILA DALAM ARTI NEKAT GITU LOH. KITA LIHAT ISRAEL YANG TERANG TERANGAN MEMBANTAI UMAT MANUSIA. BUKANKAH MEREKA JUGA ARROGAN. HEY.. YOU ARE OPEN YOUR MIND YOUR EYES AND YOUR HEART.
TEGURAN TIDAKLAH CUKUP UNTUK MEREKA YANG HARAPKAN TERJADI.
MAJU TERUS FPI.. ALLAHU AKBAR”
Israel memang ju…a…hat, dan anehnya anda mo niru, anda Payah …, ntar trus apa bedanya antara anda ama Israel??? dan lagi apa yang digebugkin orang2 FPI itu orang Israel?? bos.. yang mreka gebugkin sdr sendiri yang seharusnya dicariin solusi cerdas, bukan solusi tolol macam itu…
April 28, 2007 at 9:17 am
HEY.. YOU ARE OPEN YOUR MIND YOUR EYES AND YOUR HEART
–> OMG where did you Learn engLish??
(-_-”) kapan see Indonesia maju nya…
gw kira da mo muLai maju… maLa muncuL” org” aneh itu… jadi pengen baLik Lagi aja ke LuaR… dimana org” na ga pernah mempermasaLahkan agama org Laen..!!
Dimanapun bumi dipijak, Indonesia tetap di hati. Ayo mbak Syzzie. Walaupun ada dimanapun, kita bantu Indonesia. Minimal nulis untuk kebaikan.
April 28, 2007 at 9:07 pm
Sedih rasanya melihat Indonesia terus terpuruk, melihat manusia2 yang tidak bertanggung jawab merajalele eh..merajalela dimana2, apakah pemerintah tidak merasa malu dengan keadaan seperti ini, prestasi sepak bola yang tak kunjung menuai prestasi hik..hik..hik…(sedih)
lho kok jadi gak nyambung ke topik seh..
(maaf lagi ERROR)
Pesan saya buat FPI “Tunjukanlah sikap islam sebenarnya kalo niat FPI untuk kemajuan Islam & kemajuan Indonesia, jangan melakukan perbuatan yang MEMBUAT Islam menjadi jelek dimata masyarakat Indonesia pada khususnya & di mata dunia pada umumnya”, saya kira FPI bukan orang yang tidak tahu agama.jadi, mengapa FPI melakukan perbuatan yang MERUSAK citra Islam itu sendiri? katanya Front Pembela Islam, kok perbuatannya tidak mencerminkan sebagai umat islam.
Sekian dulu komentar saya, semoga FPI sadar kalo perbuatannya itu tidak baik untuk kesehatan, eh..kok jadi gak nyambung lagi… he…he…he…
Santai aja mas, saya juga sering OOT. Hehehe
April 30, 2007 at 7:56 pm
“FPI TETAP DI PERLUKAN UNTUK ANTISIPASI TERHADAP ERA YANG MENGGILA. BUKANKAH DI BUTUHKAN JUGA PEMIKIRAN YANG SEDIKIT GILA DALAM ARTI NEKAT GITU LOH. KITA LIHAT ISRAEL YANG TERANG TERANGAN MEMBANTAI UMAT MANUSIA. BUKANKAH MEREKA JUGA ARROGAN. HEY.. YOU ARE OPEN YOUR MIND YOUR EYES AND YOUR HEART.
TEGURAN TIDAKLAH CUKUP UNTUK MEREKA YANG HARAPKAN TERJADI.
MAJU TERUS FPI.. ALLAHU AKBAR”
pemikiran sedikit gila? menurut saya yg dilakukan FPI itu sudah termasuk GILA sungguhan mana ada orng yang katanya beragama merusak fasilitas umum dan memukuli masyarakat? jangan munafik FPI anggota FPI itu preman atau bahkan terroris yang memang bertujuan merusak negara ini dengan kata lain FPI itu israel di indonesia
Mei 2, 2007 at 11:08 am
saya mahasiswa fakultas hukum, buat saya penafsiran agama oleh FPI pada masa zaman sekarang ini sangat sempit.Indonesia adalah negara hukum, semua diatur uleh undang2.Sampai detik ini tidak ada undamg2 yang mengatur tentang organisasi masyarakat, khususnya FPI!!!!!!!!!!!!!jd tinjauan yuridis saya sejauh ini FPI adalah organisasi yaNg berpraktek ILEGAL……..kalau saya adalah SBY, pasti sudah saya bubarkan FPI dan sejenis nya.
Saya bukan mahasiswa hukum. Tapi saya setuju, bahwa banyak kegiatan FPI yang ilegal. Melanggar hukum, gitu.
Mei 2, 2007 at 3:29 pm
yang saya tau FPI yaitu Fenggemar Playboy Indonesia maka yang saya dengar atau lihat di media anggotanya selalu mengejar ngejar itu yang jualan majalahnya, jadi FPI itu apa to ? Kalau gayanya sih kaya orang-orang arab yang nggak pernah akur sama saudaranya, kenapa dan mau apa bawa budaya arab ke Indonesia, Kalau senang berantem pindah aja ke arab sono oke!
Pindah ke Arab?
Hahaha… bagus juga tuh idenya. Saya sampe ngakak bacanya. Serius euy. Hahaha.
Mei 5, 2007 at 6:22 am
Menyikapi FPI itu harus dengan kepala dingin dan mengerti sejarah FPI itu sendiri. Klo saya ya wong tujuan FPI didirikan tiu bukan untuk membesarkan Islam. Emang FPI didirikan un tuk menghantam teman2 progresif yang menentang hadirnya kapitalis dan imperialis di bumi ini. Apa lagi berbicra masalah nasionalisme. wong pemimpinnya aja ngga ada darah Indonesianya. Jadi aku kira pendekatannya ya jangan pakai pemikiran Agama.Ngga nyambung. pendekatannya ya dengan kekuasaan yang akhirnya bertumpu pada FPI hanya sebagai alat untuk kekuasaan itu sendiri. Klo menggunakan nama Front Preman Indonesia khan di cela semua orang. Akhirnya menggunakan nama agama yang orang jadinya mikir gitu.Persoalan negara ini bobrok ya kita semua tahu dan FPI itu emang tugasnya menjaga kebobrokan itu sendiri.Persoalan dosa bagi mereka ya ngga mikir, persoalan tepo sliro bagi mereka ya ngga ngerti karna tepo sliro itu khan salah satu budaya dan kultur Indonesia. Dasarnya sebenarnya mereka juga alat kapitalis atau paling tidak untuk melanggengkan kapitalis di indonesia. Ujung-ujungnya khan mereka duit, habis mau kerja apa lagi kalau ngga begitu.Jadi klo mo dibahas ya akan sangat sulit, cuman nyeselnya Indonesia yang lagi kolaps ini ditambahi lagi dengan orang -orang kaya gitu yang sebetulnya numpang doang cari makan dengan cara seperti tokokh founding mereka semisal superman yang menggunakan kekuatan untuk memberantas kejahatan. tapi sayang FPI gagal menterjemahkan tujuan superman jadinya ya seperti sekarang ini.Lebih parah lagi, kita ngga akan bisa mengajak mereka untuk ngobrol dan diskusi karna emang mereka hanya robot dan boneka. Jadi sia-sialah kalo ngajak mereka ngomong. Jadi mari kta ikut prihatin dengan FPI ini tapi dengan cara yang sesuai dengan kultur Indonesia tidak dengan cara di luar kultur Indonesia. Kalau sama ya jadi sama dengan mereka. Khan sayang, meladeni boneka dan robot. Tinggal kita nyari yang megang remote aja…………. gitu mas………..
Setuju. Ulasan yang bagus Mas Teguh.
Mei 5, 2007 at 8:51 pm
[mode Thukul:on] wah jadi dapet ide bikin aplikasi games nihh.. gamenya “FPI THE ADVENTURE” bagus nggak ey..mau pake Java, apa VB.Net, apa pake bahasa pemrograman yang kuno VB or Delphi ?..
thanks semua yaa atas idenya…lumayan bisa dibikin tugas akhir…
Mau tantangan? Pake *.FLA dong! Jangan lupa ActionScriptnya dibagi-bagi ama publik. Open source getooo. Asik deh.
Mei 6, 2007 at 7:28 pm
Hari ini di harian JawaPos dimuat berita mengenai komunitas Islam di Cleveland dan Austin di AMERIKA SERIKAT dimana anggota komunitas islam tersebut merasa heran dengan penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah di Indonesia dan berkata “Bukankah seharusnya berbagai aliran Islam terayomi di negara anda (Indonesia) yang mayoritas penduduknya muslim?”
Benar-benar ironis dan sangat memalukan.Gajah di depan mata tidak tampak kutu di seberang lautan kelihatan.
ya, setuju. ironis euy.
Mei 8, 2007 at 5:09 am
Assalamualaikum Wr. Wb.
FPI lebih sering bikin resah umat Islam, gw jadi ragu kayaknya FPI juga ga berbadan hukum, organisasi kayak gitu patut dicurigai apalagi sumber dananya, sepertinya kalo ada uang (penyuntik dana) mereka obrak abrik apa saja, tapi kalo dana udah abiz mereka diam, jadi jelas FPI tak pantas memakai nama Islam, lebih enak disebut Front Pengangguran Indonesia, yang malas kerja yang ingin dapat uang enteng, cuman ngelemparin dapat duit ma nasi bungkus, ngapain lagi pake jubah, pingin seperti orang arab yach, abu jahal juga berjubah loch he he he, eh anda orang FPI (tolong balas komentar gw) apa anda pernah belajar Islam yang bener g loch, setau gw yang Mulia Rosulullah SAW adalah orang yang santun berbelas kasih selalu mengedepankan kasih sayang dalam berprilaku, kalopun perang itu hanya membela diri, kalo lo apa… coba, saran gw sebagai sama-sama orang Islam, coba dech loch shalat istikhoroh minta pertimbangan kepada Allah SWT apa FPI itu pantas buat lo pa kagak, malah bertaubat lebih bagus dech, ingat Islam itu agama yang indah bukan agama yang didalamnya ada tangan-tangan kotor, janganlah merasa paling benar dan mengatasnamakan Tuhan karena azab Tuhan amat pedih dan menyakitkan, terakhir dari gw buat lo hai FPI, sebaiknya lo jangan nyerang-nyerang lagi orang lain taw organisasi lain karena mungkin saja orang yang lo serang itu do’anya lebih dikabul daripada lo semua, kalo ditulis banyak sekali yang pingin gw sampaikan, gw tunggu itikad baik lo………
Wass Wr. Wb.
Mei 8, 2007 at 3:53 pm
Betul apa yang pernah dikatakan oleh Alm.Juanda (pengamat intelejen)di salah satu TV swasta dulu, Ia pernah mengatakan Ketua FPI itu sangat tolol!, Ketuanya aja tolol apa lagi kroco-kroconya pasti super tolol, kasihan deh lu!
Jangan ditolol-tololin, ga berguna. Malah nambah emosi dan nambah musuh. Niatnya kan nyari cara. Gimana mereka bubar. Dengan cara yang tidak anarkis tentunya. Toh?
Mei 11, 2007 at 9:30 am
menurut saya sebaiknya amrozi,basyir FPI dan ormas2 munafik lainnya itu dikirim berperang saja di israel daripada menjadi pengecut yang hanya berani merusak di indonesia mentang-mentang banyak beking kuat saya ingin tau bagaimana reaksi mereka ketika sudah sampai di palestina ketika berhadapan langsung dengan israel ketika tidak ada beking yang melindungi mereka bisa jadi malah menanggis minta ampun atau lebih parah lagi menjilat israel agar mendapat perlindungan.
kalo mereka mereka itu tetap di indonesia hanya akan merugikan indonesia dasar negara pancasila akan dirubah menjadi syariat islam dengan menggunakan cara2 kekerasan dengan anggota yang sebagian besar berasal dari kalangan ekonomi lemah dan pendidikan rendah yang dihasut dengan janji-janji yang bertentangan disingkirkan dengan cara kekerasan (apa bedanya dengan Partai bernama PKI yang juga melakukan aksi kekerasan dalam tujuannya sampai polisi saja tidak berani menindak,tujuan PKI juga mengganti dasar negara,kudeta,PKI juga menghasut kalangan bawah dan mempersenjatai mereka misal: BTI(Barisan Tani Indonesia) pada masa lalu)
saya yakin kalo memang terjadi suatu kerusuhan besar atau mungkin kudeta seseorang yang mengendalikan ormas2 munafik itu akan muncul menjadi penyelamat dan indonesia akan memasuk dunia kediktatoran baru.
semoga analisa saya tersebut salah…..
yang saya herankan kenapa polisi dan bapak presiden diam saja seakan-akan membenarkan tindakan kekerasan ormas2 munafik ini bukankah yang terjadi pada masalalu (PKI) juga mirip seperti ini bangsa ini memang tidak pernah belajar dari kesalahan masa lalu
PKI sebenernya ga mirip kayak gini (*udah baca ‘Revolusi Belum Selesai’?*). Militer RI malah lebih dekat dengan aksi seperti ini.
Mei 12, 2007 at 1:58 pm
Orang-orang yang tidak tahu kehidupan orang lain itu adalah kuper ya sama kayak FPI, mikir dong Indonesia itu milik siapa ? apakah milik orang arab ? Juga buat Front Pembela Islam jangan sok suci mengatas namakan Islam ,Islam itu suci indah dan penuh kedamain jadi tidak usah dibela, saya yakin setiap muslim sudah menjaganya dan ada lagi yang menjaganya tidak pernah tidur yaitu ALLAH. Kalau begitu ente-ente belainnya ketinggalan dong! lha wong setiap hari tidur dan lagi kalau bangun malah ngowoh (bengong)sambil mikir mana lagi yang digrebek ya ?
Mei 12, 2007 at 10:13 pm
fpi = manusia suci tanpa dosa yang diberi hak untuk menghakimi manusia yang berbuat maksiat.kami memang berhak menilai dan menjatuhkan vonis, karena kami adalah wakil di dunia.
Haduh.. macem-macem aja nih tamunya. Hahaha.
Mei 13, 2007 at 6:38 am
FPI = Front Pembela Iblis
Yang menanam akan menuai tidak lama lagi
from
666 mikah
Halah… apaan coba? Daripada nyela, ayo kita cari solusi sama-sama yang cerdas.
Mei 14, 2007 at 7:19 am
menurut saya yaa…kalau kita bencih sama orang jangan bawa nama-nama agama dan nama Tuhan kita sendiri karena Tuhan bencih kalau menguapkan namanya dengan sembarangan, FPI juga harus berpikir kekerasan itu apakah ada artinya??? sebagai umat muslim kita harus salaing menghormati agama lain karena Tuhan tidak senang umatnya kacau atau ahncur.
Mei 14, 2007 at 3:24 pm
mending hayatin aja lagunya john lennon “imagine”. jadi pada dasarnya kita semua gak ada bedanya kita semua sama. rasakan pada hatimu betapa ada rasa yg begitu nikmat ketika kita menolong sesama, dan rasakan betapa ada rasa yg begitu menggangu dalam hati kita ketika kita menyakiti sesama. meskipun sampai usia 30 th ini saya belum memutuskan untuk masuk agama apapun [please jgn cap saya aliran kiri ya, saya mau koq masuk salah satu agama,tapi masih saya pelajari satu per satu, saya mau liat mana yg lebih mengena dihati
], tetapi dalam kehidupan sehari2 saya yakin saya nggak kalah baiknya dgn orang2 yg udah beragama.
hidup itu sementara aja koq hibur hati kita dgn sesuatu yg baik, dan gak perlu kaya untuk menjadi baik, banyak cara utk membantu sesama. semoga FPI dapat memandang perbedaan menjadi sesuatu yg tidak perlu dipermasalahkan.
Mei 15, 2007 at 7:15 am
Capek rasanya kalo terus bahas tentang kejahatan dan tindakan kriminalitas FPI…
Sepertinya tidak ada habisnya.
Saya sangat setuju dengan pendapat salah satu rekan di atas yang mengatakan :” Kalau Islam (FPI) benci Israel karena kelakuan bangsa Israel kayak orang barbar, lalu kenapa orang Islam (FPI) malah ikut-ikutan barbar kayak orang Israel ???? “.
Jadinya ISLAM = ISRAEL….
Buat FPI, sebaiknya kalian tegakkan nama Islam dengan jalan yang membangun seperti membantu pemerintah dalam reboisasi lahan gundul, atau membantu memecahkan masalah kekeringan di banyak daerah di Indonesia…
Saya yakin seyakin-yakinnya kalau Allah akan memberikan pahala sebesar-besarnya buat kalian, juga mungkin akan mendapat persaudaraan dari semua rakyat Indonesia, bukan lagi ejekan dan hujatan serta hinaan seperti sekarang…
Ya, andai saja Ketua FPI adalah orang Indonesia asli yang bener-bener punya jiwa nasionalisme tinggi, mungkin tidak akan ada pergerakan FPI yang mengarah ke perpevahan bangsa….
Mei 18, 2007 at 7:31 am
uhhhh panjang2 yahhh saling menjelekan satu sama yang lainnnn
saya setuju bgt buat penulisanya yang ngungkapin fakta
tapi menurut ku apa yang kamu takuti antara tuhan setan dan diri mu sendiri sahabatt
apa kau tau siapa tuhanmu
apa tmn2 tau apa yang sudah dilakukan tuhan mu untuk diri mu
fpi (front pembela islam)
Mei 18, 2007 at 7:38 am
fpi menurut ku ini hanya sebuah gerombolan radikal yang gak mengerti apa definisi islam dan sejara bagai mana konon ceritanya katanya rosulnya dulu menghadapi musuhnya…….
ah pusing gue binggung mu ngetik apaan gak da roko otak mentok nih
yang penting
bubarkan lah systemnya bukan fpinya
sistemnya yang membuat kekerasan itu terjadi
kan tadi juga ydah ada yang mengungkap
pertama tegur kalo gak bisa di tegur ya kita dooakan saja buakn dengan jalan kekerasan apalagi membawa rotan dan muka muka sangar
kalo q-te sih gue kecenggin deh na ini serem2 kaya banteng dihianatin cintanya
wakakakakakakakaka
Mei 22, 2007 at 7:28 am
jack,kkerasan itu disisi lain diperlukan juga!for example,belanda diusir ampe perlu bergudang2 timah panas(tntunya dg kekerasan).jpang nyrah stelah dihantam nuklir yang super keras (ini biangnya kekrasan).n’Muhammad saw mengusir sistem jahiliyah yang sudah mapan di mekah,dgn badar,atau uhudnya yang melegenda;ini kkrasan jack(tapi kondisinya emang diperlukan kan?).nah men, kalo polisi udah angkat kaki n cuek geto terhadap prostitusi n mucikari, judi di sana sini,so apakah umat yang nyadar bhwa itu smua dapat mrusak moral bangsa, hrs ttep mlongo aja!!kita orang ini slalu anti kekerasan (muslim coy)!!tapii, kkrasan “harus” ttep dilakukan jika emang untuk kmaslahatan!
Oktober 13, 2009 at 3:15 am
Iya gitu coy, itu sich pendapat yang tidak memojokan seolah-olah FPI itu Singa yang gurun, padahal yang seharusnya melakukan penindakan itu adalah para pejalan roda pemerintahan negara Indonesia ini, tapi yang ada di DPR itu bahkan saling adu jotos kaya preman pasar, dan polisi sebagai pengayom rakyat hanya diam saja. Hukum di Indonesia ini kadang kala dapat di beli dengan materi Coooy…..cooooy…..cooooy!untuk gue nggak sekolah di Hukum,
Mei 25, 2007 at 3:43 am
Kama Kola seharusnya melihat sejarah sebelum bicara tentang kekerasan…
Memang sudah seharusnya kalau kita berperang melawan pihak asing yang mau merebut tanah dan negara kita,apapun kita lakukan untuk itu. Bahkan mati sekalipun kita akan selalu siap demi negara…
Tapi untuk kasus nabi Muhammad yang berperang melawan kaum Jahiliyah, itu adalah hal lain.
Memang sudah sifat dan karakter bangsa Arab yang emang keras dan kasar, sampai sekarang. Atau, nabi Muhammad berperang karena terpaksa, karena kalau diam maka akan dibinasakan. Itu namanya bela diri…
Sedangkan kekerasan yang dilakukan oleh gerombolan FPI adalah hal yang jauh tidak beradab, jauh dengan filsafat Islam itu sendiri…
Kekerasan untuk kemaslahatan itu yang kayak gimana?
Menyiksa dan merusak orang lain / pihak lain agar kelompoknya bisa semakin eksis?
Padahal mereka itu adalah saudara sendiri yang sama sekali tidak mengancam pihak FPI.
Soal moral, soal ahlak adalah urusan manusia dengan Tuhan-nya, bukan urusan orang lain…
Apakah dengan merusak dan menyiksa sesama manusia adalah bukannya salah satu kerusakan moral juga?
Pantas saja FPI sangat akrab dengan FBR yang notabene gabungan preman-preman Jakarta.. karena emang ideologinya sama.
Kenapa FPI kalau menentang dan menyerang sesuatu yang mereka anggap “tidak bermoral” selalu saja main keroyokan ya?
Gak pernah berani maju sendirian…
Apalagi seperti ketua FPI, pak Rizieq, hanya berani koar-koar untuk menentang dan menyerang mengerahkan orang-orang pribumi yang gampang dipengaruhi. Sedangkan pak Rizieq sendiri gak pernah turun.. mungkin takut kena gebuk kali ya.
Pantas saja kalau kelompok muslim di beberapa belahan dunia sekarang malah mempertanyakan ke-islam-an orang Islam Indonesia karena mereka berpikir orang Islam Indonesia selalu keras dan kasar serta merusak negera Indonesia sendiri…
Andai saja ketua FPI diganti oleh Ustad Jefry.. mungkin Islam akan semakin membaik.
Oktober 13, 2009 at 3:38 am
Ustad Udje khan ustad buat menyadarkan artis, maafin yach Kang Udje soalnya dilema di TV swasta dari pagi selalu ditayangin acara-acara artis melulu sehingga menjadi prilaku secara sadar maupun tidak sadar mempengaruhi otak dan pikiran kita coba tenggok kepedesaan dimana kebudayaan artis itu mempengaruhi pola pikir anak-anak desa yang masih bersih, dan kalau lurus-lurus aza indonesia nggak bakalan ramai, bukan FPI aja ada organisasi KPK pun menjadi ramai padahal adanya KPK untuk memberantas korupsi seperti agenda yang yang selama ini didengung-dengungkan pada akhirnya pokok permasalahannya kembali pada manusia-manusia itu sendiri jika seandainya hati telah bersih dicuci dengan deterjen kali, memang susahnya sich untuk membuat bahwa hati benar-benar bersih karena manusia mempunyai nafsu keduniawian dan ketaatan terhadap Khaliknya. Mangka adanya Agama sehingga manusia tidak hanya menuruti hawa nafsunya.
Mei 31, 2007 at 1:18 am
“Dia (Dajjal) akan memiliki dua sungai yang mengalir: satu tampak seperti air yang murni, dan yang lain tampak seperti api yang menyala. Siapa saja yang hidup dan melihatnya, haruslah memilih sungai yang tampak seperti api,… karena sesungguhnya itu adalah air yang sejuk.”(HR Muslim)
“Dajjal… akan membawa bersamanya apa yang terlihat seperti surga dan neraka, dan apa yang disebutnya sebagai surga sebenarnya adalah neraka.”(HR Bukhari)
Mei 31, 2007 at 7:15 pm
Hebat ,, ini mah thread penghujat FPI, dan sayang sekali saya berseberang pendapat dengan Anda.
Mungkin ini thread liberal ala JIL ya?
Huh …. silakan berbicara apa saja.
Allah lebih tahu.
setahu saya, Allah bukan lebih tahu.. tapi Maha Tahu. Menghujat FPI? Sejujurnya saya tidak menghujat FPI… Hanya mengungkapkan kenyataan. Kenyataan itu pahit. Diantara kenyataan pahit itu adalah anak-anak muslim dibawah umur (sekitar 9 – 12 tahun) yang diculik paksa dan dijadikan tentara boneka dengan AK-47 di tangan mereka oleh kaum (yang mengaku) militan muslim Darfur. Lebih parah, FPI tidak berbuat apa-apa mengenai hal itu. Peduli juga nggak!
Atau janganlah jauh-jauh ke Darfur… Saya pikir, FPI tidak berbuat apa-apa membantu keluarga korban-korban umat muslim yang anggota keluarganya jadi korban dalam pertikaian agama di Indonesia. Emangnya mereka mikirin anaknya korban bom di Palu? Atau di Batumera? Atau mencoba memperjuangkan hak-hak keluarga umat Islam yang dibantai di Tanjung Priok?
Thread ini mirip JIL?
(*Anda pakar JIL yaa, hehe. Kalau saya mah jujur saja, nggak tahu apa-apa soal JIL.*)
Tapi saya tahu FPI… dan pernah bicara dengan mereka. Mangkanya saya tulis thread ini.
Mas Kus, berseberangan pendapat mah biasa. Ndak apa-apa… Yang paling penting kita ga saling mencabut golok untuk menyakiti dengan menyerang sesama. Hal itu yang membuat kita beda dengan FPI.
Juni 2, 2007 at 5:02 am
FPI jangan gegabah donk kalu melakukan sesuatu.
jadinya ada orng yang ga bersalah menjadi korban juga.
oke PEACE men……
Juni 4, 2007 at 2:14 am
Maju terus pantang mundur FPI….
Memang mereka2 yang tidak mentaati hukum Allah di bumi ini, perlu diberi sedikit pelajaran…
peringatan2 halus sudah banyak dikumandangkan para alim ulama, tidak juga membuat mereka jera…
Amar ma’ruf telah disampaikan, nahi munkar harus ditegakkan….
Diberi pelajaran?
Maksudnya, digebukin secara semena-mena?
Juni 4, 2007 at 6:29 am
saya setuju aje dengan ente aye juge kagak demen ama FPI tapi kenape pemerintah gak ngebunarin aje ye tuh ormas kan ormas yang kayak gituan tuh bikin rusak citra islam agame yang suci and anti kekerasan, bubarin juga tuh FBR forum betawi rampok
FBR juga harusnya dibubarkan dan dijadikan organisasi terlarang. SETUJU SEKALI.
Juni 4, 2007 at 9:39 pm
fuck fpi
pengangguran yang bawa2 agama….
pemabuk yang meneriakan asma Allah…
preman yang berlindung dibawah organisasi…
fasis yang pake nama Islam……
orang tidak ada kreatifitas yang merasa paling benar……
orang2 frustasi yang merasa paling suci…..
seperti teori karl marx,:”jika orang sudah tidak tahu harus berbuat apalagi dalam kehidupannya,jika orang sudah tidak tahu harus mengerjakan apalagi dalam kehidupannya,jika orang sudah frustasi terhadap hidupnya, dia akan melakukan apasaja,menghalalkan segala cara yang dianggapnya benar dengan alasan agama dan bertameng di balik nama agama untuk menghalalkan apa yang dia perbuat”
Juni 4, 2007 at 9:57 pm
saya dulu pernah gabung fpi….mereka sebelum beraksi minum2an keras dulu,menenggak obat2an terlarang,trus ulama2nya ngasih ceramah2 yang menyesatkan,menghina agama lain,menghina org lain,memprovokasi anak2 yang tidak tahu apa2…..jadi wajar klo fpi brutal dan sadis dlm aksi2nya karena mereka dibawah pengaruh alkohol dan obat2an terlarang dan sudah di brainwash otaknya oleh para ulama mereka….
jadi menurut saya yang akan masuk neraka itu justru para anggota fpi beserta ulama2nya karena mereka meneriakan Allahu Akbar pada saat sedang mabuk,mereka membawa2 nama Allah demi kepentingan sendiri,menggunakan agama untuk kegiatan tak manusiawi,tidak menggunakan akal dan pikiran sehat seperti yang dianjurkan Allah dalam bertindak…
Jaman sudah lain….tidak spt jaman Nabi Muhhamad S.A.W….jaman sekarang bukan jamannya orang2 barbar….. jadi tidak perlu pake kekerasan untuk mengungkapkan pendapat kita sebagai org islam,karena yang kita hadapi bukan barbar spt bangsa quraisy atau barbar. Allah mengharuskan kita menggunakan akal budi pikiran sehat kita…..dan dicerminkan dalam aksi kita yang anti kekerasan dan penuh emosional…..
Bener nih gabung ama FPI? Dimana?
Juni 5, 2007 at 3:46 am
FPI… hmm..
itu sejenis makanan baru gitu ?
Juni 5, 2007 at 10:29 pm
wah asyik juga ya ngebaca thread disini, sebelumnya salam kenal dari kalimantan (ngomong-ngomong di atas ada juga yang ngaku aman jagau ya???? emang udah jagau), salut buat rekan-rekan yang anti FPI, terus terang saya juga kalo bisa dibilang sangat-sangat anti FPI, dan saya juga terpikir untuk membentuk gerakan anti FPI yang tujuannya full melawan FPI baik secara fisik maupun moral, saya juga mau berbagi cerita pengalaman yang terjadi di kalimantan selatan nih boleh ya? begini, dulu di kalsel juga sempet ada ormas seperti FPI, FBR dan sejenisnya namanya GARUSIKAT, tapi sekarang dah bubar bahkan membubarkan diri kali, mereka juga gitu sering sweeping-sweeping dengan kekerasan, yaitu mirip gaya FPI dan sejenisnya, tapi suatu kali kejadian melakukan sweeping di daerah Martapura yang notabenenya kota yang penduduknya penganut Islam yang taat, mereka mensweeping orang-orang tengah mempersiapkan pernikahan, dan ternyata yang melakukan pernikahan adalah anggota keluarga HABIB di martapura, akhirnya ya pada ngamuk tuh para pendukung si HABIB, dan mereka juga bilang udah lama ngga seneng dengan tingkah “GARUSIKAT” itu, jadi menurut saya pribadi nih ya melawan FPI dan sebangsanya memang perlu kekuatan fisik palagi fisiknya lebih besar trus amuk massa aja markasnya pasti keteteran mereka, masih ingat ngga berita pimpinan FPI yang melapor ke Polda Jateng (kalo ngga salah) gara-gara di hadang massa Gus Dur, keliatankan kalo mereka beraninya cuma di daerah Jakarta dan sekitarnya, sorry nih, AKU TANTANGIN ORANG-ORANG FPI BUAT BUKAN CABANG DI KALSEL KALO BERANI, aku yang duluan bakal nyerang markas mereka disini, pokoknya FPI dan sejenisnya ngga bakal bisa hidup di kalsel, sebelumnya maaf lagi ya kalo omongannya rada anarkhis soalnya kadung kesal ma FPI dan sejenis
Cttan :
FPI : Front Preman mengaku Islam
Jangan Pak…
Saya pikir, FPI itu masalah sosial kok. Kalo kita berantas dengan kekerasan, nggak ada bedanya dengan FPI itu sendiri.
FPI jangan kita serang, apalagi kita gebuki. Langkah paling baik adalah, membuat agar FPI benar-benar menjadi tameng islam untuk memajukan, bukan malah memperlihatkan bahwa Islam adalah agama yang keras dan berisi orang bodoh.
Kalau memang FPI tidak bisa melakukan hal itu… ya bubarin aja. Sebab kelakuannya lebih sering membuat malu Islam .
Juni 8, 2007 at 11:38 am
saya juga heran ama FPI , ngakuinya org beriman tapi kok kelakuannya kaya preman,hai umat ISLAM merasa malulah ama perbuatan FPI yg mencoreng citra ISLAM, klu mereka berani jihad datang aja ke israel/amerika, jgn beraninya di indonesia ( pengicut )apalgi klu merusak dan menganiaya org berteriak ALLAH AKBAR masa gitu masuk sorga.
Juni 14, 2007 at 4:52 pm
salam kenal bung …
Saya turut bersimpati dengan anda karena saya pribadi juga anti dengan FPI !!!
mampir ke sini bro
http://ducatimonster.wordpress.com/
Juni 18, 2007 at 12:44 pm
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Di dalam agama Islam, tidak mengenal istilah pacaran. Baik dalam alasan apapun, karena didalam hukum Syariah Islam sangat jelas hukumnya. Bahwa dua orang berlawanan jenis kelamin yang bukan muhrimnya dilarang saling berjumpa. Dan barang siapa yang melanggar peraturanya terdapat ganjaran yang setimpal dari mahkamah Syariah yaitu dihukum RAJAM sampai mati.
Allhamdulillahirabbil allamin ya allah …
Sebuah kemuliaan bagi mereka yang menghukum hamba Allah yang telah melakukan perbuatan zina. Dan surga merupakan ganjaran yang setimpal bagi mereka yang menghukum umat manusia yang melakukan perbuatan zina.
Insya Allah meridhoi perjuangan sohib ana dari FPI, Hisbuthir Indonesia, Majelis Mujahidin Indonesia dan ormas islam yang terkait dalam memasukan Syariat Islam menjadi dasar nergara Indonesia yang Islami sehingga tidak ada tempat bagi mereka selain mengikuti ajaran dan syariat islam sebagaimana mestinya
Amin ya Rabbal allamin
Alangkah indahnya Indonesia dalam Syariat Islam. Kita tidak berada dalam dosa akibat melihat wanita yang bukan muhrim menebarkan auratnya. Dan setiap muslimah tidak akan keluar dari rumahnya tanpa ditemani oleh muhrimnya. Karena bila sampai mereka melanggar, Alhamdulillah hukum cambuk akan membuat para wanita tersebut menjadi jera.
Marilah kita bersama sama memperjuangkan syariat islam agar tidak ada satupun tempat bagi umat manapun untuk melakukan perbuatan zina dan dosa.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc
Oktober 13, 2009 at 1:26 am
Ass. mualaikum wrwb apa-apa yang pak Ustad kemukakan saya setuju sekali meskipun pengetahuan saya hanya sejengkal dan mesti lebih banyak mengkaji apa-apa yang tersirat dalam Al Quraan nul Karim dan hadist-hadist, semoga kita bisa mengatakan mana itu yang haq dan mana itu yang batil dan menjalankan syariat islam secara Kaffa.
Oktober 13, 2009 at 6:34 am
Jikalau menyimak kenapa FPI, Hizbuttharir Indonesia, Majelis Muhadin Indonesia turun ke jalan dalam berorasinya kita bisa melihat karena di Ibu Kota ini merupakan sentra pemusatan segalanya berada di sini, mulai dari pemusatan kekuasaan, pemusatan urbanisasi dari berbagai macam budaya dan kebudayaan, pusat berbagai pusat penyebaran berbagai paham, hukum dan politik pusat dari berbagai pusat pengaliran uang dan jasa dimana terlihat sekali dualisme jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, pusat kapitalisme dan sehingga orang-orang bisa saja menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pemenuhan kebutuhan materi. Mana ada anggota FPI melakukan melakukan orasinya di daerah pedesaan. Yang jelas di Kota besar inilah sering kita terjadi pertikaian antara suatu daerah dengan daerah lain sebagai contoh di Jakarta Pusat Berlin Barat dan Berlin Timur, tawuran antar pelajar karena hal-hal sepele, karena inilah segala sesuatunya selalu dipenuhi dengan kebutuhan materi, dan pantaslah jikalau FPI bertindak mengeluarkan pendapatnya sebagai akibat adanya kebatilan dan mana yang batil, walaupun itu menjadi kecaman bagi ormasnya. Mungkin dengan demikian sehingga adanya organisasi FPI, Hizbutharir Indonesia dan Majelis Mujahidin Indonesia bisa menjadi semacam “Social Control” bagi roda pemerintahan Indonesia dilihat dari segi pandangan agama dalam menciptakan masyrakat yang madani dan beramar maruf nahi mungkar sebagai contoh karena ada ketegasan dari angggota FPI telah lawir suatu Fatwa MUI yang bahwa Ahmadiyah itu aliran sesat yang mengakui adanya Nabi selain Nabi Muhammad SAW yaitu Mirza ghulam Ahmad bin bahlul, yang menyesatkan aqidah umat Islam Indonesia, seperti Jaringan Islam Liberal yang sudah usang, yang menyatakan bawa Tiada Tuhan selain Allah dan Tuhan segala Agama yang menimbulkan kontroversi ketauhidan. Lia Eden dan pengikut-pengikut dan Aliran Al Islamiyah dan kedua-duanya mengaku sebagai rosul dan al mahdi, padahal sejak nabi-nabi diturunkan mulai dari nabi-nabi yang diberi firman Alllah hanya berlaku pada massa itu, dan itu merupakan keyakinan kita dan Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi terakhir yang mendapat firman dari dari Allah aza wa jalla yang melengkapi firman-firman Allah dan tiada lagi manusia sesudahnya yang diberi Wahyu/Firman terakhir kecuali Nabi Muhammad SAW dan kitabnya pun mendapat jaminan dari Allah hingga hari akhir Qiamat nanti, Wassalam alaikum wrwb
Juni 18, 2007 at 5:30 pm
saya sih tidak bisa berkomentar apa-apa hehehe. bagaimanapun, tanggapan untuk ini yah kembali lagi ke diri kita masing-masing bagaimana menanggapinya?
adakalanya memang ketegasan diperlukan. namun adakalanya juga melihat situasi dan kondisi yang ada, dengan memperhatikan segala sesuanya tanpa sebelah mata.
jadi yah, aduh bagaimana yah… silahkan berpikir jernih saja. karena bila kita ikut prosedural hukum yang berlaku, bila memang pihak terkait telah mengikuti sepanjang koridor yang ditetapkan, maka sah sah saja, selama tidak mengganggu kepentingan lainnya. bila tidak, mesti ada upaya bagaimana penyelesaian masalah dengan tanpa masalah.
yah susah sih, memaksa pemahaman sendiri ke khalayak banyak yang notabene tercetak oleh kultur dan tatanan yang ada. namun bagaimana lagi? setidaknya tindakan seperti itu juga perlu diperhatikan, apakah relevan dengan kondisi sekarang? sedapat mungkin pihak terkait ikut rembug bersama bagaimana solusi yang baik.
bukankah kita semua rata-rata sedang mengkampanyekan manusia yang bermartabat? ^ ^
peace
Aduh… bahasanya tinggi pisan euy. Maap, saya nggak ngerto. (*mungkin akibat saya terlalu oon, hehe*)
Juni 22, 2007 at 8:35 am
saya tdk sependapat dgn ust.ahmad, dia berkata2 seolah2 dia paling suci,merasa agamanya paling benar, org itu punya pribadi2 sendiri bisa menntukan yg baik /dosa, coba lihat arab yg islam semua tapi tabiatnya lebih barbar, wanita di siksa,diperkosa,dll.ngak jaminan islam jadi baik ( hanya org munafik aja ), masa membunuh org/menyiksa org teriak2 ALLAH AKBAR, apa ngak maulu?( terutama FPI )sehrsnya mereka sadar bhw negara kita majemuk( saling menghargai ) ( jgn sperti kaum FARISI yg suka pamer dgn agamanya tapi hatinya buruk, sperti kuburan yg di luar putih tapi dalamnya bau bangkai )
Juni 22, 2007 at 4:52 pm
Kepada Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc
Menghukum orang ada prosesnya. Nggak usah ngomong hukum negara deh. Di agama juga ada prosesnya, ada pengadilannya. bukan langsung bakar, ngancurin properti orang sembarangan. Nuduh2 orang komunis. Katanya harus husnudzon, tapi FPI terus mengibarkan bendera suudzon.
Pak ustadz terlalu textbook sehingga dapat saya simpulkan pak ustadz itu “ulama huruf”.
Kurang belajar tentang cinta. Rasulullah pertama kali mengajarkan tentang cinta. Cinta kepada Allah, cinta kepada rasul, kepada saudara, kepada seluruh umat muslim. Bukan langsung mengajarkan rajam. Bagaimana orang bisa tertarik dengan Islam, kalo belum apa2 sudah dipukuli, dicambuk, dirajam, dihancurkan barang2 kepunyaannya. Belajarlah melihat sesuatu dari situasinya.
Banyak orang berpindah ke Islam karena melihat kedamaian, melihat bahwa Islam itu penuh dengan Cinta dan Kasih sayang. Bukan rajam, cambuk, bom bunuh diri.
Kalau FPI menegakkan syariah dengan parang, tombak dan jika itu adalah Islam sesungguhnya, niscaya saya sudah pindah agama. Beruntunglah saya menemukan ulama yang mengerti tentang hidup, mengajarkan saya tentang cinta, bukan cambuk atau rajam seperti yang ustadz tulis. Apa ustadz yakin kalau kedamaian akan tercapai di Indonesia jika rajam, cambuk, potong tangan diberlakukan?
Semua itu hanya memberikan ketakutan dan ketakutan tidak membuat orang menjadi tenang. Islam tidak mengajarkan untuk takut kepada Allah, tapi mengajarkan untuk mencintai Allah. Islam tidak memberikan ketakutan, tapi keberanian. Tapi bukan keberanian untuk menghajar orang lain, menghancurkan properti orang lain, mengebom tempat yang membunuh orang2 yang tak mengerti apa2. Islam mengajarkan keberanian untuk menjalani hidup karena hidup ini penuh cobaan. Penuh godaan, penuh tantangan, sehingga kita akan hidup dengan penuh makna, penuh hikmah, sehingga keluarlah kalimat “dakwah bil hikmah” bukan dakwah dengan kekerasan, mencambuk2 orang, berteriak2 menuduh orang komunis… hal2 tersebut sama sekali tak ada hikmahnya.
Belajar agama bukan hanya belajar baca qur’an, belajar sholat, baca hadist, baca kitab kuning, baca shirah nabawiyah, dll. itu baru awalnya pak ustadz. Itu cuman dasar. Itulah yang disebut ulama huruf. Masih textbook. Masih ada langit diatas langit. Dan anehnya lagi, orang2 jaman sekarang belajar agama dengan membaca buku tanpa dibimbing oleh ulama yang berkompeten,kemudian merasa ilmu agamanya sudah cukup… wow…
Nabi musa aja, yang udah jadi nabi masih berguru sama nabi khidir.
Saya bukan siapa2, bukan orang berilmu agama yang tinggi seperti pak Ustadz, bukan ulama, boro2 ulama, sholat aja kadang2 bolong. Kalo Pak ustadz pikir saya nggak berhak menasehati orang, maka buat apa ada kalimat “Ambillah kebenaran itu walau dari mulut seekor anjing pun”. Saya hanya ingin kedamaian… bukankah kita semua ingin damai?
Yang saya inginkan bahwa FPI jangan bawa2 nama agama kalo mau berbuat anarkhis, nggak bawa nama agamapun juga nggak boleh anarkis. Negara kita ini sudah banyak masalah… jangan diperparah oleh tindakan2 yang tidak perlu.
Semua ada mekanisme, kalo mekanismenya gak jalan, yah perbaiki dulu mekanismenya.
Tidak perlu dipaksakan menjadi negara Islam untuk bersifat islami. di jepang, negara dengan penduduk non muslim, mobil2 jarang dikunci dan tidak hilang. Di Indonesia, sudah ditambah pake kunci setang aja masih bisa hilang. Padahal penduduknya muslim. Kenapa bisa begitu? Karena faktor ekonomi Pak Ustadz. Kalau negara kita makmur, niscaya negara kita lebih damai. Negara kita itu rata2 tingkat pendidikannya rendah. Itulah masalahnya. Kita banyak mesjid, tapi sedikit sekolahan. Sekolah pun mahal, mesjid pun jarang yang dijadikan sekolah. Harusnya mesjid bukan hanya untuk belajar agama, tapi juga ilmu pengetahuan. Sekarang ini kalau bukan waktu adzan, banyak masjid yang digembok. Akhirnya pendidikan minim, mentalpun rendah.
Biar pakai hukum Islam yang seutuhnya seperti rajam, cambuk dan lain2. Kalau negaranya dan penduduknya miskin (ditambah temperamennya tinggi2), tetep aja akan sulit untuk damai… (bukannya nggak mungkin,) karena itu Rasulullah (pbuh) pernah berkata bahwa “Kefakiran itu mendekati kekufuran”.
Semoga Pak Ustadz selalu dicintai dan selalu menyebarkan cinta!
PEACE—-
Dari saya yang bukan siapa-siapa
“Do not grieve, everything comes around again in another form.” – Jalalludin Rumi
Juni 22, 2007 at 8:25 pm
Sekedar info. Konon ustat yang barusan itu impostor. Orang pake nama ustat yang udah ada
Juni 23, 2007 at 1:39 pm
Dooooh…, dari dulu, dari jamannya Daud, Firaun, Musa, Yesus, sampai Muhammad, kenapa yaa agama itu jadi korban. Kalau mau perang, mau berontak, mau nindas kalau ngga ada alasan yang jelas, pasti bawaannya agama. Mungkin agama di ciptakan untuk penyaluran emosi manusia yang ngga kesampaian logika-nya.
Tapi anehnya, di Cina, Jepang, Indian(sebelum punah), Indonesia (sebelum Islam&Kristen masuk)saya belum pernah dengar mereka perang gara-gara agama. Sepertinya agama Jew, Kristen, & Islam punya sifat yang sama yaitu keras. Walaupun tidak sekeras akar-nya (Jew).
Saya jadi curiga, ada konspirasi saat Islam & Kristen terbentuk. Saya yakin di antara kita ngga ada yang tau persis kejadian saat itu. Dua agama ini sama2 mengagungkan orang Yahudi (orang tercerdas). Kalau saya dan orang sekitar saya yakin bahwa saya hebat, 80% saya akan jadi orang hebat. Bagaimana kalau satu milliar orang…, bagaimana kalau satu dunia. Beruntunglah orang Yahudi (yang agama Kristen maaf ya, KTP saya juga Katolik kok).
Man.., yang namanya agama itu sudah kuno. Out of date. Dulu orang monotheis bilang polytheis itu kuno, ngga make sense. Sekarang boleh dong saya bilang monotheis itu kuno. Karena monotheis yang dulu (sampai sekarang) tidak fokus ke ‘theis’(deity)nya tapi malah ke SOP-nya. SOP(Standard operating procedure) memang penting untuk mencapai target, tapi inti-nya ada di target itu. SOP-nya bagus, tapi hasil “nihil”, trus buat apa…
Kesimpulannya, buang jauh2 “monotheis” lama. Terlepas dari apa warna baju-nya, yang buat onar diberangus, yang berprestasi dihargai, yang terbelakang dibantu, yang ngga ngapa2in jangan diapa2in. Jangan memagari pikiran kita dengan agama. Pikiran manusia tidak perlu sama yang penting bisa hidup bersama. Hello.., kita udah ketinggalan jauh lho sama Cina & India, saatnya bangun dan berprestasi. Nasib bangsa di tangan kita.
Tambahan:
Setahu saya lebih dari 70% negara di dunia ini multi kultur (bung penulis, tolong dikoreksi kalo salah), dan cuma Yugoslavia aja yang gagal berantakan (kalo ga salah), tapi masa kita mau seperti mereka
Btw, bung penulis…, bisa tau identitas orang hebat sekali. Identitas saya bisa tahu juga ga?
Identitas anda? maksudnya? make NMAP, scanning IP trus nyari port yang bisa diintip? Hehehe. Nggak bisa, mas… itu dosa. Hehehe.
BTW, identitas wak ustad yang tau bukan saya, tapi orang lain. Mungkin sang ustad sendiri, yang nggak rela namanya diambil alih demi kepentingan tertentu.
Oktober 13, 2009 at 2:06 am
Massa sih anda tidak tahu sejarah bangsa Indonesia….!
Juni 25, 2007 at 2:59 pm
intinya gampang…..
kenapa harus dengan kekerasan????
apa dengan kekerasan itu bias menghasilkan sebuah solusi???
apa ngga ada cara laen???
rasul ngga pernah lho ngajarin dengan kekerasan…
Rasul berperang juga karena orang2 yg di dakwahi udah bener2 ndableg dan suek banget…
Pls deh… memahami islam yo mbok yang bener…
jgn di ambil setengah2…
fiuh…. hanya bisa menghela napas
Juli 2, 2007 at 10:07 am
“Mengapa saya anti FPI?”
Well saya benci FPI karena Fpi telalu suci.
Bahkan bisa dibilang sok suci.
Saya setuju kalau mereka membenci hal yg berbau porn. Tapi mereka menganggap hal yang tidak berbau porn adalah porn.
Contohnya adalah Nadine yang sempat menjadi peserta Miss Universe. Hanya berbusana bikini saja sudah di protes oleh “FPI”.
Padahal bikini adalah bukan pakaian untuk pamer keseksian. Bikini adalah baju renang.
Mana bisa Indonesia maju. Mereka saja suka bakar-bakaran. Jalanan rusak.
Lagi pula bergaya seksipun tidak masalah. Kan tidak telanjang.
Oktober 13, 2009 at 4:14 am
Saya sendiripun tidak setuju apa itu Ratu Dunia, emangnya dalam budaya islam ada pemilihan ratu-ratu dunia, apakah dengan adanya ratu-ratu dunia itu lebih banyak mudharatnya daripada maslahatnya dan pemilhan ratu sedunia itu merupakan budaya barat yang bebas liat aja rata-rata pemilihan ratu merperlihatkan aurat mereka, jika kita kaji bahwa kaum perempuan dulu bukankah kaum Wanita Indonesia dulu itu berkebaya, sebagai ciri khas bangsa kita yang berbudaya timur tapi sekarang kemana budaya itu, yang berkebaya hanya Nenek-nenek kita dan sebagian orang kecil orang-orang Jawa. RA Kartini-pun pasti menangis jika seandainya beliua masih ada sewaktu beliau merperjuangkan kaumnya, karena terbawa jaman modern yang serba kebarat-baratan bukan hanya dengan pamer Aurat wanita indonesia untung aja masih banyak srikandi-srikandi Indonesia yang mampu menunjukan pada dunia misalnya dengan penemuan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi umat manusia, menjadi wakil rakyat yang benar-benar mampu membawa bangsa Indonesia ini kearah yang baik. Dan untuk saat ini wanita-wanita banyak yang memakai hizab (jilbab) mestinya kita mensyukuri liat aja pernahkah kita liat dimuka umum
seseorang yang berkerudung berciumnan dengan yang bukan muhrimnya, jika benar-benar yang wanita tersebut menyakini ajaran Islam. Daripada yang di hotel-hotel mana ada terdapat wanita-wanita yang telah rusak akidahnya dan ahlaknya dan jikalau ada perempuan muslim yang benar-benar muslim berdua-duaan didalam kamar hotel.
Juli 6, 2007 at 12:48 pm
Anda buat saya terpana lagi…
Juli 9, 2007 at 5:58 am
punten om… ikut nanggapin ye… sebelumnya sori2 ye kalo ade salah kata… gini ni… m’nurut saya sieh, dari yang saya saksikan dan yang saya denger.. fpi tu emg dah kebangetan, ta iyo? salah satu kasus nyata yang bener2 saya tau.. wkt itu di tempat karaoke cuma sekitar kurang lebih 15 menit jalan kaki jauhnya dari rumah saya… ada kericuhan subuh, sekitar jam 2 subuh… penyebabnya yah fpi… no warning, no announcement, no speak-speak, tau2 entah dari mana rimbanya mereka dateng beramai-ramai dengan menggunakan kendaraan2 bombastis, yakni traktor dan apalah-itu-namanya-yang-buat-ngeruk-tanah… saat itu juga mereka langsung men-summon pemilik ke lokasi… dan pemilik pun dateng… ngomong punya ngomong, ternyata sang wakil dari fpi menuntut lembaran warna pink dan biru sejumlah… yah biarkan menjadi rahasia deh… dan sang pemilik pun keberatan krn jumlahnya yang besar dan si pemilik merasa dia dah dilanggar haknya, so dia ga berkewajiban mbayar… dan saat itu jugalah kendaraan nan agung itu maju… dalam beberapa jam itu terjadi ‘pemerkosaan’ terhadap diskotik n resto-resto di sekitar situ… atas alasan ‘daerah maksiat dan pendukungnya’… pagi2nya, pemandangannya sungguh bikin orang tercengang… resto n diskotik yang biasanya damai di pagi hari, kini penuh sama pekerja2 yang bengong dan putus asa melihat tempat kerja mereka ‘diperkosa’, tinggal sisaan doang… tapi yang herannya (atau ga heran?) sama sekali ga ada polisi nongol di lokasi…
jujur, jujur sekali, saya bingung sama kriteria maksiat yang mereka teriakkan. apakah dengan embel-embel ‘diskotik’ dan ‘karaoke’ berarti sudah merupakan maksiat? atau apakah dikatakan ‘maksiat’ karena menjual minuman beralkohol? kalo gitu supermarket macemnya hero sama carrefour juga maksiat dong krn jual bir, wine, dll? apakah dikatakan maksiat krn banyak cewe seksi? kalo gitu kolam renang juga tempat maksiat dong…? sungguh amat aneh sekali, kalo menurut saya… tempat yang dah jelas2 adalah lokalisasi, sampe sekarang bisa tetep survive sebagai lokalisasi… tp justru sebangsanya cuma karaoke dan diskotik biasa, justru digempur abis2an… seperti bang aip, saya pun mengaku saya menuliskan ini secara subjektif. soalnya, bagaimanapun, bener atau salah itu relatif. kita ga akan bisa menilai segala sesuatu bener2 pure 100% sangat objektif sekali. so, sekali lagi, kalo ada salah kata, sory2 aje… thx
Juli 12, 2007 at 7:36 am
numpang nimbrung dikit ah.sesungguhnya Allah menciptakan manusia itu dengan 2 tujuan :1.agar mereka beribadah 2.agar mereka menjadi khalifah dimuka bumi.yang akan ane jelasin disini poin yang no.2 aje.khalifah artinya adalh manusia itu harus mengambil bagian dari kehidupan dimuka bumi ini.bagiannya ape aje yang penting ga lepas dari niat ibadah{sesuai poin no.1} dan juga ada dasar/dalil yang menguatkan.kalau ane komentari aksi FPI,mereka itu ambil bagian di bidang keamanan (nahyi munkar)dengan landasan yang mereka punya yaitu dari dalil qur’an dan hadits.lantas bagaimana dengan polisi yang bisa dikatakan peran mereka diambil alih oleh FPI.Sederhananya adalah jika mereka tidak mau FPI ambil alih tugas mereka maka jalankanlah tugas itu dengan sebaik-baiknya,karena FPI hanya ambil kekosongan pada posisi mereka :yaitu mereka sangat mandul dalam pemberantasan maksiat/kemunkaran, yang kalau hal ini dibiarkan terus maka yang kena akibat/siksa dari Allah bukan hanya yang melaksanakan maksiat saja tapi kita juga kena akibat karena kita membiarkan mereka, sedang kita itu mampu memperbaikinya.Ada sebuah kisah yang ane dapet dari guru ane waktu ane ngaji.Allah pernah memerintahkan malaikat untuk mengadzab suatu kaum,tapi ketika dikaum tersebut ada orang alim malaikat tersebut lantas menahan perintah dari Allah tersebut lalu bertanya kepada Allah,”Wahai Tuhanku,Engkau memerintahkanku untuk mengadzab kaum tersebut padahal di kaum itu ada hambamu yang soleh,lantas Allah menjawab memang dikaum tersebut ada hambaku yang soleh tapi hambaku itu selalu membiarkan kemunkaran yang terjadi di sekitarnya,oleh karena itu Aku memerintahkan engkau untuk mengadzab kaum tersebut,lalu malaikat pun menjalankan perintahnya.COBA RENUNGKAN KISAH INI.dan pernah juga di Zaman Nabi ada orang munafik yang selalu menjelekkan islam di dalam masjid.Ketika nabi mendengar laporan tersebut nabi lalu memerintahkan sahabat untuk membakar masjid tersebut(Masjid Dhirar).Apa yang salah dengan masjid?lalu jika laskar FPI membakar tempat maksiat Apakah mereka salah?”Maukah negeri kita diadzab oleh Allah hanya karena kita membiarkan tempat maksiat merajalela sedang yang berbuat maksiat bukan kita”?Kebanyakan umat Islam sekarang hanya mempelajari islam lewat buku-buku bacaan tapi bukan lewat-lewat pendidikan yang kita biasa lakukan dengan pengajian.Banyak orang yang cuma bisa mencela tanpa tahu masalah yang sebenarnya sedang kita hadapi.Wassalam from FPI lover.
Melawan kemaksiatan tidak salah. Bahkan baik sekali. Saya juga setuju. Namun cara melawan kemunkaran dengan kemunkaran baru adalah hal yang tidak baik, Mas Kepi. Apalagi dengan fasisme. Saya jelas tidak setuju. Itulah inti postingan ini.
Juli 13, 2007 at 4:14 pm
Kayaknya perlu di buat FPI watch nih, buat mendokumentasikan or melaporkan apa-apa aja kelakuan FPI yang dirasa “meresahkan”, soalnya kalo bicara berdasarkan berita yang absurd,biasanya di awali “kata temen saya yg…”, ntar dianggapnya cuma mendiskreditkan loh…^_^
gak usah FPI, PKS aja yg rata-rata kalem dan tenang banyak yang apriori kok, lihat aja tuh PILKADA DKI, rame-rame partai berkoalisi cuma untuk menjegal calon yang diusung PKS.
bagian terakhir kok nyambung gak sih…… senyum senyum.
Hahaha, justru bagian terakhir yang saya suka. Hahaha
Juli 16, 2007 at 3:07 pm
FPI (Forum Preman Islam)
Juli 16, 2007 at 5:16 pm
Waduh? FPI itu islam, ya? Waaah, saya baru tahu, tuh…
Kirain nyembah berhala…
Juli 20, 2007 at 5:23 am
di futsal, sepakbola, basket dll gak ada ribut2 batak, jawa, cino, madura, item, kriting, islam, kristen, hindu, budha, atheis, sayap kiri or sayap kanan.
di perkumpulan hobi kicau burung-kicaumania atau otomotif mania ato apa aja jg gak ada tu ribut2 halal, haram, pki, syariah, sayap kiri or sayap kanan.
usulku sih, mending FPI banyakin hobi yg bermanfaat deh, isi dunia dengan hal2 yang positif, bangun dan majukan negara dengan cara yg cerdas dan damai.
daripada tereak2+hantam sana pukul sini+oceh sana oceh sini tapi gak ada satupun kontibusi nyata yg membuat suatu perubahan untuk menjadi lebih baik.
pis-pis-dan skali lagi pis,
edi
pis juga, edi
Juli 24, 2007 at 10:05 pm
Pada dasarnya saya pribadi melihat FPI adalah organisasi bentukan negara.mereka ada untuk memudahkan kebijakan2 negara yang pro neolibralisme.coba kita lihat dengan seksama ketika pekerintah mengeluar kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat,FPI dikerahkan untuk mengalihkan isu seperti RUU APP ada karena negara ingin rakyat hanya konsen terhadap RUU tersebut dan tidak mengindahkan kebijakan2 yang tidak pro terhadap rakyat.kemudian aksi2 penutupan gereja2,penyerangan terhadap aksi2 dan kegiatan kawan2 PRD,PAPERNAS.kita lihat pada waktu aksi massa PAPERNAS menentang UU penanaman modal dijakarta yang 80% massa aksi adalah ibu2 dan anak2,FPI mencoba menggagalkan aksi dengan penyerangan terhadap massa aksi.kalau mereka berjuang untuk agama kenapa setiap ada kegiatan2 yang mencoba memperjuangkan rakyat FPI selalu menghantamnya…apakah FPI organisasi bentukan KAPITAKIS.????
MANUSIA YANG INGIN MENCOBA MEMBANGUN SURGA2 DIATAS NERAKA BUMI INI
Oktober 13, 2009 at 1:44 am
Memang manusia manusia pada dasar ingin menciptakan surga di waktu hidup, apakah surga yang diciptakan waktu hidup dapat menolong kita sewaktu kita akan meninggalkan alam fana ini, yang ada hanyalah amal dan perbuatan kita di alam Barzah sana, sekalipun itu materi bisakah menolong kembali untuk hidup maka jawaban tidak. Apakah memang ada aksi FPI yang menyuruh menutup gereja anda jangan mengada-ada bahlul ente!
Juli 25, 2007 at 8:21 am
Mestinya dugaan korupsi dibuktikan cepat karena kalau Foke/adang sdh jadi gubernur, makin susah diadili.
Coba cek riwayat hidup Foke, tdk ada keterangan riwayat hidup dimana Foke sekolah pada waktu SD, SMP, SMA kan?
hanya ditulis lulusan Jerman sj.
Beliau sekolah SD, SMP, SMA di sekolah Kristen, makanya dihilangkan agar masyarakat tdk tahu! kalo tahu mah cilaka dong, Mana ada putra Betawi Islam fanatik sekolah 9 tahun di sekolah Kristen??? gw pernah sekolah 5 tahun di SD Xaverius, jadi tahu doktrin2 kristen!
Ini bukan masalah fanatik apa tidak, tapi kejujuran yg ditunggu bangsa Indonesia, ok!!!
Gw kenal tokoh2 PDIP yg kebanyakan org kristen yg berkuasa dan org Islam cuma jd jongos doang atau dijadikan simbol spt megawati dan suami mafianya taufik kiemas (WONG KITO GALO).
Munir mati pd saat pergantian kekuasaan dr mega ke SBY dan munir membawa berkas bukti korupsi pemerintahan yg sebelum SBY ke Belanda, makanya mafia palembang takut dan membunuhnya!
Hotel Indonesia sdh milik Taufik kiemas, di SPBU bensin tebet (bawah jembatan layang), berderet 25 mobil menganggur milik megawati (mobil 500juta-an lebih). Belum di SPBU atau Rumah lain milik Mega! BUKTIKAN!!!
walau gw deket tokoh2 PDIP, gw ga mau ikut makan duit haram mereka, NAJIS!!!
gw jg tahu salah satu anggota DPR dr PKS, beliau rajin ibadah sejak kecil, nilai STTB SMAnya diatas 9 semua, rmh orgtuanya di bandung tdk berubah dr 20 tahun lalu, SEDERHANA!
Jadi, secara kebetulan gw dilihatkan oleh Allah SWT, siapa dan apa mereka2 yg menggunakan kekuasaan di dunia.
QS AS SAJDAH:15
“Sesungguhnya org2 yg beriman…adlh org2 yg bila diperingatkan dng ayat2 (Kami) mrk bersujud&bertasbih serta memuji Tuhannya tanpa
menyombongkan diri”.
QS Al-Hadid ayat 20;
“… kehidupan dunia ini hanyalah main2,bermewah2,saling banggakan anak pinak. Sedang di akhirat kelak,ada azab yg berat bagi mrk yg cinta kemewahan dunia,…”
QS Al-Hijr ayat 88:
“…Janganlah kamu terpesona terhadap kenikmatan hidup yg Kami berikan kpd beberapa golongan org2 kafir itu&janganlah kamu bersedih hati/ iri atas kemewahan mrk…”
SUBHANALLAH…
Foke memang sedang banyak diperhatikan akhir-akhir ini. Hehehe.
Juli 25, 2007 at 7:06 pm
FASIS YANG BAIK ADALAH FASIS YANG MATI.!!!
Ketika seseorang ingin membangun sebuah surga diatas neraka bumi ini kenapa selalu dibentur oleh FPI dengan alasan KOMUNISME.!!!sebetulnya apa itu FPI.?apakah FPI adalah organisasi yang dibentuk untuk menebarkan FASISME-FASISME dan neraka diatas bumi ini.?apakah FPI bentukan KAPITALISME.???
jawabannya adalah IYA dan kita berhak untuk menghancurkannya
Agustus 3, 2007 at 5:20 pm
[...] buruk adalah oknum penghancur nama baik Islam benama Fulus Pembela Islam (FPI)! Kenafa sich harus FPI? Bukan yang lain? Namanya juga prasangka buruk, dan di sini saya berhak menyangka apa saja kepada [...]
Agustus 6, 2007 at 7:53 am
Permisi mas, mumpung anget-anget. Iseng ngisi jam istirahat. Saya ndak ada maksud menghujat dan menghakimi agama atau kepercayaan orang lain. Karena saya sendiri juga ndak lebih baik dari mas-mas dan mbak-mbak semua. Tetapi menurut saya, apabila agama sudah dicampur adukkan dengan kegiatan politik sudah pasti akan runyam jadinya. Apabila agama sudah menjadi kambing tameng untuk menhalalkan sesuatu perbuatan yang dipandang bersebelahan dengan sosial masyarakat, sudah tentu akan mengalami kemunduran yang dramatis. Dan saya yang tidak pernah melihat langsung sepak terjang FPI (hanya lihat dari berita dan posting ini…)hanya bisa mengutuk dalam hati. Kenapa menjadi seperti binatang kesurupan saja menghancurkan tempat-tempat hiburan, suka mensweeping dijalan. Maksudnya apa itu??? Setiap agama sudah dimuat didalam kitab sucinya masing-masing mengenai tata cara bertingkah laku terhadap sesama dan hasil ciptaan Tuhan lainnya. Jangan sampai orang-orang yang menginginkan Islam menjadi dasar negara dengan segala syariatnya mengalami kehancuran seperti NAZI pimpinan Hitler. Dimana dia memusnahkan banyak ras (juga rasnya sendiri yang dipandang cacat. Kalo tidak salah Hitler sendiri orang cacat.) demi menumbuhkan ras unggul. Bangsa dan doktrin itupun hancur lebur.
Semoga FBI bisa berbenah diri, atau kalo pun tidak mampu yah bubar jalan ajalah…..Jangan bikin malu Indonesia. Kami yang mati-matian memungkiri Indonesia sarang teroris, malah kalian yang bertindak teror. Kalo mampu coba demo masalah TKW dan TKI ke kedutaan Malaysia dan Arab. Jika TKW dan TKI makmur….saya acungi jempol empat (termasuk jempol kaki yah…). Salam
Saya juga berharap FPI dapat berbenah diri, Mas Surya. Kita doakan saja sama-sama.
Agustus 7, 2007 at 4:45 pm
[...] buruk adalah oknum penghancur nama baik Islam benama Fulus Pembela Islam (FPI)! Kenafa sich harus FPI? Bukan yang lain? Namanya juga prasangka buruk, dan di sini saya berhak menyangka apa saja kepada [...]
Agustus 7, 2007 at 11:24 pm
Gw baca dulu, ach ( diam, serius sambil manggut – manggut ).
Agustus 8, 2007 at 3:51 pm
Apakah FPI (Fron Pembela Islam) Itu Baik?
Rabu, 30 Mei 07 06:26 WIB
Assalamualaikum Wr. Wb.
Ustadz, saya mau menanyakan mengenai masalah FPI. Saya sebenarnya salut terhadap pergerakan merekayanglangsung terjun memberantas kemaksiatan dimasyarakat.
Tetapi saya melihat di media TV kelompok tersebut tidak terkendali sampai melakukan tindakan anarkis seperti merusak bus/kendaraan yang dikendarai oleh sebuah kelompok partai yang dianggap beraliran Komunis.
Ustadz, apakah FPI itu sebenarnya dan apakah jalur dakwah mereka baik?
Akhwat
Jawaban
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sebenarnya yang paling berhak untuk menjawab pertanyaan anda adalah teman-teman dari FPI sendiri, bukan kami. Namun kalau sekedar memberi komentar sekilas yang mungkin benar dan mungkin tidak, kira-kira jawabannya begini:
Apa yang anda lihat tentang ‘aksi-aksi anarkis’ Front Pembela Islam (FPI) di media, tidak pernah lepas dari penilaian subjektif dan objektif media itu sendiri. Kalau kesannya aksi-aksi itu anarkis, memang liputanya memang dibuat sedemikian rupa, setidaknya kesan anarkis itu memang diekspose, entah tujuannya untuk memojokkan posisi FPI, atau untuk menggambarkan betapa umat Islam itu anarkis atau memang sekedar kerjaan insan media yang haus sensasi.
Yang terakhir itu dimungkinkan karena karekteristik media, terutama televisi memang butuh liputan dan gambar yang sensasional. Gambar-gambar yang menampilkan proses awal di mana para anggota FPI sedang melakukan negosiasi kepada para pemilik tempat hiburan yang secara hukum memang melanggar peraturan resmi, nyaris tidak menarik untuk ditampilkan.
Tetapi ketika pihak pengelola tempat hiburan melakukan pelemparan dan provokasi, lalu FPI mempertahankan diri atau balas menyerang, secara gambar memang merupakan momen yang cukup menarik. Gambar para aktifis merusak tempat hiburan itulah yang dinaikkan di layar kaca. Karena secara visual, gambar itu lebih menarik ketimbang gambar orang sedang diskusi yang terlihat hanya pasif dan itu-itu saja.
Namun tidak tertutup kemungkinan ada unsur kesengajaan dalam penayangan gambar anarkisme yang terjadi. Sangat dimungkinkan bahwa pihak media dimanfaatkan oleh para cukong pemilik tempat hiburan yang bergelimang dengan harta itu untuk menampilkan kesan seolah-olah FPI itu tidak lebih dari segerombolan orang yang bertindak anarkis.
Mengapa analisa itu muncul?
Karena tindak anarki yang ditampilkan berulang-ulang di media itu nyaris tidak pernah menyentuh akar masalah. Tidak pernah diulas kenapa sampai terjadi tindakan itu. Media seolah-olahbagai macan ompong ketika harus bicara tentang para pengusaha tempat hiburan yang melanggar Perda dan perundangan. Yang dimunculkan selalu kesan bahwa FPI adalah pelaku tindak anarki. Namun pengusaha tempat maksiat yang jelas-jelas melanggar hukum negara dan sekaligus hukum agama, sama sekali tidak pernah diungkap.
Mengapa tidak pernah diungkap?
Karena para cukong itu punya uang tak terhingga jumlahnya untuk bisa membuat para wartawan, jurnalis bahkan pemred media sekalipun untuk duduk manis dan tenang, tidak mengorek kesalahan para pengusaha maksiat. Sebaliknya, uang juga bisa membuat mereka lebih fasih untuk mengatakan bahwa biang keroknya adalah FPI.
Bahkan uang mereka bisa membuat pihak aparat kepolisian pun duduk manis, diam seolah-olah tidak tahu bahwa ada pelanggaran berat yang sedang terjadi di depan hidungnya.
Di negeri kita, kebanyakan mediadan dan institusi kepolisian memang masih belum bisa gagah seperti yang sering kita lihat di film-film idealis. Mungkin semua itu masih ada di ‘Republik Mimpi’.
Dan kekuatan rakyat yang diwakili oleh organisasi semacam FPI masih harus terus menerima nasib buruk, yaitu dipelintir posisinya di media. Sayangnya, FPI sendiri juga tidak punya kekuatan media yang kuat untuk menangkis fitnah yang selalu memojokkan posisi mereka. Ini kritik positif buat teman-teman di FPI untuk punya perhatian lebih dari sisi media center.
Niat, tujuan dan idealisme mereka untuk beramar makruf dan nahi mungkar tidak pernah ada yang menyangsikan, kecuali oleh mereka yang suka maksiat dan berlumur dosa. Tinggal bagaimana mereka sering-sering duduk bersama dengan elemen lain umat Islam, bertukar pikiran dan berdiskusi, sebelum melakukan aksi dan tindakan. Agar tindakan mereka tidak terkesan bersifat individualis dan jalan sendiri, melainkan hasil dari musyawarah dengan banyak unsur dan elemen umat.
Ajaklah ormas-ormas Islam untuk mengupas semua masalah yang ada, tampilkan data dan fakta, beri informasi dan bangkitkan semangat perjuangan para petinggi ormas dan orsospol yang punya perhatian dalam masalah ini. Dan minta masukan dari masing-masing mereka dan jadikan masalah ini menjadi masalah bersama, bukan hanya masalah buat FPI saja.
Dan jangan lupa, FPI perlu menggandeng secara lebih serius teman-teman jusnalis muslim termasuk media-media yang konsern dengan amar makruf nahi mungkar. Agar tindakan mereka diback-up oleh kekuatan media tandingan.
Kalau dijelek-jelekkan oleh media tertentu, setidaknya ada media lain yang bisa memberi second opinion yang berbeda.
Nah, bola ada di tangan anda teman-teman FPI, semoga Allah SWT selalu membimbing niat dan tujuan anda menjadi sebuah solusi yang baik dan jauh dari fitnah.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Mbak Laila yang baik. Saya amat menghargai apabila anda dapat mengemukakan opini atau pendapat pribadi, sebagai pembela FPI. Lain kali, sebaiknya ini tulisan kopipes(TM) ini dicantumkan sebagai salah satu link pledoi pembelaan anda. Sehingga tidak terjadi kerancuan bahwa anda sedang mengadu domba saya dengan Pak Ahmad Sarwat. Sebab saya yakin, anda bukan kolonialis yang hobinya mengadu domba dan memperkeruh suasana.
Agustus 9, 2007 at 1:09 am
Siapa pula ini yang bikin link kayak begene…
Agustus 13, 2007 at 9:32 am
@15 – halah baru baca komentar wadehel, hehehe…. jews gak pernah sadis? perasaan israel itu adalah negara apartheid terakhir yang masih exist di dunia ini
dan para pelakunya adalah (mengaku) yahudi. Dan segala macam kekejaman (termasuk yang dipraktekkan nazi) bisa ditemukan disana.
Agustus 18, 2007 at 2:52 pm
@PEMBELA FPI
lalu kenapa hampir semua orang merasa dan yakin bahwa FPI adalah suatu organisasi yg suka merusak dan meresahkan masyarakat kalau anda baca lagi tulisan Arif Kurniawan di atas anda pasti mengerti mengapa FPI serasa mirip dengan semacam organisasi terror apakash semua media di Indonesia bisa dibeli? justru sebaliknya saya yakin mereka meliput keadaan sebenarnya,anda juga membaca koran kan setiap harinya atau melihat berita di televisi ? saya yakin iya kalau memang anda merasa semua media,pers di Indonesia bisa dibeli tidak dapat dipercaya sebaiknya anda berhenti membaca koran atau melihat berita di televisi toh buat apa kan mereka semua dianggap pembohong.
Agustus 19, 2007 at 8:06 am
[...] Bukankah fasis namanya orang orang yang mengobrak abrik tempat tempat yang dianggap bakalan meruntuhkan imannya? [...]
Agustus 25, 2007 at 2:54 am
FPI..capee deh! sana urusin TKW yang dianiaya. emang lu yang punya sorga.
September 10, 2007 at 4:53 am
FPI diperlukan untuk menghukum / membinasakan yang DIANGAP bersalah dan YANG BERBEDA pendapat. Menurut FPI Tuhan sudah tidak lagi mampu mengukum mereka. Mennurut FPI Allah sudah tidak lagi memberikan hak kepada manusia untuk memilih mana yang baik dan yang buruk, sehingga FPI menganggap sebagai tangan panjang ALLah untuk membunuh, menyiksa, dan membinasakan manusia karena Allah sudah tak bisa seperti jaman Nuh lagi. Sehinga sekarang FPIlah yang bertugas membinasakannya. Hanya bedanya FPI pinginnya membinasakan siapa saja yang BERBEDA PENDAPAT. gitu loh. Tunggu aja masa-masa menjelang Ramadhan gini FPI banyak beritane.
September 10, 2007 at 9:16 am
seharusnya anda tidak membenci FPI.
because what??
anda hanya melihat sebelah mata, Anda belum tau, dibalik semua yg telah dikerjakan FPI.
diharap anda bisa membuka mata??klo bkn FPI siapa lagi yg akan membela islam, skrg umat muslim dibantai abis2an sama kafir,,okey.
Wahhh, andaikan anda punya mata, anda jelas-jelas tidak suka membaca. Kalau mau, sebaiknya mbaca dokumentasi Darfur. Karena saat ini isu itu sedang hangat, mengenai genocide dan agama (islam). Lebih bagus lagi, baca dokumentasi terbaru Srebernica atau Kurdi. Lalu lihat dengan teliti dan baca dengan baik, adakah FPI mencegah pembantaian-pembantaian orang islam itu?
Anda meminta saya membuka mata? Emang anda kenal dengan saya?
Hehehe, anda ini sotoy marotoy yaa.
(*sotoy marotoy=sok tahu dobel kuadrat. Hehehe*)
September 17, 2007 at 7:38 am
Ada hadist yang menerangkan “Jika kalian melihat kemaksiatan, maka berantas dengan tanganmu (kekuatan), kalau tidak bisa dengan kekuatan dengan mulutmu (kata-kata), jika tetap tidak bisa dengan hatimu (benci)” FPI adalah yang punya kekuatan untuk itu. Lagian saya tidak percaya dengan APARAT PENEGAK HUKUM yang notabene banyak yang menjadi backing kemaksiatan. bagi saudaraku yang mengaku islam, dukung FPI karena semua ada dasarnya. “Jangan mengingkarai hadist, baik semua atau sebagian” karena akan masuk ke golongan kafir.
September 17, 2007 at 7:45 am
tenang FPI, aku membelamu
Yang menentang FPI itu tidak tau tentang Islam. mungkin dia juga dibayar kaum kafir. lihat aja yang memberi komentar, kayaknya jauh dari Islam, yang cewek pakai baju juga tidak pasa sopan.
Sebelum berkomentar coba belajar tentang Islam yang benar.
Maju terus FPI, hancurkan kemaksiatan, sebab aparat sudah pada jadi bagian dari mereka.
Hehehe, simbah yang mengaku agus dan yoyok ternyata orang yang sama. Hehehe. Biar disangka Kembar Grup yaa. hehehe.
September 24, 2007 at 4:33 pm
salam kenal…
Yang menentang FPI itu tidak tau tentang Islam…..
Wuah…Islam yang saya tahu tidak seperti yang di gambarkan FPI itu…jangan-jangan saya mempelajari Islam yang salah…
yang bener gimana dong???
September 25, 2007 at 5:47 am
Si Fikri itu pernah sekolah enggak sich ? kalau pernah seklah kok cetek banget otaknya.
Pokoknya FPI itu dimana-mana DIBENCI oleh
masyarakat. Hanya saja masyarakat sekarang ini
masih bersabar. BUNUH FPI….!
September 25, 2007 at 5:59 am
ikut komen ya, menurut saya nih Indonesia digiring menuju ke radikal agama, dan nasionalisasi tlh luntur, kita digiring menuju bgs yg tdk mempunyai negara tapi hanya punya islam. Yg hrs dibela hanya nama islam dan bkn Indnya, yg hrs diperhatikan hanya orang islam global dan bkn orang Ind sec nasional,mis org islam yg dianiaya di palestina, afganistan, irak. Kalau kita tdk punya negara yg dibanggakan lagi, ya beginilah jadinya, kita tutup mata dgn tkw2 Ind yg dianiaya di timur tengah, di asia. kita tutup mata dgn orang2 yg merusak gedung, membakar gedung , merusak citra Ind, krn yg bibawa adalah bendera islam. Mari kita sadar kita sdh ketinggalan jauh dg negara2lain, dgn tetangga2 kita , yu kita bangun neg Ind dgn lbh tentram, maju dan membanggakan diatas banyak perbedaan, hargai segala perbedaan, Tuhan tdk menciptakan 1 warna, tapi mcm2 warna , dan Tuhan membebaskan kita utk memilihnya dgn segala resikonya.
September 25, 2007 at 6:21 am
FPI tu bisanya ngancurin warung-warung dan jualan-jualan orang kecil. Emang kalo bulan puasa gak boleh ya warung jualan terus kalo gitu emang FPI mau ngongkosin orang2 kecil, mau mbayarin SPP anak2 orang kecil. Orang2 jualan juga butuh modal terus kalo udah diancurin ? lu lu puas, orang2 kecil hanya bisa nangis. Bung ini Indonesia, negara multi etnis, multi agama. Kalo lu mau orang2 menghormati orang yg berpuasa, lu juga harus bisa menghormati orang yg kagak puasa (asal tidak mengganggu) kalo mau bebas dari godaan ke puncak jayawijaya di tanggung sepi en adem dan gak ada godaan (paling pingin pipis terus). Gitu aja repot.
September 25, 2007 at 6:34 am
Kalo gw jadi org kaya…semua anggota FPI gue kirim ke Palestina pake pesawat. Jihad deh tuh sana!
Jgn ngerusak warung siang2 karena buka pas puasa! Menurut loe..para FPI tindakan loe bener tuh? puasa loe ga batal?? Kalo puasa bener2 lillahi..mo ada makanan kek, ada org telanjang kek..elo bakal bisa nahan diri loe!!!
MATI AJA LOE FPI!!!…duh batal deh puasa gw..
September 25, 2007 at 7:53 am
hehehehe kalo menurut gue sih … dlm bulan puasa FPI masih nanggung!!! FPI lupa ama hal-hal yang membatalkan puasa. yg batalin puasa kan gak hanya makan minum. berhubungan suami isteri di siang hari kan juga batalin puasa. mestinya FPI juga merazia kamar-kamar di setiap perumahan … siapa aja yg siang-siang berhubungan suami isteri alias bersenggama … ha ha ha ha …
September 25, 2007 at 1:57 pm
Terlepas dari perilaku “oknum” FPI yang barbar (sorry, Kayanya gak ada kata lain yang bisa menggambarkan kelakuan mereka), sejujurnya saya salut sama si rizieq (bener gak sih nulis namanya?)yang bisa mendoktrin anak buahnya sampai pada jadi sinting gitu.
Coba kalau kharisma dia tu disalurkan untuk hal-hal yang lebih membangun kebajikan dan mengangkat martabat bangsa khusunya umat muslim, mungkin anggota-anggota FPI akan lebih dihormati seperti pejuang-pejuang hizbullah di Lebanon.
September 26, 2007 at 12:55 am
bekingnya FPi syapa?
September 26, 2007 at 9:08 am
tadinya saya cuman menanggapi sambil lalu tentang FPI. tp karena dosen Pancasila saya kemarin menyinggung tentang FPI, saya jadi tertarik untuk tahu lebih lanjut tentang FPI.
ternyata eh ternyata…..sepanjang googling dan baca postingan2 serta komen2, baik dari yg Muslim sendiri maupun non-Muslim, saya malah menertawakan realita2 kebodohan bangsa kita sendiri.
mungkin klo ada yg bilang (lupa siapay yg ngomong) bahwa moral bangsa Indonesia telah bobrok dan terdegradasi, saya kurang setuju. Karena dengan mengiyakan argumen tersebut, berarti saya mengiyakan bahwa moral saya bobrok. Mungkin ‘hanya’ sebagian besar yg moralnya bobrok.
lalu seperti postingan saya pada blog saya, KAPAN FPI BAKAL BERHENTI MELAKUKAN TINDAKAN ANARKIS DI BULAN SUCINYA UMAT ISLAM?
ada yg bisa menjawab? baik dari kaum FPI maupun pendukungnya.
menurut saya, masalah Israel bisa dinomorduakan, karena kita tidak hidup di Israel. klo FPI kan jelas2 ada di depan mata.
IMO, cara yg digunakan FPI dalam membela Islam tidak tepat. membalas kemaksiatan dengan kejahatan bukankan sama saja dengan analogi membalas api dengan api? kapan ademnya klo gitu?
klo FPI ga mau disinisin, maka cara pandang dan perilaku mereka juga harus berubah. tapi saya ga berhak untuk mengubah mereka, karena saya tidak ada hubungannya dengan mereka. dan itu juga hak mereka untuk mendirikan organisasi pembela Islam. yang BUKAN hak mereka adalah MENYAKITI ORANG LAIN.
apakah FPI sudah introspeksi dan mencoba melihat dari kaca mata korban? seandainya keluarga mereka sendiri yang membuka tempat biliard, apakah mereka terima jika lapangan kerja mereka dirusak?
khususnya di bulan puasa ini, FPI benar2 ANOMALI untuk Islam. karena sejauh ini, saya yg non-Muslim dikelilingi oleh teman2 Muslim yang baik hati, tidak mempermasalahkan perbedaan dan tidak bersikap anarkis.
ohya, satu tambahan. apakah jika Indonesia mayoritas warganya merupakan Muslim, maka yang diberlakukan juga harus hukum atau syariat Islam? lalu apa gunanya sila pertama Pancasila? sejauh ini, meskipun saya dianggap sebagai kaum minoritas, namun saya tidak pernah menganggap diri saya sebagai kaum minoritas. apanya yg minoritas dan mayoritas? agamanya? saya paling risih dengan topik yang berbau agama, karena sangat rentan dan dapat memunculkan konflik. sehingga saya tidak pernah melakukan suatu tindakan apapun atas nama agama, kecuali beribadah. toh agama bagi saya hanya fasilitas penghubung kepada Yang Ilahi.
salut postingan ini bisa bertahan sampai 9 bulan, membuktikan bahwa FPI masih eksis dan menimbulkan kontroversial.
September 27, 2007 at 6:16 am
Islam itu baik !!! mayoritas rakyat kita juga islam ( siapa sih yg gak tau ). pedagang makanan, yg pada bulan puasa, meja dagangan nya di balikin, di injak injak, mungkin juga saudara seiman juga. jangan lah jadi JERUK MAKAN JERUK
September 27, 2007 at 6:50 am
Karena FPI itu KATROK
Kalau ada yg tidak sepaham maka muncul kalimat “TAK SOBEK-SOBEK MULUTMU”
September 27, 2007 at 2:20 pm
Habib itu drmana sih asalnya? kenapa yg ia koar2kan palestina melulu,jangan2 pelarian palestina, kalau jantan bkn ngacauin IND tapi bawa tuh pasukan ke israel, jangan ngesweeping bule2 yg tdk mengerti apa2. Kalau fulusnya Habib utk membuat baju2 putih itu drmanaya?
September 27, 2007 at 10:50 pm
FPI lagiii FPI lagi…
harus di cermati dengan pikiran terbuka.
atau “singkirkan semua doktrin yang ada”
saya yakin kita semua tau, mana baik dan buruk. dalam pengertian paling dasar ’saya tidak suka difitnah, jadi saya tidak akan menfitnah orang’ berarti saya tau bahwa fitnah itu buruk.
coba kita liat dibawah ini:
1. memukul orang [baik/buruk]
2. menyuruh orang tidak bekerja [baik/buruk]
3. memaksakan kehendak [baik/buruk]
4. merasa paling benar [baik/buruk]
saya rasa cukup 4 ini.
silakan dijawab dalam hati…
baru kita dapat melihat apa yang dikerjakan seseorang itu baik atau buruk.
September 28, 2007 at 1:49 pm
FPI, kalau aku membayangkannya, menurut aku mereka hanyalah orang-orang yang kurang pekerjaan (atau malah nggak ada kerjaan kali yee) kegiatan mereka adalah hanya bentuk dari keputusasaan di dalam hati mereka sendiri yang akhirnya menumpahkannya pada keadaan, lingkungan, orang lain, yang parahnnya mereka menggunakan tameng agama sebagai pembenaran atas apa yang mereka lakukan. Coba lihat orang-orang yang ikut atau mereka rekrut untuk menjadi anggota FPI, kebanyakan adalah orang-orang muda atau orang-orang yang tingkat pendidikannya rendah sehingga dengan mudah untuk dimasuki doktrin-doktrin mereka. Nah akibatnya mereka mudah disulut emosinnya, hanya dengan kata “Allahuakbar” mereka mudah melakukan tindak anarkisme, kekerasan, penganiayaan, mengancam pihak lain dll.
Apakah itu yang dinamakan seorang muslim yang baik. atau mereka hanya gerombolan PREMAN BERSORBAN.
September 29, 2007 at 2:49 am
mending turun di jalan, basmi kapak merah di perempatan, copet di terminal, tukang palak dipasar pasar. pasti banyak yg salut, acung jempol. setuju…………………
September 29, 2007 at 3:24 am
Setelah melihat apa yang terjadi di samarinda tadi malam, saya betul-betul heran kenapa FPI begitu brutal dan sangat memalukan. Begitukah caranya unjuk diri sebagai orang muslim ?
FPI itu ternya sekumpulan orang yang tidak beradab…tidak punya naluri kemanusiaan dan saya yakin MEREKA ADALAH PENGANGGURAN yang berkerudung agama.Kenapa sampai sekarang masih didiamkan sama pemerintah ? Bubarkan saja FPI karena mereka akan membuat resah masyarakat.
Kita bisa melihat, tidak ada anggota FPI yang rapi dan gentle. Semua pasti kumuh dan menjijikkan. Anjing kok teriak anjing…lucu aaaachhhh….
September 29, 2007 at 4:14 am
Disebabkan oleh privilege berlimpah yang biasanya dihadiahkan pada gerakan yang mengatasnamakan agama. Hal seperti ini biasanya sangat sensitif. Makanya kebrutalan, kecabulan, dampai pemakaian obat terlarang yang pakai dalih agamis, biasanya dibiarkan dan diberi toleransi.
September 30, 2007 at 10:26 am
Tantangan Untuk FPI
Gambar apa yang anda lihat?
Ya. Itu salah satu potret kebrutalan yang memalukan umat muslim negeri ini. Dilakukan oleh sekelompok orang-orang dari organisasi yang menamakan dirinya Front Pelecehan Islam, yang mencoreng agama Islam dengan pasukan penge…
Oktober 1, 2007 at 9:59 am
fpi anjing kurap,,,sok jago,,,
Oktober 1, 2007 at 10:01 am
slalu bawa2 nama islam,,,padahal islam gak gitu kale,,,anjing2 seperti itu mendingan di buang ke laut aja,,ganggu ketenangan masyarakat aja,,sok suci,,,sok benar,,emang nya mereka lebih baik dari orang lain,,huh,,,najis anget tuh fpi,,,
Oktober 1, 2007 at 10:02 am
apalagi merusak warung makan di bulan puasa,,emang nya smua orang puasa apa????? gak pake otak tuh fpi,,,gua doain tuh fpi mampus di neraka,,,
Oktober 1, 2007 at 10:19 am
heheh…emang fpi tuh yaa….:-(
fpi tuh, adalah suatu public relation yang merugikan islam. gw ga tau banyak soal public relation, kehumasan, pemasaran. tp ketika elo mo ngiklan sesuatu barang, apa sih yang elo tonjolin ke calon konsumen elo ??? apa yg elo inginkan dr para calon konsumen ttg persepsi mrk mengenai produk yg hendak ditawarkan ??? (tu pertanyaan buat fpi and fpi lover)
dr ’survey’ singkat bang aiptop disini udah membuktikan persepsi kebanyakan thd fpi.
bener2 sebuah citra yg buruk utk muslim.
btw, dr bukunya eko prasetyo ‘islam agama perlawanan’ dan ‘islam jgn dijual’, konon ada korelasi antara ormas2 islam nan garang dan bisnis security. well, uud, ujung2nya duit.
lawan dong, itu ‘kemiskinan’. jangan tumpas simtom-nya doang, habisi dong, akarnya. minum obat pusing mulu, padahal masalahnya gigi busuk yg perlu dicabut.
salam kenal bang…aku boleh nge add ke blogku yah^^
Oktober 1, 2007 at 10:27 am
eh dijogja ada ormas islam, GPK (gerakan pembela kabah) afiliasinya P3.
saya tiap kali ketemu mrk, kl mrk lg konvoy, waduh kok deg2an takut khawatir resah ga aman gitu.
tanya kennapa, kok bisa gitu ??^^
kenapa sih, (ini utk ormas2 lain, ga melulu ormas islam) atribut2 ormas-nya idenik dg militer.
dan, kenapa sih (ini utk ormas islam dan simpatisannya) nama ormasnya, kesannya sangar dan ‘berbau perang’ gitu ?? lg nantangin sapa sih ???
Oktober 1, 2007 at 7:56 pm
Lagian.. apa sih maksudnya tuh FPI RAZIA PUASA SEGALA….. FPI tuh udah sering bikin masalah… dan parahnya BAWA BAWA NAMA ISLAM DAN ALLAH … SANGAT TIDAK BAIK…!
ORGANISASI SEPERTI ITU GA ADA BEDANYA SAMA PKI.. BEDANYA PKI DENGAN JANTAN MENGAKUI KALO DIA ADALAH ORGANISASI KOMUNIS.. TAPI FPI PENGECUT…!! MEREKA SAMA SAJA SEPERTI ORGANISASI KOMUNIS YANG PENGECUT… DAN BAWA BAWA NAMA ISLAM SEGALA…!!
BANTAI FPI.. HAPUSKAN FPI DARI NEGERI INDONESIA TERCINTA..!!!
Oktober 2, 2007 at 2:54 pm
Janganlah FPI dibubuarkan, sebaiknya Mereka dikoordinir dengan baik,diarahkan ke jalan yang benar dan Mereka harus dapat menghormati dan menghargai hak-hak orang lain. Sebagai OrMas Islam yang berbasiskan agama Islam sebaiknya Mereka harus banyak belajar tentang Islam dan tentunya Mereka dapat menahan diri dari provokasi-provokasi yang tidak baik agar perbuatan-perbuatan yang tidak baik dapat dihindari.Mereka kan sebagai Ormas Islam seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat, oleh karena itu perbuatan yang tidak baik wajib dihindari oleh FPI.
Oktober 3, 2007 at 6:10 am
BUBARKAN FPI
BUBARKAN ORGANISASI PERUSAK CITRA ISLAM
BUBARKAN ORGANISASI YANG EGOIS
BUBARKAN ORGANISASI DENGAN PEMIKIRAN SEMPIT
BUBARKAN ORGANISASI PENGHANCUR RAKYAT
BUBARKAN FPI
BUBARKAN FPI
BUBARKAN FPI
BUBARKAN FPI
BUBARKAN FPI
BUBARKAN FPI…HARGA MATI!!!!
Oktober 3, 2007 at 6:20 am
daripada menutup gereja…
lebih baik memakmurkan masjid
daripada menghancurkan produk yahudi…
lebih baik membuat produk made by Moslem yg bisa dibanggakan
daripada menghancurkan warung2makan pada saat Ramadhan…
lebih baik mengadakan ceramah sambil ngabuburit
MAK NYUSSS….
BUBARKAN FPI!!!!
Oktober 3, 2007 at 8:35 am
[...] 8. Bang Aip yang pernah berkomentar tentang FPI [...]
Oktober 3, 2007 at 9:07 am
Aku inget Goenawan Mohamad pernah bilang: Mereka bilang kalo “Tuhan menginginkan hal itu terjadi” (maksudnya: kebenaran ditegakkan dan inahinihinuh yg lain). “Ingin?” Tuhan itu bukannya dzat yg maha sempurna? kalo dia ingin sesuatu berarti tak ada ubahnya dengan manusia bukan? Menurut perspektifku ya bang.. tetap.. yg namanya kebenaran bukan dengan cara bumi-hangus.
Sekedar share.. kita kan care.. hehehe…
Oktober 3, 2007 at 9:58 am
FPI ??? cape duee…. ga ada abisnya… makin capee dueeeeeeeeeee……… masa yang ada pasti cuma buruk2nya doank??? katanya….
Oktober 3, 2007 at 7:15 pm
FPI yang selalu gembar-gembor anti israel tetapi kenyataannya cuman berani merusak negara indonesia (mentang2 banyak beking ya) dan menyengsarakan rakyat indonesia dan rakyat indonesia kalo emang FPI punya nyali segeralah ke Palestina lawan israel jangan cuman koar2 dan membual doang cuman cari simpati saja,jangan cuman menghasut rakyat yang pendidikannya rendah,jangan cuman berani di indonesia saja merusak nama islam dan menyengsarakan rakyat indonesia,tau ngak dasar negara indonesia itu pancasila semboyannya bhinekatunggalika mau merubah itu berarti sama saja dengan PKI (koar2 anti komunis tapi kelakuannya sama saja,anjing kok teriak anjing) FPI tidak berani ke Palestina karena tidak ada beking disana ya? takut mati ya lawan roketnya israel beraninya kok merusak indonesia saja
Oktober 4, 2007 at 7:29 am
nice thought …sederhana saja, kadar pemikiran ormas ini diragukan , itu aja kok ehehehehehe
ajib tulisannya ….salam kenal oom …
Oktober 8, 2007 at 5:27 am
i hate FPI!!!!!!!!!! knp FPI tindakannya selalu mnatasnamakan islam???????????? apakah cara-cara FPI dlm menegakkan syariah tu dah sesuai dngan ajaran islam itu sndiri????????????
Oktober 8, 2007 at 6:55 am
Ustad ahmad sarwat…ee…ahmad sawat…
kalau kita mengekang kaum wanita, dan para remaja kita tidak boleh saling bergaul, apa nanti jadinya negeri ini ? mau kembali ke jaman batu ? apa-apa ditentukan oleh hukum.
Hukum itu yang luweslah…jangan kaku dan jangan asal ditelan begitu saja.Jadi orang kok goblok banget sich kamu? kapan mau maju negeri ini ? orang kok sukanya mau mundur. kalau mempelajari apa-apa itu ya jangan ditelan begitu saja. Dicari dong intinya.
Kalau ustad-ustad pemikirannya seperti kamu ini, negeri ini mau jadi apa ? orang kok kolot banget sich kamu. Lihat saja negara lain, Malaysia misalnya, disana enggak seperti kamu itu jalan pikirannya. mereka lebih maju dan toleran. Kalau kamu sich dasar otak kerbau jadi yaaa…hasil ceramahmu pasti akan menyesatkan umat yang mendengarkan ocehanmu. Saya sarankan….belajar lagi dari sekolah dasar dech kamu, supaya otakmu yang sangat kental itu bisa sedikit saja encer. okey? begitulah saran gua. selamat belajar sdan belajar, jangan malu-malu mengikuti paket A atau C.
Oktober 8, 2007 at 9:03 am
kacian ama uz sharwat, omong gak di pikir, kelihatan bodo nya. ha….ha….ha….
Oktober 9, 2007 at 11:51 am
Kenapa Petamburan dan sekitarnya gak pernah digerebek?? Apa Petamburan dan sekitarnya sudah bersih?? Bersih jidatmu Mlocot!!
Oktober 11, 2007 at 7:54 am
front penghancur islam lebih pantas disematkan ke FPI, tak ada yang bagus dari perjuangan mereka, bahkan teriakan “allah akbar!!!!!” seolah-olah melegitimasi kekerasan-kekerasan yang banyak mereka lakukan. so masih pantas kah mereka di sebut pembela islam? sebaliknya citra islam jadi buruk gara-gara ulah mereka. jika semua dilakukan dengan kekerasan maka islam kehabisan umat atuh,…. kalo dengan cara lembut gak bisa, kita serahkan saja sama pemerintah, iya toh? oh ya ketimbang ngomong kesana-kesini bikin aksi kongkrit aja yuk? kita bikin aliansi bloger anti FPI? trus demo menentang mereka di kantornya, tanpa harus pake kekerasan. gua dah yang paling depan? gimana? pisss lah.
Oktober 12, 2007 at 3:54 pm
FPI (baca:Front Perusak Islam)sebaiknya anggotanya itu pada di sekolahin,biar tau “aturan main”.
lha wong isinya cuma preman kampung yang hanya bisa petantang-petenteng…
Oktober 12, 2007 at 5:26 pm
@erlinus thahar FPI mana kenal sama yang namanya anti kekerasan kita mungkin demo damai2 saja tapi FPI yang biadab mana tahan kalo tidak bawa pentungan bukannya tidak mendukung aksi kongkrit cuman gimana lagi yang kita demo sekumpulan preman yang atau masyarakat yang pendidikannya rendah yang dimanfaatkan mana bisa mereka adu otak atau mendengar aspirasi taunya pukul dan siksa kyai saja dipukul apalagi kita,harusnya yang menertibkan FPI itu polisi tapi ya gitu mereka seperti macan ompong padahal FPI ini kelakuannya mirip sekali dengan ormasnya PKI dulu yang menentang dihajar semua polisi juga tidak berani salah 1 tujuannya juga sama merubah pancasila cuman bedanya kalo PKI ingin merubah pancasila menjadi sosialis komunis kalo FPI mau merubah menjadi syariat islam bisa bisa suatu saat ada hari kesaktian pancasila ke 2
Oktober 15, 2007 at 2:11 pm
kalo kita mau belajar dari tinggkah laku nabi muhamad SAW maka seharusnya anggota FPI protes pada atasan mereka, nabi kita berperang melawan para raja raja/ pemimpin nya langsung untuk melawan kebatilan( belum pernah saya baca rasululah berperang melawan pencuri ayam atau kambing melainkan berperang dengan pemimpin yang gak benar). apakah FPI seperti itu berani memprotes para pejabat pemda yang sering mengeluarkan perda yang mengalahkan rakyat kecil.
yang terakhir jangan lah kita menelan mentah mentah ajaran ajaran tanpa mengeceknya kembali dengan kitab suci al quran walaupun itu yang ngomong seorang seorang yg mengaku kyai, ustad, habib sekalipun. cara cepatnya saya mau kasih contoh coba apakah bertentangan dengan 10 hukum taurat nabi musa kalo melangar tapi kita tetap melakukannya berarti saya sarankan kita jangan memakai al quran sbg kitab suci karena anda secara langsung tidak mentaati dari sebagian al quran
MENJADI ISLAM SEJATI ADALAH KEMBALI KEDALAM AJARANYA DARI AWAL HINGGA AKHIR
Oktober 15, 2007 at 2:17 pm
cek pemimpin anda
1. apakh dia berani terbuka dengan jati dirinya( kekayaannya, berani membela anggotanya, rela berkorban)
2. jika dia hanya memberi semnagat tanpa turun langsung memimpin (berarti anda sudah menjadi pion baghi mereka, orang bisa kotbah pidato dengan baik tapi no action
3. kalo pemimpin sudah berani mengajak melangar hukum yang berlaku, berarti dia bukan pemimppin
4. HRI KIAMAT SUDAH DEKAT MAKA AKAN BANYAK PENYESATAN, PENYESATAN TERBANYAK ADALAH 1-4 DARI 10 HUKUM TORAT NABI MUSA
5.jangan mudah tertipu penampilan luar
Oktober 15, 2007 at 2:23 pm
HATI HATI NANTI FPI BISA BERNASIB SAMA SEPERTI DITII, YANG AKAN DITUMPAS HABIS KARENA SUDAH BANYAK MELANGGAR KEDAULATAN NKRI
APAKAH KAMU MASIH MAU JADI ANGGOTA KALO NANTI FPI AKAN DI JADIKAN TO MILITER, PDAHAL PEMIMPIN ANDA SUDAH KABUR KE ARAB DENGAN TABUNGANNYA DAN MENINGGALKAN ANDA YANG MASIH MISKIN DAN DIKEJAR KEJAR APARAT
BELAJARLAH DARI GAM, RMS,OPM,APAKAH PEMIMPIN UTAMA MEREKA MAU IKUT BERJUANG DI MEDAN PERANG ATAU HANYA KOTBA DI TEMPAT AMAN, BAGAIMANA SIKAP MEREKA SETELAH MENDAPAT JABATAN LIHAT DI BERITA AJE
Oktober 17, 2007 at 8:03 am
kepanjangan yang pas bagi FPI bukan front pembela islam tapi adalah FRONT PEMBELA IBLIS, sebab kalau Front Pembela Islam sangat2 bertolak belakang. sikap FPI justru seperti iblis, hanya iblislah yang bisanya cuman mencoreng indahnya ISLAM. Allah SWT. tidak akan tertipu oleh siapapun, FPI dengan kedok Islam tapi hidup sangay bertentangan dengan tumtunan Islam jelas2 memancing kemurkaan Allah, tunggu tanggal mainnya, FPI yang telah mempermalukan Rasulullah SAW sebagai pribadi yang mempunyai budi pekerti yang luhur pasti akan dihinakan di dunia dan akhirat kelak oleh yang maha kuasa. ingat Islam tidak mengajarkan kekerasan seperti yang FPI lakukan, FPI jangan bawa2 nama Islam, saya malu dengan kelakuan FPI yang brutal, anda sudah merusak nama baik ISLAM wahai FPI, anda itu bukan pembela Islam FPI, tapi perusak ISLAM, anada telah mencoreng nama baik ISLAM yang indah ini dihadapan Dunia, sdaaaaaaaaaar FPI
September 6, 2009 at 12:19 pm
kalau sadar ntar mereka kehilangan rejeki dong
Oktober 19, 2007 at 2:45 pm
ADA YANG SALAH DENGAN ISLAM !!!
Dari jaman dulu sampe nanti jaman teknologi Pentium XXX sebagian (baca tidak semua) umat
muslim hanya sibuk dengan :
1. Berusaha selalu memperbaiki citra ISlam karena mereka-meraka sendiri yang ngerusak yang namanya Islam (sudah terbukti di seantero dunia spt terorisme dlsbnya)
2. Berusaha menjalankan syariat islam… (entah sampai kapan…)
Kekerasan identik dengan islam…( bayangin aja mau ngerusak aja bilang allhu akbar) anak kecil aja pasti tau
Yang anehnya lagi… tuhan harus dibela…kacian deh lu tuhan… kok loyo..
Satu lagi… Islam susah mengikuti perkembangan jaman yang sangat cepat….jamn dimana orang malah udah pada atheis (tapi malah berperilaku baik) eee.. ternyata ada tuh orang mengaku beragama tapi watak binatang (sori agak kerras!).
Hare gene lebih baik mengaku ngak beragama tapi berbuat baik.. orang masih respek…
Daripada ngaku-ngaku muslim berbuat baik…kadang masih dipertanyakan “kebaikan itu sendiri”.
Saya pernah lama diluar negeri yang penduduknya mayoritas non muslim dan juga non nasrani (supaya adil nih..), bagi mereka susah untuk dapat image baik mengenai islam karena bukan “nila setitik rusak susu sebelanga” tapi “nila sebelanga rusak susu dua belanga”
Kesimpulan “TIDAK SEMUA SALAH TENTANG ISLAM”
Oktober 19, 2007 at 3:28 pm
lanjut neh…
barusan aja siaran langsung aljazeera (vrsi inggris) komentar benazir bhuto setelah lolos dari penyerangan bom bunuh diri…
katanya…
“yang melakukan bom bunuh diri bukan islam, tapi militan bersenjata karena islam tidak pernah membunuh wanita”….
membela islam dengan teori entah dari mana..
bedanya dengan FPI.. membela islam dengan kekerasan
Satu hal lagi…Jangan selalu ingin menutupi kesalahan dengan cara apapun….kebenaran akan muncul dengan sendirinya (tanpa dibela)…kapankah itu…sejak tidak ada lagi perdebatan ….
Sebenarnya front pembela islam itu hanya sebagain keecil saja dari “Pembela-pembela Islam” lainnya cuma “level”nya aja yang beda
Kalo salah yah ngaku aja salah..
Kalo benar… sukur deh.. pasti ada yang respek..
Buat Benazir Bhuto….. cek ileeee
VIVA forever…. kog jadi gini..:(
Iya, saya turut berduka dengan apa yang terjadi di Pakistan. Rakyat yang selalu jadi korban. Entah kenapa?
Oktober 20, 2007 at 10:13 am
oh iya ada kesamaan satu lagi antara FPI dan PKI pemimpinnya sama-sama dari luar negeri kalo MUSO PKI dari rusia HABIB RIZIEK FPI dari arab yg dari indonesia anggota2 kelas bawahnya yang rata2 pendidikan rendah dan miskin dan biasanya bagian melakukan perusakan
PKI dan FPI beda. Sejarah berdirinya aja beda. Ada baiknya Mas Bejo membaca buku mengenai PKI. Kalau mengenai FPI, saya pikir buku yang harus dibaca adalah buku mengenai perkembangan sistematis teror dari militerisme ke extrim relijius di Indonesia.
Oktober 29, 2007 at 12:48 pm
Islam itu damai, Islam membawa kebaikan. Cari Islam yang sebenarnya dalam AL Qur’an dan Hadist Rasulullah. Artikan seluruhnya, jangan terpotong2. Resapi dalam hati dan tiada ditemukan pembenaran atas kekerasan yang membabibuta, pemaksaan yang tidak pada tempatnya. Jadi apa yang telah kalian lakukan wahai FPI? darimana kau dapatkan ajaran untuk menyakiti sesama umat mu? Darimana kau dapatkan ajakan untuk merusak dan memukuli? Darimana kau mendapatkan ajaran untuk menuduh yang tidak2 (kau hampir menyentuh FITNAH, hal yang bahkan lebih buruk dari sekadar pembunuhan)? Sadarkah bahwa Islam TIDAK PERNAH sekalipun membenarkannya? Takutkah kalian akan neraka? Takutkah kalian akan DOSA? Sudahkah benarkah yang kalian lakukan?
FPI sadarkah kau atas itu???
Peace, Love, Honesty
November 1, 2007 at 4:18 pm
walah dalahhhhhhhhhhhhh……mengapa…….mengapa……….tak.mungkin.tak mungkin……islam sekeras,,,,,iyu kalau bukan ada sebab dan akibatnya…………..ya ndak sekejam ityu toh……….islam is may way…4ever////////////fpi…..maju terusssssss Tapi…….dengan syariat islam yaaaa
November 2, 2007 at 1:13 am
Mungkin orang-orang yang melakukan kekerasan seperti yang dilakukan oleh FPI itu hanya mencari ketenaran saja,waallahu a’alam…,tapi yang namaya kekerasan dari segi agama manapun tetap tidak diajarkan seperti itu dan FPI itu merasa paling ahli dalam beribadah itu yang lebih berbahaya lagi karena mendekati sifat takabur, smoga habib riziq Cs bisa bersikap bijaksana didalam kegiatan organisasinya ,amiin..
November 2, 2007 at 1:25 am
namanya sih bagus… FPI (Front Pembela Islam),cuma isi kegiatan organisasi didalamnya kok berantem melulu ya..
November 2, 2007 at 8:14 am
namanya bagus, “membela”. cuma caranya kok keliatan kurang pas gituu..
jadinya.. kita yang dibela malah jadi.. gmn gitu..
knapa kok seneng merusak benda yg tdk bersalah yah..?
kalo lagi ngamuk hiiy.. keliatan serem.. mirip orang kemasukan jin ngamuk gitutu..
cari akarnya hai pembela..
yang lain masih bisa dimanfaatin..
November 3, 2007 at 12:35 pm
Iya, gw setuju bgt kalo FPI itu dibubarin aja dan para pemimpinnya dijeblosin ke penjara. Karena Si habib riziq dkk udah melanggar hukum dengan menyuruh/membayar orang-orang untuk merusak,melakukan kekerasan, dan bertindak arogan. Woi FPI, lu sadar dong. Indonesia tuh bukan Arab ato Aceh yg hukumnya Syariah, kalo ente-ente sok suci mo negakin moral/memberantas maksiat, jangan di Indonesia. Ke Arab aja sono lu. Indonesia bukan negara Islam dan gak akan pernah jadi negara Islam seperti cita-cita lu. Makanya lu orang jangan maksain standar moral agama lu. Tapi Islam emang identik dengan kekerasan, so nama Islam mang semakin buruk akibat ulah lu orang. Jadilah orang yg toleran dan inklusiv, jangan sok suci..
November 5, 2007 at 12:21 pm
Arifkurniawan : Sekali-kalinya, melihat massa FPI berbuat kebajikan dengan menolong sesama, adalah ketika massa mereka mengangkat mayat-mayat korban gempa di Aceh. Selain itu…, nothing euy!
Media massa memang tidak banyak menginformasikan (entah sengaja atau tidak) tentang hal-hal baik yang dilakukan oleh FPI. Ketika FPI melakukan kerusakan, barulah media massa -biasanya- memberitakannya. Sebagai contoh, perbuatan kebajikan menolong sesama yang dilakukan FPI selain Aceh adalah membantu korban gempa di beberapa tempat di Indonesia (Jogja dll), tim FPI juga berusaha untuk meru’yah hilal di beberapa tempat, dsb. Untuk lebih lanjut kegiatan kebajikan apa yang dilakukan FPI, silakan bertanya langsung kepada FPI, terutama pemimpin/ustadznya
“Sudah dikonfirm. Mas Yusuf. Yang saya dapatkan adalah apa yang saya tulis.”
Saya kurang lebih sependapat dengan mas pramur (#29)
. Seandainya saja FPI melembutkan cara nahi munkarnya, Insya Allah semakin banyak orang yang mendukung FPI.
Sekarang mari kita diskusikan supaya FPI menjadi lebih baik.
Solusi yang saya usulkan untuk FPI (pilih satu atau semuanya
) :
1. Menghancurkan tempat maksiatnya jangan hanya yang “golongan kecil” saja tetapi juga “golongan besar”. Contoh : Kalau FPI ingin menghancurkan minuman keran ^^, en keras alias MIRAS, FPI harus menghancurkan pabrik pembuat MIRAS tersebut, bukan hanya warung-warung kecil yang mungkin saja pemilik warung tsb masih awwam sekali tentang Islam.
Tunggu dulu, FPI ‘kan masih tergolong kecil, jadi bisanya hanya nahi munkar yang kecil saja ?
“Pak, melagalisasi penghancuran ‘nahi munkar kecil’ berdasarkan definisi anda sama saja melegalkan aksi fasis kekerasan FPI. Kalau sasarannya hanya miras, jelas opini anda sama sekali tidak memperlihatkan adanya riset bahwa RI itu mengimpor miras dari negara tetangga. Selain itu, sama sekali tidak memperlihatkan bahwa anda mengetahui bahwa industri miras di Indonesia ada di bawah kendali Deperindag RI. Apakah ini artinya anda sedang mengklaim bahwa FPI sebaiknya melawan RI?”
2. FPI menjadi tutor/penasehat/pemberi semangat/guru untuk polisi Indonesia. Ajarkan polisi untuk berani mencegah kemaksiatan, golongan kecil maupun yang besar. Ajak polisi untuk jangan melakukan korupsi dalam bentuk apapun, kecil maupun besar. Ajak polisi untuk olahraga supaya bisa kurus ^^, so tidak ada alasan lagi ga bisa ngejar penjahat karena ga kuat lari jk jk jk ^^.
“Kalau FPI mau bantu polisi, jangan aksi anarkis oknum polisi yang ditiru. Gimana FPI mau jadi pembimbing polisi, kalau tindak-tanduk FPI sendiri anarkis, bodoh dan tidak-berperikemanusiaan. Kalau mau bantu polisi, FPI harus memperlihatkan bagaimana cara menanggulangi kejahatan dan kemaksiatan dengan cara yang cerdas, intuitif, berteknologi serta mempunyai akar budaya masyarakat Indonesia. Bagaimana FPI bisa mengajarkan kebaikan pada polisi jika mereka sendiri masih doyan menzinahi hak-hak kemanusiaan masyarakat Indonesia?”
3. FPI harus mendidik anah buahnya dengan baik, menahan emosi, jangan main hakim sendiri, dsb sehingga tidak ada alasan lagi anak buah yang lepas kontrol (karena kurang ditarbiyah).
“FPI bukan one man show, mereka organisasi, Pak. Kalau organisasi bagus, pasti anggotanya bagus. Kalau organisasinya suka lepas kontrol, anak buahnya pun ikut-ikutan”
4. Jika FPI masih ingin spesialiasi di nahi munkar, FPI jangan langsung dibiasakan memakai tangan (yang mengundang kontroversial) untuk mencegahnya. FPI juga harus nahi munkar dengan lisan dan tulisan dengan cara yang baik.
“Kalau ini, saya jelas setuju sekali. Kalau mau lebih bagus lagi, sebaiknya meniru TPM, yang benar-benar berniat untuk membela muslim”
5. Walau spesialiasi di nahi munkar, FPI jangan lupa untuk amar ma’ruf dan melakukan kebaikan lainnya (walau tidak diberitakan oleh media massa).
“Saya tidak pernah melihat FPI sebagai tenaga ahli nahi munkar. Saya lebih cenderung melihatnya sebagai organisasi yang gemar menyebarkan teror pada masyarakat. Pemberitaan pada media massa memang kadang tidak jeli, tidak berimbang dan memihak. Tapi kalau untuk kasus FPI, percayalah, warga yang berkata ‘YES’ amat jauh lebih sedikit ketimbang yang berkata ‘BUBARKAN FPI!’”
6. Bagaimana kalau FPI, mantan laskar jihad, majelis mujahidin [dan siapa saja yang mau bergabung] bergabung, terus mempunyai target membebaskan Palestina/Irak/Afghanistan, lalu pergi ke sana?
“Percayakah anda jika saya beritahu bahwa sejak awal 1980 telah diberangkatkan sekian banyak pemuda setiap tahunnya untuk ‘berjihad melawan setan’ ke Afganistan? Jika anda tidak percaya, tidak usah dibaca lebih lanjut. Sebab para pemuda yang ‘berjihad’ itu kemudian pulang kampung ke RI, merekrut teman-teman ’semazhab’ lalu menjadikan RI sebagai ‘ladang jihad melawan setan’.”
Oh ya, kalau diperhatikan lagi, FPI Jakarta tahun 2007 ini lebih kalem daripada tahun sebelumnya yaa…sudah jarang terdengar berita perusakan yang dilakukan FPI di Jakarta tahun ini. Kalau FPI di tempat lain seh sedikit banyak masih terdengar beritanya.
“Insya Allah, kalemnya bukan gara-gara menyembunyikan muka fasis. Melainkan kalemnya karena sadar, yang benci sudah begitu banyak ketimbang yang mendukung. BTW, terimakasih sudah mampir dan memberikan pendapat, Mas Yusuf”
November 8, 2007 at 3:14 pm
Bismilahi,
Assalamualaikum Wr Wb
” KUNU KAIFA MATAKUNU ”
Jadilah seperti yang terjadi sekarang, Teruntuk Saudaraku yang SEIMAN, kaum muslimin & muslimat di seantero jagat raya ini, ” JANGAN ENGKAU MEMBERBESAR PERBEDAAN ”
Biarkan mereka berbuat,,,,,
Biarkan mereka bertindak ,,,,,
Biarkan mereka berkhendak ,,,,,
Biarkan mereka dan biarkan mereka.
Ga usah saling caci
Ga usah saling sikut
Ga usah saling benci
toh pada akhirnya yang rugi kita kita juga, walhasil yang menang orang orang ABU JAHAL, bertepuk tangan serta bersorak sorai. Kalaupun anda anda dan anda tidak SENANG, SUKA bahkan ANTI, ya mbo udah didalam hati aja, ga usah dibagi bagiin buat hal layak, apalagi digembor gemborkan !!!!!!!!!!!!
Komentar gini Komentar gitu, oceh sana oceh sini, omomg gitu omong gini, jelekin sini jelekin situ,,,,,
kan ga ada abisnya,,,, yang ada hanya dongkol sana dongkol sini, OMDO sana OMDO sini,,,,
Saudaraku SEIMAN,,,,,
Mari kita NAWAITU, satukan ummat, rekatkan tali silaturrahi antar sesama,, kuatkan UKHUWAH,,,,,
Hanya satu kata,,,,,
Harga mati,,,,,,
” UKHUWAH ”
Ukhuwah itu penting, Mas. Ada kalanya rintangannya begitu berat dalam berukhuwah. Silahkan baca tulisan saya, INI IKLAN. Dijual: Orang Indonesia
November 8, 2007 at 5:14 pm
duh fpi lagi lagi,,,,mau nya apaan seh tuh fpi,,,bubarin aja,,semenjak beberapa tahun terakhir kok banyak organisasi yang ekstrim yang mengatasnamakan agama,,,seingat saya dulu islam gak gitu kale,,,saya ini kan agama nya bukan islam tapi dari SD udah belajar islam sampe SMP kls 2,,,,fine-fine aja kok,,agama2 lain juga begitu,,,menurut saya hidup ini gak usah deh terlalu mengiklankan agama masing,,masing yg penting semasa hidup berkelakuan baik dan benar aja udah cukup kok,,,daripada bawa2 nama agama buat ngerusak,,,,itu sama aja dengan orang yang gak punya agama.
thx u.
November 13, 2007 at 7:39 am
mari mari .. kita baca berita lama …
===
JAKARTA, (TNI Watch!, 28/2/2006). Nama Front Pembela Islam (FPI) makin
dikenal luas karena aktifitas kelompok Islam garis keras ini menonjol
di berbagai soal politik. FPI muncul dalam dua tahun belakangan ini,
menyusul Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI),
organisasi serupa pimpinan Ahmad Sumargono. FPI agak berbeda dengan
KISDI, karena organisasi yang terakhir ini memiliki pasukan milisi
bersenjata (senjata tajam dan pentungan). Milisi FPI, seperti layaknya
organisasi militer, para anggotanya juga memiliki tanda kepangkatan.
FPI juga dikenal dekat dengan sejumlah kalangan Angkatan Darat seperti
Panglima Kostrad Letjen TNI Djadja Suparman (yang kemudian
menghubungkannya dengan Jendral TNI Wiranto), Mayjen TNI Kivlan Zein,
Mayjen TNI Zacky Anwar Makarim, Kasum TNI, Letjen TNI Suaidi M, Wakil
Panglima TNI, Jendral TNI Fachrul Rozi dan lain-lain. FPI juga dekat
dengan pejabat kepolisian Jakarta yakni mantan Kapolda Metrojaya,
Mayjen Pol Noegroho Djajoesman. FPI juga dekat dengan orang-orang di
seputar Jendral TNI (Purn) Soeharto. Di masa Letjen TNI (Purn) Prabowo
Subianto masih aktif di TNI, FPI (begitu juga KISDI) adalah salah satu
binaan menantu Soeharto itu. Namun, setelah Prabowo jatuh, FPI
kemudian cenderung mendekati kelompok Jendral Wiranto yang uniknya,
saat ini, tengah bermusuhan dengan kelompok Prabowo. Inilah keunikan
lembaga itu. Namun, dari dua hal itu bisa ditarik kesimpulan bahwa FPI
memang memilih mendekati kelompok militer yang kuat yang bisa diajak
bekerjasama dalam perebutan pengaruh politik.
Sejumlah aksi FPI yang mendukung tentara misalnya: aksi tandingan
melawan aksi mahasiswa menentang RUU Keadaan Darurat yang diajukan
Mabes TNI, 24 Oktober 1999. Ratusan milisi FPI bersenjata pedang dan
golok hendak menyerang mahasiswa yang bertahan di sekitar Jembatan
Semanggi, Jakarta Pusat, namun bisa dicegah polisi. Aksi kedua ketika
ratusan milisi FPI yang selalu berpakaian putih-putih itu menyatroni
Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), memprotes
pemeriksaan Jendral Wiranto dan kawan-kawan oleh KPP HAM. Milisi FPI
yang datang ke kantor Komnas HAM dengan membawa pedang dan golok itu
bahkan menuntut lembaga itu dibubarkan karena dianggap lancang
memeriksa para jendral itu.
November 17, 2007 at 6:37 pm
Kenapa keonaran FPI ini dibiarkan saja oleh polisi?
Apakah di Indonesia ada Pemerintah? Ini berarti pemerintah kita yang sekarang sedang memberikan contoh yang buruk kepada masyarakat.
November 17, 2007 at 6:45 pm
Manusia yang luhur adalah manusia yang mempunyai sikap kemanusiaan.
Agama tertentu bisa membuat manusia menjadi buas, kejam dan membabi buta.
Sayang sekali.
November 22, 2007 at 12:25 am
Ih ngeri baca komentar disini!Aku jadi merasa lebih baek ga usah beragama aja.Kalau agama mengajarkan kekerasan tuk menyelesaikan masalah2 di masyarakat,kalau agama mengajarkan untuk saling berselisih,kalau agama meniup2kan permusuhan,kalau agama menebarkan kebencian,dendam kesumat,dll….apa yang akan kita katakan terhadap agama?AMAR MA`RUF NAHI MUNKAR???Aku jadi mau bertanya siapakah yang telah mencekoki ajaran ini kepada manusia?AMAR MA`RUF mungkin baek,tapi NAHI MUNKAR,ini yang jadi masalah!Melawan kebathilan,kemunkaran,membasmi kejahatan??Tugas manusiakah?Bukan dilawan,mungkin dihindari,kita menjaga supaya kita tidak berbuat kebathilan,kita jaga kekudusan,kesucian hati dan diri kia sendiri.Kalau melawan kebathilan dan kemunkaran dengan tindakan brutal,jelas keliru!Lagipula Alloh SWT izinkan ada kemunkaran di muka bumi!Buktinya,Alloh izinkan iblis berkeliaran di muka bumi menggoda manusia.Jadi aku beranggapan kemunkaran ga akan musnah dari muka bumi sampai anda sendiri musnah dari muka bumi!Tul ga?Jadi aku himbau buat temen2 FPI,buat para HABIB,ULAMA,KYAI…hentikanlah niat suci anda untuk melawan kemunkaran yang anda saksikan!Lebih baik anda berjuang untuk melawan kemunkaran yang muncul dalam diri anda sendiri.Tindakan anda melakukan anarkisme melawan kemunkaran itu juga sudah bisa disebut kemunkaran itu sendiri.Mari bertobat!Tinggalkan cara hidup anda yang lama,songsong hidup yang baru bersama dengan Tuhan yang SEJATI,bukan Tuhan yang memberi perintah2 yang tampak benar tapi justru membuat kita manusia saling bermusuhan,saling membenci dll.Ketika kita saling bermusuhan,ketika kita saling dendam,…IBLIS menarik keuntungan diatas permusuhan ini,mereka bersorak2 merayakan kemenangan mereka.IBLIS mengingnkan kita binasa, Tetapi Tuhan Yang Sejati menginginkan kita hidup kekal.Untuk ini aku mengundang anda untuk datang kehadapan Tuhan yang Sejati,melalui ROH KUDUS,..supaya saya dan saudara beroleh TERANGNYA,dan boleh hidup dalam suka cita dan damai sejahtera Tuhan.AMIN.Tuhan memberkati.
November 22, 2007 at 12:39 am
*mbaca komeng diatas*
Lha? uda fanjang, terus komengnya seferti “menjurus” fula…ada-ada saja dikau nak, mhuehuehuehue
ah ya, maaf bang aip, saia OOT sangadh disini, cuma geli aja ngliadh komeng diatas
November 23, 2007 at 1:20 am
allah huakbar!!!! saya setuju dengan cerpen diatas tentang citra FPI, mungkin anda lulusan sekolah teologia ya ha ha ha, kamu dengan gampang berkata mengapa saya anti FPI kenapa gak sekalian kamu anti islam ha ha ha, menurut saya kamu cocok bila ibadah tiap hari minggu yang rajin yaaa, saya akan mendukung kepala anda sambil membanggakan diri saya yang memegang kepala orang anti FPI. bagi semua orang islam yang membenci FPI saya anjurkan untuk membenci islam sekalian, dan anda seharusnya sadar apakah yang telah anda lakukan untuk islam… apakah cuma bisa menonton TV dan berkata ha ha ha FPI brutal… dan melihat orang beriman yang rela mati demi islam…
November 23, 2007 at 6:18 pm
Memahami FPI harus memahami sejarah underground jakarta, yaitu metropolitan dan preman (mafia), jadi gak usah aneh, bermuasalnya adalah duit dan kekuasaan. Banyak kelompok preman yang eksis di jakarta (dari segala suku), cuma basis FPI adalah agama. Buktinya! berani FPI sowan ke Glodok, ke Priuk, Blok-M dll? tidak kan. Jadi biasa aja kalau kita ketemu pak ogah, kasih cepek! atau tidak sama sekali. That’s right bro!
November 26, 2007 at 2:14 pm
No comment. Saya gak kenal FPI pada tarap ‘layak berkomentar’. Jadi, saya belum berani komentar.
November 27, 2007 at 3:24 pm
Masya Allah..hanya orang2 dungu yang berkomentar tanpa ilmu, menuduh tanpa bukti dan menghina tanpa solusi..bangsa ini akan hancur dan akan terus hancur bila hanya diisi dengan orang2 seperti kalian,hanya bisa berkomentar tanpa ada aplikasi nyata dari anda semua..Allahu Akbar
November 27, 2007 at 3:34 pm
Jangan Ragu buat FPI untuk maju terus pantang mundur menghancurkan semua kemaksiatan di Indonesia termasuk siapapun yang menuduh anda tanpa bukti nyata…..!!!!
November 27, 2007 at 6:45 pm
Dalam tulisan Mas Arif banyak pertanyaan dengan mengapa ? mengapa ? dan mengapa ?
Jawabannya sederhana mas Arif, Basis massa anggota FPI adalah orang2 dengan tingkat pendidikan yang rendah ( pendidikan formal, moral dan pendidikan agama ), sudah barang tentu dengan kondisi seperti ini mereka mudah saja untuk diprovokasi, dihasut dan diajak untuk berbuat anarkis, apalagi tindakan mereka dibungkus dengan embel2 agama dan janji masuk surga (siapa yang ga mau masuk surga). Sebagian dari mereka banyak yang masih SMP/SMU dan bahkan putus sekolah, jika ke depan nanti mereka mendapat pendidikan yang layak, saya yakin suatu saat kelak mereka akan sadar dan malu akan perbuatan mereka sendiri. So, mari kita usahakan agar pendidikan di Indonesia lebih maju dari saat ini, agar tidak semakin banyak korban2 hasutan dari para pemimpin FPI, dan semoga saja mereka sadar bahwa jalan menuju surga bukanlah jalan yang ditunjukkan oleh para pemimpin FPI. Amin.
November 29, 2007 at 3:37 pm
karena itu indonesia tidak akan pernah bisa maju sampai kapanpun juga karena banyak penduduknya yang bercita-cita dan bangga menjadi preman,buktinya? banyak sekali diliput di televisi preman atas nama agama tertentu yang menjadi polisi kedua dan hobby melakukan perusakan dan bangga menjadi munafik benar-benar aneh betapa bodohnya dan dungu mereka mereka ini sampai sampai tidak ada gunanya,munafik-munafik sejati,sama sekali tidak ada tindakannya yang dapat memajukan bagi negara kaya tetapi miskin sekali ini.
Desember 1, 2007 at 3:30 pm
[...] umat Islam Indonesia, dan memperkuat citra negara Indonesia sebagai sarang teroris. (baca juga: Mengapa Saya Anti FPI) “Kacau Balau, Kacau Balau Negaraku [...]
Desember 2, 2007 at 6:54 pm
saya juga tak bisa membendung kedengkian saya thd FPI… gak jelas maunya apa… cuman main gebuk doang trus berkoar2 ini semua demi agama.. shit abis!
padahal di dalem agama tuh nggak ada yg namanya main hakim sendiri…
kalo ada orang yang dianggap berdosa.. entah dia emang mau pose diplayboy, mau jadi waria kek, mau apa aja kek… it’s supposed to be a free country gitu loh!
masalah dosa ato nggak, itu kan antara dia ama Allah…!
FPI cuma bisa mencemari nama islam! nggak ada unsur ngebela-bela islam sama sekali!! fanatik babi buta abis!! gw sebeeeel banget!!
YG JELAS GW ANTI FPI!!
Desember 12, 2007 at 6:22 am
FPI ? hmmm, kayaknya lebih tepat di sebut Front Preman Indonesia. Melihat kelakuanya dan polah tingkahnya, tidak bisa disebut membela Islam, malah dia mencemari Islam. Islam agama mulia tidak perlu pembelaan dengan pentungan dan pengrusakan. Banyak cara untuk membela Islam dengan lebih cerdas, santun dan beradab.
Desember 13, 2007 at 9:30 pm
Tidak ada yang buruk dari FPI di mataku.
Karena semakin banyak FPI semakin senanglah aku..
Semakin banyak orang dungu..semakin sedikit kompetitor di dunia kerja…
Satu hal lagi..jangan kalian terpancing akan doktrin2 agama yang berbicara adanya surga dan neraka…
Tdak ada yang namanya surga ataupun neraka..setelah kalian mati.
Surga ataupun neraka itu ada ketika kita menjalani kehidupan di dunia ini..
Maukah anda menjadikan saya senang?hanya dengan mendungukan diri anda sendiri…saya sudah senang…
Desember 14, 2007 at 9:53 am
FPI… denger namanya udah lucu, Front Pembela Inul. nafas mereka bau, busuk… puasa terus karena engga ada nasi untuk dimakan. Kemiskinan menjerat, hura-hura huru-hara bersama kelompok se-ide nya. Jenggot kambingnya merekam semua liur yang menetes karena goyangan Inul, tapi mulut mereka bau, gigi kuning kotor, bibir kusam berteriak-teriak Anti Porno sambil merusak semua di sekitar kita. Wahai sodara-sodara jika ada FPI datang berilah mereka nasi sisa dan sedikit daging anjing agar lapar di perut mereka tidak berubah menjadi hawa panas yang akan berubah jadi kebencian dan kemarahan.
Ya Tuhan, kembalikan kejayaan Sriwijaya di indonesia.
FPI = pergilah ke Timur Tengah dan hisaplah pasir sampa sakauw.
Desember 19, 2007 at 4:47 am
Ya semua ini akibat menuhankan Muhammad SAW, terus mengistimewakan keturunan Muhammad….ya susah deh, Muhammad aja ngajarin satu Tuhan eh setelah berlalunya waktu dia jadi dituhankan….
Akhirnya gini deh, kita export aja nih FPi ke Afghanistan….
Desember 20, 2007 at 3:11 am
Buya Syafii Maarif pernah menyebut mereka sebagai ‘PREMAN BERJUBAH’ Kata teman saya klo preman itu lebih banyak “sampah busuknya” dari manfaatnya. Karena itu orang dan ibu rumah tangga lebih memilih dibuang daripada memanfaatkan. Kelakuan mereka lebih banyak merusaknya dibanding yang dilakukan untuk kebaikan.Dengan membawa nama Islam, akhirnya juga merusak banyak citra Islam. Mestinya MUI ngurusin orang-orang kayak gini.
Desember 21, 2007 at 6:08 am
memang sudah saatnya FPI itu ditangkepi, wong memang sudah merusak tatanan kepancasilaan, dan membawa kefeodalan. Ya sudah saatnyalah kembali ke Quran, ngapain lagi kembali ke Habib2, emang Habib masuk surga ? Buat anak2 di FPI, percayalah, perbuatan kalian itu nanti mendapat azab dari yang maha kuasa…..
Desember 23, 2007 at 7:49 am
sebebarnya apa kerja fpi???
dalam islam diajarkan untuk saling bermusyawaroh, tetapi kita saksikan sendiri gerak2 fpi banyak sekali yang membuat onar…kita ini org islam janganlah merasa benar sendiri
saya tidak yakin org2 yang di fpi itu benar semua….
menurut saya fpi adalah forum preman islam
kalo fpi memang merasa benar seharusnya di siar2kan kebenaran bukan membuat onar yang tidak jelas…nanti kalau ditangkap tidak ada yang mau mengaku….munafik fpi itu
Desember 24, 2007 at 11:58 am
dari awal aku dgr nama FPI (Front Pembela Islam), langsung deh aku jd … apa sih itu istilahnya, antipati yah? namanya mereka itu langsung aja gt terdengar fundamentalis anarkis ditelinga, eh trnyt bnr juga.
dari smua tindakan baik dan buruk yg pernah dilakukan FPI, aku jd mikir deh, ini mereka bertindak bukan krn murni faktor agama, melawan kebatilan, dkk, tapi lebih kepolitik.
kalo emang niat mau ngilangin maksiat, salah satu contohnya yg mrk sebut maksiat adalah tmpt prostitusi dan dugeman, itu gang doli, sarkem, tmpt dugem di jkt, dkk udah ilang dr dulu di ubrak abrik, kok ampe skrng tuh tmpt prositusi msh gegap gempita aja tiap mlm doli dangdutan and cewek2 sexy berjejer?
aku prnh tanya ama salah satu orang yg berkuasa gt di doli *kebetulan kan pacar aktif di LSM, jd aku ada akses gt deh* nah dia bilang kalo basisnya FPI di surabaya itu dikit, adanya itu diluar surabaya.
ada yg bilang jg salah satu tpmt dugem buat gay di jkt, itu mrk byr 30jt tiap bulan, jadi ya intinua ini mrk ya preman aja.
OK now soal politik, knp pemerintah sulit bgt sih ngebubarin mrk? udah terang2an gt lho memprovokasi dan jg ngobrak abrik sarana publik, warung makan punya ibu2, kok gak ditangkepin?
salah satu prof dari cornell uni di USA, yg disertasinya soal premanisme, termasuk premanisme islam bilang itu krn FPI sendiri didirikan oleh bbrp orang yg berkuasa di indonesia, awalnya aku agak2 gak percaya juga sih, tp setelah gus dur prnh bilang bahwa FPI itu didirikan oleh 4 jendral, aku jadi lebih percaya. Salah satu jendralnya adalah ketua salah satu partai yg baru didirikan/diresmikan.
Desember 28, 2007 at 5:03 am
alhamdulillah ada wahana tulisan ini, mudahan menjadi ladang amal untuk diriku
FPI..(Front Pembela Islam) salut atas perjuangannya,
salut.. disaat semua membisu melihat kemaksiatan
salut…disaat keimanan hanya ketika tidak ada
kesempatan untuk maksiat, ketika melihat peluang maksiat lunturlah keimanan
salut…karena banyak yang terganggu keasyikan maksiatnya oleh teguran FPI,
salut…karena banyak pemimpin negara/pemimpin agama (musang)berbulu domba, seperti JIL, mister G dengan liberalisme islamnya di NU, Jalaludin rahmat,dll
salut…FPI….satu hal untukmu…teruskan perjuangan dan istiqomah…Allahuakbar…allhuakbar
Januari 2, 2008 at 1:58 am
betul.. katanya islam tuh cinta damai, FPI bukan memperkuat pernyataan itu malah memrusak citra itu..
Januari 2, 2008 at 5:39 am
Wah seru sekali nampaknya…
in my humble opinion.. banyak orang berwenang atau mempunyai kuasa di Indonesia kita tercinta ini kurang bisa mengatur prioritas *sok tau*, tidak hanya FPI.. pemerintah juga. Rakyat lagi sengsara, malah mau renovasi rumah DPR.. kalau kasus FPI, umat lagi sengsara malah sibuk ngurusin inul atau playboy..
tapi….
masalah di Indonesia itu masalah yang mengakar kemana – mana, masalah yang mengakar butuh solusi yang radikal, dan tidak ada solusi radikal yang tidak membutuhkan tindakan radikal…
*senyum penuh arti*
Januari 4, 2008 at 3:20 am
Kok pada ngeributin FPI itu untuk apa sich. Jelas-jelas FPI itu enggak usah dipermasalahkan. Mereka bikin ribut itu kan karena mereka cari makan. Tahu enggak kalau anggota FPI itu nggak ada yang bekerja/pegawai. Jadi kalau mereka enggak begitu mana bisa makan ? Kasihanilah dan berilah sedekah kepada mereka. Lihat nggak, disetiap simpang 4 dan SPBU pasti ada saja yang mencari dana dengan dalih ini dan itu. Nach itulah kerjaan mereka. Kalau dengan cara itu nggak berhasil, barulah mereka bikin ribut untuk mendapatkan hasil. NGERI DAN MEMALUKAN SEKALI DECH….sebetulnya orang yang ingin makan, yaaa harusnya kerja bukan ngerampok punya orang. SADARLAH….FPI…kalian telah dan sedang bikin resah masyarakat dari golongan manapun juga. semoga TUHAN melihat itu semua…
Januari 18, 2008 at 4:22 pm
sbagai warga ngara yg mmpunyai ahlak tdklah berhak anda mengecam fpi jngn jadi anjing, skrang anda bsa ga brjuang mnyelamatkan indonesia dri maksiat coba anda buktikan kalo anda bsa sperti fpi anda ini anjing…..
Januari 18, 2008 at 5:12 pm
hidup d jln sesat atau mati d jln allah harus tingkat tauhid dan amar ma’ruf nahi mungkar. jik anda mengejek FPI anda adalah saudara ibliz mnurut saya yg akan msuk api nraka jahanam hidup anda sia2 di dunia dan disia_siakan pula di akhirat….
slamat y…..
Januari 18, 2008 at 5:16 pm
orang orang kaya lu lbih pantez msuk nraka Allah akan mlaknat orang orang yg kaya lo anjing bangsat setan alas kuntil ank jahanam
Januari 21, 2008 at 10:19 am
wah wah dari comment-comment di atas yang membela FPI semakin terlihat ketidak bermoralan FPI dari segi bahasanya saja terlihat kalau mereka mereka itu mungkin sd saja tidak lulus “orang orang kaya lu lbih pantez msuk nraka Allah akan mlaknat orang orang yg kaya lo anjing bangsat setan alas kuntil ank jahanam”
kalo dilihat dari segi moral mereka sama sekali tidak mengenal moral “jik anda mengejek FPI anda adalah saudara ibliz mnurut saya yg akan msuk api nraka jahanam hidup anda sia2 di dunia dan disia_siakan pula di akhirat….” wah wah FPI oleh mereka dianggap tuhan bisa disamakan dengan sekte sesat nih,maling kok bilang maling,munafik sejati.
Januari 23, 2008 at 9:22 am
saudaraku, aa’ gym pernah berkata:
teko yang mendidih, uap yang keluar adalah sama dengan isinya. misalkan sedang merebus air, tentu yang keluar uap air. sedang merebus teh, yang keluar uap air teh..
analogikan dengan kata2 yg meluncur dari mulut seseorang:
kalo isinya baik, pasti yang meluncur keluar juga kata2 yang baik, santun. namun kalo isinya buruk, yaa gitu deh, jadinya kayak si “rahmat”, “jetkong”, “bocah ngasu” (yg sepertinya orang yg sama)
aku malu jadi orang muslim kalo sodaraku bertindak anarkis seperti FPI
Januari 30, 2008 at 9:49 am
Wah topiknya menarik banget.saya udah sering ngeliat website hingga blog anti FPI.
sebenarnya kalo saya boleh berpendapat sih mungkin dari akarnya aja udah salah.apa itu?ya memang sejak awal perang antar agama itu udah merupakan sebuah konsep yg absurd.Tuhanku lebih baik daripada Tuhanmu katanya.buat saya mah yg namanya agama itu adalah urusan pribadi dengan Tuhannya.tidak ada seorang pun yg berhak mengintervensi “urusan” tersebut atas nama kebenaran atau apalah.
sepertinya orang2 FPI n kaum radikal lainnya perlu pencerahan lebih jauh supaya bisa menggunakan kapasitas otaknya lebih baik.andaikan mereka mau melihat agama dari sisi lain.sekedar melihat saja.tapi sepertinya mereka bukan makhluk2 yg mau introspeksi.
saya setuju konsep islamisasi tapi bukan arabisasi.man!dari dulu saya ngakak denger cita2 sejati kaum radikal n fundamentalis yg satu ini.”Arab is the best!yg lain masuk neraka!”katanya.sumpah deh!ngakak abis!it’s a survival of the most idiotic concept!wakakakaa…..
Februari 11, 2008 at 4:07 am
lahirnya organisasi kaya FPi itu menurut saya gak bisa disalahkan,bahkan mungkin dibutuhkan. ben seimbang antarane sing maksiat karo sing ora.ok.
pasti banyak yang gak setuju dengan aq yaa,
terseraahh
Februari 11, 2008 at 4:30 am
posisi saya jelas, dukung FPI, daripada kayak orang-orang yang pada sok intelek pada forum ini.
bisa apa sampeyan ketika kemaksiatan dan kemungkaran ada didepan anda,ada dimana sampeyan ketika tsunami menghancurkan aceh, FPI adalah organisasi pertama yang tiba pertama kali disana.
sampeyan bisanya ngomong tok, klo berani gelut musuh preman penjaga komplek pelacuran berani gak.
ngomong tok !!!!
action is better than cangkem
mau FPI gak beraksi lagi, gampang boss…. polisi tegakkan hukum jangan malah jadi beking.
1. FPI bukan organisasi pertama yang datang di Aceh
2. action is better than cangkem, maksudnya; pukul dulu, baru musyawarah? Hehe, ente orang mana, Bung? Baru pindahan dari neraka yaa? Ganas bener! Haha
3. Ketauan yaa nggak baca-baca sebelum komen. Hehe
Februari 12, 2008 at 3:10 pm
Saya Pro FPI.
Karena Semua orang Islam lemah dan tak melawan. semua diam,semua seakan menerima. tidak bertindak, tidak turut serta dalam perbaikan akhlak secara massive, semua hanya membiarkan.
Februari 18, 2008 at 2:42 am
Saya paling muak lihat kelakuan FPI….kenapa?
Soalnya sy tau dalamnya….hee222X tiap bulan teman yang manajer diskotik selalu setor duit ke markas FPI katanya uang keamanan, trus ada lagi teman marketing depot minuman bir dll tiap tahun ngasih THR ( 10 jutaan ) ke markas FPI jg…AMAN SIH. Ada juga info tahun 2005 salah satu ketua FPI Jawa Timur masuk Kristen karena IIIIINNNNNSSSSYYYYAAAAFFFFF.
Februari 25, 2008 at 11:23 am
mana ada anggota FPI yang mapan makmur berpendidikan tinggi duitnya banyak (kecuali pelindungnya atau yang menggerakkan FPI dari belakang untuk mencapai tujuannya dan demi keuntungannya),barisan depan FPI yang bagian mukuli orang,eminta duit secara paksa,mengusir dan memukuli orang yang sedang makan di warung PKL kaki lima (terutama pada masa puasa yang semakin menunjukkan “kebaikan-kebaikan ” kelompok preman FPI,mang FPI mau menanggung biaya hidup pemilik warung PKL yang bukan orang kaya tersebut beserta anak istrinya? ) pastilah seorang yang miskin,pendidikan rendah,mau makan saja susah,IQ dan logika kelas bawah sehingga mudah untuk dipengaruhi dan ditipu hanya dengan sedikit janji janji surga (dan mungkin sedikit bagian dari uang suap pemilik diskotik) mereka mereka ini bisa disetir seperti pion catur,jadi buat pembela anggota FPI diatas saya yakin anda pasti termasuk golongan yang miskin paling banter cuma penjaga warnet tolong logika dan IQ anda lebih dipakai jangan hanya memakai dengkul untuk berpikir.Bacalah berita sebanyak mungkin dan kalau ada uang lebih baik dibuat mengambil kursus atau melanjutkan sekolah sehingga anda bisa membedakan mana yang benar dan mana yang munafik.
Maret 7, 2008 at 3:15 pm
FPI…???? FPI bukan Fron Pembela Islam tapi menurut saya sih Front Preman Indonesia.
he he he, preman pake jubah, kayak di komik Kho Ping Ho. Mending komiknya lagi.
Maret 9, 2008 at 6:12 am
FPI kok temannya FBR, misinya ingin memberantas hal-hal yang kurang baik menurut syariat islam lha kok malah berkongsi sama pemeras dan preman lokal apaan tuh ? Sekarang saya tantang apa berani FPI memberantas orang-orang FBR kalo berani saya salut pada organisasi anda yang menyinggung-nyinggung tentang islam agama yang dirahmati Allah.
Maret 11, 2008 at 10:36 am
mengapa FPI ……………..
mengapa FPI ……………..
mengapa bangaip benci FPI …
(mungkin) jawab nya : FPI pernah demo (atau menyerbu) komnas HAM
he….he…..he…….
bener gak sih ?????????
Maret 28, 2008 at 4:47 am
setuju bung… maju terus….
jangan takut….
Maret 29, 2008 at 7:11 am
kayaknya FPI itu menyimpang dari tauhid, wong mereka bertuhan nabi Muhamad dan keluarganya(dan mungkin sahabat2nya), kalau memang ajaran islam ya bertuhan 1, tiada tuhan selain tuhan, ini kok keluarga Muhamad(Habib, katanya) malah kadi panutan
salam
edn
Maret 31, 2008 at 8:51 am
coba FPI hidup di era 80an……….
pasti ketemu bangaip lagi main korek api
ha…ha…ha….
nb:jangan di ambil dihati bang. (dikau saiki sensitip banget)
April 1, 2008 at 7:22 am
Wah, seru juga yak postingan ini. Udah berumur setahun lebih loh…masih ada (banyak) yang comment.
Nurut gw sih, buat mengurangi hal2 yang maksiat, seharusnya pake cara2 yang elegan dan pake otak. Bukan pake teriak2 trus pentung sana-gebug sini, bakar itu hancurin ini…
Kalo dengan cara seperti itu, gw yakin orang (yang dirazia) malah lebih benci dan ga akan sadar. Orang lain pun akan melihat/mendengar kejadian seperti itu pun akan bertanya2, apakah memang Islam seperti itu. Dan nurut gw, aksi2 FPI malah sepertinya membenarkan pernyataan kalangan barat, kalo Islam itu penuh dengan teror, meski itu hanya segelintir OKNUM yang mengatasnamakan Islam.
Islam yg gw tau, isinya BUKANLAH kekerasan yang dikedepankan, tapi kasih sayang (Ingat, sebelum memulai sesuatu hal yang baik, biasanya orang akan mengucapkan Bismillahirrohmaanirrohiim : Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). Jika pun berdebat, dilakukan dengan suara yang halus, bukan teriak2…
Gw juga heran, kenapa FPI kok sampe memberangus gereja2…padahal Nabi tidak pernah mengajarkan hal tersebut. Nabi Muhammad,orang yang paling mulia, mengajarkan untuk menghormati orang beragama lain. Bahkan Allah sendiri berfirman di surah Al-Kafiruun (109:6) : “Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”.
Gw jadi ngga ngerti jalan pikiran orang2 FPI ini.
Ngaku2 Islam, tapi bertindak tidak Islami.
Beraninya main keroyokan….orang kecil pula yang dikeroyok…
Waktu beraksi, ngapain pake tutup muka…ngga jentelman….takut dikenali….
Gw sangat mengharapkan aksi FPI yang patut diacungi jempol, sebagaimana orang Islam yang mengamalkan nilai2 yang benar2 Islami.
~erf~
April 1, 2008 at 10:48 am
FPI=Front Pembela Inul…
April 1, 2008 at 2:32 pm
Hobi gue skateboard, hobinya orang Amerika. Nanti gara-gara main skateboard di Petamburan dekat markas FPI gue di gebukin pake rotan lagi. Hiiiii ngeriiiii.
April 8, 2008 at 4:36 am
Hi.. salam kenal. Top niy tulisan & pemikirannya. bang aiptop bisa tetep objective, kalem n tenang n kocak nanggapin comment2 yg ada. hehe..kebanyakan ga mujinya..?? Hehe… btw, buat Bpk2 FPI n d gank, tolong dong spy open minded, dont play as god. Mslh sosial kok mo diperangi pk kekerasan, yg ada malah tambah kacaw balaw. Dan jgn pake acara pembenaran dgn konsep2 agama yg dimaknai seenak udel ye… Buat pendukung2 FPI, ayo makin bijak dan terima perbedaan…..klo gak.. ya gulung tikar aja [kek nya yg ini lgkh plg bijak d.. wakakkakak]
April 8, 2008 at 5:39 am
Kalo ngebaca komen2 yg ngebela FPI sih kayanya orang2nya itu2 lagi.
Karakteristik tulisannya hampir semuanya sama:ga punya argumentasi yg kuat, dangkal, norak, kampungan dan memiliki anomali tersendiri: Super duper PD dengan mengaku memiliki “nilai2 ketuhanan”.Dude!
Orang2 itu luar biasa naif atau luar biasa kurang ajar?
Udahlah mas ga usah ditanggapin apalagi ampe marah2.Ntar mereka ngerasa penting lagi.justru itu tujuan mereka; provokasi!
Saran saya mah,kalo mau gampang pake aja metode statistika:hitung komen2 yg setuju ama argumentasi anti-FPI kemudian bandingkan ama mereka yg pro-FPI.
April 8, 2008 at 8:14 pm
betul mas … !!! “sambaldadakan” ana setuju sama kuwex ana mendaftar “voting tidak setuju ama FPI ” temen ku juga, tetangga ku, bapakku, ibuku, pacarku, tetangganya tetanggaku juga ngga setuju lho… maaf yah aku ini main rombongan mas.. jadi terpaksa aku sebut satu-satu.. ini di warnet ini mas .. nama mereka harus aku sebut kan ..! ech iyo sampe lupa.. satpam pasar jauhar dan pasar legi kemarin nitip voting .. katanya ngga setuju ama FPI…!!! ech ini jangan ke agama lho… ini yg di bahas FPI lho… hayoo…!!! nanti kemana-mana..bahasanya .. awas lho bisa dosa kamu.. klo jelekin agama… klo jelekin FPI kayaknya malah dapet pahala dech … –= PISS =–
April 9, 2008 at 5:47 am
Mas saya kok nggak mudeng sama FPI ya…Saya jadi penasaran kira kira dasar dari ayat Al Quran mana yang dijadikan pedoman oleh mereka. kalo kita baca Al Quran kan isinya begitu indah, menentramkan. Apa mereka ambilnya sepotong potong ya. Memang kalo diambil sepotong potong MUNGKIN memahaminya bisa berbeda (seperti si pembuat film Fitna itu). Tetapi bukankah isi Al Quran tidak bisa diartikan/dipahami sepotong sepotong ? Logika sederhananya saja, menyakiti atau memukul orang lain sudah jelas gak bener. Lah mosok kalo mereka bilang itu dasarnya dari Al Quran kan aneh…wong di Al Quran tidak ada yang menyatakan demikian. Maaf lho saya cuma pengen tahu saja dasar mereka, bukan mengajak konfrontasi…(soalnya denger denger mereka gak bisa diajak diskusi yang enak, lembut dan saling menghormati)
April 10, 2008 at 9:04 pm
Akhirnya bertemu dgn orang yg berpandangan sama. Allah itu nggak tidur kok! Allah Maha Melihat dan Mengetahui. Allah sangat tahu kalau umat Islam dizolimi, Allah tahu kalau kita nggak berdaya, dan Allah tahu kita sudah berusaha. Insya Allah, biarkan Allah yang membalasnya, dan bukan kita yang sebenarnya hanya kerikil kecil, yang benar-benar nggak ada apa-apanya, apalagi sampai menganiaya orang lain in the name of God! Astaghfirullah..
p.s: saya seorang perempuan, dan saya diajarkan kelembutan Islam oleh kedua orangtua saya, dan semoga FPI atau apapun itu namanya, ditunjukkan jalan yang lembut oleh Allah.. Amiin..
April 18, 2008 at 12:02 pm
Apakah cara kekerasan memang satu-satunya cara dalam Islam????
Apakah Indonesia merupakan negara Islam? walaupun sebagian besar beragama Islam?
bagaimana dengan UUD 1945 yang dibuat untuk melindungi para penganutnya, yang nota bene dibuat oleh orang-orang Islam?
Apakah Nabi Muhammad SAW memiliki perilaku seperti FPI perbuat?
April 21, 2008 at 7:17 am
Tidak ada reaksi yang ekstrim bila tidak ada aksi ekstrim yang mendahului. FPI timbul secara alamiah.
Saya setuju dengan pendapat bahwa penulis artikel ini kurang informasi atau memang sudah ikut termakan dengan propaganda FPI phobia. Dalam beberapa hal yang tidak sependapat dengan FPI, tapi saya tidak setuju bila FPI dibubarkan. Front ini memang cenderung “keras” tetapi gerakannya terbuka dan bertanggungjawab.
Dimana-mana dalam setiap kegiatannya, FPI itu tidak pernah langsung dengan cara kekerasan, pasti pada awalnya mereka akan mengajak dengan halus, persuasif dan damai. Akan tetapi bila tetap tak digubris maka cara kekerasan-lah yang dia pilih.
Banyak komentator disini berpendapat tidak melihat satu sisi bagian pun yang baik dari FPI. Memang mereka tahunya aksi FPI yang yang menunjukkan kekerasan saja. Tapi mereka lupa kegiatan FPI dengan relawannya di Aceh, Pangandaran dan Jogya. Tidak ada berita tentang pembersihan mayat yang bergelimpangan di Aceh, normalisasi Mesjid Banda Aceh pasca tsunami dsb.
Penulis artikel juga tidak mau tahu, bhwa serangan2 pada FPI demikian gencarnya, termasuk didunia maya dan kebanyakan dari mereka adalah black campaign. Para hacker merusak website FPI, bahkan black campaign dilakukan dengan memyamar seolah-olah “orang FPI” dengan membuat semacam “unofficial blog” FPI ( http://fpi-online.blogspot.com ). Sudah sedemikian kuatnya propaganda ini, sampai membuat Polling pembubaran FPI (http://www.petitiononline.com/noFPI/petition.html)
Seorang bloger (http://hanyaudin.blogspot.com/2007/05/blog-fpi-online-black-compaign-yang.html) melakukan penyelidikan di internet dan berkesimpulan bahwa ada dua nama yang diduga kuat satu oknum yang sama, mereka malang melintang di berbagai milis dan dia juga memiliki banyak blog (39 blog) untuk melancarkan black campaign ini terhadap FPI.
Siapakah dia sebenarnya, untuk apa dan atas nama siapa dia melakukan itu semua, tidakkah semua yang dilakukan itu sebuah pekerjaan yang melelahkan, apakah pekerjaan itu dilaksanakan oleh tim?
Propaganda dilancarkan dari berbagai sudut dan sudah dilakukan sedemikian kotornya, sampai2 diedarkan VCD ceramah kotbah di gereja dari orang yang mengaku mantan ketua FPI Jawa Timur bernama Paulus Mohamad Ali Mahkrus Ata Mimi (http://praize.multiply.com/music/item/25/Kesaksian_Ali_Makrus, http://www.forum.khabar-baik.net/viewtopic.php?p=613)
Tetapi setelah dilakukan klarifikasi ke FPI ( http://hidayatullah.com/index.php?option=com_joomlaboard&Itemid=79&func=view&catid=35&id=46328, http://swaramuslim.net/fakta/html/006/index.php?page=A, http://forum.oyr79.com/index.php/topic,175.0.html) ternyata bohong belaka.
Semua itu menunjukkan keberhasilan propaganda dari FPI phobia dan Islamphobia pada umumnya yang memang saat ini sedang digencarkan didunia Internasional. Bahkanmedia bernuansa Islam macam Republika, Hidayatullah, Eramuslim dan lainnya saja juga telah termakan propaganda ini dengan “menjaga jarak”, mereka lebih baik tidak memuat berita2 tentang FPI. Nama FPI kebanyakan muncul kalo ada kericuhan dan kekerasan saja.
April 23, 2008 at 5:03 am
kenyataannya memang FPI itu preman dan munafik
BUKTI KEPREMANAN FPI
http://www.liputan6.com/news/?id=148348&c_id=7
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_aksi_Front_Pembela_Islam (coba bold kata2 “rusuh” “merusak” “menyerang”)
di atas itu adalah bukti nyata FPI adalah preman dan munafik,apakah FPI mau membiayai pemilik warung yang dilarang bekerja? apakah hanya warga islam saja penghuni indonesia ini? dimana toleransi umat beragama FPI? bagian mana yang menunjukkan FPI bukan preman? bukankah puasa menghindari melakukan perbuatan jahat,apakah merusak warung pada siang hari itu tidak dianggap FPI melakukan perbuatan jahat? mungkin FPI terbiasa jadi preman ya sehingga sulit membedakan yang jahat dan kebaikan.
FPI berhentilah jadi munafik masyarakat sudah banyak yang pandai,masyarakat sudah menyadari wajahmu yang sesungguhnya.
April 28, 2008 at 6:43 am
MANUSIA….. CUMA BISA MENCIBIR…. MANUSIA APA BINATANG…
PENULIS SEBAIKNYA BERTANYA LANGSUNG SAMA KETUA UMUMNYA FPI HABIB RIZIQ, BIAR LEBIH JELAS DAN TERBUKA HATINYA, JANGAN ASAL NGOMONG LIDAH LEBIH TAJAM DARI PEDANG
April 29, 2008 at 12:39 pm
10 KELEMAHAN HABIB RIZIQ
1. MENGAKU KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW.
2. PERNAH MENSODOMI SALAH SATU ISTRINYA.
3. PENGANGGURAN DENGAN MENDAPATKAN UANG DARI WAHABI KERAJAAN ARAB SAUDI.
4. MASA KECIL DISIKSA OLEH BAPAKNYA DENGAN DILIBAS, DIPUKUL, DITONJOK, DIKURUNG.
5. BARU BELAJAR ISLAM SETELAH KELUAR MASUK LOKALISASI URUSAN SYAHWAT.
6. TERINSPIRASI DENGAN OSAMA BIN LADEN UNTUK MENJADI PAHLAWAN DARIPADA PENGANGGURAN DI INDONESIA.
7. SUKA MENCURI SEWAKTU SUSAH.
8. TERIMA ORDER DARI PKS.
9. BERENCANA MAU KAWIN LAGI.
10. KEJAM DAN SUKA MENYIKSA ANAK DAN ISTRINYA
—-
Untuk komentator lainnya. Komentar ini amat penuh berbau ad-hominem, hate speech dan sama sekali tidak menawarkan solusi apapun selain menambah kebencian. Sebaiknya kita sama-sama belajar untuk tidak membiarkan hal seperti ini terjadi lagi.
Namun, apabila masih ada komentator yang tetap nekat menyebarkan gabungan antara ad-hominem, hate speech dan indikasi kurang hati-hati dalam berfikir dan komentar seperti komentar diatas ini pada publik, maka saya akan menganggapnya SPAM.
Kebijakan blog ini terhadap SPAM adalah penghapusan tanpa pemberitahuan dan pemblokiran IP Adress.
Pemilik Blog, Arif Kurniawan
April 29, 2008 at 7:08 pm
[...] yang mengaku sebagai “wongnews”. Metro TV sempat menayangkan seorang pendakwah, Sekjen FPI Sobri Lubis, yang mengajak umat Islam untuk membunuh jemaat Ahmadiyah. Metro juga mewawancarai [...]
Mei 1, 2008 at 1:54 pm
fakta memang menyakitkan
Mei 2, 2008 at 7:24 pm
satu bukti lagi dari kesewenag-wenagan satu golongan manusia atas manusia lainnya.perusakan ,pembakaran,pelecehan atas jamaah ahmadiyah.oleh segelintir umat islam yang merasa mendapat wahyu dan hak atas kebenaran. yang sesungguhnya menjadi milik Allah SWT. sudahlah bubarkan saja organisasi2 yang bertindak seolah sebagai polisi moral.pakai jubah pakai sorban teriak Allah hu akbar tapi kelakuannya kaya setan lapar…. apa salahnya berbeda kalau anda2 gak setuju myrza gulm ahmad itu nabi ya jangan percaya dan jangan diikuti.ambil sikap seperti anda melewati tukang obat boleh percaya boleh tidak boleh beli boleh tidak selama mereka tidak merugikan a monggo boleh2 aja. justru dengan tindakan merusak membakar mnganiaya melecehkan FPI Bukannya menjadi pembela islam tapi mlah merugikan umat islam sendiri kok MUI gak berani mengeluarkan fatwa bahwa fpi atau organisasi2 sejenis ini HARAM. kok polisi setengah hati dalam melindungi korban fpi kok presiden cuma tegas sama orang tidur dalam. kok dpr braninya cuma sama slank. BUBAR in dong pati umat islam yang baik baik dan cinta damai setujuuuuu…. ayo pak jangan jadi banci penakut.bubarkan semua organisasi2 yang mengatas namakan islam tapi justru mempermalukan kaumnya sendiri wassalam.
Mei 3, 2008 at 1:29 am
Buat saya mayoritas FPI hanya sekumpulan preman -preman fanatik yang bodoh. tidak seyogyanya memakai agama Islam sebagai kedok pembenaran aksinya..memalukan kami sebagai muslim!
Mei 3, 2008 at 12:56 pm
sebelumnya sy mau bertrmakasih kpd om/bpk/kakak/ yang telah menulis artikel ini…
saya sempat berpikir bahwa (maaf) semua orang yang beragama muslim mendukung FPI,dan sy sempat membenci (maaf) agama saudara krn ulah2 dr FPI tsb.Ya betul mereka membawa2 nama Islam,oleh sebab itu perlu Anda ketahui bahwa agama Islam telah tercoreng namanya di kalangan agama2 lain.
Agama Islam lebih identik dengan (maaf) kekerasaan dan anarkisme yang bukannya membuat orang segan dgn agama tsb,malahan muak.
Saya mohon maaf apabila komentar ini menyinggung hati Anda, tapi ini hanya sekedar isi hati saya yang dapat saya bagi kepada Anda (dan teman2 sekalian apabila komentar ini di approve).
Terimakasih.
Mei 3, 2008 at 1:20 pm
NIH KENALIN GW SIMPATISAN FPI.
KALAU FPI BEGITU, SEKARANG LOE LOE PADE MAU APE????
Oktober 14, 2009 at 6:13 am
hoe,..anjing lu,….bawa FPI ke tanah TIMOR biar dijadiin sate loe semuanya,..
jago kandang aja,…babi.
Mei 3, 2008 at 2:13 pm
Tuh kan contoh simpatisan FPI…. Galak,pemarah,contoh orang2 yang otaknya sempit.kok yang begini mo dianggap pembela islam. yang ada malah jadi perusak islam. jangan galak2 lah mas Jafar…Istigfaar..
Mei 4, 2008 at 2:32 pm
Bpk. Jaffar, dari komentar Anda yang yang tidak memiliki etika dan tidak berpendidikan sudah pasti banyak orang mengetahui bahwa Anda adalah simpatisan FPI.
Apakah bapak tidak malu telah merusak citra agama bapak? Saya sungguh prihatin
Mei 4, 2008 at 4:21 pm
buat jaffar kalo anda itu memang menganggap FPI itu bagus tolong diberikan bukti nyata kalau FPI itu melakukan kebaikan yang berguna buat bangsa ini (dari link yang netral seperti liputan6,metro,TIME,wikipedia,dll bukan dari simpatisan FPi yang membual sesuatu yang tidak ada) kalau tidak bisa berarti anda itu cuman orang yang tidak pernah sekolah sehingga buta antara kebaikan dan kejahatan,FPI itu cuman menganggap islam seperti tameng yang pada akhirnya malah menjelek-jelekkan agama islam bukan malah membela tetapi malah menunjukkan kalau islam itu identik dengan kekerasan,anda tahu kenapa film “fitna” itu muncul? kenapa bukan agama budha ? kenapa bukan kristen ? karena manusia manusia sampah seperti amrozi cs,FPI itulah film fitna itu muncul,tolong otak anda yang kecil itu dipakai.Ingat film fitna itu adalah dokumenter bukan buatan holywood seperti davinci code.
Mei 4, 2008 at 4:43 pm
assalamualaikum, awalnya biasa saja.
dari nyari tugas kuliah… tapi gara2 posting komennya banyak jadi pengen ikutan nimbrung niih he2.
punten sebelumnya.
eh jadi bingung nih mau ngomong apa.. he22
pelupa.. salam kenal aja deh. lain kali tak mampir. wassalam.
Mei 4, 2008 at 4:47 pm
hmmm kayaknya aku setuju ama sakinah aja dehh..
piss
war for piss, ocheay?
Mei 8, 2008 at 5:49 am
Assalamu’alaikum wr wb,
Ana sungguh heran bin takjub. Kenapa banyak kaum durhaka dan kafir tidak menyukai FPI? Padahal FPI adalah tameng bagi perjuangan Islam untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Dalam berjuang mereka begitu tegas tak pandang bulu. Penampilan mereka begitu bersahaja dan santun dengan busana seperti dikenakan oleh para sahabat Rasulullah.
Dipimpin oleh Habib Riziek yang ana cintai sepanjang hayat masih dikandung badan, tujuan utama FPI adalah ingin menyadarkan umat manusia untuk kembali ke jalan Allah dan tidak melanggar aturan dan norma-norma Islam seperti diajarkan oleh Rasulullah.
Untuk itu, dengan tegas ana menolak keberadaan petisi ini:
http://www.petitiononline.com/noFPI/petition.html
Siapa yang berani-beraninya mengisi petisi tersebut di atas, sudah dijanjikan oleh Allah untuk masuk Neraka Jahanam!
Mari kita bersama-sama rapatkan barisan….
Wassalamu’alaikum wr wb,
Mei 8, 2008 at 5:50 am
palu arit, lambang komunis
Alfian Tanjung: “Ngaku Sajalah Komunis!”
Kamis, 05 April 2007
Ketua GN Patriot Indonesia, Alfian Tanjung meminta Dita Indah Sari mengaku jujur perihal organisasinya yang berbau “komunis”. Indah tetap menepis
Hidayatullah.com — “Ayo, ngaku sajalah komunis,” demikian pinta Alfian Tanjung saat berdebat dengan Ketua Majelis Pertimbangan Papernas Dita Indah Sari dalam sebuah debat politik yang diselenggarakan stasiun TV SCTV Rabu (4/4) tadi malam.
Dalam debat bertajuk “Topik Minggu Ini”, selain hadir Dita, turut hadir pula sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Asvi Warman Adam, Ketua Gerakan Nasional Patriot Indonesia Alfian Tanjung, dan Direktur Eksekutif Institut for Policy Studies Fadli Zon. Malam itu, mereka bedialog guna membahas kontroversi Papernas yang baru-baru itu banyak ditolak kehadirannya oleh kalangan masyarakat.
Front Anti Komunis Indonesia (FAKI), pihak yang melarang, beralasan, Paprenas adalah penjelmaan komunisme gaya baru dan dianggap melawan ketetapan MPR mengenai larangan penyebaran ajaran Marxisme dan Leninisme.
Senada dengan FAKI, Ketua Gerakan Nasional Patriot Indonesia ini menilai Papernas adalah embrio komunis. Ini tak lain dari cara-cara gerakan partai ini yang selalu mengusung kemiskinan dan masalah sosial sebagai agenda utamanya. Menurut Alfian, semua ini dilakukan hanya untuk menarik massa sebelum bermetamorfosa menjadi partai komunis. “Ini sudah menjelang kodok, buntutnya tinggal dikit,” tutur pria berjanggut tipis ini.
Bagaimana tanggapan Dita atas permintaan Alfian Tanjung itu? Menurut Dita, kelompoknya memang mengakui berhaluan kiri. Namun dirinya mengelak jika disebut berfaham komunis. “Seakan-akan semua yang ‘kiri’ itu komunis,” tutur pendiri Partai Rakyat Demokratik (PRD).
Serangan nara sumber dengan mengungkapkan data dan fakta, nampaknya membuat Dita kalang kabut malam itu. Alih-alih menghindari tudingan miring cap komunis, Dita justru membelokkan terhadap kesalahan Orde Baru dan syariah Islam.
Fadli Zon mengakui Orde Baru ada kesalahan, namun tak semua yang ada di jaman Orde Baru adalah salah. Fadli mengatakan, banyak sejarah penting sebagai bentuk kebiadaban PKI yang kini berusaha dimanipulasi.
Menurutnya, bagaimanapun, yang merasakan dampaknya dan sakitnya adalah rakyat, khususnya umat Islam terhadap Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia.
Karena bahayanya, menurut Fadli, PKI benar-benar ancaman serius. Menurut Mahasiswa Program Studi Rusia FSUI ini, di beberapa Negara demokrasi pun, paham komunisme sangat dilarang. Di Jerman misalnya, Partai Nazi tetap dilarang karena trauma. Di Amerika partai rasis Black Party juga dilarang.
Ia mengingatkan, jika komunisme mulai bangkit, yang paling cepat reaksinya adalah umat Islam. Lebih jauh, Fadli menyarankan, agar Papernas tak bertentangan dengan Undang-undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang larangan partai komunis. “Kalau bukan komunis kenapa enggak?” kata penyunting buku “Kesaksian Korban Kekejaman PKI 1948″.
Benang PKI?
Maret lalu, sejumlah elemen masyarakat melakukan penolakan terhadap Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas). Penolakan dimulai ketika dideklarasikan akhir Januari silam di Kaliurang, Yogyakarta lalu menyusul ke Jakarta.
Penghadangan dilakukan massa dari Front Pembela Islam (FPI), Forum Betawi Rempug (FBR) dan beberapa eleman masyarakat. Massa menyerang iringan-iringan massa pendukung Papernas yang akan mendeklarasikan partai itu di Tugu Proklamasi, Jakarta kala itu.
Pihak yang menghadang beralasan, Papernas masih ‘onderbow PKI’, tak jauh beda PRD. Namun yang jelas, penghadangan itu bukan satu-satunya terjadi. Sebelumnya, di beberapa daerah, deklarasi partai ini juga diwarnai protes sejumlah kelompok massa.
Di Batu, Malang, Jawa Timur, misalnya, awal Maret silam, anggota organisasi Islam membubarkan konferensi pertama Papernas. Bahkan, bendera dan atribut Papernas lainnya pun dibakar massa. Juga di beberapa Lampung,
Di Jogja, pada Januari 2007, puluhan warga yang tergabung dalam Front Antikomunis Indonesia (FAKI) mengancam membubarkan kongres pertama Papernas di Kaliurang, Jogyakarta. Massa FAKI membakari atribut dan perlengkapan Papernas. [sctv/hid/cha]
Mei 8, 2008 at 5:55 am
Pembubaran Partai Politik
Ada peristiwa politik yang terjadi pekan ini yang berkenaan dengan eksistensi suatu partai. Konsolidasi Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas), mendapat perlawanan dari kekuatan anti komunis yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI), Forum Betawi Rempug (FBR), Pelajar Islam Indonesia (PII), dan Front Pembela Merah Putih.
Perlawanan itu berakibat adanya bentrokan fisik antara kedua kekuatan itu. Menariknya, satu pihak menuduh Papernas adalah bentuk baru dari kebangunan kembali Partai Komunis Indonesia (PKI) atau yang menganut paham komunisme.
Di lain pihak, pimpinan Papernas menantang untuk membuktikan benar tidaknya tuduhan itu. Aksi penentangan atas eksistensi Papernas telah beberapa kali dilakukan yaitu ketika Kongres I di Kaliurang, Januari 2007 dan ketika Konferensi Daerah Jawa Timur di Malang, Maret 2007. Selain melakukan aksi penghadangan, FPI juga menyampaikan aspirasi kepada Ketua DPRRI Agung Laksono, Riau Pos (30/3/2007).
Rezim pasca Orde Baru, telah mengalami kemajuan dalam memberikan penghormatan atas kebebasan berasosiasi dan berpartai. Era reformasi telah banyak meninggalkan karakter rezim yang otoriter.
Terdapat perbedaan yang nyata dalam hal pengawasan atas eksistensi suatu partai, antara masa Soeharto dengan masa reformasi. Dalam masa Soeharto, kewenangan untuk melakukan pengawasan, pembekuan dan pembubaran suatu partai politik, berada di tangan pemerintah. Hal ini dirumuskan dalam Undang-Undang tentang Partai Politik, baik dalam UU No3/1975 ataupun UU No3/1985.
Sistem yang ada itu menempatkan pemerintah bertindak sebagai penyidik, penuntut sekaligus hakim. Keberadaan kekuasaan kehakiman (Mahkamah Agung) hanya berfungsi dan terbatas sebagai lembaga yang memberikan pertimbangan yang pertimbangannya disampaikan kepada presiden.
Tindakan pembekuan atau pembubaran atas suatu partai sangat tergantung dari hasil penilaian presiden atas pelanggaran partai tersebut atas ketentuan undang-undang.
Presiden dalam hal ini merupakan jabatan publik yang pengisiannya dilakukan lembaga MPR, yang terdiri dari kekuatan-kekuatan politik baik partai politik, militer atau utusan daerah dan utusan golongan.
Pembentukan partai sebagai perwujudan dari kebebasan berasosiasi, ditutup rapat atau tidak ada ruang. Ruang lingkup pengawasan meliputi asas dan tujuan partai yang harus mengamalkan dan mengamankan Pancasila, larangan melaksanakan dan menyebarkan faham komunisme.
Dalam masa reformasi, proses demokratisasi terjadi dengan bergesernya kewenangan melakukan pembubaran atas suatu partai dari presiden ke pemegang kekuasaan kehakiman.
Amandemen konstitusi memberikan kewenangan kepada Mahkamah Konstitusi. Pengawasan dilakukan oleh Departemen Kehakiman, Komisi Pemilihan Umum dan Departemen Dalam Negeri.
Ruang lingkup pengawasan yang dilakukan oleh Departemen Dalam Negeri meliputi kegiatan yang bertentangan dengan UUD 1945 atau undang-undang lainnya, kegiatan yang membahayakan NKRI, kegiatan yang bertentangan kebijakan pemerintah dalam memelihara persahabtan dengan negara lain, larangan menerima bantuan dari pihak asing, BUMN, BUMD, BUM Desa, larangan menganut dan menyebarkan faham komunisme.
Sedangkan untuk proses pembubaran, pemerintah diberikan kewenangan untuk berposisi sebagai pemohon. Permohonan untuk pembubaran partai harus disertai uraian tentang idiologi, asas, tujuan, program dan kegiatan partai yang dianggap betertentangan dengan UUD 1945. Dalam hukum acara di MK, tidak diberikan peluang adanya gugatan perwakilan masyarakat.
Hal ini berbeda dengan masa awal reformasi. Sebagai konsekuansi dari adanya pembaharuan undang-undang politik, lahirlah UU No2/1999 tentang Partai Politik, yang memberikan kewenangan kepada Mahkamah Agung untuk membekukan atau membubarkan suatu partai.
Menjawab kewenangan ini, keluarlah Peraturan Mahkamah Agung No2/1999 yang memberikan pengakuan atas adanya gugatan perwakilan masyarakat (class action) untuk mengajukan gugatan pembubaran suatu partai atas tuduhan pelanggaran undang-undang.
Lihat kasus gugatan perwakilan masyarakat yang menuntut pembubaran Partai Golongan Karya di Mahkamah Agung, Tahun 2001.
Kembali pada kasus tuduhan FPI tentang dianutnya faham komunisme oleh Partai Papernas. Bila FPI bertujuan untuk memasuki wilayah hukum, yaitu pembubaran Partai Papernas, ada baiknya dilakukan pengumpulan fakta di lapangan tentang pelanggaran yang dilakukan oleh Papernas yang berkaitan dengan asas, idiologi, program, kegiatan dimaksud.
Hanya saja, FPI dan kawan-kawan tidak dapat mewakili masyarakat untuk mengajukan gugatan ke MK, namun harus membawanya dan mendesakkannya dulu ke pemerintah. Bila pemerintah sependapat dengan FPI, barulah pemerintah mengajukan permohonan kepada Mahkamah Konstitusi, agar Partai Papernas dibubarkan oleh Mahkamah Konstitusi.
Bagaimana kalau pihak pemerintah, dengan pertimbangannya sendiri, termasuk pertimbangan politik, tidak mengajukan permohonan pembubaran kepada MK?
Hal ini terjadi ketika Presiden Soekarno tidak bersedia menggunakan kewenangannya untuk membubarkan PKI, walaupun tuntutan untuk itu telah disuarakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia!***
Mei 8, 2008 at 5:57 am
Front Pembela Islam atau FPI segera mengajukan somasi sejumlah media yang menyiarkan hal-hal yang dinilai mengandung pornografi.
“Kita menghormati putusan majelis hakim yang menolak dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum. Untuk itu, kami akan menempuh jalan lain dengan mengajukan somasi terhadap media-media yang menyiarkan pornografi,” kata pengacara FPI, Hidayat Imran usai sidang putusan Pemred Playboy Erwin Arnada di PN Jakarta Selatan, Kamis.
Erwin yang dituntut pidana dua tahun penjara itu dinilai “lolos” dari hukuman karena majelis hakim menilai dakwaan jaksa yang mengenakan pasal pidana dinilai tidak cukup karena tidak menyertakan UU No 40/1999 tentang Pers dalam pengadilan terhadap produk pers.
Menurut Hidayat, putusan itu merupakan putusan onslaag yang membenarkan adanya suatu perbuatan pidana namun kepada pelakunya tidak bisa diadili karena pengenaan undang-undang yang tidak tepat.
Erwin menjadi tersangka dan terdakwa dalam kasus pelanggaran kesusilaan karena pelaporan FPI ke Kepolisian. Dalam laporannya, FPI menyebutkan majalah Playboy Indonesia yang dipimpin Erwin dinilai sebagai produk barang cetakan yang meresahkan masyarakat dan dinilai bisa merusak moral bangsa.
“Somasi itu tidak hanya pada Playboy, tapi semua media yang porno, seperti Popular dan Maxim,” kata dia memerinci media yang akan disomasi FPI pada bulan Mei mendatang. Selain mengajukan somasi, kata dia lagi, pihaknya juga telah melakukan aksi boikot dengan tidak membeli produk-produk pers yang dinilai mengandung pornografi.
Usai pembacaan putusan perkara terhadap Erwin Arnada, sekitar 100-an orang yang beratribut FPI dan FUI (Forum Umat Islam) tidak mengajukan protes maupun membuat keributan sebagaimana pada sidang-sidang terdahulu. Satu dua orang dari massa tersebut terdengar mengutarakan kekecewaannya namun tidak membuat aksi yang memerlukan penanganan 665 petugas keamanan yang telah disiagakan di PN Jakarta Selatan. Antara
Mei 8, 2008 at 5:58 am
TANGGAL 7 April 2006 muncullah jawaban atas pertentangan yang berlangsung sejak Januari 2006, Playboy Indonesia tetap dirilis ke pasar. Penerbitnya memang menepati janji tidak memuat foto-foto perempuan telanjang, tapi tentangan dan unjuk rasa tetap muncul diwarnai ancaman-ancaman. Kemunculan Playboy yang lisensinya dibeli miliaran rupiah ini sepertinya akan terus menjadi polemik.
ANGGOTA Front Pembela Islam membakar majalah “Playboy” Indonesia di depan pintu gerbang Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro Bandung, Rabu (12/4).* DUDI SUGANDI/”PR”
Tentangan ini cukup berbeda dengan awal kemunculan majalah lisensi luar negeri bermateri gambar yang kurang lebih sama seperti For Him Magazine (FHM), Maxim, dan lainnya. Reaksi yang muncul berbeda pula terhadap tabloid-tabloid kuning yang sudah lebih dulu muncul namun tidak sampai dibakar.
Menurut pakar Ilmu Komunikasi, Deddy Mulyana, permasalahan yang menyeruak dengan hadirnya Playboy adalah citra atau simbolik yang sudah terbentuk atau terkonstruksi. Nama Playboy menjadi permasalahan karena pikiran orang langsung tertuju pada citra majalah Playboy di negara asalnya, Amerika Serikat.
Hal inilah yang memunculkan reaksi berbagai kalangan. Alasannya, kata Deddy, manusia sering bersikap pragmatis dan berdasarkan pengetahuan awam atau rata-rata. Sikap yang muncul semakin berlebihan bila didasari atas stereotip atau generalisasi yang juga berlebihan. “Sesuatu yang belum merupakan kenyataan seperti dugaan, stereotip, atau imajinasi saja bisa menjad problem. Nah, apalagi kalau stereotip sudah menjadi fakta,” katanya.
Menurut staf pengajar Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung ini, fakta umum tentang Playboy adalah selalu memuat foto perempuan telanjang. Playboy Indonesia edisi perdana memang tidak memuat foto-foto telanjang. Namun, tetap menampilkan foto-foto sensual yang menunjukkan Playboy gagal beradaptasi dengan budaya Indonesia seperti yang dijanjikan.
“Kalau ingin menyesuaikan diri, namanya pun kenapa Playboy? Jadi, mereka pasti dengan perhitungan. Kalau namanya bukan Playboy tidak akan laku,” ucapnya.
Ia mengatakan, Playboy merupakan daya tarik yang diasumsikan akan mendorong khalayak untuk membeli. Kehebatan nama itu terbukti karena tetap banyak yang sekadar mencari sampai membeli majalah meskipun aksi sweeping dilakukan pihak yang tidak setuju.
Pakar Ilmu Komunikasi, Dedy Jamaludin Malik, sepakat dengan hal ini. Dedy yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI ini menganggap persoalan brand menjadi penyebab utama munculnya tentangan keras itu. “Ini merupakan citra global,” katanya.
**
Bagi Dedy Jamaludin, untuk mengaitkan kebebasan pers yang dilindungi Undang-Undang Pokok Pers Nomor 40/1999 dengan Playboy harus melalui penelitian di Dewan Pers. Isinya harus dibuktikan apakah memenuhi kaidah jurnalisme yang kode etiknya sudah disepakati. Bila tidak, maka tidak ada UU yang bisa meyakinkan bahwa Playboy merupakan suatu bentuk kebebasan berekspresi.
Menurut Deddy Mulyana, media massa memiliki tugas memberdayakan masyarakat. “Tidak ada sebuah media massa yang hampa nilai. Kalau media mengklaim memiliki kebebasan, kebebasannya adalah untuk tujuan itu,” tuturnya.
Ia menegaskan, kebebasan media massa mirip dengan kebebasan individu yang bukan merupakan kebebasan tanpa embel-embel. Tidak ada kebebasan dalam pengertian mutlak. Bahkan, sangat sedikit dasar, alasan, atau bukti-bukti ilmiah yang mendukung dan menyatakan bahwa isi Playboy memperlihatkan kebebasan yang bertanggung jawab untuk masyarakat.
Secara psikologis, kemunculan Playboy pun bisa memunculkan dampak eskapisme yang membuat orang lari dari tanggung jawab kesehariannya. Bila dikonsumsi anak-anak, gambar-gambar itu akan dikonstruksi menjadi sesuatu yang taken for granted reality, atau sebuah realitas yang tidak pernah dipersoalkan lagi, menjadi suatu normalitas. “Kesadaran manusia memang bisa dibuat seperti itu, bisa dikonstruksikan dan, media massa punya peranan yang besar,” ucapnya.
Dedy Jamaludin menyayangkan penegakan hukum bersifat adhoc; sekali-sekali atau kadang-kadang tergantung desakan masyarakat. Padahal, KUHP memiliki pasal yang menyangkut kesusilaan untuk menjaring semua media itu dan kemudian membuktikannya apakah ada unsur pelanggarannya.
Namun, bila unsur jurnalisme pada Playboy diakui sehingga kebebasannya bisa dlindungi UU Pokok Pers, maka aturan pendistribusian yang diterapkan di luar negeri bisa dicontoh. Deddy Mulyana mengatakan itu sebagai jalan minimal. “Ya, jangan dijajakan, diatur penjualannya. Kalau di TV, kan, ditayangkan pukul 11 malam,” ujarnya.
Ketegasan pengaturan inilah yang dibutuhkan. Pembatasan penjualan sesuai segmen yang ditujukan untuk pembaca dewasa harus dijalankan berdasarkan aturan. Harus ada tindakan tegas terhadap semua pelanggaran. Tujuannya supaya orang tua pun tidak terampas kebebasannya untuk mendidik anak sesuai nilai yang ingi mereka tanamkan. (Vebertina Manihuruk/”PR”)***
Mei 8, 2008 at 5:59 am
Kajian terorisme ditinjau secara psikologis tentunya menjadi uraian yang menarik. Misalnya kasus peledakan restoran AW di Jakarta yang dianggap sebagai aksi teroris namun ditinjau secara psikologis sebenarnya hanyalah perbuatan seseorang sekedar mencari popularitas.
Siapa di belakangnya? Apa dan bagaimana terorisme yang sebenarnya? Apa solusi menghadapi terorisme global yang didesain oleh Amerika?
Diungkapkan dengan gamblang dan berani oleh Prof. Achmad Mubarok
Simak di: http://mubarok-institute.blogspot.com
Mei 8, 2008 at 6:08 am
Indonesia braces for “Playboy” verdict
Jakarta (ANTARA News) – Hundreds of police with water cannon were deployed Thursday as an Indonesia court prepared to rule whether the editor of the local version of Playboy was guilty of publishing indecent material.
About 100 militant Muslims were on hand for the verdict, shouting “God is great!” and vowing “judgement our way” if Erwin Arnada was acquitted.
Prosecutors have called for Arnada, 42, to be jailed for two years in a case seen as pitting press freedom against conservative Islamic mores in the world’s most populous Muslim-majority nation.
Heru Hendratmoko, the chairman of the Alliance of Independent Journalists, said he hoped Arnada would be let go in the interest of press freedom.
“I am fairly optimistic,” he said, adding that the editor should not have been subjected to a criminal trial.
But the hardline Islamic Defenders Front (FPI) warned it would “declare war” against the adult magazine, which is still being published in Indonesia, if the court in Jakarta failed to jail Arnada.
“We will attack the Playboy office and sweep up copies of the magazine, which will destroy the morals of Indonesian children,” Irwan Asidi, one of the Front’s leaders, told AFP.
Ahead of the verdict he had said about 1,000 like-minded Muslims would be mobilised to the court for the verdict, but late Thursday morning only about 100 were present.
About 20 FPI members were inside the courtroom itself as a panel of judges began reading the verdict.
“Playboy destroyed the mentality of the Indonesian generation. We have to fight against them. Islam not only protects Muslim followers but also non-Muslim,” FPI member Abdul Khodir said.
“We are going to do judgement our way,” if the editor is acquitted, said Muhammad al Khaththath, the secretary general of Forum Umat Islam, an umbrella group containing FPI and other hardline organisations.
Local police chief Donny Sabardi said 665 police officers had been mobilised, including members of a paramilitary brigade who arrived with water cannon.
Arnada’s lawyer Ina Rachman said she hoped the court would rule objectively despite the protests.
“I hope the judges will take a decision independently and free from third-party influences. We all know that the FPI has threatened all parties, including the judges and myself,” she told AFP.
Prosecutors said Arnada had upset society and damaged Indonesia’s morals.
The charge of publishing indecent material carries a jail term of up to 32 months.
Arnada has argued that Playboy Indonesia does not publish photographs of naked women or do anything illegal. (*)
Mei 8, 2008 at 6:10 am
Assalamu’alaikum wr wb,
Isu pemerkosaan massal atas perempuan Cina dalam Kerusuhan Mei 1998 senantiasa dihembus-hembuskan. Tidak lebih dari berita bohong.
Hasil penyidikan FBI akhirnya membongkar kebohongan itu. “Jika sebuah kebohongan terus-menerus diceritakan hingga terdengar luas di masyarakat, maka lama-kelamaan masyarakat akan meyakini kebohongan itu sebagai sebuah kebenaran.” kata Menteri Propaganda Nazi Jerman, Dr Josef Goebels, enam dasawarsa yang lalu.
Meski sudah kuno, namun prinsip propaganda yang diterapkan Nazi untuk melibas bangsa Yahudi di Eropa menjelang Perang Dunia II itu masih terus dipakai dan dilestarikan hingga kini.
Strategi propaganda ala Goebels ini pun tetap laris di Indonesia dan masih cukup efektif sebagai alat pemukul lawan politik dan ide yang berseberangan. Tengoklah
berbagai propaganda hitam yang dikembangkan dengan cara itu. Misalnya, pembangunan opini bahwa Islam sudah tidak cocok untuk zaman modern ini, pembentukan opini bahwa
poligami identik dengan kekerasan, pengelabuan bahwa pluralisme adalah kebaikan yang harus diterima dan sebagainya.
Tapi, propaganda kebohongan paling dahsyat di Republik ini adalah isu tentang pemerkosaan massal atas para perempuan etnis Cina pada saat kerusuhan Mei 1998. Dengan sistematis mereka meniupkan isu tentang isu perkosaan itu, dengan berbagai cerita di berbagai media, dengan berbagai cara dan sarana, baik di dalam dan luar negeri. Padahal, dengan jelas isu itu sebenarnya dipakai untuk mendeskreditkan Islam dan simbol-simbol Islam.
Mei 8, 2008 at 6:11 am
Kisah Vivian dan Foto-Foto Perkosaan
Internet menjadi sarana paling hebat untuk menyebarluaskan kisah perkosaan massal itu. Yang paling